Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Potret Kontestasi Politik Lokal: Analisis Kegagalan Kolaborasi Caleg Tandem dalam Pemilu Legislatif Kabupaten Badung Tahun 2024
Purpose: This study aims to determine the failure factors of the collaboration of tandem legislative candidates at the Regency level, Badung Regency, with legislative candidates at the Provincial level, Bali Province (Badung Electoral District), who use this strategy as an opportunity to gain votes.
Research methods: The research methodology used is qualitative with research data collection through interviews and documentation with target informants.
Results and discussion: This finding explains the social phenomenon of the failure of the local tandem legislative candidate Ni Komang Tri Ani who paired herself with her tandem partner, I Bagus Alit Sucipta, so that she won an absolute victory with newcomer status in the 2019 Election. As if defending her seat, Tri Ani returned to the political contest in the 2024 Election but failed to secure her seat when she changed her tandem partner to Wayan Bawa. One strategy that has attracted quite a lot of attention is the replacement of political actors as tandem partners.
Implication: With the political dynamics of the tandem legislative candidate pair and the failure of Ni Komang Tri Ani to secure her seat again, the internal factors between candidates within the political party became a factor in Ni Komang Tri Ani not maintaining the collaboration of the previous tandem pair, thus changing the political actors in the next election.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kegagalan dari kolaborasi caleg tandem tingkat Kabupaten, Kabupaten Badung, dengan caleg tingkat Provinsi, Provinsi Bali (Dapil Badung), yang memakai strategi tersebut sebagai peluang untuk menjaring suara.
Metode penelitian: Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data penelitian melalui wawancara dan dokumentasi dengan target informan.
Hasil dan pembahasan: Temuan ini menjelaskan fenomena sosial dari kegagalan caleg tandem lokal Ni Komang Tri Ani yang memasangkan diri dengan pasangan tandemnya, I Bagus Alit Sucipta sehingga meraih kemenangan mutlak dengan status pendatang baru pada Pemilu 2019. Seolah mempertahankan kursi, Tri Ani kembali mengikuti kontestasi politik pada Pemilu 2024 namun tidak berhasil mengamankan kursinya kala mengganti pasangan tandemnya menjadi Wayan Bawa. Salah satu strategi yang cukup menjadi perhatian adalah bergantinya aktor politik sebagai pasangan tandem.
Implikasi: Dengan terjadinya dinamika politik pada pasangan calon anggota legislatif tandem dan kegagalan Ni Komang Tri Ani mengamankan kembali kursinya, faktor antar internal calon dalam tubuh partai politik menjadi faktor dari Ni Komang Tri Ani tidak kembali mempertahankan kolaborasi pasangan tandem sebelumnya sehingga mengubah aktor politik pada Pemilu berikutnya
Effectiveness of Localization and Brand Equity: The Case of Agoda in the Indonesian Domestic Travel Market
Purpose: This study aims to assess how Agoda\u27s localization strategies enhance brand equity among Indonesian domestic travelers, identifying which localization elements (linguistic, cultural, and technical) most effectively strengthen consumer perception and brand engagement.
Research Methods: A mixed-method approach was used combining quantitative analysis from 177 questionnaire respondents with qualitative insights from interviews and FGDs.
Findings: Cultural localization had the strongest impact on brand equity, followed by linguistic localization, and technical localization. Respondents perceived localized features as more trustworthy, relevant, and easier to use. Brand equity outcomes such as brand recall, recognition, and association were significantly influenced by these elements.
Implication: Multinational OTAs must go beyond translation to achieve brand relevance through cultural sensitivity, linguistic familiarity, and local technology integration.Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi lokalisasi Agoda meningkatkan ekuitas merek di kalangan wisatawan domestik Indonesia, dengan mengidentifikasi elemen lokalisasi (linguistik, budaya, dan teknis) mana yang paling efektif memperkuat persepsi konsumen dan keterlibatan merek.
Metode penelitian: Pendekatan metode campuran digunakan dengan menggabungkan analisis kuantitatif dari 177 responden kuesioner dengan wawasan kualitatif dari wawancara dan FGD.
Findings: Lokalisasi budaya memiliki dampak paling kuat terhadap ekuitas merek, diikuti oleh lokalisasi linguistik, dan lokalisasi teknis. Responden menganggap fitur-fitur yang dilokalkan lebih tepercaya, relevan, dan lebih mudah digunakan. Hasil ekuitas merek seperti ingatan, pengenalan, dan asosiasi merek dipengaruhi secara signifikan oleh elemen-elemen ini.
