Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemandirian Belajar IPA melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) di Kelas VIII SMP Negeri 33 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) di kelas VIII SMP N 33 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 33 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa SMP N 33 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi, kemandirian belajar siswa meningkat dari 49,19% pada pra siklus menjadi 61,70% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 73,96% pada siklus II. Peningkatan kemandirian belajar siswa ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 67,09 pada pra siklus menjadi 69,68 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 74,52 pada siklus II. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat digunakan ke depannya sebagai alternatif dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian belajar
Pemanfaatan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Macromedia Flash 8 Guna Meningkatkakan Motivasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sifat Mekanik Bahan Kelas X Tkj 2 SMK Batik Perbaik Tahun Pelajaran 2011/2012
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas guna mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan media pembelajaran Fisika berbasis Macromedia Flash 8 pada pokok bahasan Sifat Mekanik Bahan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 2 semester 2 SMK Batik Perbaik Tahun Pelajaran 2011/2012, dengan jumlah 31 siswa, yang terdiri dari 27 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, angket,dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pemanfaatan media pembelajaran Fisika berbasis Macromedia Flash 8 sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata persentase motivasi belajar siswa pada setiap siklus. Sebelum pemanfaatan media pembelajaran Fisika berbasis Macromedia Flash 8 persentase motivasi belajar siswa 49,56%. Setalah memanfaatkan media pembelajaran Fisika berbasis Macromedia Flash 8 pada siklus I meningkat menjadi 67,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 74,76%. Sehingga media pembelajaran Fisika berbasis Macromedia Flash 8 dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Sebaiknya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran Fisika menggunakan metode dan media pembelajaran yang variatif dan disesuaikan dengan kondisi siswa maupun materi yang diajarkan, karena siswa akan menjadi tertarik sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar
Penggunaan Model Pembelajaran Scramble untuk Peningkatan Motivasi Belajar IPA (Fisika) pada Siswa SMP Negeri 16 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar IPA (Fisika) menggunakan model pembelajaran scramble pada siswa SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran scramble dalam pembelajaran IPA (Fisika) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 16 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi motivasi belajar siswa meningkat dari 46,94% pada pra siklus menjadi 60,81% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 73,39% pada siklus II. Persentase angket motivasi belajar siswa meningkat 58,06% pada pra siklus menjadi 72,90% pada siklus I dan menjadi 81,29% pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 59,98 dengan ketuntasan 38,71% pada pra siklus menjadi 77,66 dengan ketuntasan 80,69% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85,97 dengan ketuntasan 93,97% pada siklus II. Sehingga saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran scramble dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran dengan menyesuaikan materi pelajaran untuk mengupayakan peningkatan motivasi belajar
Pemanfaatan Mainan Tradisional Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas VII SMP Setya Budi Loano Tahun Pelajaran 2011/2012
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui pemanfaataan mainan tradisional untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran fisika kelas VII SMP Setya Budi tahun pelajaran 2011/ 2012. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Setya Budi Purworejo, yang berjumlah 12 siswa terdiri atas 7 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Faktor yang diteliti yaitu berupa peningkatan pemahaman belajar fisika. Data diperoleh dengan metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pemanfaatan alat peraga “mainan tradisional” ternyata dapat meningkatkan pemahaman belajar fisika pada siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pemahaman belajar siswa pada tiap siklusnya. Hasil observasi pemahaman belajar fisika dari pra siklus yang mempunyai persentase 48% meningkat menjadi 59% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,0% pada siklus II. Secara umum peningkatan pemahaman belajar siswa pada penelitian ini sudah mencapai indikator yang ditentukan oleh peneliti yaitu dapat meningkat minimal menjadi 20% yang merupakan hasil akhir pada penelitian ini. Sehingga dapat dijadikan alternatif guna meningkatkan pemahaman belajar siswa
Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Metode Pendekatan Inquiry Cooperatif Pada SMP Negeri 2 Karanggayam Kebumen
Pembelajaran IPA disekolah dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika melalui metode pendekatan “Inquiry Cooperatif” pada pesert didik SMP Negeri 2 Karanggayam Kebumen Tahun Pelajaran 2011/2012. Materi Fisika dalam penelitian ini adalah tentang “Massa Jenis”. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan setting SMP Negeri 2 Karanggayam Kebumen dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII-D yang berjumlah 38 peserta didik. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan indikator penelitian minimal 30 peserta didik memiliki motivasi belajar yang lebih baik. Hasil PTK menunjukan bahwa melalui pendekatan inquiry cooperatif dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII-D SMP Negeri 2 Karanggayam, yang semula terdapat 20 dari 38 peserta didik dengan ketuntasan kelas sebesar 52,63%. Pada siklus I meningkat menjadi 28 dari 38 peserta didik dengan ketuntasan 73,68% dan pada siklus ke-II meningkat menjadi 31 dari 38 peserta didik dengan ketuntasan 81,58%. Hal ini melebihi indikator penelitian minimal yaitu 30 siswa (75%) memiliki motivasi yang baik
Peningkatan Pemahaman Siswa Pada Pokok Bahasan Gerak Lurus Dengan Pemanfaatan Kit Mekanika Siswa Kelas VII SMP PGRI 1 Klirong Tahun Pelajaran 2011 / 2012
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan pemahaman siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus dengan pemanfaatan kit Mekanika. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII.B SMP PGRI Klirong, yang berjumlah 44 siswa terdiri atas 27 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Faktor yang diteliti yaitu berupa peningkatan pemahaman fisika siswa. Metode yang digunakan adalah metode observasi, angket dan tes. Data yang diperoleh berupa data kualitatif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan pemahaman siswa pada siklus I berakhir diperoleh rata-rata deskripsi persentase pemahaman siswa sebesar 52,7% dan pada siklus II rata-ratanya meningkat menjadi 80,5%. Pemahaman belajar Fisika juga mengalami peningkatan dari data awal yang diperoleh menunjukan rata-rata sebesar 54,5 dengan ketuntasan sebesar 27,3% mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata sebesar 62,6 dengan ketuntasan sebesar 45,5% dan pada siklus II rata-rata sebesar 79,8 dengan ketuntasan pada siklus II sebesar 90,9%. Peningkatan pemahaman belajar Fisika dari pra siklus ke siklus I sebesar 8,1 dengan persentase 14,8% dan pemahaman belajar Fisika dari siklus I ke siklus II sebesar 17,2 dengan persentase 27,5% peningkatan pemahaman belajar minimal 25% telah tercapai. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa dengan kit Mekanika dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus dengan pemanfaatan kit Mekanika di SMP PGRI 1 Klirong.  
Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kreativitas Berpikir terhadap Prestasi Belajar IPA (Fisika) Kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi dan kreativitas berpikir terhadap prestasi belajar IPA (Fisika) kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajarn 2011/2012, dilaksanakan bulan Maret sampai Juli 2012. Populasi penelitian adalah seluruh SMP Negeri di Kabupaten Purworejo yang berjumlah 43 sekolah. Sampel penelitian 10 sekolah dipilih menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan korelasi parsial dan regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh motivasi berprestasi dan kreativitas berpikir terhadap prestasi belajar IPA (Fisika). Motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif sebesar 3,3%, sedangkan kreativitas berpikir sebesar 2,1%. Pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar IPA (Fisika) sebesar 3,6% sedangkan pengaruh kreativitas berpikir sebesar 2,3%, secara bersama-sama motivasi berprestasi dan kreativitas berpikir berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA (Fisika) sebesar 5,6% dan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IX Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jig Saw Di MTs Al Ikhlas Tanuraksan Kebumen Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Al Ikhlas Tanuraksan Kebumen Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 38 siswa terdiri dari 18 siswa putra dan 20 siswa putri. Faktor yang diteliti berupa peningkatan hasil belajar IPA Fisika siswa Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, observasi dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Jig Saw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX MTs Al Ikhlas Tanuraksan Kebumen dari 68,82% pada Siklus I menjadi 81,32% pada Siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini juga diikuti peningkatkan prestasi belajar siswa dari 64,74 dengan tingkat ketuntasan 63,16% pada siklus I dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 74,47 dengan ketuntasan 81,58%
Peningkatan Motivasi Belajar Fisika Melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Animasi Yang Diproduksi Pustekkom Pada Siswa Kelas VIII SMP Setya Budi Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan motivasi motivasi belajar Fisika melalui pemanfaatan media pembelajaran animasi yang diproduksi Pustekkom. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Setya Budi Purworejo, yang berjumlah 22 siswa terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Faktor yang diteliti yaitu berupa peningkatan motivasi belajar fisika. Data diperoleh dengan metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pemanfaatan media pembelajaran animasi yang diproduksi Pustekkom ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar Fisika pada siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya motivasi belajar siswa pada tiap siklusnya. Hasil observasi motivasi belajar Fisika dari pra siklus yang mempunyai persentase 42,3% meningkat menjadi 57,7% pada siklus I sedangkan dan meningkat menjadi 80,0% pada siklus II. Sedangkan hasil angket motivasi belajar Fisika dari pra siklus yang mempunyai persentase 42,4% meningkat pada siklus I menjadi 62,4 dan meningkat menjadi 85,8 pada siklus II. Hasil tes siswa juga mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Hasil tes pada pra siklus nilai rata-ratanya yaitu hanya mencapai nilai 50 dengan ketuntasan sebesar 18,2% dan belum mencapai nilai KKM yang sudah ditentukan yaitu 68. Pada siklus I nilai rata-rata hasil tes siswa mengalami peningkatan rata-rata 73 dengan ketuntasan sebesar 63,6% dan sudah mencapai nilai KKM. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata hasil tes siswa meningkat yaitu dengan rata-rata 87 dengan ketuntasan sebesar 90,9%. Secara umum rata-rata peningkatan motivasi belajar siswa pada penelitian ini sudah mencapai indikator yang ditentukan oleh peneliti yaitu dapat meningkat minimal menjadi 75 yang merupakan hasil akhir pada penelitian ini. Sehingga media pembelajaran animasi dapat dijadikan alternatif guna meningkatkan motivasi belajar Fisika
Pemanfaatan Kartun Fisika Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VII Mts N Purworejo
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas ini yang bertujuan dengan pemanfaatan kartun Fisika sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas VII MTs N Purworejo dari 50,71% meningkat minimal menjai 70% . Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII F MTs N Purworejo Tahun Pelajaran 2011/ 2012 yang berjumlah 33 siswa, yang terdiri dari 19 putri dan 14 putra. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode angket, dan metode dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan persentase tiap siklus. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi, motivasi belajar siswa meningkat dari 50,71% pada pra siklus menjadi 69,90% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 70,10% pada siklus II. Secara umum terjadi peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 19,39%. Saran yang dapat diberikan adalah media pembelajaran dengan memanfaatkan kartun Fisika dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa