Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Dasar Keterampilan Proses Siswa Kelas XI IPA Melalui Metode Eksperimen pada Pokok Bahasan Elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa, aspek yang paling tinggi dan rendah, serta hubungan antara aspek investigasi, observasi, klasifikasi, prediksi, interpretasi, dan komunikasi dengan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif guna memperoleh data mengenai perkembangan kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri dengan jumlah 100 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian statistik deskriptif menunjukkan besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa dalam investigasi 86,58% berkategori sangat baik, observasi 84,37% berkategori sangat baik, klasifikasi 83,25% berkategori sangat baik, prediksi 75,75% berkategori baik, interpretasi 79,75% berkategori baik, dan komunikasi 78,58% berkategori baik. Aspek yang paling tinggi investigasi sedangkan aspek yang paling rendah prediksi. Hasil analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa: hubungan investigasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,851, observasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,876, klasifikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,051, prediksi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,833, interpretasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,516, dan komunikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,767. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen pada pokok bahasan elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2014/2015 sudah berkembang dengan sangat baik
Efektivitas Model Pembelajaran Scientific Inquiry Berbasis Pictorial Riddle dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Adimulyo Kebumen
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui bagaimana efektivitas model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitain deskriptif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas penggunaan model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Adimulyo yang berjumlah 32. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes tertulis, observasi, aangket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil belajar kognitif mengalami mengalami peningkatan sebesar 30,41%, sedangkan pada hasil belajar afektif meningkat sebesar 23,11%. Presentase ketuntasan belajar siswa yang diperoleh yaitu sebesar 87,5% dan respon siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung sebesar 93,90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Alat Perekam Aktivitas Jantung dengan Mic Kondensor dan PC-Link USB Smart I/O
Gangguan organ jantung dapat diidentifikasi dari suara jantung yang tidak normal,mulai dari frekuensi, irama ,dan kekuatan denyutannya. Stetoskop biasa tidak dapat mendengarkan suara jantung yang lemah dan tidak terdapat fasilitas penampil dan perekam aktivitas jantung. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat yang dapat menguatkan suara jantung, menampilkan aktivitas jantung dan menghitung jumlah denyut jantung manusia per menit secara otomatis. Mic kondensor dapat dipakai untuk menangkap sinyal suara jantung. PC link adalah sebuah alat yang dapat mengkomunikan sinyal dari mic kondensor ke PC sehingga informasi yang diperoleh dapat diolah oleh PC dan dapat menghitung jumlah detak jantung per menit.
 
Analisis Buku Ajar Fisika Kelas X MIA Semester II Berdasarkan Literasi Sains di SMA Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui cakupan kategori literasi sains dalam buku-buku ajar fisika kelas X MIA Semester II yang banyak digunakan di SMA Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan metode analisis dokumen (documentary analysis). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan buku yang paling banyak digunakan peserta didik kelas X MIA SMA Negeri di Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 dan K-13, yaitu buku A karya Marthen Kanginan, buku B karya Sarwanto & Ana Rufaida dan buku C karya Bagus Raharja, V.K. Sally, dan R.N. Das Gupta. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori sains sebagai batang tubuh pengetahuan buku A, B, dan buku C berturut-turut 83,13%, 75,21%, dan 58,33%, sains sebagai cara penyelidikan, 73,96%, 75,42%, dan 50,83%, sains sebagai cara berpikir, 74,17%, 65,00%, dan 49,17%, dan Interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat 70,42%, 64,58% dan C 51,46%. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata persentase akhir penelitiaan buku A 75,42%, buku B 70,05%, dan buku C 52,45%. Menurut analisis kualitas buku ajar, buku A tergolong dalam kriteria “sangat baik” dan buku B dan buku C tergolong dalam kriteria “baik “
