Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Peningkatan Aktivitas Belajar IPA Fisika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Team Assisted Individualisation (TAI) Pada Siswa SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui peningkatan aktivitas belajar IPA fisika dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualisation (TAI) pada siswa SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subyek siswa SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo kelas VII A yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Perolehan persentase untuk hasil observasi aktivitas belajar pada pra siklus sebesar 46,38% pada siklus I meningkat menjadi 56,52% dan setelah siklus II meningkat menjadi 80,07%. Perolehan persentase untuk angket aktivitas belajar pra siklus sebesar 49,28%, pada siklus I meningkat menjadi 57,25%, dan pada siklus II meningkat menjadi 80,80%. Untuk hasil belajar siswa pra siklus 56,96 pada siklus I menjadi 66,67 dan siklus II meningkat menjadi 80,26. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA fisika kelas VII A SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo
Peningkatan Kemandirian Belajar Melalui Tutor Sebaya Pada Siswa MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian belajar siswa MAN Purworejo. Hal ini ditandai dengan rendahnya kemauan siswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman dan mengemukakan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.2 MAN Purworejo tahun pelajaran 2011/ 2012, yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 24 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode angket, metode tes dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode tutor sebaya dalam pembelajaran Fisika dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X.2 MAN Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi kemandirian belajar siswa selama proses pembelajaran meningkat dari persentase rata-rata 45,32% pada pra siklus menjadi 62,82% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,57% pada siklus II. Persentase angket kemandirian belajar meningkat 53,12% pada pra siklus menjadi 60,94% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,59% pada siklus II. Peningkatan kemandirian belajar siswa ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 63,44 dengan ketuntasan 40,62% pada pra siklus menjadi 68,75 dengan ketuntasan 65,62% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 72,19 dengan ketuntasan 81,25% pada siklus II. Sehingga metode tutor sebaya dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang mengupayakan peningkatan kemandirian belajar
Pengaruh Pola Pembelajaran Dan Kemampuan Berpikir Formal Siswa Terhadap Kreativitas Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Fisika Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola pembelajaran dan kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif siswa pada mata pelajaran IPA fisika SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2011/2012.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2011/2012.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 380 siswa dari jumlah populasi sebanyak 7303 siswa yang tersebar di 43 sekolahan. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi pola pembelajaran SCL adalah 52,37% dan 47,63% adalah pola pembelajaran TCL, terdapat pengaruh pola pembelajaran terhadap kreativitas kognitif IPA fisika sebesar 9,30%, terdapat pengaruh kemampuan berpikir formal terhdap kreativitas kognitif IPA fisika sebesar 38,50% dan terdapat pengaruh pola pembelajaran dan kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif IPA fisika secara bersama-sama sebesar 40,60%. Sumbangan efektif terhadap kreativitas kognitif IPA fisika pada pola pembelajaran sebesar 3,42% dan kemampuan berpikir formal sebesar 34,45%. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pola pembelajaran dan kreativitas kognitif IPA fisika, terdapat pengaruh kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif IPA fisika, serta terdapat pengaruh antara pola pembelajaran dan kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif IPA fisika
Penggunaan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa MTs Negeri Purworejo
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran mind mapping. Latar belakang penelitian ini adalah kebiasaan guru menggunakan metode ceramah yang menyebabkan siswa pasif dan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di MTs Negeri Purworejo yang beralamat di Desa Keseneng, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2012. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B MTs Negeri Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa, yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode soal tes, metode lembar observasi dan metode angket hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA dan teman sejawat saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini adalah dengan penggunaan mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa. Sebelum penggunaan mind mapping nilai rata-rata siswa 48,10 dengan ketuntasan kelas 20,69% setalah menggunakan mind mapping pada siklus I nilai rata-rata siswa menjadi 69,21 dengan ketuntasan kelas 53,12% dan meningkat menjadi 72,50 dengan ketuntasan kelas 75,00% pada siklus II. Selain hasil belajar, aktivitas siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan juga meningkat, hal ini terlihat pada hasil angket dan hasil observasi pada tiap siklus yang mengalami peningkatan