Implikasi: OTA multinasional harus melampaui penerjemahan untuk mencapai relevansi merek melalui kepekaan budaya, keakraban bahasa, dan integrasi teknologi lokal
Strategi Pertumbuhan Ekonomi Klungkung: Eksplorasi Potensi Bahari Nusa Penida
Purpose: Tourism plays an important role in the Balinese economy along with the development of various tourist destinations, including marine tourism in Nusa Penida, Klungkung Regency. This study aims to analyze the potential of leading sectors and explore the potential of Nusa Penida using the location quotient (LQ), dynamic location quotient (DLQ), and shift share approaches.
Research methods: This study uses a quantitative method with secondary data sources to see the contribution of the economy to Bali Province sectorally. Data were obtained through literature studies from the websites of the Central Statistics Agency of Klungkung Regency and Bali Province, in addition to a number of books and research journals.
Results and discussion: LQ analysis shows eight basic sectors, including the agricultural and manufacturing sectors. Meanwhile, DLQ analysis identifies twelve prospective sectors, such as manufacturing and financial services. The Shift Share approach finds nine sectors that are experiencing progressive growth, including the trade and education services sectors. Overall, the three leading sectors that emerged are: (1) water supply, waste management, and recycling; (2) information and communication; and (3) other services. Supporting sectors in marine tourism in Nusa Penida include accommodation and provision of food and beverages, as well as other services.
Implication: Government intervention is crucial to improve the quality of the accommodation and provision of food and beverages sectors to support the development of marine tourism in Nusa Penida.Tujuan: Pariwisata memegang peran penting dalam perekonomian Bali seiring dengan berkembangnya berbagai destinasi wisata, termasuk wisata bahari di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sektor-sektor unggulan serta menggali potensi Nusa Penida menggunakan pendekatan location quotient (LQ), dynamic location quotient (DLQ), dan shift share.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sumber data sekunder untuk melihat kontribusi perekonomian terhadap Provinsi Bali secara sektoral. Data diperoleh melalui studi pustaka dari situs Badan Pusat Statistik Kabupaten Klungkung dan Provinsi Bali, di samping sejumlah buku dan jurnal penelitian.
Hasil dan pembahasan: Analisis LQ menunjukkan adanya delapan sektor basis, termasuk sektor pertanian dan manufaktur. Sementara itu, analisis DLQ mengidentifikasi dua belas sektor prospektif, seperti manufaktur dan jasa keuangan. Pendekatan Shift Share menemukan sembilan sektor yang mengalami pertumbuhan progresif, termasuk sektor perdagangan dan layanan pendidikan. Secara keseluruhan, tiga sektor unggulan yang muncul adalah: (1) penyediaan air, pengelolaan limbah, dan daur ulang; (2) informasi dan komunikasi; serta (3) jasa lainnya. Sektor-sektor pendukung dalam wisata bahari di Nusa Penida meliputi akomodasi dan penyediaan makanan minuman, serta jasa lainnya.
Implikasi: Intervensi pemerintah menjadi krusial untuk meningkatkan kualitas sektor akomodasi dan penyediaan makanan minuman guna mendukung pengembangan wisata bahari di Nusa Penida
Kebutuhan Pelayanan Komplementer pada Ibu Hamil di Kota Denpasar
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan layanan komplementer pada ibu hamil di Kota Denpasar.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional pada 96 ibu hamil di Kota Denpasar yang diberikan kuisioner kebutuhan layanan komplementer
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan usia kehamilan trimester I membutuhkan layanan komplementer akupresur dan akupuntur dalam kehamilan, yoga dalam kehamilan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil trimester II sedangkan ibu hamil trimester III membutuhkan layanan hypnobirthing atau meditasi.
Implikasi: Adanya kebutuhan akan layanan komplementer yang terintegrasi dengan pelayanan ibu hamil membuat penyedia layanan kesehatan perlu mendapatkan pelatihan terapis komplementer.Purpose: The purpose of this study was to identify the need for complementary services for pregnant women
Research methods: This study used a descriptive cross-sectional design on 96 pregnant women in Denpasar who were given complementary service needs questionnaires.
