Jurnal Daring Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Ahmad Yani
Not a member yet
1495 research outputs found
Sort by
UPAYA DIPLOMASI INDONESIA DALAM MENINGKATKAN EKSPOR KOPI KE AMERIKA SERIKAT PERIODE 2019-2022
This research explains how efforts have been made by Indonesia to increase its exports to the United States in the 2019-2022 period, where in 2018 Indonesian coffee exports to the United States experienced a significant decline. This is a research topic which is certainly interesting to discuss. and find out more about what efforts Indonesia has made to achieve its goals, including the role of farmers, business people or MSMEs, which are also one of the actors in the coffee industry. In reviewing this research the author uses diplomacy as a basis that is strong enough to stand on and is a concept that is quite relevant in this research as well as Nation Branding Indonesia in international eyes
STRATEGI EKONOMI ARAB SAUDI DALAM MEWUJUDKAN REWARDING OPPORTUNITIES PADA SAUDI VISION 2030
Saudi Arabia, a major player in the Middle East, holds the world’s second-largest oil reserves, making it a dominant economic force in the region. As of 2016, oil exports accounted for nearly 75% of Saudi Arabia's total export value. Despite its global demand, oil price volatility poses a significant risk to economic stability. To address this, Saudi Arabia launched the Saudi Vision 2030 initiative under Crown Prince Mohammad bin Salman. This strategic plan focuses on economic diversification to reduce dependency on oil. The Vision is structured around three main pillars: A Vibrant Society, A Thriving Economy, and An Ambitious Nation. This study examines the "A Thriving Economy" pillar, which targets economic development through Rewarding Opportunities, Investing for the Long-Term, Open for Business, and Leveraging Its Unique Position. Key goals include enhancing education, supporting SMEs, and improving gender equality in the workforce. The Vision aims to create a robust, diversified economy by reducing unemployment, increasing SME contributions to GDP, and boosting female labor participation. Saudi Vision 2030 seeks to transform Saudi Arabia into a global trade hub, fostering economic growth and prosperity beyond oil dependency
KEPENTINGAN MALADEWA MENERIMA PRESIDEN GOTABAYA RAJAPAKSA DI TENGAH KRISIS EKONOMI SRI LANKA
Hubungan antara Maladewa dan Sri Lanka memiliki akar yang dalam dan beragam, mulai dari aspek sejarah, budaya, ekonomi, hingga politik. Maladewa, yang dikenal sebagai tujuan wisata mewah di Samudra Hindia, telah lama menjalin hubungan erat dengan negara tetangganya, yaitu Sri Lanka. Faktor utama penyebab krisis ekonomi Sri Lanka akibat tidak mampu membayar utang luar negeri. Pada April lalu, pemerintah Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri sebesar US$15 miliar atau sekitar Rp764 triliun. Banyak harga barang mengalami kenaikan, terutama barang impor, dan bahan bakar minyak (BBM) kian hari, kian langka. gejolak di masyarakat tak bisa dibendung. demonstrasi besar-besaran tampak di berbagai wilayah Sri Lanka. Penerimaan Maladewa terhadap Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pada Juli 2022 menjadi sorotan utama dalam konteks geopolitik regional. Rajapaksa melarikan diri ke Maladewa di tengah krisis politik dan ekonomi yang melanda Sri Lanka, yang ditandai dengan protes besar-besaran akibat kelangkaan bahan bakar, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Keputusan Maladewa untuk menerima Rajapaksa bisa dilihat dari beberapa perspektif strategis. pemerintah Maladewa memilih untuk berpegang pada prinsip kemanusiaan dan diplomasi dengan memberikan perlindungan
ANALISIS DAMPAK IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN BANDARA KERTAJATI TERHADAP KECAMATAN JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT
Implementasi kebijakan pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka berpengaruh baik secara sosial, ekonomi, serta karakteristik pertanian yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan mengingat luasnya Kawasan bandara Kertajati tersebut. Dari sekian banyak Kawasan yang terdampak pembangunan Bandara Kertajati, Kecamatan Jatitujuh menjadi lokus penelitian mengingat wilayah ini sangat dekat dengan Kawasan bandara, sehingga banyak dampak yang ditimbulkan misalnya kebisingan akibat aktivitas penerbangan, beberapa desa di Kawasan bandara yang berstatus sebagai zona hijau Kawasan pertanian, serta potensi terjadinya perubahan social akibat perkembangan Kawasan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Dampak Sosial, Ekonomi Dan Politis Dalam pembangunan BIJB Kertajati dari sisi konten kebijakan masih membutuhkan beberapa perbaikan dan masukan, terutama sebagai akibat dari pelaksanaannya yang bertahap dan tidak sekaligus atau tidak sesuai dengan yang direncanakan akibat dari komitmen yang rendah dari semua pihak, serta belum terperhatikannya persepsi dan ekpektasi yang terjadi di masyarakat setempat. Sedangkan dari sisi konteks pelaksanaan, dipengaruhi juga oleh sejauhmana strategi yang dilaksanakan serta sinergitas lembaga dan program yang masih rendah dalam menyikapi permasalahan pembebasan lahan yang semakin kompleks.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik studi dokumentatif. Adapun metode penelitian kualitatif yang dimaksud yaitu Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah terkait Dampak Implementasi Kebijakan Pembangunan Bandara Kertajadi di Kabupaten Majalengka, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi
EFEKTIVITAS E-GOVERNMENT PADA PELAYANAN IZIN TRAYEK ANGKUTAN ANTAR KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) ONLINE DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) PROVINSI JAWA BARAT
Pencapaian tujuan merupakan suatu proses dari suatu proses prizinan dan hasilpun dapat berupa produk, jasa maupun informasi. Produk yang memiliki wujud dapat bersifat fisik yaitu berupa surat izin, dan produk yang tidak berwujud dapat berupa jasa. Hasil dari pelayanan izin trayek AKDP online di DPMPTSP Provinsi Jawa Barat berupa produk dan jasa yang diberikan oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Barat kepada masyarakat.
