Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB)
Not a member yet
    153 research outputs found

    Employee Performance and Retention: The Role of Supervisor Support and Work Motivation at Five Star Hotels in Bali

    Full text link
    Purpose: The problems raised in this study are the effect of supervisor support on employee work motivation, the effect of work motivation on employee performance, and the effect of work motivation on employee retention at 5-star hotels in Bali. This study aims to analyze the importance of supervisor support in motivating operational employees and its implications for work performance and employee retention in 5-star hotels in Bali. Research methods: The population in this study is all permanent employees at 5-star hotels in Bali. The number of research respondent samples of 125 was determined by purposive sampling. The research data used are primary data and secondary data. The data processing method is carried out with SEM with SmartPLS 4. Results and discussion: The effect of supervisor support on employee work motivation at a 5-star hotel in Bali 64.9% was positive and significant, which means that the higher the supervisor support, the higher the employee\u27s work motivation. Employee work motivation has a positive and significant effect of 64.6% on employee performance, and work motivation affects employee retention positively and significantly by 52.5%. After considering the control variable, the increased R-Square value suggests that supervisor support positively impacts employee motivation if employees have a high education. Implication: Aspects of educational level greatly influence a supervisor in making decisions to motivate employees at a 5-star hotel in Bali. Decision-making is faster and more structured because it has a mature theoretical foundation. The higher the education, the more comprehensive the supervisor\u27s insight. A supervisor with an unmarried status has speed in making decisions and motivates his employees. From a gender perspective, women cannot freely determine workload and work shifts compared to men.Tujuan: Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pengaruh dukungan atasan terhadap motivasi kerja karyawan, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, dan pengaruh motivasi kerja terhadap retensi karyawan pada hotel bintang 5 di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya dukungan supervisor dalam memotivasi karyawan operasional dan implikasinya terhadap kinerja dan retensi karyawan di hotel bintang 5 di Bali. Metode penelitian: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap pada hotel bintang 5 di Bali. Jumlah sampel responden penelitian sebanyak 125 orang ditentukan secara purposive sampling. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data dilakukan dengan SEM dengan SmartPLS 4. Hasil dan pembahasan: Pengaruh dukungan atasan terhadap motivasi kerja karyawan pada hotel bintang 5 di Bali sebesar 64,9% adalah positif dan signifikan yang artinya semakin tinggi dukungan atasan maka semakin tinggi pula motivasi kerja karyawan. Motivasi kerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan sebesar 64,6% terhadap kinerja pegawai, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pegawai sebesar 52,5%. Setelah mempertimbangkan variabel kontrol, peningkatan nilai R-Square menunjukkan bahwa dukungan atasan berpengaruh positif terhadap motivasi karyawan jika karyawan memiliki pendidikan yang tinggi. Implikasi: Aspek tingkat pendidikan sangat mempengaruhi seorang supervisor dalam mengambil keputusan untuk memotivasi karyawan pada hotel bintang 5 di Bali. Pengambilan keputusan lebih cepat dan terstruktur karena mempunyai landasan teori yang matang. Semakin tinggi pendidikannya maka semakin luas pula wawasan pengawasnya. Seorang supervisor yang berstatus belum menikah mempunyai kecepatan dalam mengambil keputusan dan memotivasi karyawannya. Dari perspektif gender, perempuan tidak bisa leluasa menentukan beban kerja dan shift kerja dibandingkan laki-laki

