Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
    498 research outputs found

    Pengembangan Panduan Praktikum Fisika Berbasis Research Based Learning untuk Mengoptimalkan Domain Kognitif dan Psikomotorik Siswa di SMA Negeri 5 Purworejo

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian dan pengembangan panduan praktikum fisika berbasis research based learning untuk mengoptimalkan domain kognitif dan psikomotorik siswa, serta untuk mengetahui kelayakan dan respon siswa.Subyekpadapenelitianiniadalahsiswakelas XI-MIPA2 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 23 siswa. Desain penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dari Brog and Gall. Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara,angket,dan dokumentasi. Hasil evaluasi diperoleh rerata skor panduan praktikum dari validasi ahli sebesar 50,5 dan dari guru fisika sebesar 47 yang berkategori baik. Hasil ujicoba penelitian menunjukkan keterlaksanaan praktikum dengan skor rerata 3,12 yang berkategori baik.Rerata pengoptimalan domain kognitif dan psikomotorik siswa sebesar 44,25 dengan kategori baik. Respon siswa terhadap panduan praktikum memperoleh skor 45,85 dengan kategori baik. Dengan demikian panduan praktikum ini layak digunakan dalam pembelajaran fisikauntuk mengoptimalkan domain kognitif dan psikomotorik siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapanmodel pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan generik sains siswa. Metodepenelitian yangdigunakanadalahmetodeeksperimensemudengandesainNonequvalent Control Group Design.Subjek penelitiandalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Purworejo tahun pelajaran 2015/ 2016 yang berjumlah 2kelas dengan kelas eksperimen berjumlah 30 siswa dan kelas kontrol berjumlah 27 siswa.Hasilanalisis datamenunjukkanbahwadengan menggunakan uji t dengan signifikan α = 0,05 pada keterampilan generik sainssehingga diperoleh 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran fisika berbasis inkuiriterbimbing memberi pengaruh terhadap keterampilan generik sains siswa kelas XI SMA Negeri 2 Purworejo tahunpelajaran 2015/201

    Efektivitas Model Pembelajaran Fisika Berbasis Guided Inquiry dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemandirian Belajar Siswa SMA

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas model pembelajaran fisika berbasis guided inquiry dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Purworejo tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan kelas kontrol yang berjumlah 27 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen oleh guru dan siswa pada pertemuan kedua adalah 98% dan 95% dengan kategori sangat baik, sedangkan pada pertemuan ketiga adalah 98% dan 97% dengan kategori sangat baik; (2) peningkatan pemahaman konsep siswa di kelas eksperimen cukup tinggi dengan skor N-gain pretest-posttest sebesar 48% yang termasuk kategori sedang dan nilai effect size sebesar 1,12 yang termasuk kategori besar; (3) peningkatan kemandirian belajar siswa di kelas eksperimen cukup tinggi dengan skor N-gain pada aspek semangat belajar, berani dan inisiatif, percaya diri, dan bertanggung jawab adalah sebesar 40%, 32%, 37%, dan 35% dengan nilai effect size sebesar 0,98 yang termasuk kategori besar; (4) respon minat siswa terhadap model pembelajaran fisika berbasis guided inquiry pada kategori sangat berminat sebesar 7%, pada kategori berminat sebesar 73%, pada kategori ragu-ragu sebesar 17%, pada kategori tidak berminat sebesar 3%, dan pada kategori sangat tidak berminat sebesar 0%

    Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) untuk Meningkatkan Kompetensi Fisika Siswa SMK Negeri 1 Purworejo Tahun Pelajaran 2016 / 2017

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kompetensi fisika siswa SMK Negeri 1 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan A (TGB-A) SMK Negeri 1 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode angket, observasi, dan tes. Dengan indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas untuk kompetensi fisika pada pokok bahasan termidinamika serta hasil belajar siswa sebesar ≥75%. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa kompetensi pada ranah kognitif siswa meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 81,25% pada siklus II. Pada ranah afektif meningkat dari 69,8%pada siklus I  menjadi 79% pada siklus II, dan pada ranah psikomotorik siswa meningkat dari 68,9% pada siklus I menjadi 87,45% pada siklus II. Hasil belajar fisika siswa dari prasiklus, siklus I, dan siklus II  mengalami peningkatan sebesar 18,75%. Pada pra siklus persentase ketuntasan belajar siswa 43,75%, meningkat menjadi 62,5% pada siklus I, dan menjadi 81,25% pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis dapat meningkatkan kompetensi fisika pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta hasil belajar kelas X.TGB-A SMK Negeri 1 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017

