Jurnal Daring Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Ahmad Yani
Not a member yet
1495 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH POKDARWIS KENCANA PADA DESA WISATA ADAT OSING KEMIREN BANYUWANGI
Pokdarwis is an institution that is a form of realization of the Minister of Culture and Tourism Regulation No. PM.04/UM.001/MKP/08 concerning tourism awareness. Pokdarwis is an institution whose existence exists at the community level and whose members are tourism actors who have a sense of care and responsibility and have a role as a driving force in encouraging the emergence of a conducive climate for tourism growth and development and can realize Sapta Pesona. The purpose of this research is to find out, analyze, and describe the development of tourism destinations by Pokdarwis Kencana in the Osing Kemiren Banyuwangi Traditional Tourism Village. The research method used is qualitative research type of case study with data collection techniques obtained through interviews with related parties, data observation, and documentation. This study uses the theory of tourism destination development from Sedarmayanti (2018) which includes 5 (five) elements of tourism destination development, the five elements are Tourist Attractions, Attractions, Public Facilities and Tourist Facilities, Accessibility, and Brand Images. The results obtained in this study are the development carried out by Pokdarwis Kencana at the Kemiren Osing Traditional Tourism Village in accordance with the elements of tourism destination development by Sedarmayanti (2018), namely 1) Tourist Attractions. 2) Attractions 3) Tourist Facilities and Public Facilities 4) Accessibility 5) Brand Images. However, there are several elements that are still not optimal, namely the accessibility element, which is known at several points of tourist sites with steep and worrying road access if tourists pass during the rainy season, the absence of public transportation, and the element of tourist facilities, namely toilets that are still lacking in number and the absence of souvenir shops or souvenirsPokdarwis adalah lembaga yang merupakan bentuk realisasi dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.04/UM.001/MKP/08 Tentang sadar wisata. Pokdarwis merupakan kelembagaan yang keberadaannya ada pada tingkat masyarakat dan anggotanya merupakan pelaku kepariwisataan yang memiliki rasa peduli serta tanggung jawab dan memiliki peran sebagai pengerak dalam mendorong munculnya iklim kondusif pada tumbuh kembang kepariwisataan serta dapat mewujudkan Sapta Pesona. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan tentang pengembangan destinasi pariwisata oleh Pokdarwis Kencana pada Desa Wisata Adat Osing Kemiren Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait, observasi data, dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan teori pengembangan destinasi pariwisata dari Sedarmayanti (2018) yang didalamnya meliputi 5 (lima) elemen pengembangan destinasi pariwisata, kelima elemen tersebut yaitu Daya Tarik Wisata, Atraksi, Fasilitas Umum Dan Fasilitas Wisata, Aksesibilitas, dan Brand Images. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah pengembangan yang dilakukan oleh Pokdarwis Kencana pada Desa Wisata Adat Osing Kemiren telah sesuai dengan elemen pengembangan destinasi pariwisata oleh Sedarmayanti (2018) yaitu 1) Daya Tarik Wisata. 2) Atraksi 3) Fasilitas Wisata dan Fasilitas Umum 4) Aksesibilitas 5) Brand Images. Akan tetapi, terdapat beberapa elemen yang masih belum maksimal yaitu pada elemen aksesibilitas yang diketahui di beberapa titik lokasi wisata dengan akses jalan yang terjal dan mengkhawatirkan jika dilalui wisatawan pada musim hujan, belum adanya transportasi umum, dan elemen fasilitas wisata yaitu toilet yang masih kurang jumlahnya dan belum adanya toko oleh-oleh atau cinderamata
PERAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMEDANG DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN PENDIDIKAN YANG BERMUTU DI KABUPATEN SUMEDANG
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang memiliki peran strategis dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang bermutu melalui berbagai aspek, termasuk responsivitas, kolaborasi, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pengelolaan sarana dan prasarana. Dalam aspek responsivitas, Dinas Pendidikan menunjukkan kemampuan dalam menanggapi permasalahan pendidikan secara cepat, meskipun masih terdapat tantangan dalam koordinasi dan keterbatasan anggaran. Pada aspek kolaborasi, pendekatan berbasis pentahelix diterapkan dengan melibatkan akademisi, sektor bisnis, masyarakat, pemerintah, dan media untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Untuk memastikan kualitas tenaga pendidik, Dinas Pendidikan menerapkan program pelatihan, sertifikasi, serta pengukuran kinerja berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU), meskipun distribusi guru masih belum merata. Sementara itu, dalam pengelolaan sarana dan prasarana, Dinas Pendidikan berupaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, namun masih menghadapi kendala keterbatasan dana sehingga pemerataan dilakukan secara bertahap. Secara keseluruhan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, dengan berbagai kebijakan dan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan yang ada di daerah