Results and discussion: The results showed that pregnant women in the first trimester needed complementary services of acupressure and acupuncture in pregnancy, yoga in pregnancy was needed by pregnant women in the second trimester, while third trimester pregnant women needed hypnobirthing or meditation services.
Implications: The need for complementary services that are integrated with services for pregnant women requires that health service providers receive complementary therapist training
Evaluasi Kinerja Hotel Hijau dengan Metode Green Score dan AHP di Bali
Purpose: The purpose of this study is to evaluate the Green Supply Chain performance of hotels in Bali.
Research methods: This study uses primary data obtained from questionnaires using a sample of three division heads per hotel and secondary data obtained from past hotel data. The data is processed using excel.
Results and discussion: Two hotels obtained results of 66.48 and 75.02. These scores fall into the Average and Good grades. There needs to be some prioritized improvements with SNORM scores below 60 from two different hotels, namely water used, energy used, % suppliers with an EMS or ISO 1400 certification, supplier lead time, delivery item accuracy, and source flexibility.
Implication: Recommendations that can be given are the use of PLTS, other water sources, and good communication with suppliers.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Green Supply Chain hotel yang ada di Bali.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuisioner menggunakan sampel tiga orang kepala divisi per hotelnya dan data sekunder yang diperoleh dari data masa lalu hotel. Data tersebut diolah menggunakan excel.
Hasil dan pembahasan: Dua hotel memperoleh hasil 66,48 dan 75,02. Nilai ini termasuk dalam nilai Average dan Good. Perlu ada beberapa perbaikin yang dipriotitaskan dengan nilai SNORM dibawah 60 dari dua hotel berbeda, yaitu water used, energy used, % supplier with an EMS or ISO 1400 sertification, supplier lead time, delivery item accuracy, dan source flexibility.
Implikasi: Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu dengan penggunaan PLTS, sumber air lain, serta komunikasi yang baik dengan supplier
“Nuakin Batu Kukuk” di Desa Tianyar, Karangasem
Purpose: The purpose of this scientific work is to explain the rules for playing the cuckoo stone shrine in Tianyar Village, Karangasem Regency, Bali.
Reseach methods: This research uses a qualitative approach. Data collection in this research used observation, interview and documentation techniques. The researchers used the technique of checking the validity of triangulation data with sources.
Results and discussion: Tianyar Village is proven to have carried out ceremonies which are carried out before planting and when the harvest arrives. The aim is as a self-defense mechanism in order to maintain the existence of traditions and continuity of life as well as integration, namely the allocation of the value of natural resources as an expression of gratitude to foster a culture of mutual help, mutual assistance and mutual cooperation. Conservation and maintenance lead to production patterns between penyakap and land owners.
Implication: The existence of cuckoo stone shrines is a rule of thumb in regulating and maintaining the continuity of life, such as carrying out ceremonies that are carried out before planting and when the harvest arrives.Tujuan: Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk menelisik aturan main pelinggih batu kukuk di Desa Tianyar, Kabupaten Karangasem, Bali.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data triangulasi dengan sumber.
Hasil dan pembahasan: Desa Tianyar terbukti telah melaksanakan upakara yang dilaksanakan sebelum menanam dan saat panen tiba. Tujuannya adalah sebagai mekanisme pertahanan diri dalam rangka menjaga eksistensi tradisi dan keberlangsungan hidup di samping sebagai integrasi yakni alokasi nilai sumber daya alam sebagai ucapan rasa syukur untuk menumbuh-kembangkan budaya saling tolong menolong, saling balas membantu, dan saling kerjasama. Pelestarian dan pemeliharaan berujung pada pola produksi di antara penyakap dengan pemilik lahan.
Implikasi: Keberadaan pelinggih batu kukuk adalah aturan main dalam mengatur dan menjaga kesinambungan hidup seperti, melaksanakan upakara yang dilaksanakan sebelum menanam dan saat panen tiba
Inovasi Pengembangan Usaha Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Sulang, Klungkung
Purpose: This study aims to determine the prospects of VCO business development in Sulang Village, Dawan District, Klungkung Regency.
Research methods: Respondents and samples in this study were four traditional coconut oil craftsmen. Based on the results of the pretest and posttest, there were positive results, where craftsmen were very enthusiastic about developing VCO production. This is supported by the availability of abundant raw materials, availability of low-wage labor.