    Perempuan Bali dan Kesetaraan Gender dalam Industri Pariwisata

    No full text
    Purpose: This research aims to raise awareness among industry players and the wider community, especially those working in the tourism industry, regarding gender equality in the Bali tourism industry. Research methods: The research methodology employed is a literature review. Analysis of textual descriptions was carried out using the Gender Equality Continuum Assessment concept. Results and discussion: The findings reveal injustices faced by Balinese women working in the tourism sector, including the perpetuation of stereotypes implying limitations in managing the tourism sector and inadequate legal protections. These findings underscore the necessity of raising public awareness about gender inequality and enforcing legal protections for women in the tourism sector. Implications: By implementing gender equality policies and raising awareness of gender roles, the tourism industry is expected to create a more inclusive and fair environment thereby promoting social justice and fostering economic development.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelaku industri dan masyarakat luas, khususnya mereka yang bekerja di industri pariwisata, mengenai kesetaraan gender di industri pariwisata Bali. Metode penelitian: Metodologi penelitian yang digunakan adalah tinjauan Pustaka. Analisis deskripsi tekstual dilakukan dengan menggunakan konsep Gender Equality Continuum Assessment. Hasil dan pembahasan: Temuan ini mengungkap ketidakadilan yang dihadapi perempuan Bali yang bekerja di sektor pariwisata, termasuk berlanjutnya stereotip yang menyiratkan keterbatasan dalam mengelola sektor pariwisata dan tidak memadainya perlindungan hukum. Temuan-temuan ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ketidaksetaraan gender dan menegakkan perlindungan hukum bagi perempuan di sektor pariwisata. Implikasi: Dengan menerapkan kebijakan kesetaraan gender dan meningkatkan kesadaran akan peran gender, industri pariwisata diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil sehingga mendorong keadilan sosial dan mendorong pembangunan ekonomi

    Immersive Anthropological Methodology towards Sustainable Ecotourism: A Case Study of Bali, Indonesia

    Full text link
    Purpose: This research aims to investigate and implement an anthropological methodology for achieving sustainable eco-tourism in Bali, Indonesia. Research methods: This qualitative method used involves a thorough examination and comparison of diverse scholarly works, case studies, and relevant texts. The qualitative comparative analysis provides a robust framework for interpreting the complex interplay of ideas, perspectives, and contextual factors embedded in the literature building upon and expanding the understanding of the subject matter within the broader academic discourse. Results and discussion: The research underscores the critical issues of water supply, waste management, and infrastructure development in Bali. Sustainable solutions, including cultural inclusion, eco-friendly housing, and natural supplements, are proposed to alleviate these challenges. Implications: The results signify a crucial step towards fostering environmental conservation and responsible tourism practices in this popular destination.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menerapkan metodologi antropologi untuk mencapai ekowisata berkelanjutan di Bali, Indonesia. Metode penelitian: Metode kualitatif yang digunakan melibatkan pemeriksaan menyeluruh dan perbandingan berbagai karya ilmiah, studi kasus, dan teks yang relevan. Analisis komparatif kualitatif ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk menafsirkan interaksi kompleks antara ide, perspektif, dan faktor kontekstual yang tertanam dalam literatur yang membangun dan memperluas pemahaman subjek dalam wacana akademis yang lebih luas. Hasil dan pembahasan: Penelitian ini menggarisbawahi isu-isu penting dalam penyediaan air, pengelolaan limbah, dan pembangunan infrastruktur di Bali. Solusi berkelanjutan, termasuk inklusi budaya, perumahan ramah lingkungan, dan suplemen alami, diusulkan untuk mengatasi tantangan ini. Implikasi: Hasil penelitian yang diperoleh menandakan sebuah langkah penting dalam mendorong pelestarian lingkungan dan praktik pariwisata yang bertanggung jawab di destinasi populer ini

    Kajian Hukum Netralitas ASN dalam Konteks Pemilu dan Pilkada 2024 di Provinsi Bali

    Full text link
    Purpose: This study aims to examine the regulations and legal consequences of civil servant (ASN/aparatur sipil negara) neutrality in the context of the 2024 General Elections and Regional Elections in Bali Province, and to provide practical recommendations to assist civil servants in maintaining neutrality. Research methods: A normative legal method with a statutory regulation approach using concept and case analysis is applied in this study. In this case, primary and secondary data are utilized through bibliography and description techniques. Results and discussion: The regulations regarding civil servant neutrality are quite comprehensive, yet there are still significant violations which result in disciplinary and criminal sanctions for civil servants in Bali who are proven to be non-neutral. Implication: This study highlights the importance of strengthening socialization, monitoring, and enforcement of rules to ensure that civil servants understand and adhere to neutrality provisions in performing their duties, while also considering the social and cultural factors that influence the community in Bali.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji regulasi dan akibat hukum netralitas ASN (aparatur sipil negara) dalam konteks Pemilu dan Pilkada 2024 di Provinsi Bali, serta memberikan rekomendasi praktis untuk membantu ASN menjaga netralitas.  Metode penelitian: Metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan menggunakan analisis konsep dan kasus digunakan dalam penelitian ini. Dalam hal ini data primer dan sekunder dimanfaatkan melalui teknik kepustakaan dan deskripsi. Hasil dan pembahasan: Regulasi tentang netralitas ASN cukup komprehensif tetapi masih terdapat pelanggaran yang signifikan, yang menghasilkan sanksi disiplin dan pidana bagi ASN di Bali yang terbukti tidak netral. Implikasi: Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan sosialisasi, pengawasan, dan penegakan aturan untuk memastikan ASN memahami dan mengikuti ketentuan netralitas dalam menjalankan tugasnya tetapi juga mempertimbangkan faktor sosial dan budaya yang berpengaruh di masyarakat Bali

