Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
    498 research outputs found

    Analisis Buku Ajar Fisika Kelas XI MIA Semester II Berdasarkan Keterampilan Generik Sains Di SMA Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ketercakupan keterampilan generik sains dalam buku ajar fisika kelas XI MIA semester II di SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi buku ajar fisika kelas XI MIA semester II. Sampel dalam penelitian ini adalah buku ajar fisika SMA kelas XI MIA semester II yang paling banyak digunakan di SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan pertimbangan buku ajar fisika kelas XI MIA yang banyak digunakan dan berdasarkan kurikulum 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian keterampilan generik sains. Hasil analisis aspek keterampilan generik sains pada buku yang disusun oleh Marthen Kanginan dan Bagus Raharja dkk berturut-turut adalah sebagai berikut: pengamatan langsung 76,11 % dan 76,11 %, pengamatan tak langsung 48,33 % dan 56,11 %, kesadaran tentang skala besaran 98,33 % dan 86,67 %, bahasa simbolik 74,58 % dan 75,83 %, kerangka logika taat asas 51,67 % dan 45 %, inferensi logika 71,67 % dan 62,92 %, hukum sebab akibat 73,33 % dan 71,67 %, pemodelan matematika 56,11 % dan 58,33 %, membangun konsep 70,00 % dan 51,67 %. Hasil analisis secara keseluruhan pada buku yang disusun oleh Marthen Kanginan adalah sebesar 68,90 %, sedangkan pada buku yang disusun oleh Bagus Raharja dkk adalah sebesar 64,92 %. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua buku memiliki keterampilan generik sains dalam kategori baik

    Pengembangan Desain Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament Dengan Media Physics Ludo Pada Materi Fisika Tentang Bunyi

    Get PDF
    Metode ceramah yang masih diterapkan beberapa guru di sekolah tidak mengajarkan siswa saling bekerja sama dalam belajar. Selain itu sekolah yang masih menerapkan sistem rangking mengakibatkan sifat individual pada siswa dan memunculkan persaingan tidak sehat, di mana siswa pandai tidak mau membagi pengetahuannya kepada siswa kurang pandai demi mendapatkan rangking tertinggi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa dengan mengembangkan permainan ludo sebagai media turnamen dalam pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament. Metode penelitian yang dipakai adalah PTK yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar observasi sikap kerja sama (afektif), soal evaluasi (kognitif), dan kuesioner. Sampel yang digunakan siswa SMP kelas VIII, dengan materi bunyi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dan kuesioner untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode yang diberikan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah 95% siswa mendapat nilai 70 untuk tes evaluasi. Pada aspek afektif kelas mencapai batas kriteria yang ditentukan yaitu 70% siswa melakukan kegiatan kerja sama dengan baik sehingga penggunaan permainan menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan menyenangkan

    Hubungan Konsep Diri dan Hasil Belajar Fisika Melalui Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas XI SMK Purnama 2 Gombong Tahun Pelajaran 2014/2015

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan konsep diri dan hasil belajar fisika melalui pembelajaran inkuiri pada siswa kelas XI SMK Purnama 2 Gombong tahun pelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Purnama 2 Gombong yang terdaftar pada semester 2 (genap) tahun ajaran 2014/2015. Sampel yang diambil adalah 32 siswa dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui teknik tes dan angket dengan lima alternatif jawaban. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan hasil belajar fisika melalui pembelajaran inkuiri pada siswa kelas XI MOB SMK Purnama 2 Gombong tahun ajaran 2014/2015. Hal tersebut terlihat dari perolehan rhitung sebesar sebesar 0,628. Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan harga rtabel product moment dengan dk=n-1=31 siswa dan taraf signifikan sebesar 5% sebesar 0,349. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa rxy > rtabel (0,628 > 0,349), dengan sumbangan konsep diri sebesar 39,5% terhadap hasil belajar fisika, dan 60,5% ditentukan oleh faktor lain. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran inkuri dapat digunakan sebagai pembentuk konsep diri yang positif dan hasil belajar di sekolah

