Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Strategi Pembelajaran Inkuiri Untuk Siswa Kelas X SMK Widya Kutoarjo Tahun Pelajaran 2013/2014
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran sains (Fisika), sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan metode inkuiri Khususnya mata pelajaran fisika pada siswa kelas X SMK Widya Kutoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Widya Kutoarjo yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes siklus, dan metode angket. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas X SMK Widya Kutoarjo. Peningkatan motivasi belajar tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai prosentase angket motivasi blajar yaitu sebelum dikenakan tindakan (kondisi awal) motivasi belajar terhadap pembelajaran fisika yaitu sebesar 60,27%, setelah dikenai tindakan pada siklus I motivasi belajar terhadap pembelajaran fisika meningkat menjadi 69,06%, dan pada siklus II prosentase motivasi naik menjadi 78,40%. Dengan demikian metode pembelajaran inkuiri dapai meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMK Widya Kutoarjo khususnya dalam mata pelajaran Fisika
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Domain Sikap Sains Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Aplikasi dan Karakter Peserta Didik Dalam Pembelajaran Fisika Kelas X SMA N 1 Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian research and development desain pembelajaran berbasis domain sikap sains untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain pembelajaran berupa silabus dan RPP berbasis domain sikap sains untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dankarakter peserta didik dalam pembelajaran fisika Kelas X SMA Negeri 1 Kutowinangun tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik Kelas X berjumlah 20 peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2014 dengan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket danpost-test. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis, dengan perolehan skor silabus berdasarkan rerata ketiga validator sebesar 55,5 dengan kategori “Sangat Baik”, serta RPP memperoleh rerata skor sebesar 134,9 dengan kategori “Baik”. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rerata sebesar 3,92 dengan kategori “Baik” dan PercentaseAgreement diperoleh sebesar 96,67%. Sedangkan berdasarkan respon peserta didik diperoleh rerata 3,82 dengan kategori “Baik”. Tingkat ketercapaian untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi sebesar 72% dengan rerata 3,6 dan ketercapaian karakter peserta didik 74% dengan rerata 3,7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berbasis domain sikap sains layak digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter dalam pembelajaran fisika
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Pembelajaran Synectic pada Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model pembelajaran synectic pada pembelajaran fisika di SMA Negeri 6 Purworejo. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 32 peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan tes. Teknik analisa data dengan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada siklus I peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik 9,37% berkategori sangat baik, 31,25% berkategori baik, dan 59,37% berkategori cukup baik. Pada siklus II mengalami peningkatan 25% dengan kategori sangat baik, 62,5% berkategori baik, dan 12,5% berkategori cukup baik. Hasil pada siklus II ini sudah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu mimimal 75% peserta didik berkategori baik dan sangat baik. Peningkatan hasil belajar fisika peserta didik pada siklus I 68,75%, pada siklus II meningkat menjadi 93,75% dengan nilai KKM 75. Perolehan pada siklus II sudah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan yang telah ditentukan yaitu minimal 75% peserta didik mencapai nilai KKM. Dengan demikian model pembelajaran synectic layak digunakan sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik
Aplikasi Model Performance Assessment Untuk Melihat Ketelitian Dan Kekritisan Siswa Pada Kegiatan Praktikum Sma Negeri 5 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian evaluasi model CIPP untuk menghasilkan perangkat performance assessment (penilaian kinerja) untuk melihat ketelitian dan kekritisan siswa pada kegiatan praktikum fisika. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Purworejo yang berjumlah 20 siswa tahun pelajaran 2013/ 2014. Materi yang di aplikasikan adalah suhu dan kalor. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan analisis data dengan Analisis Deskriptif Persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor hasil validasi oleh 3 validator sebesar 3,30 dengan kategori “baik” dan dengan sedikit revisi sesuai saran dari validator. Rerata keterlaksanaan praktikum dengan menggunakan teknik analisis data Deskriptif Persentase dari dua observer sebesar 94% dengan kategori “baik”. Ketercapaian hasil performance assessment untuk melihat ketelitian dan kekritisan yaitu sebesar 85% dengan nilai 3,40. Dengan demikian performance assessment untuk melihat ketelitian dan kekritisan siswa kelas X dapat digunakan sebagai alternatif penilaian kinerja pada tingkat SMA
Pengembangan Instrumen Penilaian Psikomotorik pada Pelaksanaan Praktikum Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan, mengetahui kelayakan instrumen penilaian hasil pengembangan dan mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 24 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan, dengan desain pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) tahap pendefinisian; (2) tahap perancangan; (3) tahap pengembangan; (4) dan tahap pendiseminasian. Validasi produk pengembangan mencakup (1) uji ahli materi, (2) uji guru Fisika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari ahli materi sebesar 3,31 dan guru Fisika sebesar 3,47 dengan interpretasi “baik” sehingga instrumen penilaian ini layak sebagai instrumen pembelajaran dengan sedikit revisi. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari dua observer 3,33 dengan interpretasi “baik”. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 76% dan 68% dengan rerata 3,03 dan 2,72. Respon peserta didik terhadap produk yang dikembangkan mendapat skor rata-rata 2,97 dengan interpretasi “baik”. Dengan demikian instrumen penilaian psikomotorik layak dan efektif digunakan sebagai instrumen pembelajaran Fisika
