Jurnal Daring Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Ahmad Yani
Not a member yet
1495 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENINGKATAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KECAMATAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
“Strategi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Strategi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, dilihat dari: Dalam aspek Enterprise Strategy, Corporate Strategy, Business Strategy, dan Functional Strategy masih belum maksimal. Hambatan-hambatan yang muncul antara lain: lemahnya pengetahuan masyarakat, tingginya angka buta aksara dan banyaknya masyarkat yang mengalami putus sekolah, masih banyaknya masyarakat yang mengonsumsi makanan kurang bergizi sehingga mengakitkan kesehatan masyarakat yang rendah contohnya dalam kesehatan Ibu dan Anak, banyaknya anak-anak yang mengalami stunting dan rendahnya angka harap hidup masyarakat, rendahnya Daya Beli masyarakat yang diakibatkan masyarakat yang cenderung beranggapan lebih baik menjadi seorang tenaga kerja daripada membangun sebuah usaha sendiri sehingga produktivitas masyarakat sangat rendah. Adapun upaya yang dilakukan pemerintahan Kecamatan Padalarang dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan Penetasan Buta Aksara, Pemberian Beasiswa dan peningkatan Sarana Prasarana di Bidang Pendidikan, Kecamatan Padalarang bekerjasama dengan Pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan dan Stake Holder yang terkait dengan melakukan Penetapan Angka Harap Hidup (AHH) di Kecamatan Padalarang, meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan, dan meningkatkan sarana prasarana kesehatan di Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin membuat perizinan untuk usaha mereka lalu memberikan fasilitas kebutuhan usaha rumah tangga, meningkatkan sarana prasarana dan upaya lain untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat
STRATEGI DINAS PERIKANAN DAN PETERNAKAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKSI USAHA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Artikel ini membahas “Strategi Dinas Perikanan dan Peternakan Dalam Rangka Meningkatkan Produksi Usaha Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan Di Kabupaten Bandung Barat ” Identifikasi masalah adalah strategi Dinas Perikanan Dan Peternakan Dalam Rangka Meningkatkan Produksi Usaha Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan, Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dalam Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan di kabupaten bandung barat. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana Strategi Dinas Perikanan Dan Peternakan Dalam Rangka Meningkatkan Produksi Usaha Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan.Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan informan sebanyak 4 orang. Teknik pengumpulan data studi pustaka dan studi lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Metode penelitian ini menggunakan teori dari salusu (2004:104-105) terdapat 3 dimensi pendukung antara lain,1.Corporate strategi, 2. Program Strategi, 3. Resource Support. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan Dinas perikanan dan peternakan dalam meningkatkan pengolaan dan pemasaran hasil perikanan belum cukup optimal, namun masih ada beberapa indikator yang harus ditingkatkan guna kemajuan pengolaan perikanan di kabupaten bandung barat
IMPLEMENTASI PROGRAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DESA PADA KASUS STUNTING DI DESA CIHANJUANG KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Pada Kasus Stunting di Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Sustainable Development Goals pada kasus stunting di Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah program Sustainable Development Goals (SDGs) sudah diimplementasikan sesuai dengan peraturan yang berlaku khususnya untuk penanganan stunting di Desa Cihanjuang ini, serta berfokus pada permasalahan stunting dan apa saja program yang dibuat untuk penanganan stunting yang juga ditujukan untuk mendukung tercapainya tujuan dari program Sustainable Development Goals (SDGs).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 9 informan terpilih untuk melengkapi data dalam penelitian. Teknik pengumpulan data melalui studi Pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana peneliti memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Sustainable Development Goals (SDGs) pada kasus stunting di Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat ini belum sepenuhnya optimal. Dilihat dari ukuran dan tujuan kebijakan, skor SDGs belum mencapai target yang mereka tetapkan. Sumber daya manusia dan infrastruktur yang siap mendukung percepatan penurunan stunting tetapi dari segi dana/anggaran belum dialokasikan secara proposional dalam penanganan stunting ini. Dari segi lingkungan ekonomi, sosial dan politik juga belum sepenuhnya optimal karena belum ada kebijakan yang efektif yang secara khusus dibuat oleh Pemerintah Desa Cihanjuang untuk percepatan penanganan stunting
INOVASI CIMAHI BERSERI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK INKLUSIF DI BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIMAHI
Judul penelitian ini adalah: “Inovasi Cimahi BERSERI dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Inklusif di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi”. Masalah dugaan awal penelitian ini diambil karena masih banyak nya ASN yang belum mengetahui tentang apa itu Cimahi BERSERI dan masih kurang nya ketersedian Aparatur JBI (Juru Bahasa Isyarat) dalam setiap tempat pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang bagaimana Inovasi Cimahi BERSERI dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik inklusif di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi. Fokus permasalahan pada penelitian ini berupa masih belum optimalnya pelaksanaan program dari Inovasi Cimahi BERSERI dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik Inklusif bagi masyarakat Tuli.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Rogers yang dikutip oleh Suwarno (2008) tentang Inovasi dan Prinsip-prinsip Inovasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode Deskriptif melalui pendekatan Kualitatif, dengan jumlah informan sepuluh orang yakni terdiri dari: Kepala Pejabat Bagian Umum Sekretariat daerah Kota Cimahi, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Inovator Cimahi BERSERI, Staff Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi dan Dinas Sosial Kota Cimahi, serta Masyarakat Tuli dan Disabilitas Kota Cimahi. Unit analisis dalam skripsi ini adalah Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi.