    Bank Sampah Graha Sewaka Dharma sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Perkantoran di Kawasan Pemerintahan Kota Denpasar

    Full text link
    Purpose: This research provides an alternative strategy in waste management by educating employees through the Graha Sewaka Dharma (GSD) waste bank in the Denpasar City Govermance area in Lumintang which is integrated with the 4R principles. Research methods: This research uses qualitative methods with observation and documentation data collection. The researchers use SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities and threats) so that it solutions or alternative policy strategies can be found in managing office waste at the GSD Waste Bank. Results and discussion: The presence of the GSD waste bank is able to provide education on sorting waste, raising awareness among employees about collecting waste in a timely manner. Apart from that, employees who hand over waste will receive additional income which can be used for shopping at the Dharma Wiguna Cooperation. Implications: The existence of the GSD waste bank which is integrated with education regarding 4R principles provides basic knowledge for employees to manage waste from its source, namely households and office areas, empowering employees to have knowledge and skills so they are able to sort organic and non-organic waste.Tujuan: Penelitian ini memberikan strategi alternatif dalam pengelolaan sampah dengan edukasi para pegawai melalui bank sampah Graha Sewaka Dharma (GSD) di Kawasan Pemerintahan Kota Denpasar di Lumintang yang diintegrasikan dengan prinsip 4R. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) sehingga solusi atau strategi kebijakan alternatif dapat ditemukan dalam pengelolaan sampah perkantoran di bank sampah GSD. Hasil dan pembahasan: Kehadiran bank sampah GSD mampu memberikan edukasi untuk memilah sampah, menumbuhkan kesadaran para pegawai mengumpulkan sampah secara tepat waktu. Selain itu pegawai yang menyerahkan sampah akan memperoleh tambahan penghasilan yang dapat digunakan untuk berbelanja di koperasi Dharma Wiguna. Implikasi: Keberadaan bank sampah GSD yang diintegrasikan dengan edukasi mengenai prinsip 4R menjadi pengetahuan dasar bagi para pegawai untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya yakni rumah tangga dan area perkantoran, pemberdayaan pegawai untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu memilah sampah organik dan non organik

    Form, Function and Meaning of “Satua I Siap Selem” (A Cultural Linguistic Review)

    No full text
    Purpose: The purpose of this research is to describe the form, function (of language) and meaning of Satua (Folklore) I Siap Selem from a Cultural Linguistic perspective. Research methods: This research is descriptive qualitative in nature using primary data collected using the observation method with the help of note-taking techniques. Data were analyzed using the matching method and the agih method and the results were presented using formal and informal techniques. Results and discussion: The form of Satua I Siap Selem is a discourse in the form of fictional prose. The general function of Satua I Siap Selem is as a means of entertainment, while based on the communicative function of language its functions are informational, expressive, directive, aesthetic and phatic. The implied meaning of Satua I Siap Selem states mutual love and togetherness, mutual respect and mutual help, evil or cunning, ingenuity and responsibility, as well as stupidity. Implications: Satua I Siap Selem contains a good life philosophy and moral messages so it is very good to serve as bedtime entertainment and character education for children.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi (bahasa), dan makna Satua I Siap Selem (The Tale of the Black Rooster) ditinjau dari sudut pandang Linguistik Kebudayaan. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan metode simak dengan bantuan teknik catat. Data dianalisis dengan metode padan dan metode agih dan hasilnya disajikan dengan teknik formal dan informal. Hasil dan pembahasan: (1) Bentuk Satua I Siap Selem adalah wacana berupa prosa fiksi; (2) Fungsi Satua I Siap Selem secara umum adalah sebagai sarana hiburan, sedangkan berdasarkan fungsi komunikatif bahasa fungsinya adalah informasional, ekspresif, direktif, estetis, dan phatik; (3) Satua I Siap Selem mempunyai makna tersirat yang menyatakan: saling menyayangi dan kebersamaan, saling menghormati dan saling menolong, kejahatan atau kelicikan, kecerdikan dan bertanggung jawab, serta kebodohan. Implications: Satua I Siap Selem mengandung filosofi kehidupan yang baik serta pesan-mesan moral sehingga sangat baik disajikan sebagai hiburan pengantar tidur dan pendidikan karakter anak