Penelitian dalam tesis ini berjudul “Efektivitas E-Government Pada Pelayanan Izin Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat” diangkat karena masih ditemukannya indikasi-indikasi belum efektivnya pelaksanaan e-government pada pelayanan izin trayek angkutan antar kota dalam provinsi secara online pada DPMPTSP Provinsi Jawa Barat.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori mengenai efektivitas yang dikemukakan oleh Duncan (Nani, Rowa, dan Martini, 2021) dengan indikator yang meliputi pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data diantaranya wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan utama ialah Aparatur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat, Pengurus Koperasi Jasa Transportasi Pengusaha Pengemudi Angkutan Darat (KPPAD), dan Pemohon dari Perusahaan Transportasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses DPMPTSP Provinsi Jawa Barat memberikan kepuasan kepada masyarakat melalui produk yang dihasilkan dari Pelayanan Izin Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi Online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat berjalan cukup efektif hal ini ditandai dengan tanggapan beberapa masyarakat bahwa merasa puas dengan hasil yang telah diterimanya. Upaya integrasi dari Pelayanan Izin Trayek AKDP Online di DPMPTSP Provinsi Jawa Barat dapat dikatakan cukup efektif, dilihat dari pengembangan aparatur dan penggunaan aplikasi Simpatik dilakukan dengan baik dan penuh tanggungjawab sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, walaupun ada yang perlu diperbaiki seperti seperti proses sosialisasi yang dirasa kurang efektif apabila dilakukan melalui brosur saja.
DPMPTSP telah menyediakan fasilitas untuk mempermudah dalam proses pelayanan perizinan salah satunya izin trayek AKDP secara online sehingga pemohon dapat dengan mudah daftar melalui fasilitas online dan melihat syarat perizinan yang akan dilakukan tanpa harus pergi ke Dinas, walaupun fasilitas fisik dari dari Pelayanan Izin Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi Online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat dapat dikatakan belum berjalan dengan efektif dikarenakan sarana dan prasarana yang belum maksimal seperti jumlah komputer dan internet penunjang dan tenaga ahli IT masih belum maksimal
PENGARUH PENGAWASAN INSPEKTORAT DAERAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Keberadaan Dana Desa menjadikan sumber pemasukan di setiap desa akan meningkat Meningkatnya pendapatan desa yang diberikan oleh pemerintah untuk meningkatkan sarana pelayanan masyarakat berupa pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan kelembagaan desa dan kegiatan lainya yang dibutuhkan masyarakat desa yang diputuskan melalui Musrenbang Desa. Tetapi dengan adanya Dana Desa juga memunculkan permasalahan baru, yaitu tak sedikit masyarakat yang mengkhawatirkan tentang pengelolaan Dana Desa. Hal ini berkaitan dengan kondisi perangkat desa yang dianggap masih rendah kualitas SDMnya, dan belum kritisnya masyarakat atas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa) sehingga bentuk pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat tidak dapat maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengawasan Inspektorat Daerah terhadap efektivitas pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan eksplanatory research dan tipe penelitian metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan melalui kuesioner dengan teknik pengolahan dan analisis data deskriptif dan regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Inspektorat Kabupaten Bandung Barat dan Perangkat Desa yang tersebar di 165 desa di Kabupaten Bandung Barat. Teknik sampling yang digunakan dengan pertimbangan memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang yang masuk dalam kriteria untuk terpilih menjadi responden penelitian. Penentuan ukuran sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel 91 orang.