Tekhnik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasanya Inovasi Cimahi BERSERI dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Inklusif di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi masih belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari masih kurangnya konsistensi sosialiasasi yang dilakukan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi kepada ASN dan masyarakat tentang apa itu Cimahi BERSERI, belum adanya keterlanjutan program pelatihan Bahasa Isyarat level-2 bagi SDM Aparatur pelayanan, belum adanya dana yang dikhususkan untuk pelaksanaan program-program Cimahi BERSERI, masih kurang nya fasilitas yang ramah Disabilitas pada gedung perkantoran Pemerintah Kota Cimahi. kurang nya ketersediaan JBI (Juru Bahasa Isyarat) pada setiap tempat pelayanan publik
UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN BEBAS DEFORESTASI UNI EROPA MENGENAI SEKTOR KELAPA SAWIT TAHUN 2023
Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi kebijakan bebas deforestasi Uni Eropa mengenai kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menganalisis data dari sumber-sumber primer kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis, meliputi: implementasi Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan, pengembangan sistem ketertelusuran seperti Dasbor Nasional dan Dashboard Komoditas, partisipasi dalam Ad Hoc Joint Task Force on EUDR, serta pengajuan pendekatan pertukaran praktik terbaik antar komoditas. Kesimpulannya, Indonesia mengadopsi pendekatan proaktif dan komprehensif dalam menghadapi European Union Deforestation Regulation, dengan fokus pada peningkatan transparansi, keberlanjutan, dan daya saing industri kelapa sawit nasional, sambil mempertahankan posisinya sebagai produsen utama kelapa sawit dunia. Upaya-upaya ini mencerminkan strategi Indonesia dalam mengubah tantangan menjadi peluang untuk inovasi dan perbaikan di sektor kelapa sawit
GASTRODIPLOMASI KOREA SELATAN UNTUK MENINGKATKAN WISATAWAN INDONESIA TAHUN 2021-2023
The gastrodiplomacy practice carried out by South Korea is an effort to increase Indonesian tourist visits in 2021-2023. Indonesia is the largest Muslim country in the world. This gastrodiplomacy strategy focuses on halal food. The research method used in this research is qualitative. The results of the research will be presented regarding South Korea's gastrodiplomacy strategy in increasing Indonesian tourist visits through halal programs created by the South Korean government
KERJA SAMA INDONESIA – AUSTRALIA DALAM MENGATASI MASALAH IRREGULAR MIGRATION PADA TAHUN 2016 -2023
Meningkatnya Irregular Migration yang terjadi di Indonesia sebagai negara transit dan Australia sebagai negara tujuan menimbulkan ancaman keamanan nasional bagi kedua negara seperti Transnational Crime. Sebagai negara yang secara geografis berdekatan kedua negara melakukan kerja sama untuk mengatasi masalah irregular migrant akan tetapi sempat terjadi pergolakan politik akibat kebijakan Operation Sovereign Border yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia sehingga kerja sama sempat dihentikan. Penelitian melihat bahwa kerja sama Indonesia dan Australia perlu ditingkatkan untuk mengatasi meningkatnya ancaman keamanan kedua negara. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana proses dan apa saja kerja sama yang dilakukan antara Indonesia dan Australia untuk mengatasi masalah irregular migration Pada tahun 2016-2023. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan neorealisme dengan konsep kepentingan nasional, keamanan nasional dan kerja sama sama internasional untuk melihat proses kerja sama mengatasi irregular migrant yang dilakukan oleh Indonesia dan Australia. Penelitian ini menemukan bahwa proses dalam mengatasi masalah isu irregular migrant ini melakukan pembentukan forum kerja sama regional Bali Process sebagai wadah untuk diskusi, pertukaran informasi dan kerja sama praktis. Disamping itu kedua negara melakukan kegiatan gabungan operasi intelijen, penyediaan peralatan teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran personel, Pendidikan dan pelatihan melalui kerja sama Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kepolisian Federal Australia serta kerja sama antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Department of Home affairs dalam memperkuat keamanan perbatasan kedua negara
DETERMINASI AMERIKA SERIKAT MELALUI KETERLIBATANNYA DALAM KONFLIK SURIAH TAHUN 2017-2021
Konflik Suriah yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade menjadi salah satu krisis kemanusiaan dan geopolitik terbesar di abad ke-21. Keterlibatan berbagai kekuatan global, termasuk Amerika Serikat, semakin memperumit situasi di kawasan tersebut. Didasarkan pada teori realisme offensif, penelitian ini bertujuan untuk meneliti bentuk determinasi Amerika Serikat melalui keterlibatannya dalam konflik Suriah sebagai sarana untuk mengejar supremasi kekuasaan dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Untuk menjelaskan bentuk determinasi Amerika Serikat tersebut penelitian ini menggunakan konsep hard power yang mencakup kekuatan militer, kekuatan ekonomi, dan pembentukan aliansi. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Suriah bukan semata-mata bertujuan untuk mengakhiri krisis kemanusiaan, melainkan untuk mempertahankan kepentingan strategisnya di kawasan tersebut, termasuk memperkuat pengaruh geopolitiknya. Dengan menggunakan hard power, Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan kekuatan militer tetapi juga memanfaatkan kekuatan ekonomi dan pembentukan aliansi sebagai sarana untuk mempertahankan dominasinya di Timur Tengah dan mengaamankan kepentingan nasionalnya.