PENGARUH PERAN KEPALA DESA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN BUMDES DI DESA PANGAUBAN KECAMATAN BATUJAJAR KABUPATEN BANDUNG BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Kepala Desa terhadap efektivitas pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari fenomena stagnasi dan ketidakefektifan pengelolaan BUMDes Baitul Falah yang menunjukkan rendahnya keberlanjutan unit usaha dan minimnya kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada 75 responden yang terdiri dari perangkat desa, pengurus BUMDes, BPD, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kepala Desa berada pada kategori “baik”, dan efektivitas pengembangan BUMDes berada pada kategori “cukup”. Uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa peran Kepala Desa berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pengembangan BUMDes dengan kontribusi sebesar 30,9%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin aktif dan strategis peran Kepala Desa, maka semakin tinggi pula efektivitas pengembangan BUMDes. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan kepala desa dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes secara berkelanjutan
PENGARUH KEPEMIMPINAN CAMAT TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kepemimpinan camat terhadap efektivitas pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Latar belakang penelitian ini adalah masih belum optimalnya pelaksanaan program pemberdayaan UMKM di tingkat kecamatan, yang ditandai dengan rendahnya pemanfaatan fasilitas, terbatasnya promosi, serta minimnya pelatihan keterampilan bagi pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 5.753 pelaku UMKM, dan sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan, seperti angket dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan camat tergolong cukup baik dengan nilai rata-rata 1,95, dan efektivitas pemberdayaan UMKM juga berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 1,98. Analisis statistik menghasilkan koefisien determinasi sebesar 94,09%, yang berarti terdapat pengaruh yang sangat kuat antara kepemimpinan camat dan efektivitas pemberdayaan UMKM. Temuan ini memperkuat pentingnya peran kepemimpinan lokal dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN STATUS DESA MENUJU DESA MANDIRI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Petatal dalam meningkatkan status desa menuju desa mandiri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi terhadap berbagai dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (LPKK), serta perwakilan masyarakat yang terlibat aktif dalam proses pembangunan desa. Analisis strategi pembangunan Desa Petatal menggunakan pendekatan Geoff Mulgan yang mencakup lima dimensi, yaitu: tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. Pendekatan ini memberikan kerangka sistematis untuk memahami bagaimana strategi dijalankan secara partisipatif, terarah, dan berkelanjutan dalam konteks pemerintahan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Petatal berhasil meningkatkan status desanya dari desa berkembang menjadi desa mandiri. Strategi yang digunakan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan, penguatan ekonomi lokal dengan mendukung UMKM, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan, tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Namun, masih ditemukan tantangan seperti kurangnya fasilitas pendidikan, kurangnya infrastruktur kesehatan dan kurangnya aktifnya prasarana ekonomi. Namun keberhasilan strategi bergantung pada kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan dukungan eksternal
PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DI KAMPUNG CIKONDANG DESA LAMAJANG KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini berjudul “Peranan Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Adat di Kampung Cikondang Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung”. Fenomena masalah penelitian yaitu banyak masyarakat keluarga kurang sejahtera, pengelolaan wisata kebudayaan belum berkembang, kurangnya keterbukaan pembuatan kebijakan, kurangnya anggaran dan fasilitas pendukung, serta jarangnya pelatihan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana peranan Pemerintah Desa dalam pemberdayaan masyarakat adat di Kampung Cikondang Desa Lamajang, faktor penghambat dan upaya yang telah dilakukan. Pada penelitian ini menggunakan teori peranan dari Okke Rosmaladewi dalam Saufiah R, Arpandi, Saidah H (2024) “sebagai Regulator, Dinamisator, dan Fasilitator”, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Teknik Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua LPMD, RT03/RW03, RW03, Ketua Adat, dan masyarakat adat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa peranan Pemerintah Desa dalam pemberdayaan masyarakat adat di Kampung Cikondang Desa Lamajang sudah cukup optimal meliputi Dimensi Regulator sebagai pembuat kebijakan, meningkatkan produktivitas, dan mengatasi permasalahan. Dinamisator cukup optimal meliputi peningkatan kompetensi dan pemberdayaan berbasis partisipatif, belum optimal dalam mempercepat perubahan Desa. Fasilitator cukup optimal dalam penyediaan sarana prasarana dan pendidikan pelatihan, belum optimal dalam penyuluhan pendampingan, serta pemberian pelatihan teknis.
