Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Pengembangan Alat Peraga GLB dan GLBB Berbasis Sensor LDR (Light Dependent Resistor)
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terdiri dari tahap pengumpulan data, desain produk, validitas desain, revisi desain, uji coba terbatas. Subyek penelitian untuk uji coba terbatas adalah mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Purworejo sebanyak 16 mahasiswa. Produk yang dikembangkan adalah alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR yang melalui tahap validasi oleh ahli. Selanjutnya, produk direvisi dan diuji coba terbatas. Dari hasil uji coba alat yang dilakukan dihasilkan kecepatan pada tiap jarak sebesar (0,816 ± 0,011) m/s, (0,814 ± 0,009) m/s, dan (0,804 ± 0,008) m/s untuk GLB. Pada percobaan GLBB (0,856 ± 0,010) m/s, (1,24 ± 0,02) m/s, dan (1,54 ± 0,02) m/s, dengan kesalahan relatif tiap jarak pada GLB sebesar 1,43%, 1,14%, dan 1,01%. Pada GLBB sebessar 1,14%, 1,22%, dan 1,19%. Hal ini menunjukkan nilai keakuratan pengukuran yang sangat baik. Uji validitas memperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 79%. Uji coba terbatas dilakukan dengan melakukan praktikum menggunakan alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR, kemudian hasil angket respon mahasiswa menghasilkan nilai persentase sebesar 83,55% dengan kriteria sangat baik. Dengan demikian alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR layak digunakan dalam praktikum fisika materi GLB dan GLBB
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Terbimbing dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui efektivitas model pembelajaran discovery terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan sikap ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3Purworejo yang berjumlah 123 siswa, dan diambil 61 siswa sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan berpikir analitis dan angket sikap ilmiah yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan deskripsi persentase dan uji t. Berdasarkan analisis data, persentase peningkatan hasil tes kemampuan berpikir analitis 96,50% dan persentase peningkatan rerata sikap ilmiah 37,67%. Hasil uji t satu sampel dengan db= 30, taraf signifikan 5%, ttabel= 1,697 diperoleh thitung= 5,232 untuk tes kemampuan berpikir analitis, dan sikap ilmiah diperoleh thitung= -12,378 untuk aspek berpikir kritis, thitung= -11,092 untuk aspek tekun, thitung= -11,571 untuk aspek berpikir terbuka, thitung= -12,180 untuk aspek ingin tahu, thitung= - 14,93 untuk aspek toleran, thitung= -4,655 untuk , aspek kerjasama , thitung= -2,683 untuk aspek tanggung jawab, dimana semua thitungϵ ttabel, hal ini menunjukan H1 diterima. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran discovery terbimbing efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan sikap ilmiah siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Suhu dan Kalor Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian kuantitatif guna mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa kelas X pada pokok bahasan Suhu dan Kalor SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 128 siswa. Sampel penelitian ini adalah 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas 32 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kreativitas, tes hasil belajar siswa menggunakan post-test. Uji normalitas, homogenitas, linieritas dan uji independensi dilakukan sebagai uji prasyarat dan selanjutnya data di uji hipotesis dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistict Product and Service Solution) 17.00 forWindows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besarnya db = 62, pada taraf signifikasi 5% ditemukan ttabel = 2,000 dan berdasarkan nilai-nilai t dapat dituliskan thitung = 5,011 > t0,05 = 2,000, artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kreativitas siswa kelas X SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015, besarnya pengaruh adalah 11,39% dengan interpretasi “sangat rendah”. Pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar suhu dan kalor diperoleh nilai thitung = 5,471 ini berarti bahwa thitung > ttabel dengan besarnya pengaruh sebesar 15,23% dengan intrepretasi “sangat rendah”. Terdapat pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kreativitas dan hasil belajar suhu dan kalor siswa sebesar 7,36% dengan interpretasi “sangat rendah” nilai thitung = 4,648 ini berarti bahwa thitung > ttabel