Hasil pengujian hipotesis membuktikan terdapat pengaruh pengawasan Inspektorat Daerah terhadap efektivitas pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bandung Barat. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung 28.783 > t tabel 1.66216 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa pengawasan Inspektorat Daerah berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bandung Barat. Besarnya pengaruh pengawasan Inspektorat Daerah terhadap efektivitas pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bandung Barat sebesar 81.54% sedangkan sisanya sebesar 18.46% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti
SINERGI KPU DAN MABES AD DALAM MENJAGA KEAMANAN PEMILU 2024 DI JAKARTA
Sinergi merupakan aspek penting dalam proses kerjasama antar pemerintah pada setiap tataran. Pada aspek pemilu, pelaksana pemilu tidak hanya KPU saja, namun ada juga badan dan Lembaga lain yang terlibat, salah satunya TNI melalui OMSPnya. KPU dan TNI dalam hal ini Mabes AD diatur dalam Pada UU No 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang mengamanatkan bahwa prajurit TNI dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan KPU. Hal ini juga selaras dengn arah kebijakan dan langkah strategis TNI dalam rangka mengamankan Pemilu dan pileg tahun 2024, dimana TNI akan berperan aktif mengamankan seluruh tahapan Pemilu dan pileg tahun 2024. Hal ini lah yang menjadi input dalam penelitian ini.
Pendekatan penelitian yang dilakukan merupakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2022), metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Pendekatan dalam penelitian ini diambil karena peneliti ingin mendeskripsikan dan mendapatkan gambaran terkait Sinergi KPU dan Mabes AD dalam Menjaga Keamanan Pemilu 2024 di Jakarta dengan mewawancarai langsung narasumber yang terkait dalam penelitian ini tentang pencatatan transaksi keuangan dan juga mengumpulkan data-data serta informasi yang di perlukan.
Sejatinya kerjasama antara KPU dan TNI melalui Mabes AD memiliki peranan yang sangat signifikan dalam proses sinergi. Aspek sinergi sendiri menurut Najianti (2007:22) terdiri dari dua aspek, yaitu komunikasi dan koordinasi. Lebih lanjut, komunikasi dan koordinasi yang erat antara KPU dan TNI menjadi kunci kelancaran dan keamanan penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Hal ini diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk UU No. 7
Tahun 2021 tentang Pemilu, Peraturan KPU No. 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pemilu, dan Peraturan Panglima TNI No. 3 Tahun 2022 tentang Bantuan TNI Kepada KPU dalam Penyelenggaraan Pemilu. Kemudian, sinergi antara KPU dan Mabes AD dalam menjaga keamanan Pemilu 2024 di Jakarta menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas demokrasi. Dengan memadukan kekuatan di bidang pengamanan dan koordinasi, kedua institusi ini mampu menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pemilu yang bebas dari ancaman. Langkah- langkah yang diambil dalam kerjasama ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan fisik, tetapi juga untuk memastikan bahwa proses demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi, yang menjadi dasar bagi legitimasi hasil pemilu.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa proses komunikasi dan koordinasi antara KPU dan Mabes AD memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pengamanan pemilu di Jakarta. Dalam prosesnya, koordinasi dan komunikasi dijalankan dalam dua tahapan, formal dan informal. Masing-masing proses bertujuan untuk memastikan pemilu 2024 berlangsung dengan aman dan terkendali dan dapat meminimalisir pergesekan ditengah masyarakat. Selain itu, Mabes Ad memiliki beberapa tugas khusus dalam pelaksanaan pemilu, berupa pengamanan lokasi pemungutan suara, pengaturan dan pengawasan akses, dukungan logistik, respon terhadap krisis dan situasi darurat, koordinasi dengan pihak keamanan lainnya
PERAN DAN STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA DALAM MENJAGA REGIONAL RESILIENCE DI TENGAH KOMPLEKSITAS KAWASAN ASIA TENGGARA TAHUN 2019 - 2023
Southeast Asia is one of the regions in the world that has great geostrategic potential, which is proven by its very strategic geographical location, the availability of abundant natural resources, and encouragement from demographic factors. However, in the end Southeast Asia became a region that was attracted by many world powers, causing this region to experience considerable security complexity. In the end, Southeast Asian countries need an action or strategy to maintain the security, prosperity and stability of their region. This research uses a qualitative-descriptive approach as its research method, apart from that, this research uses library study techniques to collect relevant data. The results of this research show that Indonesia has a big role as a natural leader in ASEAN for Southeast Asian countries, where Indonesia has a lot of involvement in various problems such as overcoming border disputes, drug issues, humanitarian issues, and other problems within ASEAN internally and in relation to other countries to maintain regional resilience in Southeast Asia
