Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Peningkatan Motivasi Belajar Fisika Dengan Metode Hypnoteaching Pada Siswa SMA Negeri 1 Bojong Tahun Pelajaran 2012/2013
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari cara belajar siswa, siswa hanya belajar dengan membaca sepintas, mengerjakan tugas tanpa mengulas kembali aktivitas belajar yang telah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menerapkan metode Hypnoteaching untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-3 semester 1 SMA Negeri 1 Bojong Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan jumlah 34 siswa, terdiri dari 20 siswi perempuan dan 14 siswa laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatkan metode Hypnoteaching pada pembelajaran Fisika dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada prasiklus persentase motivasi belajar siswa adalah 57,84%. Setalah memanfaatkan metode Hypnoteaching, peningkatan menjadi 73,92% pada siklus I dan 83,73% pada siklus II. Rata-rata nilai hasil belajar siswa pada prasiklus adalah 5,97 dengan nilai terendah 4,00. Rata-rata nilai hasil belajar siswa setelah memanfaatkan metode Hypnoteaching pada siklus I adalah 7,35 dengan nilai terendah 6,00 dan pada siklus II yaitu 8,76 dengan nilai terendah 7,00. Sehingga metode Hypnoteaching dapat digunakan sebagai salah satu metode dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
Pengembangan Student Worksheet Dengan Pendekatan Problem Solving Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar SMA Kelas XI
Telah dilakukan penelitian pengembangan student worksheet dengan pendekatan problem solving untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kebumen Tahun Pelajaran 2012/ 2013 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa, angket validasi student worksheet. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D), yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap evaluasi. Materi yang dikembangkan dalam student worksheet yaitu dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase hasil evaluasi student worksheet dari dosen ahli 70%, dari guru fisika SMA 80,66%, dari teman sejawat 81,33%. Penggunaan student worksheet dengan pendekatan problem solving dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata skor post-test sebesar 88. Dengan demikian, student worksheet dengan pendekatan problem solving pada pokok bahasan dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar kelas XI layak digunakan sebagai bahan ajar fisika SMA
Studi Komparasi Antara Strategi Ceramah Demonstrasi dan Eksperimen Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Purworejo
Studi Komparasi antara Strategi Ceramah, Demonstrasi dan Eksperimen Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Purworejo. Jurnal Skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang diajar dengan strategi ceramah, demonstrasi dan eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen.Metode yang digunakan yaitu pre-tes dan post-tes.Teknik yang digunakan adalah teknik sampling tak jenuh.Teknik analisisyang digunakan adalah teknik analisis anova satu jalan dengan taraf signifikasi 5%.Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 187 siswa. Sampel yang diambil adalah 90 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui besar rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi ceramah = 41,60, demonstrasi = 34,80 dan eksperimen = 28,93. Hasil perhitungandengan menggunakan uji F diperoleh harga Fhitung = 17,302 dengan nilai signifikasi = 0,000 pada taraf signifikasi 5%.Antara strategi ceramah dengan demonstrasi berselisih harga rata-rata = 6,80, antara strategi ceramah dengan eksperimen berselisih rata-rata = 12,67, sedangkan antara strategi demonstrasi dan eksperimen = 5,87.Dengan demikian karena nilai signifikasi < 0,05 maka Ha diterima. Artinya ada perbedaan hasil pemahaman yang signifikan antara kelompok ceramah, demonstrasi dan eksperimen siswa kelas X semester genap SMAN 6 Purworejo tahun ajaran 2011/2012
Pemanfaatan Model Pembelajaran Problem Posing Untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di SMP Negeri 27 Purworejo
Latar belakang penelitian ini ialah rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa di kelas. Hal ini ditunjukkan dari masih sedikitnya kemauan siswa untuk mengumpulkan informasi serta mencari jawaban ketika guru memberikan permasalahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran Problem Posing untuk peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas VIII F SMP Negeri 27 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 27 Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII F tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai dengan bulan November tahun 2012 pada pokok bahasan Hukum Newton dan Energi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat metode, yaitu: metode angket, metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik Deskripsi Persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Problem Posing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas VIII F SMP Negeri 27 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dilihat dari hasil observasi keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 43,13% pada pra siklus, meningkat menjadi 55,31% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,25% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 67,81 menjadi 72,19 pada siklus I dan menjadi 77,50 pada siklus II
Pendekatan Contextual Teaching And Learning dengan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada MTs. Negeri Kebumen 2 Tahun Pelajaran 2012/2013
Keterampilan proses sains siswa kelas VII C MTs. Negeri Kebumen 2 tergolong masih rendah. Berdasarkan hasil obser vasi awal di kelas ter sebut, keter ampilan pr oses sain s sebesar 60,9%. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa men ggun akan pendekatan kontekstual dengan metode eksperimen. Jen is pen elitian ini adalah Pen elitian Tin dakan Kelas (PT K) dengan subjek pen elitian kelas VII C MTs. Negeri Kebumen 2 tahun pelajara n 2012/2013 yang ber jumlah 36 siswa. Pen elitian ini dilaksanakan pada bula n Oktober 2012 pada pokok bahasan Zat dan Wujudn ya. Instrumen yang digunakan dalam pen elitian in i yaitu lembar obser vasi keterampilan pr oses sains siswa, angket keterampilan proses sains siswa, an gket respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes akhir siklus. Analisis data menggunakan teknik persentase yang dihitung dengan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontekstual dengan metode eksperimen dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VII C MTs. Negeri Kebumen 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 dari 60,9% pada pra siklus meningkat sebesar 7,9% menjadi 68,8% pada siklus 1. Pada siklus 2, keterampilan proses sains meningkat menjadi 76,1%. Respon siswa sangat positif terhadap pembelajaran. Respon siswa meningkat dari, 67% pada prasiklus, meningkat menjadi 78,6% pada siklus 1, dan meningkat kembali pada siklus 2 menjadi 83,9%. Nilai ulangan harian siswa juga mengalami peningkatan. Pada bab sebelumnya, rata-rata nilai ulangan siswa sebesar 63,8 sedangkan pada siklus 1 sebesar 64,7, dan pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 74,
Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Mengoptimalkan Sikap Ilmiah Peserta Didik pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis di SMA N 8 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013
Telah dilakukan pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing guna mengoptimalkan sikap ilmiah peserta didik pada pokok bahasan listrik dinamis kelas X di SMA N 8 Purworejo . Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R & D (Research and development) dengan subyek peserta didik kelas X-6 SMAN 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/ 2013 yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam empat kali pertemuan. Hasil dari penelitian pengembangan ini diperoleh rerata skor hasil validasi oleh tiga validator adalah 49 dan termasuk kategori sangat baik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran dengan sedikit revisi sesuai saran dari validator. Keterlaksanaan pembelajaran selama empat kali pertemuan diperoleh rerata skor 97,25 dari dua observer termasuk kategori sangat baik. Rerata skor pengoptimalan sikap ilmiah pada setiap peserta didik yang diperoleh secara keseluruhan adalah 79 % dan termasuk kategori sangat baik. Respon peserta didik terhadap produk yang dikembangkan termasuk kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul berbasis inkuiri terbimbing untuk mengoptimalkan sikap ilmiah peserta didik hasil pengembangan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika pada pokok bahasan listrik dinamis
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Man I Kebumen
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran Fisika melalui model Project based learning.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.6 MAN I Kebumen tahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode angket dan metode tes.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model project based learning dapat meningkatkan kreativitas belajar Fisika pada siswa MAN I Kebumen.Peningkatan kreativitas psikomotorik siswa sebelum diterapkan model project based learning dengan persentase 56,31% meningkat menjadi 63,40% pada siklus I dan 78,63% pada siklus II. Peningkatan kreativitas afektif siswa pada pra siklus dengan persentase 56,05 menjadi 60,78% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 78,94% pada siklus II. Peningkatan kreativitas kognitif dengan persentase 59,53% sebelum siklus menjadi 67,78% pada siklus I dan 80,92% pada siklus II. Sedangkan peningkatan Hasil belajar sebelum diterapkan project based learning sebesar 47,36%, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 52,53% dan menjadi 78,94% pada siklus II
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan STM (Sains, Teknologi dan Masyarakat) guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan, mengetahui respon siswa dan mengetahui kelayakan Multimedia Pembelajaran Fisika hasil pengembangan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 siswa. Multimedia hasil pengembangan ini merupakan Multimedia yang dikembangkan menggunakan software Macromedia Flash 8. Materi yang dikembangkan adalah materi Fisika SMA kelas X pokok bahasan Pengukuran. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Analisis data dengan persentase dan Percentage Agreement. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase sebesar 80,95% dari dosen ahli, guru sains sebesar 82,14% dengan kategori layak. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 98,67% sehingga dapat dikatakan reliabel. Respon siswa terhadap Multimedia mendapat skor 3,40 dengan kategori baik. Ketercapaian peningkatan pemahaman konsep terlihat dari rata-rata skor post-test 91,6% lebih tinggi dibandingkan rata-rata skor pre-test 58,05%. Dengan demikian Multimedia Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan STM (Sains, Teknologi dan Masyarakat) dapat meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika
Pengaruh Gender, Gaya Belajar, dan Reinforcement Guru terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas XI SMA Negeri Se- Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh gender, gaya belajar, reinforcement guru baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo yang berjumlah 1220 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive random sampling sehingga diperoleh sebanyak 302 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi hasil UKK. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANAVA 2 jalan (Two Way ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh gender, gaya belajar, dan reinforcement guru baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika siswa karena nilai probabilitas (P) semua < 0,05
Pengembangan Pesawat Atwood Berbasis Sensor LDR (Light Dependent Resistor) sebagai Alat Peraga GLB Dan GLBB
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terdiri dari tahap pengumpulan data, desain produk, validitas desain, revisi desain, uji coba terbatas. Subyek penelitian untuk uji coba terbatas adalah siswa kelas XI IPA-1 SMA Negeri 1 Mirit sebanyak 26 siswa. Produk yang dikembangkan adalah Pesawat Atwood yang dirancang melalui tahap kalibrasi pengukuran dan validasi oleh ahli. Selanjutnya, produk direvisi dan diuji coba terbatas. Hasil analisis data menunjukan Pesawat Atwood berbasis sensor LDR memiliki tingkat kesalahan relatif sangat kecil yaitu 2,2% dan 1,9%. Uji validitas memperoleh persentase rata-rata sebesar 88,7%. Uji coba terbatas dilakukan dengan melakukan praktikum menggunakan Pesawat Atwood diperoleh nilai gravitasi sebesar g = (9,78 ± 0,02)m/s 2, hasil angket respon siswa menghasilkan nilai persentase sebesar 79% dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menghasilkan persentase 83%. Dengan demikian Pesawat Atwood berbasis sensor LDR dapat digunakan sebagai alternativ alat peraga GLB dan GLBB untuk pembelajaran Fisika SMA