Upaya Peningkatan Kemampuan Psikomotorik melalui Kegiatan Laboratorium Siswa Kelas X MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna meningkatkan kemampuan psikomotorik melalui kegiatan laboratorium siswa kelas X MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 3 MAN Purworejo yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode angket dan metode dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Tahapan pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdapat empat tahapan yang dilaksanakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Indikator keberhasilan tercapai pada siklus II, yaitu peningkatan kemampuan psikomotorik dengan melalui kegiatan laboratorium telah mencapai minimal rerata 80% dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melalui kegiatan laboratorium pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa kelas X MIA 3 MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Kemampuan psikomotorik siswa pada tahap pra siklus diperoleh rerata 63,25%, pada siklus I mengalami peningkatan kemampuan psikomotorik dengan rerata 75,59% dan pada siklus II kemampuan psikomotorik siswa meningkat dengan rerata 85,02%. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan laboratorium dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa kelas X MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015
Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Teori Multiple Intelegence (MI) yang Dominan dalam Kelas Pada Materi Tekanan
Ketika mengajar seringkali para guru lupa memperhatikan delapan jenis kecerdasan yang disebut Multiple Intellegence (MI) siswa. Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegences adalah suatu kemampuan ganda untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan siswa yang dominan dalam kelas, merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan tersebut, dan bagaimana dampak penggunaan strategi pembelajaran tersebut terhadap pemahaman siswa pada materi tekanan dan sikap siswa dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian nilai kognitif siswa, diperoleh prosentase sebesar 83%. Penelitian berhasil, karena prosentase untuk nilai kognitif mencapai standar keberhasilan yaitu 70% siswa memperoleh nilai ≥70. Namun perbedaan hasil nilai kognitif tidak antara siswa dengan kecenderungan kecerdasan intrapersonal dengan yang bukan intrapersonal tidak terlalu tampak. Jadi instrumen yang dibuat dalam penelitian ini lebih memperlihatkan aspek afektif siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil prosentase nilai afektif aktivitas mandiri (intrapersonal) yang lebih besar yaitu 78,15% dibandingkan dengan aktivitas berkelompok yang prosentasenya hanya 54,62%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, RPP yang dibuat berdasarkan teori Multiple Intellegence (MI) ini dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran untuk mengajar kelas yang kecenderungan kecerdasan siswanya adalah intrapersonal
Pengaruh Metode Pembelajaran Peta Konsep Dan Metode Pembelajaran Resitasi Berbantuan Media Gambar Terhadap Kemampuan Berpikir Siswa SMP Negeri 9 Purworejo Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran peta konsep berbantuan media gambar dengan metode resitasi berbantuan media gambar pada pembelajaran IPA Fisika pokok bahasan perubahan zat terhadap kemampuan berpikir siswa SMP Negeri 9 Purworejo kelas VII tahun pelajaran 2013/2014. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo yang berjumlah 6 kelas. Sampel penelitian berjumlah 2 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling yang berjumlah 60 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t. Dengan α = 0.05 menunjukkan nilai thitung = 2,66 dan ttabel = 1,84 sehingga nilai thitung > ttabel maka berada di daerah penolakan H0 dan penerimaan Ha. Jadi terdapat pengaruh metode pembelajaran peta konsep bantuan media gambar dan metode resitasi berbantuan media gambar pada meteri pokok perubahan zat terhadap kemampuan berpikir siswa pada kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Pelajaran Fisika SMA N 3 Purworejo Kelas XI Tahun Pelajaran 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak untuk pembelajaran Fisika ditinjau dari segi komponen, keterkaitan antar komponen, kelayakan, dan bahasa, 2) mengetahui peningkatan keteraampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Research & Development). Sebagai subjek dalam penelitian adalah siswakelas XI MIA-2 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, metode angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor validasi silabus dan RPP oleh ahli materi sebesar 37 dan 51 dengan kriteria “baik”, oleh guru fisika sebesar 43 dan 55 dengan kriteria “baik”, sehingga perangkat pembelajaran ini layak digunakan dengan sedikit revisi. Hasil keterlakasanaan pembelajaran selama empat kali diperoleh skor rata-rata 25, 25.5, 24, dan 24.5 peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dari hasil observasi diperoleh ketercapaian sebesar 68.55%, 75.49%, 80.80%, dan 86.70% serta dari hasil tes sebesar 62.30%, 65.20%, 70.60% dan 77.40%. Berdasarkan hal di atas, maka perangkat pembelajaran berbasis problem solving dalam penelitian ini dapat dikategorikan layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sisw
