Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Pengembangan Lembar Kerja siswa (LKS) dengan Pendekatan Investigasi Kelompok Guna Mengoptimalkan Keterampilan Berkomunikasi dan Berfikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013
Telah dilakukan penelitian Research and Development (R&D) guna mengoptimalkan keterampilan berkomunikasi dan berfikir kritis siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Purworejo. LKS yang dikembangkan merupakan LKS yang disajikan dengan tahapan investigasi kelompok yang diharapkan LKS akan mendorong siswa ikut berperan aktif dalam memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru saat pembelajaran fisika serta menyampaikan hasil pemecahan masalah tersebut. Materi yang dikembangkan dalam uji coba terbatas adalah materi termodinamika Fisika SMA kelas XI semester 2. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket dan tes. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari ahli pembelajaran fisika sebesar 88,55 % , dari guru Fisika sebesar 84,17 %, dan dari teman sejawat sebesar 83,89 %. Berdasarkan ketiga hasil evaluasi tersebut diperoleh rerata total untuk modul sebesar 85,53%. Rerata keterlaksanaan pembelajaran selama pembelajaran adalah 87,2 % . Ketercapaian belajar peserta didik yaitu mencapai ketuntasan sebesar 84,50 % untuk pembelajaran dengan LKS sehingga mencapai KKM (75). Respon siswa terhadap produk yang dikembangkan mendapatkan skor sebesar 82,50 %. Dengan demikian lembar kerja siswa dengan pendekatan investigasi kelompok guna mengoptimalkan keterampilan berkomunikasi dan berfikir kritis siswa kelas XI SMA layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar fisika untuk SMA
Rancang Bangun Luxmeter Sederhana untuk Menjelaskan Pokok Bahasan Besaran dan Satuan Materi Intensitas Cahaya Kelas X SMA N 1 Sapuran
Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat luxmeter sederhana untuk menjelaskan pokok bahasan besaran dan satuan matari intensitas cahaya kelas X SMA N 1 Sapuran. Tahapan penelitian ini dilakukan seperti pada penelitian pengembangan. Subyek penelitian untuk uji coba terbatas adalah siswa kelas X SMA N 1 Sapuran sebanyak 19 peserta didik. Produk yang dibuat adalah luxmeter sederhana yang melalui tahap kalibrasi dan validasi oleh ahli. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji validitas dan reliabelitas. Uji validitas di sini ada dua macam, pertama uji validitas laboratorium dengan melakukan kalibrasi dan kedua ujii validasi oleh ahli. Hasil kalibrasi diperoleh koefisien korelasi sebesar 1,00, kemudian dilakukan validasi luxmeter sederhana oleh dosen fisika dan guru fisika, masing-masing memperoleh hasil nilai 3,22 dan 3,36. Itu artinya luxmeter yang dibuat memperoleh hasil yang baik dan reliabel. Hasil respon siswa sebesar 90,79 %, dimana masuk dalam kriteria presentase sangat tinggi
Peningkatan Motivasi Berprestasi IPA Fisika dengan Memanfaatkan Computer Assisted Instruction (CAI) Pada Siswa Smp Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013
Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan motivasi berprestasi siswa dengan memanfaatkan Computer Assisted Insruction (CAI). Subyek dari penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 6 Purworejo, yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 18 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif persentase, sedangkan data yang diperoleh berupa data kualitatif persentase. Dari hasil penelitian diperoleh sebelum pemanfaatan media Computer Assisted Insruction (CAI), persentase nilai rata-rata motivasi berprestasi siswa 40,67% pada pra siklus. Setelah menggunakan media Computer Assisted Insruction (CAI), pada siklus I persentase nilai rata-rata motivasi berprestasi siswa meningkat menjadi 73,51% pada siklus I dan meningkat menjadi 84,44% setelah diberi tindakan siklus II pada lembar observasi motivasi berprestasi siswa. Berdasarkan lembar angket motivasi berprestasi siswa diperoleh deskripsi persentase sebesar 66,17% pada siklus I meningkat menjadi 75,70% setelah diberikan tindakan siklus II. Peningkatan motivasi berprestasi siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 58,10 pada pra siklus menjadi 71,00 pada siklus I dengan nilai tertinggi 90 sebanyak 4 anak dan nilai terendah 60 sebanyak 13 anak. Kemudian meningkat menjadi 76,33 dengan nilai tertinggi 90 sebanyak 3 anak dan nilai terendah 60 sebanyak 4 anak serta prosentase ketuntasan sebesar 86,67% setelah diberi tindakan II. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh adalah pemanfaatan media Computer Assisted Instruction (CAI) dapat meningkatkan motivasi berprestasi IPA Fisika siswa rata-rata sebesar 80,07% kelas VIII B SMP Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/201