Peningkatan Aktivitas Belajar Fisika melalui Pembelajaran Preferensi Sensori pada Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya aktivitas belajar fisika pada siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran fisika di SMA Negeri 10 Purworejo melalui pembelajaran preferensi sensori. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 Purworejo. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMA Negeri 10 Purworejo yang berjumlah 35 siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes siklus, dan metode angket. Analisis pengolahan data dilakukan dengan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian pada tahap pra siklus aktivitas belajar siswa di kelas adalah 39,41%, meningkat menjadi 68,94% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 84,95% setelah diberi tindakan pada siklus II. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui pembelajaran preferensi sensori dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran fisika
Pengembangan Handout Berbasis Multiple Intelligence Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Wonosobo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian research and development handout berbasis multiple intelligence untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berupa handout berbasis multiple intelligence untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA 1 SMA Muhammadiyah Wonosobo tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 perserta didik. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei tahun 2014 dengan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan post-test. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggnakan Percentage Agreement (PA). berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase skor daro dosen ahli sebesar 77,50% dan guru fisika sebesar 83,50% dengan kriteria baik sehingga handout berbasis multiple intelligence ini layak digunakan sebagai bahan ajar dengan sedikit revisi. Rerata keterlaksanaan dari dua observer 95,06% dengan kriteria sangat baik. Rerata ketercapaian belajar peserta didik dengan menggunakan handout mencapai 81,15 dan 78,50 untuk post-test sehingga mencapai KKM 70. Respon peserta didik untuk produk yang dikembangkan mendapat persentase 79,66% dengan kiteria baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa handout berbasis multiple intelligence ini layak digunakan sebagai bahan ajar
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah Fisika Menggunakan Model Think Talk Write Berbasis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
Telah dilaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 1 Tahun Pelajaran 2013/2014 dalam pemecahan masalah fisika menggunakan model Think Talk Write (TTW) Berbasis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) pada pokok bahasan Fluida Dinamis hingga mencapai persentase kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah kurang lebih sebanyak 80%. Hasil penelitian yang dianalisa secara deskriptif menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah siswa yang awalnya memiliki persentase skor tes 64,9% di kegiatan prasiklus meningkat menjadi 72% di akhir siklus I dan meningkat kembali menjadi 80,2% di akhir siklus II. Hasil angket juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dari persentase 74,2% di kegiatan prasiklus, menjadi 77% di akhir siklus I dan meningkat kembali menjadi 79,9% di akhir siklus II. Hal tersebut menunjukkan bahwa model TTW berbasis SPPKB dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah fisika pada pokok bahasan fluida dinamis
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mirit Tahun Pelajaran 2012/2013
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut tampak pada sikap siswa yang cenderung pasif dan menyebabkan kemampuan berpikir yang dimiliki siswa hanya bersifat hafalan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui model pembelajaran Children Learning in Science (CLIS) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mirit tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Mirit yang terdiri dari 32 siswa yang terdiri dari 18 siswa putra dan 14 siswa putri. Data dikumpulkan menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum menerapkan model CLIS, kemampuan berpikir kritis siswa hanya 44,06. Kemudian meningkat menjadi 52,50 pada siklus I atau mengalami peningkatan 19,15%. Pada siklus II kemampuan berpikir kritis siswa mencapai 76,56 atau mengalami peningkatan 73,76% dibanding pra penelitian tindakan kelas. Jadi penerapan model pembelajaran Children Learning in Science (CLIS) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mirit tahun pelajaran 2012/2013, khusunya pada pelajaran IPA
Pengembangan Modul Panduan Outbound untuk Mengoptimalkan Creativity Domain Science pada Siswa SMA
Latar belakang penelitian adalah belum dikembangkannya modul panduan outbound yang dapat mengoptimalkan creativity domain science pada siswa SMA. Penelitian dilakukan guna mengembangkan modul panduan outbound untuk mengoptimalkan creativity domain science pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D (Research & Development) menggunakan prosedur penelitian model Borg & Gall. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Mirit dengan subyek penelitian berjumlah 28 siswa kelas X SMA Negeri 1 Mirit Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa cara pengembangan modul panduan outbound melalui tahap-tahap: menentukan potensi dan masalah, pengumpulan data awal, desain modul, validasi modul, revisi I, ujicoba terbatas, dan revisi II menghasilkan produk akhir. Pada tahap ujicoba terbatas diperoleh hasil: 1) modul panduan outbound dinyatakan layak berdasarkan penilaian validator sebesar 85%, dan penilaian siswa sebesar 86%; 2) modul panduan outbound dapat diimplementasikan dengan cukup baik dalam pembelajaran Fisika berdasarkan penilaian observer sebesar 82%; 3) modul panduan outbound dapat mengoptimalkan creativity domain science siswa sebesar 88%; 4) modul panduan outbound dapat membantu siswa mencapai ketuntasan hasil belajar sebesar 81%. Secara keseluruhan, penelitian pengembangan menghasilkan modul panduan outbound yang dapat mengoptimalkan creativity domain science pada siswa SMA