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik untuk Mengukur Sikap Sosial Peserta Didik SMA Kelas X pada Pembelajaran Fisika
Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan instrumen penilaian autentik yang layak digunakan untuk mengukur sikap sosial peserta didik SMA kelas X pada mata pelajaran fisika dengan pokok bahasan Optik Geometri. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA-1 dan X MIA-2, SMA Negeri 5 Purworejo yang berjumlah 58 peserta didik. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model disajikan dengan menggunakan penilaian proyek dan pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh skor validasi ahli sebesar 3,399 dengan kategori baik. Sedangkan hasil validitas butir soal diperoleh rerata skor sebesar 0,601 dengan kategori tinggi dan hasil perhitungan reliabilitas adalah sebesar 0,959 dengan kategori reliabilitas sempurna. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunkan penilaian autentik adalah sebesar 3,39 dengan kategori baik. Serta respon peserta didik terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan penilaian autentik mendapatkan skor sebesar 85,8%. Dengan demikian Lembar Penilaian Autentik untuk Mengukur Sikap Sosial Peserta Didik SMA kelas X pada Mata Pelajaran Fisika layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran fisika
Pengembangan Computer Based Test (CBT) Dengan Software Hot Potatoes pada Pembelajaran Fisika Dasar 2 di Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2014/2015
Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan, mengetahui kelayakan program evaluasi hasil pengembangan dan mengetahui respon mahasiswa. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Fisika Dasar 2 Program Studi Pendidikan Fisika yang berjumlah 30 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan, dengan desain pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Kelayakan program evaluasi dapat dilihat berdasarkan uji validasi program dari 2 ahli media dengan rerata skor 3,27 dan dari 2 ahli materi dengan rerata skor sebesar 3,44 dengan interpretasi “baik”, berdasarkan respon mahasiswa terhadap produk yang dikembangkan menghasilkan skor rerata 3,13 dengan interpretasi “baik”, berdasarkan rerata ketercapaian hasil belajar mahasiswa adalah B+ (lebih dari baik) sehingga secara umum mahasiswa sudah lulus mata kuliah Fisika Dasar 2, berdasarkan perhitungan taraf kesukaran soal, rerata taraf kesukaran soal adalah 0,77 dengan kategori “mudah”, sedangkan perhitungan dengan daya pembeda soal, rerata daya pembeda soal adalah 0,29 dengan kategori “cukup” dan berdasarkan perhitungan validitas butir soal dengan corelate bivariate menghasilkan rerata nilai 0,564 dan dinyatakan valid, sedangkan perhitungan reliabilitas soal dengan scale alpha cronbach memperoleh hasil 0,869 dan instrumen soal tersebut dinyatakan reliabel. Dengan demikian CBT dengan software Hot Potatoes dapat dan layak digunakan sebagai program evaluasi Fisika Dasar 2 di Universitas Muhammadiyah Purworejo
Pengembangan E-Learning Interaktif Fisika Berbasis Literasi Sains guna Meningkatkan Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas X Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian pengembangan e-learning interaktif fisika berbasis literasi sains guna mengetahui: (1) kelayakan media hasil pengembangan; (2) peningkatan keterampilan proses (KPS); dan (3) peningkatan sikap ilmiah siswa (SIS). Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Purworejo dan SMA Negeri 6 Purworejo. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Validasi produk pengembangan mencakup uji ahli media, dan uji ahli materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi, lembar angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian pengembangan ini adalah produk media pembelajaran berupa aplikasi e-learning interaktif fisika (eLtiFis App) untuk siswa SMA kelas X pokok bahasan suhu, kalor, dan perpindahan kalor yang telah diuji kelayakannya. Berdasarkan data awal diperoleh ketercapaian keterampilan proses siswa sebesar 75%, dan ketercapaian sikap ilmiah siswa 75%. Hasil uji coba menunjukkan: (1) kelayakan media dilihat dari uji ahli materi diperoleh kategori “Sangat Baik” dan uji ahli media diperoleh kategori “Baik”; (2) ketercapaian KPS uji coba terbatas oleh 5 siswa diperoleh 79,167% dalam kategori “Cukup” dan uji coba lanjut oleh 30 siswa diperoleh 79,167% dalam kategori “Cukup”; (3) ketercapaian SIS uji coba terbatas oleh 5 siswa diperoleh 80% dalam kategori “Baik” dan uji coba lanjut oleh 30 siswa diperoleh 75,968% dalam kategori “Baik”. Dengan demikian ketercapaian KPS dan SIS baik uji coba terbatas maupun uji coba lanjut mengalami peningkatan dari data awal ketercapaian KPS dan SIS, sehingga eLtiFis App mampu digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa kelas X