 
THE POTENTIAL OF THE SPICE ROUTE AS AN INSTRUMENT OF NATION BRANDING AND PROMOTION FOR INDONESIA: A SWOT ANALYSIS
Indonesia's Spice Route, historically a vital trade network, is now being strategically leveraged for nation branding, cultural diplomacy, and economic promotion. This study employs a SWOT analysis to evaluate Indonesia's strengths, weaknesses, opportunities, and threats in revitalizing the Spice Route. Findings highlight Indonesia’s rich spice heritage, government initiatives such as Indonesia Spice Up the World, and efforts to gain UNESCO recognition as key strengths. However, challenges include low productivity, inconsistent quality control, and competition from other spice-exporting nations. Opportunities lie in increasing global demand for sustainable spices and enhanced digital trade, while threats include regulatory barriers and fragmented stakeholder coordination. To maximize the Spice Route's potential, Indonesia must integrate cultural diplomacy, sustainable trade, and tourism strategies. This research contributes to discussions on nation branding, public diplomacy, and economic competitiveness, providing insights for policymakers and industry stakeholders
PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM LITERASI DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN BUDAYA LITERASI DI KECAMATAN RANCABALI KABUPATEN BANDUNG
Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Bandung mengalami penurunan signifikan sebesar 28,3% di tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan program literasi Dinas Perpustakaan dan Arsip terhadap efektivitas pembangunan budaya literasi di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung dan di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif dengan pengumpulan data utama melalui kuesioner, serta wawancara, dan observasi sebagai data pendukung. Penelitian ini melibatkan 100 responden masyarakat Rancabali. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program literasi dikategorikan cukup baik meskipun masih terdapat kelemahan dalam konsistensi jadwal dan dalam hal evaluasi yang masih satu arah. Efektivitas pembangunan budaya literasi di Kecamatan Rancabali juga tergolong cukup baik, namun dukungan literasi di lingkungan masyarakat masih rendah. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pelaksanaan program literasi dengan efektivitas pembangunan budaya literasi, dibuktikan dengan nilai thitung (5,744) > ttabel (1,661) dan signifikansi 0,01 < 0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,252 mengindikasikan kontribusi program literasi terhadap efektivitas pembangunan budaya literasi sebesar 25,2%, dengan tingkat korelasi sedang (r = 0,502)
STRATEGI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADES) DI DESA BOJONGMANGGU KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini berjudul “Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung”. Permasalahan belum berhasilmya pelaksanaan strategi yang dilakukan oleh BUMDes dalam meningkatkan PADes di Desa Bojongmanggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan Pendapatana Asli Desa (PADes) di Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung. Teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan Geoff Mulgan yang terdiri dari 5 (lima) dimensi, yaitu tujuan, lingkungan, arah, aksi, dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi studi Pustaka dan studi lapangan (observasi dan wawancara). Informan penelitian meliputi Kepala Desa Bojongmanggu, Direktur, Manajer Unit Usaha dan Pelaksana Operasional BUMDes Sabanda Sariksa, dan perwakilan Masyarakat Desa Bojongmanggu. Teknik analisis data meliputi data collection, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BUMDes dalam meningkatkan PADes di Desa Bojongmanggu belum memperlihatkan keberhasilan yang optimal. Hal ini terlihat dari adanya permasalahan-permasalahan yang masih belum dapat diatasi secara efektif, seperti lemahnya kepengurusan dan kapasitas SDM pelaksana, kendala administrative yang belum terpenuhi, rendahnya pemahaman dan partisipasi aktif Masyarakat pada program/kegiatan BUMDes, serta kurangnya tindak lanjut yang merespon pada kebutuhan sekaligus isu yang dihadapi
STRATEGI BPBD DALAM MENANGGULANGI BANJIR ROB DI DESA CEMARAJAYA KECAMATAN CIBUAYA KABUPATEN KARAWANG
Penelitian ini berjudul “Strategi BPBD Dalam Menanggulangi Banjir Rob di Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang”. Dalam Rencana Strategis BPBD Kabupaten Karawang, strategi penanggulangan bencana telah dijalankan. Namun dalam praktiknya, penanggulangan banjir rob di Desa Cemarajaya belum berjalan secara optimal. Identifikasi masalah dalam penelitian ini bagaimana strategi yang di terapkan BPBD dalam menanggulangi banjir rob, faktor penghambat dalam pelaksanaan strategi, serta usaha-usaha yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan tersebut. Teori yang digunakan Fred, R. David (2005:5). yaitu, perumusan strategi, pelaksanaan strategi, evaluasi strategi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Teknik analisis data melalui informan, pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi BPBD dilakukan melalui tiga tahapan: pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran, koordinasi yang belum optimal, dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. BPBD telah melakukan berbagai upaya seperti pelaksanaan bimbingan teknis, pembentukan satgas kecamatan, dan menyiagakan personel 1x24 jam. Evaluasi telah dilakukan, namun masih terbatas dan belum menyentuh seluruh masyarakat yang terdampak