Kata Kunci: Determinasi Amerika Serikat, Hard Power, Konflik internal Suriah.
Abstract
The decade-long Syrian conflict has become one of the biggest humanitarian and geopolitical crises of the 21st century. The involvement of various global powers, including the United States, further complicates the situation in the region. Based on the theory of offensive realism, this study aims to examine the form of US determination through its involvement in the Syrian conflict as a means to pursue power and security supremacy in the Middle East region. To explain the form of US determination, this research uses the concept of hard power which includes military power, economic power, and alliance formation. This research was compiled using descriptive qualitative methods. The results show that the involvement of the United States in the Syrian conflict is not solely aimed at ending the humanitarian crisis, but to maintain its strategic interests in the region, including strengthening its geopolitical influence. By using hard power, the United States not only relies on military power but also utilizes economic power and alliance formation as a means to maintain its dominance in the Middle East and secure its national interests. This research will further discuss the forms of hard power implemented by the United States in the Syrian conflict
PERAN UNITED NATIONS WOMEN (UNW) DALAM MENGATASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DI INDIA TAHUN 2018-2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menggambarkan, dan menganalisis upaya dari UN Women dalam mengatasi segala bentuk diskriminasi yang terjadi pada para perempuan di India. Sebab, India menjadi negara dengan tingkat diskriminasi terhadap perempuan yang cukup tinggi. Dari hasil yang telah didapatkan, akar diskriminasi tersebut terletak pada kuatnya patriarki, adat istiadat, dan agama. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Liberalisme, Teori Liberalisme Institusional, Konsep Peran, dan Konsep Organisasi Internasional.
Tipe penelitian dari penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan peran dari UN Women dalam mengatasi diskriminasi terhadap perempuan di India. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa UN Women memiliki 3 peran, yakni peran sebagai arena, instrumen, dan aktor independen untuk mengatasi masalah tersebut. Peran UN Women sebagai arena yaitu melalui kerja samanya dengan beberapa pihak di India untuk menerapkan Second Chance Education and Vocational Learning Programme (SCE Programme) di negara tersebut. UN Women berperan sebagai instrumen dengan menjadi fasilitator bagi perempuan di India melalui implementasi SCE Programme dan mitra-mitra yang ingin ikut berperan di dalam program tersebut. Peran UN Women sebagai aktor independen ditunjukkan melalui implementasi SCE Programme di India. Adapun tantangan bagi UN Women dalam mengatasi diskriminasi terhadap perempuan di India yaitu melekatnya budaya dan norma sosial dari masyarakat India, serta kegagalan pemerintah India dalam mengimplementasikan Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW).
 
KEBIJAKAN LUAR NEGERI VANUATU DALAM INTERNASIONALISASI ISU HAM DI PAPUA DALAM DEWAN MAJELIS PBB PADA TAHUN 2016-2021
This research aims to understand Vanuatu's foreign policy in prioritizing human rights issues in Papua in international forums during the 2016-2021 period. It aims to identify the strategic reasons behind Vanuatu's support for Papuan independence and explore how Vanuatu's diplomacy influences the country's regional and international standing. Vanuatu has consistently supported Papuan independence through active diplomacy in various international organizations, such as the United Nations (UN) and the Melanesian Spearhead Group (MSG). This support is based on several strategic interests, including regional security, economic potential, and the spread of anti-colonialism ideology and Melanesian solidarity. Despite its limited resources, Vanuatu is able to utilize multilateral diplomacy to strengthen its position in the South Pacific region. This research shows that Vanuatu's support for Papuan independence is not only driven by ideological aspirations, but also as a strategy to improve regional stability and fight for human rights. Vanuatu's policy in supporting an independent Papua is a strategic step to strengthen its political, economic and security position in the South Pacific region