Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Metode Simulasi Berbasis Peta Konsep Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X TKR SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012 / 2013
Peneltian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa kelas X TKR SMK Negeri 8 Purworejo. Hal ini ditunjukkan dengan sikap siswa yang sulit untuk menerima dan mengerti konsep-konsep fisika yang disampaikan oleh guru. Selain itu, siswa juga merasa jenuh dengan pembelajaran fisika bahkan siswa juga tidak menyukai pelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan metode simulasi berbasis peta konsep untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TKR A SMK Negeri 8 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 29 siswa putra dan 3 siswa putri. Pengumpulan data dengan metode observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pemanfaatan metode simulasi berbasis peta konsep dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas X TKR A SMK Negeri 8 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari hasil persentase keberhasilan penelitian pada motivasi belajar siswa sebelum diterapkan metode simulasi berbasis peta konsep adalah 54,68% meningkat menjadi 64% setelah diterapkan metode simulasi berbasis peta konsep untuk siklus I. Pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 85,62%
Pengembangan Authentic Assessment Untuk Mengukur Sikap, Proses, Dan Penerapan Dalam Pembelajaran Fisika Pada Siswa SMA Negeri 9 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/ 2013
Telah dilakukan penelitian pengembangan authentic assessment untuk mengukur sikap, proses, dan penerapan dalam pembelajaran fisika. Subyek dari penelitian yang dilakukan adalah siswa kelas X. 4 SMA Negeri 9 Purworejo yang berjumlah 24 siswa tahun pelajaran 2012/ 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development berupa model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari tahap potensi dan masalah sampai pada tahap revisi produk awal. Hasil penelitian produk pengembangan authentic assessment untuk mengukur sikap, proses, dan penerapan terdiri dari rubrik dan lembar pengamatan penilaian yang baik dan reliabel. Tingkat ketercapaian authentic assessment untuk mengukur sikap pada materi optika geometris yaitu sebesar 91% dengan nilai 3,63, tingkat ketercapaian authentic assessment untuk mengukur proses pada materi optika geometris yaitu sebesar 86% dengan nilai 3,45, tingkat ketercapaian authentic assessment untuk mengukur penerapan pada materi optika geometris yaitu sebesar 85% dengan nilai 3,4
Upaya Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar melalui Praktikum Listrik Dinamis dengan Model Pembelajaran Group Investigasi Kelas X MAN Kebumen 1 Tahun 2012/2013
Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di MAN Kebumen 1. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-5 tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Juni tahun 2013. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu: metode observasi, dan metode tes. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tehnik Deskripsi Persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, keterampilan proses sains siswa meningkat dari 40,63% pada pra siklus menjadi 64% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,25% pada siklus II. Peningkatan keterampilan proses sains ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 65 dengan ketuntasan 32,5% pada pra siklus menjadi 67 dengan ketuntasan 67,5% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 77 dengan ketuntasan 72,5% pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dengan praktikum listrik dinamis dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar di MAN Kebumen 1
Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Untuk Peningkatan Pemahaman IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Wonosari Sadang
Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk Peningkatan pemahaman IPA Siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Wonosari Sadang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo. Pemahaman IPA pada siswa masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Peningkatan pemahaman IPA siswa IV Sekolah Dasar Negeri 2 Wonosari Sadang dengan Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) pada pokok bahasan gaya. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Wonosari Sadang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 wonosari Sadang yang berjumlah 22 siswa, 11 putri dan 11 putra. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Wonosari Sadang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode: lembar observasi pemahaman IPA siswa, angket pemahaman IPA siswa, soal tes. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik Deskriptif Persentase. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemahaman IPA pada siswa meningkat yaitu pada siklus I persentasenya sebesar 63,55%. Setelah dilakukan tindakan siklus II meningkat menjadi 75,27%. Peningkatan pemahaman siswa ini berpengaruh yang tadinya 63,64% menjadi 81,82%
Studi Komparasi Antara Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team-Achievement Division (STAD) dan Team-Accelerated Instruction (TAI) Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Telah dilakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan kontrol menggunakan metode Konvensional.Penelitian ini menggunakan desain ”Randomized Control Group Pretest-Postest Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 4 Purworejo.Sampel pada penelitian ini yaitu kelas X.2, kelas X.3 dan X.5 yang masing-masing berjumlah 25 siswa sehingga jumlah sampel seluruhnya adalah 75 siswa.Sampel tersebut diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling.Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu metode pembelajaran yang terdiri dari metode pembelajaran STAD, TAI, dan Konvensional sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa ditinjau dari ranah kognitif dan afektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode STAD dan TAI dari ranah kognitif pada taraf signifikansi 5%. Pada kelas dengan metode pembelajaran STAD memperoleh nilai rata-rata post test sebesar 81,12 sedangkan kelas dengan metode TAI memperoleh nilai rata-rata79,68. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara metode STAD dan TAI ditinjau dari ranah afektif pada taraf signifikansi 5%. Nilai afektif siswa paling baik menggunakan metode pembelajaran STAD sebesar 78,64. Selanjutnya kelas dengan metode TAI memperoleh nilai rata-rata afektif sebesar 72,16