    Perancangan Alat Peraga Kolektor Surya Pemanas Air Guna Menjelaskan Suhu Dan Kalor Pada Kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk merancang alat peraga kolektor surya yang bertujuan guna menjelaskan suhu dan kalor pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo.Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Muhammadiyah Purworejo Tahun Pelajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 22 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket. Penelitian ini diawali dengan membuat alat peraga kolektor surya, kemudian melakukan uji coba alat. Alat yang telah diuji coba dilakukan validasi oleh dosen ahli untuk selanjutnya dilakukan uji coba terbatas terhadap peserta didik dan hasil akhirnya adalah respon peserta didik terhadap alat peraga yang dibuat. Hasil uji coba alat yang dilakukan yaitu pada kolektor surya tanpa kaca penutup, dengan kaca penutup gelap dan dengan kaca penutup bening. Percobaan dengan kolektor tanpa kaca penutup kenaikan suhu maksimum mencapai (12,5±1,8)oC, kolektor dengan kaca penutup gelap suhu maksimum mencapai (13,5±1,8)oC, sedangkan kolektor dengan kaca penutup bening suhu maksimum mencapai (18,5±2,5)oC. Hasil skor yang didapat dari validator I dan II yang kemudian dirata-rata dan diperoleh skor rerata 30,5, persentase yang didapat dari kedua validator mencapai 76% menunjukkan bahwa ketercapaian kriteria yang sangat baik. Hasil persentase dari angket respon peserta didik terhadap kolektor surya memperoleh nilai rerata 81,25%, menunjukkan kriteria baik, sedangkan persentase dari respon pendidik terhadap kolektor surya memperoleh nilai rerata 81,25%, menunjukkan kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat peraga kolektor surya layak digunakan untuk proses pembelajaran, dan keterlaksanan pembelajaran berjalan dengan baik

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) Terhadap Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Petanahan Tahun Pelajaran 2014/2015

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) terhadap keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Petanahan. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Petanahan yang berjumlah 4 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 53 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,dokumentasi, angket dengan skala Likert dan tes hasil belajar. Uji analisis data dilakukan dengan uji One-Way Anava pada keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa sehingga diperoleh hasil (1) model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) memberikan pengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi siswa, dengan nilai F sebesar 63,658 pada taraf signifikansi 0,000 (0,000 ≤ 0,05) (2) Model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai F sebesar 23,026 pada taraf signifikansi 0,000 (0,000 ≤ 0,05). (3) Model pembelajaran kooperatif tipe Spontaneous Group Discussion (SGD) memberikan pengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa, dengan nilai F sebesar 396,229 pada taraf signifikansi 0,000 (0,000 < 0,05)

    Pengaruh Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dengan Media Questions Box Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui pengaruh model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dengan media Questions Box terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini semua siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Karanganyar yang berjumlah 160 siswa. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes hasil belajar yang telah memenuhi syarat tingkat kesukaran, daya beda, validitas, dan reliabilitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dengan α = 0.05 menunjukkan (1) tobservasi = 5,413 > 1,6698 artinya Ho ditolak ( ????0,05:62 = 1,6698; DK = t/t < -1,6698 atau t > 1,6698), (2) thitung = 7,21 > 1,69389 dengan keputusan uji Ho ditolak (????0,05:32 = 1,69389; DK = t/t < -1,69389 atau t >1,69389). Hal ini menunjukkan (1) model pembelajaran RTE dengan media Questions Box memberikan hasil belajar fisika yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (2) model pembelajaran RTE dengan media Questions Box berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015

    Desain Pembelajaran Ipa Terpadu Dengan Topik Sistem Kapilaritas Membantu Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan

    Get PDF
    Ada banyak kendala yang dialami guru akibat diberlakukannya pembelajaran IPA Terpadu pada kurikulum 2013, diantaranya yaitu guru harus menguasai bidang lain yang selama ini tidak dipelajari, dan guru harus memadukan ketiga mata pelajaran menjadi satu topik yang terpadu. Penelitian bertujuan membuat contoh RPP IPA Terpadu “Sistem Kapilaritas Membantu Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan” dan mengetahui hasil pembelajaran IPA pada siswa jika disampaikan dengan pembelajaran IPA Terpadu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas tipe guru sebagai peneliti, dengan sampel sebanyak 24 siswa kelas VII. Setelah instrumen yaitu RPP, soal evaluasi, lembar observasi, dan kuisioner dibuat, kemudian dijalankan dalam pembelajaran di kelas, dan dibantu oleh seorang observer untuk mengisi lembar observasi. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, siswa diberi soal evaluasi dan kuisioner untuk diisi. Lembar observasi dan kuisioner dianalisa secara deskriptif kualitatif, sedangkan hasil tes evaluasi siswa dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, desain pembelajaran IPA Terpadu dengan topik Sistem Kapilaritas Membantu Proses Fotosintesis Tumbuhan yang dibuat dapat dijalankan dalam pembelajaran di kelas dan berhasil membantu siswa memahami materi pembelajaran cukup baik. Sebanyak 83% siswa mendapat nilai minimal 70 dan lebih dari 70% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu juga antara materi fisika, kimia dan biologinya benar-benar terpadu, sehingga pergantian antar mata pelajaran pun tidak membuat siswa kesulitan

    Model Pembelajaran Kooperatif TGT Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Belajar IPA

    Get PDF
    Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian kelas VII G SMP Negeri 2 Buayan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 pada pokok bahasan Wujud Zat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi partisipasi siswa, angket keaktifan siswa, angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes akhir siklus. Analisis data menggunakan teknik persentase yang dihitung dengan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA kelas VII G SMP Negeri 2 Buayan tahun pelajaran 2013/2014. keaktifan belajar siswa naik dari 57,02% pada pra siklus menjadi 64,91% pada siklus 1 dan naik kembali menjadi 75,88% pada siklus 2. Hal ini dapat diketahui hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata tes semester yang lalu sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada tes akhir siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 81 pada tes akhir siklus 2. Respon siswa pun sangat positif terhadap pembelajaran TGT. Respon siswa terhadap pembelajaran sebelumnya sebesar 66,8% sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran TGT sebesar 69% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 75,4%

    Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya minat dan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Model belajar yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas yang kurang menyenangkan merupakan salah satu penyebab minat dan motivasi belajar fisika pada siswa menjadi rendah. Penjelasan materi yang hanya didapatkan dari guru saja dan sedikit sekali dari teman juga turut menjadi penyebab minatdan motivasi belajar fisika pada siswa menjadi rendah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar fisika dengan menggunakan penerapan model belajar student facilitatorand explaining. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 10 Purworejo yang berjumlah 33 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes siklus, dan metode angket.Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan penerapan model belajar student facilitator and explaining pada proses pembelajaran fisika dapat meningkatkan minat belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Minat dan motivasibelajar fisika siswa pada tahap pra siklus adalah 53,03%, meningkat menjadi 68,18% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 96,36% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menggunakan penerapan model belajar student facilitator and explaining dapat digunakan sebagai model belajar yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar fisika siswa pada mata pelajaran fisika.&nbsp

    Penerapan Stad Untuk Peningkatan Interpersonal Skill Siswa Kelas VII Semester Genap MTs Al-Fatah Sidomoro Buluspesantren Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan interpersonal skill melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD  pada siswa MTs Al-Fatah Sidomoro, Buluspesantren, Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian dilakukan di MTs Al-Fatah Sidomoro, Buluspesantren, Kebumen. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan interpersonal skill siswa sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa pada kelas VII A MTs Al Fatah Sidomoro. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi interpersonal skill siswa yang diperoleh persentase rata-rata 55% pada pra siklus, 64% pada siklus I, dan 71% pada siklus II. Prestasi belajar siswa kelas VII A juga meningkat dilihat dari nilai rata-rata 59,20 pada prasiklus, menjadi 67,50 pada siklus I, dan menjadi 75,28 pada siklus II. Nilai KKM yang ditetapkan sekolah adalah 75 serta persentase kelulusan adalah 66,67

    485

    full texts

    498

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