KERJASAMA INDONESIA DAN KOREA SELATAN DALAM BIDANG TRANSFER TEKNOLOGI PERTAHANAN KEAMANAN
Cooperation between Indonesia and South Korea in the field of defense and security technology transfer is one of the strategic efforts taken by the two countries to strengthen their respective defense capacities. In recent years, the two countries have carried out various initiatives involving technology transfer in the defense and security sector, in the form of industrial cooperation, research and training. This collaboration focuses on developing and modernizing military equipment, increasing personnel capabilities, and utilizing advanced technology in the fields of intelligence and communications. Indonesia, which is trying to increase independence in the defense industry, sees South Korea as a strategic partner that has the latest defense technology and experience in developing modern defense systems. On the other hand, South Korea also benefits from Indonesia's large and stable market as an important region in Southeast Asia. This article aims to analyze the dynamics of this collaboration, assess its impact on strengthening Indonesia's defense sector, and explore the challenges and opportunities that exist in the transfer of defense technology between the two countries. By utilizing policy analysis and case studies, it is hoped that this research can provide a deeper understanding of the potential and challenges in international cooperation in the field of defense and security
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH POKDARWIS KENCANA PADA DESA WISATA ADAT OSING KEMIREN BANYUWANGI
Pokdarwis is an institution that is a form of realization of the Minister of Culture and Tourism Regulation No. PM.04/UM.001/MKP/08 concerning tourism awareness. Pokdarwis is an institution whose existence exists at the community level and whose members are tourism actors who have a sense of care and responsibility and have a role as a driving force in encouraging the emergence of a conducive climate for tourism growth and development and can realize Sapta Pesona. The purpose of this research is to find out, analyze, and describe the development of tourism destinations by Pokdarwis Kencana in the Osing Kemiren Banyuwangi Traditional Tourism Village. The research method used is qualitative research type of case study with data collection techniques obtained through interviews with related parties, data observation, and documentation. This study uses the theory of tourism destination development from Sedarmayanti (2018) which includes 5 (five) elements of tourism destination development, the five elements are Tourist Attractions, Attractions, Public Facilities and Tourist Facilities, Accessibility, and Brand Images. The results obtained in this study are the development carried out by Pokdarwis Kencana at the Kemiren Osing Traditional Tourism Village in accordance with the elements of tourism destination development by Sedarmayanti (2018), namely 1) Tourist Attractions. 2) Attractions 3) Tourist Facilities and Public Facilities 4) Accessibility 5) Brand Images. However, there are several elements that are still not optimal, namely the accessibility element, which is known at several points of tourist sites with steep and worrying road access if tourists pass during the rainy season, the absence of public transportation, and the element of tourist facilities, namely toilets that are still lacking in number and the absence of souvenir shops or souvenirsPokdarwis adalah lembaga yang merupakan bentuk realisasi dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.04/UM.001/MKP/08 Tentang sadar wisata. Pokdarwis merupakan kelembagaan yang keberadaannya ada pada tingkat masyarakat dan anggotanya merupakan pelaku kepariwisataan yang memiliki rasa peduli serta tanggung jawab dan memiliki peran sebagai pengerak dalam mendorong munculnya iklim kondusif pada tumbuh kembang kepariwisataan serta dapat mewujudkan Sapta Pesona. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan tentang pengembangan destinasi pariwisata oleh Pokdarwis Kencana pada Desa Wisata Adat Osing Kemiren Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait, observasi data, dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan teori pengembangan destinasi pariwisata dari Sedarmayanti (2018) yang didalamnya meliputi 5 (lima) elemen pengembangan destinasi pariwisata, kelima elemen tersebut yaitu Daya Tarik Wisata, Atraksi, Fasilitas Umum Dan Fasilitas Wisata, Aksesibilitas, dan Brand Images. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah pengembangan yang dilakukan oleh Pokdarwis Kencana pada Desa Wisata Adat Osing Kemiren telah sesuai dengan elemen pengembangan destinasi pariwisata oleh Sedarmayanti (2018) yaitu 1) Daya Tarik Wisata. 2) Atraksi 3) Fasilitas Wisata dan Fasilitas Umum 4) Aksesibilitas 5) Brand Images. Akan tetapi, terdapat beberapa elemen yang masih belum maksimal yaitu pada elemen aksesibilitas yang diketahui di beberapa titik lokasi wisata dengan akses jalan yang terjal dan mengkhawatirkan jika dilalui wisatawan pada musim hujan, belum adanya transportasi umum, dan elemen fasilitas wisata yaitu toilet yang masih kurang jumlahnya dan belum adanya toko oleh-oleh atau cinderamata