Results and discussion: Although there are still shortcomings/weaknesses and challenges, the opportunities are quite large for the success of VCO production, when compared to producing traditional coconut oil. In order for the VCO production business to continue, partnerships with stakeholders, such as: Department of Trade and Industry, Department of Health, Pharmacies, Salons and SPAs, Gift Shops. And to introduce the production of VCO can utilize social media as a means to promote its production.
Implication: The development of traditional oil-making businesses with fermentation techniques that produce Virgin Coconut Oil (VCO) in Sulang Village, Dawan District, Klungkung Regency has bright prospects in the future, for this reason, researchers suggest that related parties, especially those who take care of MSMEs, can provide assistance and guidance so that existing small businesses can develop even more advanced.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan usaha VCO di Desa Sulang Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung.
Metode penelitian: Responden dan sampel dalam penelitian ini merupakan pengrajin minyak kelapa tradisional sebanyak empat orang. Berdasarkan hasil pretest dan posttest memberikan hasil yang positif, di mana pengerajain sangat antusias untuk mengembangkan produksi VCO. Hal ini didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah, ketersediaan tenaga kerja dengan upah rendah.
Hasil dan pembahasan: Masih ada kekurangan/kelemahan dan tantangannya, tetapi dari aspek peluang cukup besar akan keberhasilan produksi VCO, kalau dibandingkan dengan memproduksi minyak kelapa tradisional. Agar usaha pembuatan VCO bisa berlanjut bisa menggunakan pola kemitraan dengan stakeholder, seperti: Departemen perdagangan dan Perindustrian, Departemen Kesehatan, Apotek, Salon dan SPA, Toko Oleh-oleh. Dan untuk memperkenalkan hasil produksi VCO bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan hasil produksinya.
Implikasi: Pengembangan usaha pembuatan minyak tradisional dengan teknik fermentasi yang menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Sulang Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung mempunyai prospek cerah di masa yang akan datang, untuk hal ini, peneliti menyarankan agar pihak terkait khususnya yang mengurusi UMKM dapat melakukan pendampingan dan pembinaan agar usaha kecil yang telah ada dapat berkembang lebih maju lagi
Bentuk dan Nilai Baru dalam Kreativitas Penciptaan Komposisi Musik Gender Wayang “Tipat Taluh”
Purpose: This research was conducted to show that there are many dimensions of creativity that can develop in the form of creating new Gender Wayang works. This can be observed through one of Gender Wayang\u27s new works entitled “Tipat Taluh”. Research methods: The research method used is a qualitative research method. Data collection was carried out by observation, interviews, and document studies.
Results and discussion: Departing from in-depth analysis processes, the result was that “Tipat Taluh”\u27s work is a new musical composition for Gender Wayang where the big idea is based on philosophical thoughts which have implications for the discovery of a new form and method of composition for Gender Wayang. With the concept of balance and simplicity of “Tipat Taluh” (egg-shaped ketupat), Gusti Komin Darta (composer) transformed these concepts into a new work on Gender Wayang. The updates carried out clearly have a tendency towards processing musical patterns as well as a new system of forming intertwining (kotekan).
Implications: The balance of aspects of preservation and development of Gender Wayang will have a positive impact if both are in balance, preservation through contestation, while development by fostering the creation of new works on Gender Wayang.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa banyak dimensi kreativitas yang dapat dikembangkan dalam bentuk penciptaan karya-karya baru Gender Wayang. Hal ini terlihat melalui salah satu karya baru Gender Wayang yang berjudul “Tipat Taluh”.
Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Hasil dan pembahasan: “Tipat Taluh” merupakan sebuah karya musik baru Gender Wayang yang ide besarnya dilandasi oleh pemikiran filosofis yang berimplikasi pada penemuan bentuk dan metode komposisi baru untuk Gender Wayang. Dengan konsep keseimbangan dan kesederhanaan “Tipat Taluh” (ketupat berbentuk telur), Komposer Gusti Komin Darta mentransformasikan konsep tersebut menjadi sebuah karya baru Gender Wayang. Pembaharuan yang dilakukan jelas mempunyai kecenderungan pada pengolahan pola musik serta sistem baru pembentukan jalinan (kotekan).
Implikasi: Keseimbangan aspek pelestarian dan pengembangan Wayang Gender akan berdampak positif apabila keduanya seimbang, yaitu pelestarian melalui kontestasi, sedangkan pengembangan dengan mendorong terciptanya karya-karya baru Wayang Gender
First Language Use in English Language Teaching for Tourismat Politeknik Negeri Bali Jembrana
Purpose: This study aims to identify why lecturers and students use (or do not use) Indonesian Language in the English language teaching-learning processes.