Efektivitas Model Pembelajaran Somatic Auditory Visual Intelectual (Savi) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mirit Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian evaluasi model CIPP guna mengetahui efektivitas model pembelajaran SAVI untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Mirit. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X.2 dengan jumlah 29 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes tertulis, dan angket siswa yang masing-masing telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh peningkatan hasil belajar kognitif siswa secara klasikal sebesar 87,41% dengan nilai gain sebesar 0,59, dimana model pembelajaran SAVI dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila nilai gain ternormalisasi hasil belajar siswa menunjukkan nilai gain ≥ 0,3. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa diperoleh sebesar 86,2%, dengan kriteria efektivitas model pembelajaran SAVI efektif terhadap hasil belajar siswa apabila ketuntasan siswa sekurangkurangnya 85% dari jumlah siswa memperoleh nilai ≥ 70. Respon angket keaktifan siswa meningkat menjadi 89,31%, dengan kriteria efektivitas model pembelajaran SAVI efektif jika tanggapan siswa positif, yakni minimal dengan skor rerata nilai hasil angket tanggapan siswa ˃ 75%. Selain itu pembelajaran dikatakan efektif apabila skor rerata nilai hasil observasi tanggapan siswa sebesar ≥ 75% dan diperoleh persentase sebesar 97,5%. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh maka model pembelajaran SAVI efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Fisika siswa
Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa pada Topik Pembiasan Cahaya Melalui Analisis Pencemaran Air dengan Metode Percobaan Indeks Bias
Telah dilakukan penelitian guna meningkatkan pemahaman siswa pada topik pembiasan cahaya melalui analisis pencemaran air. Sebagai subjek penelitian seluruh siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren berjumlah 30 orang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Buluspesantren Desa Waluya Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Subyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 30 siswa terdiri dari 22 perempuan dan 8 laki-laki. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total dari observer 1 dan observer 2 pada siklus I adalah 2,055555 dengan kriteria cukup baik dan rata-rata total dari observer 1 dan observer 2 pada siklus II adalah 3,055556 dengan kriteria baik. Pada siklus I, nilai terendah adalah 25 dengan jumlah total adalah 1620 sedangkan pada siklus II nilai terendah adalah 50 dan jumlah total 2240. Nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 54 dan nilai rata-rata pada siklus II adalah 74,67. Siswa lebih tertarik dan lebih paham dalam mempelajari materi fisika tentang pembiasan cahaya setelah dilakukan percobaan indeks bias. Hal ini terbukti dari unsur kesenangan siswa yang mencapai 96%, unsur kesadaran perasaan yang mencapai 75% dan unsur kemauan yang mencapai 80%
Identifikasi Sifat Dielektrik Pisang Pada Tingkat Kematangan Berbeda Dengan Rangkaian RLC
Produk pertanian pada umumnya bersifat mudah rusak. Rusak tidaknya suatu produk atau baik dan buruknya dapat mempengaruhi kualitas yaitu tingkat keunggulan produk tersebut. Kematangan buah merupakan salah satu masalah yang penting untuk diketahui dalam menentukan keunggulan produk pertanian. Pengukuran sifat dielektrik yang meliputi kapasitansi dan konstanta dielektrik merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk identifikasi kematangan dan kualitas produk. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengukur kapasitansi dan konstanta dielektrik buah pisang mentah dan matang layak konsumsi. Metode yang digunakan adalah dengan memanfaatkan rangkaian RLC sehingga didapatkan grafik redaman kapasitor. Grafik redaman disimpan dalam komputer untuk kemudian dibaca menggunakan program sehingga didapatkan nilai kapasitansinya, setelah itu data dianalisa untuk mendapatkan nilai konstanta dielektrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengukuran sifat dielektrik dapat digunakan sebagai identifikasi kematangan buah pisang. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin matang buah pisang, maka nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik akan semakin besar. Melalui pengolahan data didapatkan nilai konstanta dielektrik pisang ambon mentah 8,8 dan matang 20,3; pisang susu mentah 11,8 dan matang 12,2; sedangkan pisang kepok mentah sebesar 11,3 dan matang 15,5
Desain Pembelajaran IPA Terpadu Pada Topik Jantung Sebagai Pemompa Darah
