Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Sistem Lembar Masalah Terprogram dan Panduan Belajar dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Materi dan Aktivitas Belajar Mandiri pada Siswa SMA Muhammadiyah Kudus
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman materi dan aktivitas belajar mandiri siswa melalui sistem lembar masalah terprogram dan panduan belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Muhammadiyah Kudus berjumlah 38 siswa. Pengumpulan data menggunakan empat metode, yaitu: metode observasi, metode angket, metode tes dan metode dokumentasi. Analisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar mandiri siswa berdasarkan data hasil observasi dan angket diperoleh persentase rata-rata sebesar 56,56% pada pra siklus; 65,79% pada siklus I dan 81,64% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar pada pra siklus rata-rata nilai siswa 55,79 dengan ketuntasan 15,79% meningkat menjadi 61,05 dengan ketuntasan 42,11% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,32 dengan ketuntasan 73,68% pada siklus II. Sehingga dapat diketahui bahwa melalui sistem lembar masalah terprogram dan panduan belajar dapat meningkatkan pemahaman materi dan aktivitas belajar mandiri siswa di kelas XI IPA 2 SMA Muhammadiyah Kudus
Pengembangan Worksheet dengan Pendekatan Guided Inquiry pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor untuk Mengoptimalkan Domain Proses Sains Siswa Kelas X SMA N 11 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengembangkan worksheet dengan pendekatan guided inquiry pokok bahasan Suhu dan Kalor untuk mengoptimalkan domain proses sains siswa kelas X SMAN 11 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development model Borg and Gall, yang meliputi tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil validasi worksheet oleh para ahli fisika yaitu dengan rerata persentase 89.0% dan berkriteria sangat baik. Keterlaksanaan pembelajaran dengan persentase 91,25% atau berkriteria baik. Pengoptimalan domain proses sains siswa memperoleh persentase 90% dengan kriteria sangat baik. Pembelajaran menggunakan worksheet dapat mendukung ketercapaian belajar siswa yaitu memperoleh rerata nilai 81,3 dengan KKM 70. Respon siswa terhadap worksheet dan proses pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran berlangsung baik dan menarik. Dapat disimpulkan bahwa worksheet dengan pendekatan guided inquiry hasil pengembangan layak digunakan sebagai bahan ajar fisika pokok bahasan Suhu dan Kalor yang berdampak pada optimalnya domain proses sains siswa
Penerapan Modul Model Siklus Pembelajaran Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Fisika Siswa Kelas XI SMK Pancasila I Kutoarjo
Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman fisika siswa SMK Pancasila I Kutoarjo. Guru kurang menekankan pada konsep dasar sehingga terasa sulit untuk siswa. Kurangnya variasi pembelajaran dan pembiasaan kemandirian siswa yang dapat membuat siswa aktif dan turut terlibat dalam pembelajaran sehingga siswa dituntut untuk berpikir aktif akan memperjelas gambaran siswa tentang materi yang dipelajari. Selain itu karena tidak memiliki alat bantu belajar seperti buku panduan atau modul dan siswa jarang dituntut serta dibiasakan mengerjakan latihan soal secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman fisika siswa melalui penerapan modul model siklus pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peningkatan pemahaman fisika siswa kelas XI SMK Pancasila I Kutoarjo dengan penerapan modul model siklus pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan, (4) refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMK Pancasila I Kutoarjo yang berlangsung dari bulan Oktober 2012 sampai dengan November 2012. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKJ Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 23 siswa yang terdiri dari 7 siswa putri dan 16 siswa putra. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, angket, dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik persentase dengan tolak ukur keberhasilan sebesar 75%. Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa penerapan modul model siklus pembelajaran dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan pemahaman fisika siswa SMK Pancasila I Kutoarjo tahun pelajaran 2012/2013. Pemahaman fisika siswa meningkat pada pra siklus 56,57% meningkat menjadi 64,93% setelah diberi tindakan siklus I dan meningkat menjadi 75,07% setelah diberi tindakan siklus II. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah pembelajaran menerapkan modul model siklus pembelajaran dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang mengupayakan peningkatan pemahaman fisika siswa
Efektivitas Pelaksanaan Asistensi Praktikum Fisika Dasar II terhadap Sikap Sains Mahasiswa Semester II Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui efektivitas pelaksanaan asistensi praktikum Fisika dasar II terhadap sikap sains mahasiswa semester II. sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo yang berjumlah 36 mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis inferensial dan analisis deskriptif persentase.berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase dari pelaksanaan asistensi terhadap sikap sains sebesar 76,92% dengan kategori “baik” sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan asistensi efektif terhadap sikap sains mahasiswa
Penggunaan Strategi Kontrukticisme dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa Kelas VIII E SMP N 22 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013
Penelitian ini bertujuan menerapkan penggunaan strategi konstruktivisme dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan partisipasi siswa kelas VIII E SMP Negeri 22 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SMP Negeri 22 Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII E yang berjumlah 30 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2013 dengan pokok bahasan Cahaya dan Optik. Pengumpulan data menggunakan empat teknik, yaitu: angket, lembar observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan strategi konstruktivisme dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan partisipasi siswa di kelas VIII E SMP Negeri 22 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dilihat dari hasil observasi partisipasi siswa, diperoleh persentase rata-rata 32,86% pada pra siklus, 37,14% pada siklus I dan meningkat menjadi 77,86% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 56,6 menjadi 63,44 pada siklus I dan menjadi 75,51 pada siklus II
Peningkatan Kemampuan Metakognitif Fisika Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada SMK Pancasila 1 Kutoarjo