    Pengembangan LKS Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Fenomena Alam Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian pengembangan LKS fisika berbasis fenomena alam guna meningkatkan pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan LKS berbasis fenomena alam dengan pendekatan saintifik guna mengkaji sebagai berikut (1) kelayakan lembar kerja siswa fisika berbasis fenomena alam, (2) Respon siswa mengenai penggunaan lembar kerja siswa fisika berbasis fenomena alam dan (3) Peningkatan pemahaman konsep siswa melalui lembar kerja siswa fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan, dengan desain pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi produk pengembangan mencakup (1) uji ahli materi, (2) uji guru fisika, (3) uji coba terbatas dan (4) Ujicoba luas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan tes. Berdasarkan penelitian diperoleh data hasil rerata skor sebagai berikut (1) validasi lembar kerja siswa fisika berbasis fenomena alam mendapat jumlah skor rerata keseluruhan aspek 33,5, sehingga reratanya 3,05 dan termasuk kategori baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran, (2) respon siswa terhadap lembar kerja siswa fisika berbasis fenomena alam yang dikembangkan adalah baik dengan jumlah skor aktual 425,67%, sehingga diperoleh rerata 3,40 dan (3) Lembar kerja siswa siswa berbasis fenomena alam dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Rerata analisis peningkatan pemahaman konsep diperoleh dari hasil perhitungan n-gain yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan perbedaan hasil belajar pada kelas uji coba terbatas yaitu sebesar 0,17 dengan rata-rata pemahaman konsep siswanya rendah dan pada saat uji coba luas yaitu memperoleh sebesar 0,44 dengan rata-rata pemahaman konsep siswanya sedang atau jika di rerata persentasekan peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas uji coba terbatas sebesar 7,00% dan pada saat di uji coba luas memperoleh peningkatan pemahaman konsep siswa sebesar 14,68%

    Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memprediksi, Mengukur, dan Mengkomunikasikan Pada Peserta Didik Kelas X SMA N 11 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian pengembangan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning guna mengetahui: (1) Kelayakan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning untuk meningkatkan kemampuan memprediksi, mengukur, dan mengkomunikasikan, (2) Respon peserta didik terhadap penggunaan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning, (3) Ketercapaian peningkatan melalui lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning, (4) Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning pada materi Suhu dan Kalor pada peserta didik. Jenis penelitian yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Purworejo dan dilaksanakan di SMA Negeri 11 Purworejo dengan subjek penelitian pada tahap simulasi dan uji coba terbatas berjumlah 5 peserta didik dan pada tahap uji coba laus berjumlah 31 peserta didik. Hasil analisis data yaitu: (1) Hasil validasi lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning dari empat validator yaitu dua dosen ahli dan dua guru fisika diperoleh rerata 4,38 termasuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran, dengan uji reliabilitas diperoleh percentage sgreement 94,97%. (2) Respon peserta didik terhadap lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning diperoleh rerata 4,26 dengan kategori sangat baik. (3) persentase keterampilan proses dasar sebesar 72,69% sehingga diperoleh nilai gain 0,54 dan termasuk kategori peningkatan sedang. (4) Keterlaksanaan pembelajaran pada kesuluruhan aspek oleh observer I dan observer II yaitu sangat baik dengan rerata 4,46 dengan reliabilitas yang didapatkan dari keseluruhan pertemuan adalah 94,44%

    Efektivitas Model Pembelajaran Anchored Instruction (AI) Terhadap Penguasaan Konsep Fisika dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas Model Pembelajaran Anchored Instruction (AI)terhadap penguasaan konsep fisika dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo tahunpelajaran 2015/2016, dan mengetahui apakah ada perbedaan penguasaan konsep fisika dan hasil belajar denganmodel pembelajaran Anchored Instructioan (AI) siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran2015/2016 dengan model. Populasi penelitian semua siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo. Sampelpenelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X-3 dengan jumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas X-4dengan jumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen, teknik pengambilan data dilakukan dengan cara cluster randomsampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, metode dokumentasi, dan metode wawancara.Berdasarkan penelitian rata-rata hasil tes penguasaan konsep fisika sebesar 76,77. Rerata total keterlaksanaanpembelajaran pada tiga pertemuan yaitu 2,87 dinyatakan “cukup baik” dan rerata Percentage Agreement padaempat pertemuan 93,91% dinyatakan “sangat reliabel”. Efektivitas model pembelajaran Anchored Instructionmenggunakan uji t dengan db = 60 pada α 0,05 yaitu sebesar 2,00, setelah tes penguasaan konsep diperolehthitung=4,01 jatuh pada penolakan H0. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran Anchored Instrctiondapat dikatakan efektif meningkatkan penguasaaan konsep fisika dan hasil belajar siswa

    Pengembangan Modul Kemagnetan Berbasis Guided Inquiry Untukmeningkatkan Kemampuan Representasi Mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2015/2016