    Optimalisasi Pengelolaan dan Pemanfataan Bank Sampah Bhauma Raksha Desa Muncan dengan Penerapan Design Thinking

    Full text link
    Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan pengelolaan bank sampah sekaligus menawarkan alternatif solusinya, yakni paradigma baru yang memperlakukan sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis. Metode penelitian: Metodologi yang digunakan dalam studi ini termasuk dalam area penelitian kualitatif yang dipadukan dengan pendekatan Design Thinking yang merupakan pendekatan yang berpusat pada manusia (human centred approach). Hasil dan pembahasan: Studi ini menghasilkan empat program yang bisa digunakan untuk mengelola bank sampah dengan lebih optimal, yakni: (1) model olahan sampah; (2) model pemberian reward; (3) tabungan online¸dan (4) model pencairan tabungan. Implikasi: Implikasi dari studi ini adalah adanya perbaikan dan peningkatan layanan bank sampah kepada para anggotanya, yang sudah sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga peran anggota bisa lebih aktif, yang pada akhirnya akan memberi dampak pada penambahan penghasilan bagi anggota dan peningkatan kondisi lingkungan sekitar.  Purpose: This study aims to identify issues related to waste bank management while offering alternative solutions, namely a new paradigm that treats waste as a resource with economic value. Research methods: The methodology used in this study falls within the realm of qualitative research combined with the Design Thinking approach, which is a human-centred approach. Results and discussion: This study yields four programs that can be utilized for more optimal waste bank management: (1) waste processing model; (2) reward distribution model; (3) online savings; and (4) savings withdrawal model. Implications: Implications of this study include improvements and enhancements in waste bank services for its members, aligned with their needs, thereby enabling more active member participation, ultimately resulting in increased member income and improved environmental conditions in the surrounding area. &nbsp

    New Renewable Energy for Bali Tourist Destination: Potential and Challenges

    Full text link
    Purpose: This research aims to explore potential and challenges of new renewable energy in Bali, which is a popular international tourist destination. Research methods: The research is based on several existing sources, both from daily news and existing articles regarding several renewable energy potentials in Bali. Almost all of the data is secondary data obtained from various agencies in Bali. The data are analyzed using qualitative analysis technique. Results and discussion: Economic growth and the very rapid number of tourist visits to Bali are driving problems in the energy sector. The potential for developing new renewable energy in Bali is very large, such as sunlight, wind and geothermal resources. In this case there are several challenges such as limited land, electricity grid integration, technology and costs, permits and regulations, public awareness, and the influence of weather. Implications: Collaboration between government, private sector, and society is needed to find the right solution. There is a need for a comprehensive action plan and appropriate policy support to accelerate the transition to renewable energy in Bali as an international tourist destination.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi dan tantangan energi baru terbarukan di Bali yang merupakan tujuan wisata internasional yang populer. Metode penelitian: Penelitian didasarkan pada beberapa sumber yang ada, baik dari berita harian maupun artikel yang ada mengenai beberapa potensi energi terbarukan di Bali. Hampir seluruh datanya merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi di Bali. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil dan pembahasan: Pertumbuhan ekonomi dan sangat pesatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali menjadi pendorong permasalahan di bidang energi. Potensi pengembangan energi baru terbarukan di Bali sangat besar, seperti sumber daya sinar matahari, angin, dan panas bumi. Dalam hal ini terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan lahan, integrasi jaringan listrik, teknologi dan biaya, perizinan dan peraturan, kesadaran masyarakat, dan pengaruh cuaca. Implikasi: Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mencari solusi yang tepat. Perlu adanya rencana aksi yang komprehensif dan dukungan kebijakan yang tepat untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan di Bali sebagai destinasi wisata internasional