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan metakognitif fisika siswa untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa siswa masih kurang memahami kemampuan yang dimilikinya, sehingga merasa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu siswa cenderung diam dan pasif dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian bertujuan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan metakognitif fisika siswa bagi kelas X SMK Pancasila 1 Kutoarjo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini dilakukan di SMK Pancasila 1 Kutoarjo. Subyek penelitian adalah 38 siswa dari kelas X jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan C (TOKR C). Penelitian ini pada pokok bahasan mekanika bahan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat metode, yaitu : metode angket, metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan metakognitif fisika bagi siswa kelas X SMK Pancasila 1 Kutoarjo Hal ini dilihat dari hasil observasi kemampuan metakonitif fisika siswa, diperoleh persentase rata-rata 46,04% pada pra siklus, meningkat menjadi 63,41% pada siklus I dan menjadi 74,46% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 31,57 menjadi 44,73 pada siklus I dan menjadi 70,92 pada siklus I
Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Menggunakan Alat Peraga Sederhana yang Mudah Didapat untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika pada SMP Negeri 2 Ambal Kebumen
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dengan menggunakan strategi pembelajaran CTL, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa di kelas VII SMP NEGERI 2 Ambal. Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII B SMP NEGERI 2 Ambal yang berjumlah 32 siswa, 16 siswa perempuan, 16 siswa laki-laki. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) menggunakan alat peraga sederhana dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pemahaman belajar siswa pada tiap siklusnya. Hasil observasi pemahaman belajar fisika dari pra siklus yang mempunyai persentase 63% meningkat menjadi 74% pada siklus I dan meningkat menjadi 87% pada siklus II. Serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dari pra siklus dengan persentase 54% meningkat menjadi 60% pada siklus I dan meningkat menjadi 77% pada siklus II
Penerapan Media Kotak dan Kartu Misterius (Kokami) untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan penerapan media kotak dan kartu misterius (Kokami). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMP 25 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013, yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 18 siswa laki - laki dan 14 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode angket, metode tes dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan media Kotak dan Kartu Misterius (Kokami) dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 25 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi, keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 32,97% pada pra siklus menjadi 59,06% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,80% pada siklus II. Persentase angket keterampilan berpikir kritis meningkat 49,69% pada pra siklus menjadi 67,19% pada siklus I dan menjadi 74,69% pada siklus II. Peningkatan keterampilan berpikir kritis ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 57,69 dengan ketuntasan 15,63% pada pra siklus menjadi 66,88 dengan ketuntasan 40,63% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 75,31 dengan ketuntasan 71,88% pada siklus II
Pengembangan Penilaian Autentik Guna Mengukur Pengetahuan dan Kreativitas dalam Pembelajaran Fisika pada Peserta Didik SMA Negeri 6 Purworejo
Telah dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk penilaian guna mengukur domain kreativitas dan pengetahuan dalam pembelajaran fisika pada peserta didik SMA kelas X mengenai pokok bahasan Suhu dan Kalor. Sebagai subyek penelitian adalah peserta didik kelas X-2 SMA Negeri 6 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 28 peserta didik. Pengembangan penilaian autentik ini menggunakan model penelitian R&D (Research and Development), dengan tahapan menentukan potensi dan masalah, mangumpulkan data dan informasi, mendesain produk, memvalidasi desain produk, merevisi desain produk, menguji coba terbatas produk dan merevisi produk setelah uji coba terbatas. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian autentik berupa penilaian proyek dan tes pilihan ganda. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode angket, dan metode wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji validitas dan reliabilitas. Tingkat ketercapaian penilaian proyek ditunjukkan melalui persentase yang diperoleh peserta didik untuk masing-masing aspek, sedangkan untuk tes pilihan ganda melalui tercapainya batas ketuntasan minimal peserta didik dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian yang diperoleh penilaian proyek dalam mengukur kreativitas peserta didik yaitu sebesar 80% dengan nilai 3,21, sedangkan untuk lembar soal tes dalam mengukur pengetahuan peserta didik memiliki tingkat ketercapaian dengan rerata skor nilai sebesar 82,4 dimana nilai tersebut telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh SMA Negeri 6 Purworejo. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa penilaian autentik yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik serta dapat mengukur kreativitas dan pengetahuan peserta didik dalam pembelajaran fisika SMA
Peningkatan Pola Pikir Individu Dengan Metode Pemberian Feedback Bagi Siswa Kelas X Smk Batik Perbaik Purworejo
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pola pikir individu siswa untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa siswa menyepelekan materi pelajaran Fisika, sehingga ketika siswa menghadapi ujian semester mereka masih bergantung kepada siswa lainnya untuk menyelesaikan soal-soal ujian tersebut dan tidak memiliki rasa percaya diri untuk menjawab dengan hasil pemikirannya sendiri. Selain itu siswa cenderung diam dan pasif dalam kegiatan pembelajaran.Oleh karena itu, penelitian bertujuan menerapkan metode pemberian feedback untuk meningkatkan pola pikir individu siswa bagi kelas X SMK Batik Perbaik Purworejo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini dilakukan di SMK Batik Perbaik Purworejo. Subyek penelitian adalah 31 siswa dari kelas X jurusan Teknik Jaringan Komputer II (TKJ II). Penelitian ini pada pokok bahasan usaha dan daya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat metode, yaitu : metode angket, metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode pemberian feedback dapat meningkatkan pola pikir individu bagi siswa kelas X SMK Batik Perbaik Purworejo. Hal ini dilihat dari hasil observasi pola pikir individu siswa, diperoleh persentase rata-rata 44,99% pada pra siklus, meningkat menjadi 60,48% pada siklus I dan menjadi 74,19% pda siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 62,25 menjadi 71,85 pada siklus I dan menjadi 85,32 pada siklus II