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk : (1) Mengetahui kelayakan modulkemagnetan berbasis guided inquiry terhadap kemampuan representasi mahasiswa. (2) Mengetahui peningkatankemampuan representasi mahasiswa pada pengembangan modul kemagnetan berbasis guided inquiry.Metode yangdigunakan adalah metode pengembangan dengan desain pengembangan 4D (Define, Design, Development,Disseminate). Sebagai subjek penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah mahasiswa semester 2Progam Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo tahun akademik 2015/2016 yangberjumlah 25 mahasiswa.Hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) Validasi dari dua validator diperoleh reratatotal untuk validasi modul sebesar 2,74. Berdasarkan rata-rata tersebut dapat diketahui bahwa katergori yangdidapat adalah baik sehingga modul tersebut layak digunakan. (2) Rerata skor respon peserta didik terhadapmodul kemagnetan berbasis guided inquiry sebesar 2,94 dengan kategori baik. (3) Keterlaksanaan pembelajarandengan modul kemagnetan berbasis guided inquiry dengan tiga kali pertemuan mendapat skor rerata sebesar 3,53dengan kategori “sangat baik” (5) Kemampuan representasi mahasiswa setelah menggunakan modul kemagnetanberbasis guided inquiry dapat dikatakan meningkat dengan peningkatan nilai pre-test dan pos-test dari nilai pretest 53,9 menjadi nilai post-tes 83,9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul kemagnetan berbasisguided inquiry layak digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan representasimahasiswa

    Efektivitas Metode Pembelajaran Eksperimen Berbasis Lingkungan Terhadap Kemampuan Psikomotorik Siswa Kelas X Pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor di SMA Negeri 1 Klirong Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian efektivitas metode pembelajaran eksperimen berbasis lingkunganterhadap kemampuan keterampilan proses siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiefektivitas metode pembelajaran eksperimen berbasis lingkungan terhadap kemampuan keterampilanproses siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Klirong dengan subjek penelitian berjumlah240 siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain ekseperimen semu (Quasi Eksperimental)yaitu bentuk nonequivalent kontrol group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalahberbentuk angket,observasi dan tes. Berdasarkan penelitian menggunakan angket diperoleh hasil analisissebesar tobs = 5,1173 dan ttabel = 1,6710 untuk tobs = 5,1173 > ttabel = 1,6710 maka H1 diterima artinyametode pembelajaran elsperimen berbasis lingkungan termasuk dalam kategori efekif. Hasil analisis datamenggunakan tes diperoleh data sebesar tobs = 2.3348 dan ttabel = 1.6710 untuk tobs = 2,334 > ttabel =1,6710 maka H1 diterima artinya metode pembelajaran eksperimen termasuk dalam kategori efektif.Berdasarkan kedua data menunjukan bahwa metode pembelajaran eksperimen berbasis lingkungan lebihefektif terhadap kemampuan keterampilan proses siswa dari pada pembelajaran secara konvensional

    Pengembangan Alat Peraga Solar Tracker Dua Sumbu untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Pada Materi Listrik Dinamis

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian  untuk: 1) Mengembangkan alat peraga Solar Tracker dua sumbu, 2) Mengetahui peningkatan kreativitas peserta didik pada materi listrik dinamis. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas X SMA Negeri 11 Purworejo yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert yang masing-masing sudah diujicobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan realibilitas. Analisis data menggunakan persentase dan percentage agreement, hasil yang diperoleh berupa data kuantitatif. Berdasarkan hasil pengembangan alat peraga Solar Tracker dua sumbu yang dilakukan dengan menggunakan pengukuran berulang didapatkan hasil energi dan daya listrik oleh sel surya tanpa Solar Tracker yaitu W= (0,118185 ± 2 × 10-5) joule dan P= (0,023637 ± 4,03 × 10-4) watt sedangkan sel surya yang menggunakan Solar Tracker yaitu W= (0,640503333 ± 1,79 × 10-2) joule dan P= (0,128100667 ± 1,98 × 10-4) watt. Untuk analisis data validasi oleh dosen ahli dan guru fisika dengan rerata skor dari dosen ahli  I sebesar 2,68, dosen ahli II sebesar 3,07 dan guru fisika 3,07 dengan kategori baik sehingga alat peraga ini layak digunakan sebagai alat pembelajaran dengan sedikit revisi uji realibilitas diperoleh percentage agreement oleh dosen ahli I sebesar 92,25%, dosen ahli II sebesar 96% dan guru fisika 96% sehingga data yang dihasilkan “reliabel”. Peningkatan kreativitas pada tahap penerapan diperoleh N-Gain sebesar 0,69 dengan kategori peningkatan “sedang”. Respon peserta didik pada tahap penerapan oleh alat peraga Solar Tracker dua sumbu secara keseluruhan diperoleh persentase 87,61% dengan kategori “baik”. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata 75,69 untuk post test sehingga secara klasikal sudah mencapai KKM sebesar 75. Dengan demikian alat peraga Solar Tracker dua sumbu untuk meningkatkan kreativitas peserta didik pada materi listrik dinamis dapat digunakan sebagai alat pembelajaran

    485

    full texts

    498

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