Kurikulum 2013 untuk SMP menuntut pembelajaran IPA Terpadu, suatu topik kajian IPA dibahas dari sudut pandang fisika, biologi, dan kimia sekaligus tidak lagi terpisah-pisah. Permasalahannya sebagian besar guru IPA berlatarbelakang pendidikan spesifik (fisika/biologi/kimia) dan terbiasa mengajar satu bidang ilmu saja. Hal ini menimbulkan kesulitan mengajar bidang ilmu lainnya, terlebih memadukan dua bidang ilmu untuk memecahkan satu masalah. Penelitian ini bertujuan : 1) membuat RPP IPA Terpadu pada topik jantung sebagai pemompa darah dengan pendekatan saintifik, 2) mengimplementasikan RPP yang dibuat dalam KBM di kelas untuk menguji keberhasilannya. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu soal evaluasi, lembar observasi, dan lembar kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Dari hasil penelitian, lebih dari 70% siswa terlibat aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran serta berhasil membantu para siswa memahami pembelajaran dengan baik tanpa kesulitan. Hal ini terbukti dari hasil tes yang dilakukan 84% siswa mendapat nilai di atas 70. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran IPA Terpadu ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas
Desain Pembelajaran IPA Terpadu Pada Siswa SMP dengan Topik Pemanasan Global
Dengan kurikulum yang berlaku saat ini, dalam KTSP pada jenjang SMP/MTs menuntut pembelajaran IPA (Fisika, Biologi dan, kimia) secara terintegrasi yang dikenal dengan nama IPA Terpadu. Namun penerapan pembelajaran IPA terpadu di SMP saat ini masih mengalami beberapa kendala seperti guru–guru IPA di SMP yang masih berlatar belakang pendidikan berbeda-beda yaitu Fisika, Biologi dan Kimia, sehingga masih banyak guru yang merasa kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran terpadu. Karena itu penelitian ini dibuat untuk melengkapi desain pembelajaran IPA terpadu yang telah ada, yang bertujuan untuk memberi contoh bagi para guru dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang detail agar mempermudah dalam melaksanakan pembelajaran khususnya pada materi pemanasan global. Jenis penelitian yang dikembangkan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran IPA terpadu dengan materi pemanasan global ini dapat membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih baik, serta dapat membantu siswa untuk memahami materi IPA secara menyeluruh. Desain pembelajaran IPA terpadu dengan materi pemanasan global ini dapat meningkatkan keterampilan kerja ilmiah siswa dan hasil belajar siswa secara efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar siswa yaitu sebanyak 94% siswa dapat memperoleh nilai tes 70. Dengan pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif mampu menciptakan pembaharuan pendidikan ke arah yang lebih baik, meski hanya pembaharuan tingkat kelas atau sekolah
Metode Pembelajaran Fisika Berdasarkan Teori Multiple Intelegence pada Materi Perpindahan Kalor
Di Indonesia masih banyak kegiatan pembelajaran menggunakan pembelajaran klasikal padahal tidak semua siswa memiliki kecerdasan yang sama. Sehingga guru perlu mengetahui MI (Multiple Intelegence) yang dominan di kelasnya, supaya pembelajarannya bisa disesuaikan. Pada kenyataannya ada siswa yang memiliki MI cenderung mengarah ke kecerdasan naturalis, maka dibutuhkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang sesuai dengan kecerdasan siswa sehingga penyerapan materi pada siswa dapat maksimal serta merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan siswa dan bagaimana dampak penggunaan strategi pembelajaran tersebut terhadap pemahaman siswa pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dimana guru bertindak sebagai peneliti. Penelitian ini terbagi menjadi empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, kecerdasan majemuk siswa dinilai dengan cara memberikan tes kecerdasan majemuk. Hasil tes kemudian dianalisa untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan dan gaya belajar setiap siswa. Selanjutnya guru menyusun instrumen penelitian berupa RPP berdasarkan kecenderungan kecerdasan yang dominan dalam kelas, soal evaluasi, dan pedoman obsevasi. Pada tahap pelaksanaan, RPP diterapkan dalam pembelajaran di kelas dan jalannya pembelajaran direkam dalam lembar observasi. Pada tahap refleksi, hasil evaluasi dianalisis untuk mencari nilai rata-rata dan prosentase keberhasilan belajar siswa, sedangkan data pada lembar observasi dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 22 dari 27 siswa atau sebesar 81% siswa mendapatkan nilai sama atau lebih dari 70. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdasarkan kecenderungan kecerdasan yang dominan dalam kelas dapat membantu siswa memahami materi perpindahan kalor