Pengaruh Pemanfaatan Information Communication And Technology (ICT) Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA Negeri 10 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2011/2012
Telah dilakukan penelitian eksperimen guna mengetahui persepsi, hasil, dan motivasi belajar siswa terhadap kegiatan pembelajaran Fisika dengan pemanfaatan (ICT) dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional pada siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo yaitu 160 siswa, pengambilan sampel 40% dari populasi yaitu 64 siswa. Dengan menggunakan acuan Simple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes, angket motivasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis nonparametik Kolmogorov Smirnov, analisis uji F, dan teknik Paired sample T-test. Hasil analisis menunjukkan rerata nilai post-test siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 7,53, sedangkan kenaikan nilai post-test kelas kontrol sebesar 5,44. Begitu juga dengan hasil motivasi siswa Dimana rerata motivasi siswa kelas eksperimen sebesar 101,19, sedangkan rerata motivasi kelas kontrol sebesar 93,16. Kenaikan rerata hasil dan motivasi siswa yang lebih tinggi membuktikan bahwa belajar fisika siswa yang menggunakan pemanfaatan ICT lebih baik dibandingkan menggunakan metode ceramah. Dengan demikian ICT turut berperan dalam meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa
Pemanfaatan Model Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar IPA Pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 22 Purworejo
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa SMP Negeri 22 Purworejo yang ditandai dengan rendahnya keberanian siswa untuk bertanya mengenai persoalan yang belum dipahami dan menjawab pertanyaan selama proses pembelajaran berlangsung. Bertujuan meningkatkan keaktifan belajar dengan memanfaatkan model pembelajaran Snowball Throwing. Sebagai subyek adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 22 Purworejo tahun pelajaran 2011/ 2012, yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan model pembelajaran Snowball Throwing dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 22 Purworejo. Hal ini terlihat dari hasil observasi keaktifan belajar siswa sebesar 42,81% pada pra siklus, menjadi 53,91% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 72,27% pada siklus II. Sementara itu angket keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 81,56% dan meningkat menjadi 86,87% pada siklus II. Peningkatan keaktifan belajar siswa ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa dari 57,53 dengan ketuntasan 31,25% pada pra siklus meningkat menjadi 65,31 dengan ketuntasan 50,00% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 70,93 dengan ketuntasan 71,86% pada siklus II. Sehingga model pembelajaran Snowball Throwing dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang mengupayakan peningkatan keaktifan belajar
Peningkatan Aktivitas Belajar IPA Melalui Model Cooperative Script Pada Siswa SMP Negeri 1 Puring Kebumen Tahun Pelajaran 2011/2012
A
Peningkatan Pemahaman Siswa Dengan Penerapan Peta Konsep Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMK Muhammadiyah Kroya
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas guna mengetahui peningkatan pemahaman belajar siswa melalui model pembelajaran dengan penerapan peta konsep. Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya keinginan belajar siswa yang menganggap bahwa fisika merupakan mata pelajaran yang sulit, sehingga siswa belum memahami konsep. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR (Teknik Kendaraan Ringan) SMK Muhammadiyah Kroya tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 34 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, tes, dan angket kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran peta konsep dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa kelas X TKR (Teknik Kendaraan Ringan) SMK Muhammadiyah Kroya. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi pemahaman belajar siswa selama proses pembelajaran meningkat dari persentase sebesar 46,47% pada pra siklus menjadi 56,18% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 70,74% pada siklus II. Persentase angket pemahaman siswa juga meningkat dari 50,29% pada pra siklus menjadi 59,41% pada siklus I dan naik lagi menjadi 71,18% pada siklus II. Sementara itu rata-rata peningkatan pemahaman belajar siswa meningkat dari 61,03 dengan ketuntasan 55,88% pada siklus I menjadi 70,88 dengan ketuntasan 76,47% pada siklus II. Sehingga model pembelajaran dengan penerapan peta konsep dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa
Penggunaan Model Pembelajaran Scramble untuk Peningkatan Motivasi Belajar IPA (Fisika) pada Siswa SMP Negeri 16 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar IPA (Fisika) menggunakan model pembelajaran scramble pada siswa SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran scramble dalam pembelajaran IPA (Fisika) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 16 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi motivasi belajar siswa meningkat dari 46,94% pada pra siklus menjadi 60,81% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 73,39% pada siklus II. Persentase angket motivasi belajar siswa meningkat 58,06% pada pra siklus menjadi 72,90% pada siklus I dan menjadi 81,29% pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 59,98 dengan ketuntasan 38,71% pada pra siklus menjadi 77,66 dengan ketuntasan 80,69% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85,97 dengan ketuntasan 93,97% pada siklus II. Sehingga saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran scramble dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran dengan menyesuaikan materi pelajaran untuk mengupayakan peningkatan motivasi belaja