Peningkatan Kemampuan Kerjasama Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa SMP N 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 14 Purworejo yang beralamat di Jalan Raya Kebumen, Dlangu, Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, dan metode angket. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan kerjasama siswa. Hal tersebut terlihat dari persentase kemampuan kerjasama siswa sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 51,09% meningkat menjadi 68,74% setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk siklus I. Pada siklus II kemampuan kerjasama siswa meningkat menjadi 72,49%. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil belajar sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD 61,87 dengan persentase tingkat ketuntasan kelas 56,25%. Setelah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I nilai rata-rata menjadi 65,31 dengan tingkat persentase ketuntasan kelas 71,87% dan pada siklus II meningkat menjadi 72,50 dengan persentase tingkat ketuntasan kelas 78,12%, sehingga pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang mengupayakan peningkatan kemampuan kerjasama siswa
Penerapan Metode Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Untuk Peningkatan Aktivitas Belajar IPA Siswa di SMP Negeri 7 Purworejo
Latar belakang penelitian ini ialah rendahnya aktivitas belajar siswa di kelas. Hal ini ditunjukkan dari masih sedikitnya siswa yang mau bertanya, siswa cenderung pasif dan diam dalam pelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas dengan menerapkan metode kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Metode kooperatif tipe Two Stay Two Stray dipilih sebagai metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMP N 7 Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII D tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2012 pada pokok bahasan sifat zat dan pemisahan campuran. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat metode, yaitu: metode angket, metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tehnik Deskripsi Persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas siswa di kelas VII D SMP N 7 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa, diperoleh persentase rata-rata 40% pada pra siklus, meningkat menjadi 59,69% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 76,56% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 66,47 menjadi 72,81 pada siklus I dan menjadi 78,75 pada siklus II
Pengaruh Pola Pembelajaran Dan Kreativitas Berpikir Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa Fisika Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA fisika kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012, untuk mengetahui pengaruh kreativitas berpikir siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA fisika kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012, dan untuk mengetahui pengaruh pola pembelajaran dan kreativitas berpikir siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA fisika kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekplorasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo sejumlah 7303 siswa yang terdapat di 43 sekolah dengan sampel dalam penelitian ini sejumlah 380 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pola pembelajaran terhadap prestasi belajar IPA fisika sebesar 4,0%, pengaruh kreativitas berpikir siswa terhadap prestasi belajar IPA fisika sebesar 4,2%. Pengaruh pola pembelajaran dan kreativitas berpikir siswa terhadap prestasi belajar IPA fisika sebesar 7,90%
Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa Kelas VIII A Smp Negeri 2 Karanggayam Tahun Pelajaran 2012/2013
Partisipasi siswa dalam pembelajaran di kelas VIII A SMP Negeri 2 Karanggayam tergolong rendah. Berdasarkan hasil observasi awal, tingkat partisipasi siswa sebesar 57,02%. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa menggunakan metode pembelajaran cooperative script. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian kelas VIII A SMP Negeri 2 Karanggayam tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 38 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 pada pokok bahasan Gaya.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi partisipasi siswa, angket partisipasi siswa, angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes akhir siklus.Analisis data menggunakan teknik persentase yang dihitung dengan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwametode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Karanggayam tahun pelajaran 2012/2013. Partisipasi belajar siswa meningkat dari 57,02% pada pra siklus menjadi 64,91% pada siklus 1 dan meningkat kembali menjadi 75,88% pada siklus 2. Peningkatan partisipasi belajar siswa ikut berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata tes semester yang lalu sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada tes akhir siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 81 pada tes akhir siklus 2. Respon siswa pun sangat positif terhadap pembelajaran cooperative script. Respon siswa terhadap pembelajaran sebelumnya sebesar 66,8% sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran cooperative script sebesar 69% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 75,4%