Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Talking Stick dengan Teknik Pick Up Cards Game untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Kebumen 1 Tahun Pelajaran 2015/2016
Telah dilakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui pengaruh model talking stick dengan teknik pick up cards game untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Kebumen 1 Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini digunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design yaitu dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini kelas X MIPA,sampel penelitian 2 kelas yaitu kelas X MIPA 1 dan MIPA 2 dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik angket motivasi belajar siswa dan sebelum digunakan akan divalidasi oleh guru ahli sehingga layak digunakan dalam penelitian. Analisis data menggunakan teknik deskriptif presentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan (α) = 0.05 menunjukkan tobservasi = 2,009 < 2,944 artinya Ho ditolak (t0,05:49 =2,944 ) DK = (t/t < -2,009 atau t > 2,009). Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan dengan menggunakan model talking stick dengan teknik pick up cards game untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan penjelasan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model talking stick dengan teknik pick up cards game lebih baik daripada menggunakan model numbered head together (kepala bernomor) sehingga dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh model model talking stick dengan teknik pick up cards game untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas x madrasah aliyah negeri kebumen 1 tahun pelajaran 2015/2016
Pengembangan Alat Peraga Kalor Jenis pada Pokok Bahasan Suhu Dan Kalor Berbasis Arduino
Telah dilakukan penelitian pengembangan alat peraga kalor jenis berbasis Arduino untuk mengembangkan alat peraga kalor jenis, dan mengetahui respon siswa terhadap penggunaan alat peraga kalor jenis dalam proses pembelajaran suhu dan kalor. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X IPA 1 MA Syamsul Huda Kedungreja berjumlah 23 siswa. Data diperoleh dengan melakukan studi literatur, observasi, wawancara, angket, dan uji coba laboratorium. Dari hasil uji coba alat yang dilakukan diperoleh nilai rata- rata ralat kalor jenis alumunium (0,215 ± 0,000) kal/gr 0C, dan nilai rata-rata ralat kalor jenis besi (0,106 ± 0,001) kal/gr 0C, dengan nilai acuan standar alumunium 0,215 kal/g 0C dan besi 0,107 kal/g. Berdasarkan nilai ralat yang diperoleh menunjukan bahwa alat peraga kalor jenis memiliki nilai keakuratan yang baik. Hasil validasi alat peraga kalor jenis diperoleh rerata persentase sebesar 82,85% dengan kategori sangat baik. Hasil penilaian keterlaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga yang dilakukan oleh observer diperoleh persentase dengan rerata sebesar 85% kategori sangat baik, Respon siswa terhadap alat peraga kalor jenis yang dikembangkan sebesar 82,98% kategori sangat baik. Dengan demikian alat peraga kalor jenis berbasis arduino layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Pengembangan Modul Fisika dengan Konten Kecerdasan Emosional untuk Meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS) Peserta Didik Kelas X SMK Negeri Nusawungu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul fisika, mengetahui peningkatan HOTS, serta mengetahui respon peserta didik setelah menggunakan modul fisika dengan konten kecerdasan emosional. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjekpenelitian ini adalah peserta didik SMK Negeri Nusawungu kelas X sejumlah 39 peserta didik, yang terdiri atas 4 peserta didik untuk uji coba terbatas dan 35 peserta didik untuk uji lapangan. Hasil penelitian menunjukkan validasi modul pembelajaran fisika dengan konten kecerdasan emosional dari tiga validator yaitu dua dosen ahli dan guru fisika mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,43, termasuk dalam kategori cukup baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Uji reliabilitas diperoleh percentage agreement 98,74% sehingga data yang dihasilkan reliabel. Setelah menggunakan modul fisika dengan konten kecerdasan emosional, peningkatan HOTS tahap penerapan diperoleh N-gain 0,668 dan termasuk kategori peningkatan sedang. Respon peserta didik terhadap modul pembelajaran fisika dengan konten kecerdasan emosional pada uji coba terbatas diperoleh persentase 76,56% dengan kategori baik dan tahap penerapan diperoleh persentase 84,1% dengan kategori baik. Dengan demikian, modul pembelajaran fisika dengan konten kecerdasan emosional yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik SMK
Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Siswa Kelas X SMA Pancasila Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016
Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan keaktifan dan kreativitas dalam pembelajaran Fisika siswa kelas X MIA SMA Pancasila Purworejo. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X.1 SMA Pancasila Purworejo yang berjumlah 28 siswa. Materi yang diaplikasikan adalah Gelombang Elektromagnetik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, metode observasi, metode tes. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo, hal tersebut terlihat dari hasil tindakan pada pra siklus angket keaktifan belajar siswa mencapai 69,3% pada siklus I meningkat sebesar 71,1% dan pada siklus II meningkat mencapai 78,2%. Hasil observasi keaktifan belajar siswa pada pra siklus rerata persentase observasi keaktifan belajar siswa mencapai 38,93%%, pada siklus I mencapai rerata persentase sebesar 64,2%, pada siklus II meningkat mencapai 82,6%. Hasil observasi kreativitas siswa pra siklus mencapai 41,9%. Pada siklus I observasi kreativitas mencapai 61,3% dan pada siklus II mencapai 79,2% dan memenuhi kriteria keberhasilan sebesar 75%. Hasil tes kreativitas berpikir siswa pada siklus I mencapai rerata nilai sebesar 63,5 dan pada siklus II hasil rerata nilai siswa mengalami peningkatan mencapai 78,9
Pengaruh Model Pembelajaran Concept Attainment Berbasis Masalah Terhadap Pemahaman Konsep dan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh model pembelajaran concept attainment berbasis masalah dengan pemahaman konsep dan minat belajar siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Purworejo dengan subjek penelitian kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian yakni wawancara, observasi, dokumentasi, angket dengan skala Likert dan tes pemahaman konsep fisika. Uji prasarat analisis yang digunakan yaitu uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartkett. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran concept attainment berbasis masalah memberikan pengaruh terhadap pemahaman konsep dan minat belajar siswa , ditunjukkan dari hasil uji hipotesis dengan statistik uji t multivariat pada α=0,05 dengan nilai hitung Fobs = 7,2434 > Ftabel = 3,1. (2) model pembelajaran concept attainment berbasis masalah memberikan pengaruh terhadap pemahaman konsep fisika, dengan nilai tobs = 11,393 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan besar pengaruhnya 42,1% pada interval 40% - 59% dalam kategori sedang. (3) model pembelajaran concept attainment berbasis masalah memberikan pengaruh terhadap minat belajar siswa, dengan nilai tobs = 3,374 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan besar pengaruhnya 18,4% pada interval 0% - 19% dalam kategori sangat rendah
Pengembangan Alat Peraga Pengatur Arus Beban Berbasis Triac pada Materi Listrik Dinamis
Telah dilakukan penelitian pengembangan Alat Peraga Pengatur Arus Beban Berbasis Triac Pada Materi Listrik Dinamis.Jenis penelitian yang digunakan yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Kutoarjo. Validasi alat peraga pengatur arus beban dari 2 validator mendapatkan hasilReliabel. Respon guru fisika terhadap alat peraga dan buku panduan mendapatkan persentase 75%. Respon peserta didik terhadap alat peraga dan buku panduan mendapatkan persentase 86%. Dengan demikian alat peraga pengatur arus beban berbasis Triac layak digunakan dalam pembelajaran fisika SMA/MA Kelas
Pengembangan Alat Pengukur Energi Mekanik Pada Pokok Bahasan Usaha Dan Energi Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Untuk Meningkatkan Aspek Psikomotorik Siswa
Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan suatu produk alat pengukur energi mekanik, mengetahui kelayakan alat, mengetahui respon siswa, dan mengetahui peningkatan kemampuan psikomotorik siswa. Subyek penelitian ini adalah kelas X MIA 2 MAN purworejo dengan jumlah siswa 30 orang. Metode yang digunakan adalah pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi produk meliputi (1) validasi ahli media, (2) validasi ahli materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan penugasan. Berdasarkan uji alat yang dilakukan dihasilkan nilai energi mekanik pada jarak 0,53 meter sebesar (0,5304±0,0006) joule, pada jarak 0,66 meter sebesar (0,4238±0,0001) joule, dan pada jarak 0,72 meter sebesar (0,4365±0,0007) joule dengan tingkat kesalahan pada sensor jarak sebesar 0,051% dan pada sensor waktu 0,0,681%. Hal ni menunjukkan nilai keakuratan dan presisi yang baik. Kemudian diperoleh rerata skor dari ahli media sebesar 3,1 dan ahli materi sebesar 82,5% dengan kategori “baik” sehingga alat ini layak digunakan dalam pembelajaran. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari tiga orang observer sebesar 3,46 dengan kategori “ baik”, respon siswa terhadap produk yang dikembangkan mendapat skor rata-rata 3,36 dengan kategori “baik”, dan peningatan kemampuan psikomotorik siswa pada aspek imitas sebesar 12%, aspek manipulasi sebesar 6%, aspek presisi sebesar 6% dan aspek artikulasi sebesar 8 %. Dengan demikian alat pengukur energi mekanik berbasis mikrokontroler arduino uno layak digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dan mampu meningkatkan aspek psikomotorik siswa
Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Software Lectora Inspire untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana mengembangkan media pembelajaran menggunakan software Lectora Inspire, (2) tingkat kelayakan media pembelajaran pokok bahasan Usaha dan Energi menggunakan software Lectora Inspire, dan (3) peningkatan motivasi belajar fisika siswa kelas X MIA MAN Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model penelitian ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: (1) Analisis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation. Kelayakan media pembelajaran dengan memberikan angket kepada ahli media, ahli materi, guru, dan siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa yaitu menggunakan perhitungan Normalized Gain dengan rerata skor yang dilakukan dari pemberian angket sebelum menggunakan media dan angket sesudah menggunakan media pembelajaran berbantuan software Lectora Inspire. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa penilaian dari ahli materi pada materi media pembelajaran fisika pokok bahasan Usaha dan Energi menggunakan software Lectora Inspire memperoleh rerata skor 4,2 mendapatkan kategori baik dengan tingkat kelayakan 83 %. Hasil penilaian ahli media pada media pembelajaran fisika pokok bahasan Usaha dan Energi menggunakan software Lectora Inspire memperoleh rerata skor 3,8 mendapatkan kategori baik dengan tingkat kelayakan 76 %. Hasil respon siswa terhadap media pembelajaran fisika pokok bahasan Usaha dan Energi menggunakan software Lectora Inspire yaitu memperoleh rerata skor 4,4 mendapatkan kategori sangat baik dengan persentase 88 %. Pada peningkatan motivasi belajar fisika siswa yaitu memperoleh Normalized Gain sebesar 0,62 dengan kategori peningkatan motivasi pada tingkat sedang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa media pembelajaran menggunakan software Lectora Inspire layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran serta meningkatkan motivasi belajar fisika
Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Tingkat Inteligensi Siswa Terhadap Kemandirian Belajar Fisika Kelas X SMA Negeri 1 Binangun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan tingkat inteligensi siswa terhadap kemandirian belajar fisika kelas X SMA Negeri 1 Binangun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Binangun dengan subjek penelitian kelas X MIA 1 dan X MIA 2. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian yakni angket, observasi, dokumentasi, kuesioner terbuka, dan data sekunder. Untuk menkaji pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan tingkat inteligensi siswa terhadap kemandirian belajar fisika menggunakan teknik analisis two way anova dengan taraf signifikan 0,05 dengan bantuan program komputer SPSS for windows versi 17.0. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap kemandirian belajar fisika dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, (2) ada pengaruh tingkat inteligensi siswa terhadap kemandirian belajar fisika dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, (3) ada pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan tingkat inteligensi siswa terhadap kemandirian belajar fisika dengan nilai signifikansi sebesar 0,046
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Dasar Siswa Kelas X Tahun Pelajaran 2015/2016
Telah dilakukan penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations) desain pembelajaran berbasis discovery learning untuk meningkatkan keterampilan proses dasar siswa kelas X-4 SMA Negeri 11 Purworejo tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan tes.Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan, telah diperoleh desain pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP. Rerata skor silabus dari kedua validator sebesar 48 dengan kriteria baik sedangkan rerata skor RPP dari kedua validator sebesar 130,5 dengan kriteria baik, sehingga desain pembelajaran ini layak sebagai perangkat pembelajaran dengan sedikit revisi. Kelayakan desain pembelajaran terdiri dari keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari dua observer 96,37% dengan kriteria sangat baik. Respon siswa terhadap desain pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan skor rerata 35,32 dengan kriteria baik. Peningkatan pada keterampilan proses dasar siswa kelas X-4 diperoleh rerata persentase sebesar 72,62% dengan kriteria baik. Ketercapian hasil belajar siswa diperoleh rerata 86,54 untuk post-test sehingga sudah mencapai KKM (75). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berbasis discovery learning yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses dasar siswa ini layak digunakan sebgai perangkat pembelajaran pada tingkat SMA