Research methods: The study was conducted at Politeknik Negeri Bali Jembrana, which involved five lecturers and 64 students. The data are from the questionnaire which were analyzed quantitatively by quantifying the result of the questionnaire and finding the final score of the questionnaire. The result of the observation was analyzed qualitatively using the interactive data analysis.
Results and discussion: The lecturers used the Indonesian Language in the teaching and learning process of EFL (English as a Foreign Language) in the form of code-switching, code-mixing, and interpreting, the lecturers use L1 in the teaching and learning process of EFL for instructional purposes, and both the students and the lecturers had a positive attitude toward the use of the Indonesian Language.
Implication: Using L1 in the teaching and learning process of EFL can be done for instructional purposes, but lecturers need to consider students\u27 English level mastery in deciding the use of L1 in the teaching and learning process of EFL.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dosen dan mahasiswa menggunakan (atau tidak menggunakan) Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris, bagaimana dosen menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris; dan mengetahui sikap dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia.
Metode penelitian: Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Bali Jembrana yang melibatkan lima dosen dan 64 orang mahasiswa. Data hasil angket dianalisis secara kuantitatif dengan cara mengkuantifikasi hasil angket dan mencari nilai akhir angket. Hasil observasi dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan analisi data interaktif.
Hasil dan pembahasan: Dosen menggunakan Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar EFL berupa alih kode, campur kode, dan interpretasi, dosen menggunakan bahasa L1 dalam proses belajar mengajar EFL (English as a Foreign Language or Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing) untuk keperluan pembelajaran, dan baik mahasiswa maupun dosen mempunyai sikap positif terhadap penggunaan Bahasa Indonesia.
Implikasi: Penggunaan L1 dalam proses belajar mengajar EFL dapat dilakukan untuk tujuan pembelajaran, namun dosen perlu mempertimbangkan tingkat penguasaan bahasa Inggris siswa dalam memutuskan penggunaan L1 dalam proses belajar mengajar EFL
Implementation of Eco-Office by Guest Service Division in Supporting Melia Bali a s a Green Hotel
Purpose: This research aims to determine the implementation of eco-office by Guest Service Division in supporting Melia Bali Indonesia as a green hotel.
Research method: The data collection method used in this research is observation, questionnaires, interviews and documentation. Researchers conducted interviews with the guest service manager & assistant manager and distributed questionnaires to the five guest service division staff. The data analysis technique used is qualitative descriptive analysis with descriptive statistics ranging from rating scales in the form of averages.
Results and discussion: The results of the analysis show that Melia Bali Indonesia, especially the guest service division, adopts the eco-office concept which is divided into 5, namely electricity saving aspects, water saving & conservation aspects, office waste management aspects, greening aspects, and Other aspects of efforts made in addition to the previous criteria are related to maximizing the use of technology as a means of communication and making reports, as well as minimizing the use of paper and plastic.
Implication: The implementation of eco-office has been carried out quite well, so that these efforts directly contribute to the hotel\u27s efforts to implement the green hotel as a whole.Abstrak
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi eco-office oleh divisi guest service di Melia Bali Indonesia dalam mendukung green hotel.
Metode penelitian: Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara kepada manager & assistant manager guest service dan menyebarkan kuesioner kepada kelima staf divisi guest service. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan statiska deskriptif rentang skala penilaian berupa rata-rata.
Hasil dan pembahasan: Hasil analisis menunjukan bahwa Melia Bali Indonesia, khususnya divisi guest service mengadopsi konsep eco-office yang dibagi menjadi 5, yaitu aspek penghematan listrik, aspek penghematan & konservasi air, aspek pengelolaan limbah kantor, aspek penghijauan, dan aspek upaya lainnya yang dilakukan selain kriteria sebelumnya yaitu terkait memaksimalkan penggunaan teknologi sebagai sarana komunikasi dan pembuatan laporan, serta meminimalisir penggunaan kertas dan plastik.
Implikasi: Implementasi eco-office telah dijalankan dengan cukup baik, sehingga secara langsung upaya tersebut berkontribusi terhadap upaya hotel dalam menerapkan green hotel secara menyeluruh