Penerapan Hand Out Berbasis Animasi Flash Untuk Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Islam Sudirman Bruno Tahun Pelajaran 2012 / 2013
Telah dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep fisika dengan menerapkan hand out berbasis animasi flash. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA Islam Sudirman Bruno Tahun Pelajaran 2012 / 2013, subyek penelitian adalah kelas X-1 dengan jumlah siswa 21 yang terdiri dari 9 siswa putra dan 12 siswa putri. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, angket dan tes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan hand out berbasis animasi flash pemahaman konsep siswa meningkat, yang dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pra siklus sebesar 33,33% dan setelah dilaksanakan siklus I meningkat menjadi 71,43% dan pada siklus II meningkat menjadi 90,48%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan hand out berbasis animasi flash dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif
Pengembangan Alat Peraga Resonator sebagai Alternatif Media Pembelajaran pada Materi Gelombang Bunyi Kelas XII SMA
Telah dilakukan penelitian guna mengembangkan alat peraga resonator yang telah ada sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R & D (Research and development) dengan subjek peserta didik kelas XII-IPA 1 pada materi gelombang bunyi di MA Negeri Gombong Tahun Pelajaran 2013/ 2014 yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini didasari oleh sistem pengoperasian dari alat peraga resonator lama yang masih manual yaitu dengan menggunakan garpu tala sebagai sumber frekuensi bunyi dan pengaruh dari suara disekitar yang dapat mengganggu pendengaran siswa pada saat mengamati titik resonansi. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini diperoleh rerata skor hasil validasi alat peraga oleh validatorsebesar 3,27 dengan kategori baik. Sebagai acuan dalam menentukan nilai cepat rambat bunyi pada kolom udara adalah nilai cepat rambat bunyi di udara sebesar 340 m/s. Hasil pengolahan data menunjukan besarnya nilai pada saat frekuensi 350 Hz sebesar (348,6 ±5,14) m/s, pada saat frekuensi 400 Hz nilai sebesar (350,4±1,6) m/s, pada saat frekuensi 450 Hz nilai sebesar (352,8±1,8) m/s, sehingga Alat Peraga Resonator hasil pengembangan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran fisika pada materi gelombang bunyi
Penerapan Metode Demonstrasi oleh Tutor Teman Sebaya untuk Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep IPA siswa karena metode yang digunakan guru bersifat informatif dan kurang memberi kesempatan siswa untuk aktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode demonstrasi oleh tutor teman sebaya pada siswa untuk peningkatan pemahaman konsep IPA pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 9 Purworejo yang terdiri dari 30 siswa yang terdiri dari 12 siswa putra dan 18 siswa putri. Data dikumpulkan menggunakan metode tes, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi oleh tutor teman sebaya pada siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Sebelum menerapkan metode demonstrasi oleh tutor teman sebaya, pemahaman konsep siswa hanya 59,78%. Kemudian meningkat menjadi 65,33% pada siklus I. Pada siklus II pemahaman konsep siswa mencapai 72,56% atau sudah melampaui indikator keberhasilan sebesar 70%
Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Square Berbantuan Kartu Soal untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VII B SMP Negeri 5 Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Square berbantuan kartu soal. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Square berbantuan kartu soal dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII B SMP N 5 Purworejo. Data hasil observasi aktivitas belajar siswa meningkat dari 61,88% pada pra siklus, menjadi 70,10% pada siklus I dan meningkat menjadi 81,35% pada siklus II. Persentase angket aktivitas belajar meningkat dari 58,39% pada pra siklus, menjadi 70,56% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 79,28% pada siklus II. Peningkatan aktivitas belajar ini juga berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 72,66 dengan ketuntasan hasil belajar 62,50% pada pra siklus, menjadi 78,44 dengan ketuntasan hasil belajar 71,88 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 82,19 dengan ketuntasan hasil belajar 87,50 pada siklus II
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Listrik Dinamis SMA Negeri 3 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013
Telah dilakukan penelitian R&D guna menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) dengan pendekatan inkuiri terbimbing untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian R&D (Research and Development).Hasil dari penelitian pengembangan ini diperoleh bahwa kelayakan LKS oleh dosen diperoleh skor 88 yang berarti dalam kriteria “sangat bagus”, berdasarkan guru kelayakan LKS diperoleh skor 79 yang berarti dalam kriteria “baik” serta berdasarkan teman sejawat kelayakan LKS diperoleh skor 88 yang berarti dalam kriteria “sangat baik”. Hasil keterlaksanaan pembelajaran selama empat kali pertemuan yaitu termasuk dalam kategori sangat baik 92,53% dengan kategori sangat baik. Pencapaian pengoptimalan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik diperoleh dengan kategori baik. Data respon peserta didik terhadap LKS diperoleh dengan kategori baik serta data hasil belajar siswa diperoleh rerata secara klasikal sebesar 81,23 dan sudah mencapai KKM (70)
Peningkatan Pemecahan Masalah Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Compotition (CIRC) Pada SMP Negeri 4 Wadaslintang
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemecahan madalam pembelajaran fisika. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa siswa siswa masih merasa kesulitan saat menemukan materi hitungan, sehingga siswa enggan mencari penyelesaian masalahnya jika guru memberikan soal, siswa hanya menunggu jawaban dari siswa lain dan guru, hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah, rata-rata nilainya hanya sekitar58,43..Oleh karena itu, penelitian bertujuan menerapkan metode pemberian Cooperative Integrated Reading And Compotition (CIRC) untuk meningkatkan pemecahan masalah siswa pada SMP Negeri 4 Wadaslintang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Wadaslintang. Subyek penelitian adalah 23 siswa dari kelas VII –A. Penelitian ini pada pokok bahasan Gerak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat metode, yaitu : metode angket, metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Compotition (CIRC dapat meningkatkan pemecahan masalah siswa pada SMP Negeri 4 Wadaslintang. Hal ini dilihat dari hasil observasi pemecahan masalah siswa, diperoleh persentase rata-rata 43,03% pada pra siklus, meningkat menjadi 60,43% pada siklus I dan menjadi 75,42% pda siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 58,48 menjadi 69,34 pada siklus I dan menjadi 72,39 pada siklus I
Pengembangan LKS Fisika SMA Kelas X Semester II Berbasis Web-learning Tanpa Jaringan
Telah dilakukan penelitian pengembangan media pembelajaran LKS Fisika berbasis web-learning tanpa jaringan untuk mengetahui kelayakan pembelajaran kontekstual menggunakan LKS Fisika berbasis web-learning tanpa jaringan pada siswa kelas X SMA. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworrejo Tahun Pelajaran 2012/ 2013 yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode angket, dan metode wawancara. Hasil penelitian berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, dan guru Fisika menunjukkan sangat baik, keterlaksanaan pembelajaran juga termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase ratarata 95,34%, respon dari peserta didik juga baik dengan persentase 78,08%. Berdasarkan analisis tersebut, menunjukkan bahwa LKS berbasis web-learning tanpa jaringan layak digunakan dalam pembelajaran. Media pembelajaran Fisika berbasis web-learning tanpa jaringan dapat lebih dikembangkan dengan memanfaatkan software yang lain sehingga pembelajaran akan menjadi lebih menarik lagi dengan berbagai animasi dan gambar-gambar bergerak lainnya