    Developing Ekasari as a Sustainable Tourism Village

    No full text
    Purpose: Ekasari Tourism Village in Melaya District, Jembrana Regency, has potential to conduct sustainable tourism. This research is to increase public understanding about sustainable tourism, to improve the ability of village managers in implementing a financial recording system, and to increase the application of digital marketing to managers of the Ekasari Tourism Village. Research methods: This qualitative research is an applied research, with data collection techniques in the form of participant-observation, interviews, and document study. The data found was then analyzed using interactive techniques consisting of data reduction, presentation, and conclusion. Results and discussion: The service activities and this research went well, marked by an increase in participants\u27 understanding of the importance of sustainable tourism in the village as well as an increase in digital marketing skills and the use of financial recording systems. Implication: This research directly has a positive impact on participants, especially village managers and Pokdarwis in operational activities and efforts to develop the village towards a sustainable tourism village.Tujuan: Desa Wisata Ekasari di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jemberana, memiliki potensi mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pariwisata berkelanjutan, untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa dalam penerapan sistem pencatatan keuangan, dan untuk meningkatkan penerapan digital marketing kepada pengelola Desa Wisata Ekasari. Metode penelitian: Penelitian kualitatif ini adalah penelitian terapan, dengan teknik pengumpulan data berupa survai, wawancara, studi dokumen, dan observasi partisipasi. Data-data yang ditemukan selanjutnya dianalisis dengan teknik interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian dan juga penelitian ini berjalan dengan baik yang ditandai dengan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pariwisata berkelanjutan di desa serta peningkatan keterampilan digital marketing dan penggunaan sistem pencatatan keuangan. Implikasi: Penelitian ini secara langsung memberikan dampak positif bagi peserta, terutama pengelola desa dan Pokdarwis dalam kegiatan operasional serta upaya mengembangkan desa menuju desa wisata berkelanjutan

    “Nuakin Batu Kukuk” di Desa Tianyar, Karangasem

    Full text link
    Purpose: The purpose of this scientific work is to explain the rules for playing the cuckoo stone shrine in Tianyar Village, Karangasem Regency, Bali. Reseach methods: This research uses a qualitative approach. Data collection in this research used observation, interview and documentation techniques. The researchers used the technique of checking the validity of triangulation data with sources. Results and discussion: Tianyar Village is proven to have carried out ceremonies which are carried out before planting and when the harvest arrives. The aim is as a self-defense mechanism in order to maintain the existence of traditions and continuity of life as well as integration, namely the allocation of the value of natural resources as an expression of gratitude to foster a culture of mutual help, mutual assistance and mutual cooperation. Conservation and maintenance lead to production patterns between penyakap and land owners. Implications: The existence of cuckoo stone shrines is a rule of thumb in regulating and maintaining the continuity of life, such as carrying out ceremonies that are carried out before planting and when the harvest arrives.Tujuan: Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk menelisik aturan main pelinggih batu kukuk di Desa Tianyar, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data triangulasi dengan sumber. Hasil dan pembahasan: Desa Tianyar terbukti telah melaksanakan upakara yang dilaksanakan sebelum menanam dan saat panen tiba. Tujuannya adalah sebagai mekanisme pertahanan diri dalam rangka menjaga eksistensi tradisi dan keberlangsungan hidup di samping sebagai integrasi yakni alokasi nilai sumber daya alam sebagai ucapan rasa syukur untuk menumbuh-kembangkan budaya saling tolong menolong, saling balas membantu, dan saling kerjasama. Pelestarian dan pemeliharaan berujung pada pola produksi di antara penyakap dengan pemilik lahan. Implikasi: Keberadaan pelinggih batu kukuk adalah aturan main dalam mengatur dan menjaga kesinambungan hidup seperti, melaksanakan upakara yang dilaksanakan sebelum menanam dan saat panen tiba

    115

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