Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Compensation Fairness and Driver Switching Intention: Evidence from KSU Sedana Murti
Purpose: This study aims to examine the relationship between compensation fairness and driver switching intention, with empirical evidence drawn from Koperasi Serba Usaha (KSU) Sedana Murti in Bali.
Research methods: A mixed-method exploratory sequential design was employed, beginning with qualitative exploration through Focus Group Discussions (FGDs) and in-depth interviews, followed by quantitative analysis using multiple regression.
Findings: The qualitative phase revealed that drivers’ reluctance to remain on online platforms is shaped by perceptions of external fairness (full income without commission deductions and competitive fares), internal fairness (transparent operations and proportional incentives), and individual fairness (income adequacy to support personal and family needs). Additional non-financial factors such as professional pride, guest satisfaction, and work comfort also reinforced the preference for tourist taxi systems. Quantitative results confirmed that external fairness (X₁), internal fairness (X₂), and individual fairness (X₃) all significantly affect switching intention (Y), with an Adjusted R² value of 0.907. Among them, individual fairness emerged as the most dominant factor.
Implication: These results validate the relevance of Compensation Fairness Theory and Switching Intention Theory within the framework of the Theory of Planned Behavior, demonstrating that perceived fairness strongly drives occupational decisions in Bali’s tourism transport sector.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara keadilan kompensasi dan niat pengemudi untuk beralih, dengan bukti empiris yang diambil dari Koperasi Serba Usaha (KSU) Sedana Murti di Bali.
Metode penelitian: Desain sekuensial eksploratif dengan metode campuran digunakan, dimulai dengan eksplorasi kualitatif melalui Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan wawancara mendalam, dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan regresi berganda.
Hasil: Tahap kualitatif mengungkapkan bahwa keengganan pengemudi untuk tetap menggunakan platform daring dibentuk oleh persepsi keadilan eksternal (pendapatan penuh tanpa potongan komisi dan tarif kompetitif), keadilan internal (operasional yang transparan dan insentif proporsional), dan keadilan individu (kecukupan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga). Faktor non-finansial tambahan seperti kebanggaan profesional, kepuasan tamu, dan kenyamanan kerja juga memperkuat preferensi terhadap sistem taksi wisata. Hasil kuantitatif mengonfirmasi bahwa keadilan eksternal (X₁), keadilan internal (X₂), dan keadilan individu (X₃) secara signifikan memengaruhi niat beralih (Y), dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,907. Di antara faktor-faktor tersebut, keadilan individu muncul sebagai faktor yang paling dominan.
Implikasi: Hasil ini memvalidasi relevansi Teori Keadilan Kompensasi dan Teori Niat Beralih dalam kerangka Teori Perilaku Terencana, yang menunjukkan bahwa persepsi keadilan sangat mendorong keputusan pekerjaan di sektor transportasi pariwisata Bali
Tantangan Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce, Reuse, Recycle di Kabupaten Badung
Purpose: This study aims to identify and analyze problems in 3R-based waste management in Badung Regency.
Research methods: This study uses a quantitative descriptive method with secondary data from the Profile of the Badung Regency Environmental Service and the Badung Central Statistics Agency (BPS) in 2024, which was carried out for four months (June–October 2024) covering 33 TPS3R locations.
Findings: Badung Regency has 39 TPS 3R, with 33 actively operating and 6 not optimal. Eight TPS 3R still apply the traditional collect-transport-dispose system. The obstacles faced are weak enforcement of sanctions, inter-agency coordination, and community participation. In addition, there are obstacles to coordination between agencies as well as limitations in human resources, infrastructure, and funding. As many as 56% of TPS 3R experienced equipment damage (shredding machines, sifting), inadequate capacity, and unsuitable buildings. On the other hand, household waste sorting is low due to minimal education and incentives. Compost products are not SNI certified so they are difficult to market competitively.
Implication: A strategy is needed to strengthen regulations, ongoing training, infrastructure and funding support, and cross-sector collaboration. Increasing community participation through education and incentives is also the key to the success of sustainable waste management in Badung RegencyTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan dalam pengelolaan sampah berbasis 3R di Kabupaten Badung.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Profil Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung dan Badan Pusat Statistik (BPS) Badung Tahun 2024, yang dilaksanakan selama empat bulan Januari-April 2025 dengan cakupan 33 lokasi TPS3R.
Hasil: Kabupaten Badung memiliki 39 TPS 3R, dengan 33 beroperasi aktif dan 6 belum optimal. Delapan TPS 3R masih menerapkan sistem kumpul-angkut-buang tradisional. Kendala yang dihadapi adalah lemahnya penegakan sanksi, koordinasi antar-lembaga, dan partisipasi masyarakat. Selain itu, terdapat kendala koordinasi antara instansi serta keterbatasan SDM, infrastruktur, dan pendanaan. Sebanyak 56% TPS 3R mengalami kerusakan alat (mesin pencacah, sifting), daya tampung tidak memadai, dan bangunan tidak layak. Dilain sisi, pemilahan sampah rumah tangga rendah akibat minimnya edukasi dan insentif. Produk kompos tidak tersertifikasi SNI sehingga sulit dipasarkan secara kompetitif.
Implikasi: Diperlukan strategi penguatan regulasi, pelatihan berkelanjutan, dukungan infrastruktur dan dana, serta kolaborasi lintas sektor. Peningkatan partisipasi masyarakat melalui edukasi dan insentif juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Badung
Integrating Ethics to Heart: Between Bureaucratization and Democratic Accountability on Government Auditor
Purpose: This study analyzes the ethics and professionalism of government auditors of the Financial and Development Supervisory Agency of the Bali Provincial Representative Office.
Research methods: The total sample of 65 people. This study employs a quantitative approach, utilizing a questionnaire with a 1-5 Likert scale for data collection. The analysis model uses Structural Equation Modeling.
Findings: The study results indicate that professional ethics, education, and experience greatly influence the professionalism of government auditors. Suppose the government and institutions can implement measures to prevent fraud and budget irregularities early. In that case, clean, transparent, and accountable budget implementation principles can be implemented properly and comprehensively.
Implication: Although public sector control has been largely overlooked in political theory, Aristotle, John Stuart Mill, and Max Weber emphasized the importance of the audit function to ensure that the power of public administration is not too broad, highlighting various aspects to shape its character. The Financial and Development Supervisory Agency will be effective if it carries out its functions and authorities properly and monitors and internally reports any deviations in budget implementation in the government and institutions. Tujuan: Penelitian ini menganalisis etika dan profesionalisme auditor pemerintah di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Kantor Perwakilan Provinsi Bali.
Metode penelitian: Jumlah sampel 65 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5 untuk pengumpulan data. Model analisis menggunakan Structural Equation Modeling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesi, pendidikan, dan pengalaman sangat memengaruhi profesionalisme auditor pemerintah. Pemerintah dan lembaga diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan kecurangan dan penyimpangan anggaran sejak dini. Dengan demikian, prinsip-prinsip pelaksanaan anggaran yang bersih, transparan, dan akuntabel dapat diterapkan dengan baik dan komprehensif.
Implikasi: Meskipun pengendalian sektor publik sebagian besar diabaikan dalam teori politik, Aristoteles, John Stuart Mill, dan Max Weber menekankan pentingnya fungsi audit untuk memastikan bahwa kewenangan administrasi publik tidak terlalu luas, dengan menyoroti berbagai aspek yang membentuk karakternya. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan akan efektif jika menjalankan fungsi dan kewenangannya dengan baik serta memantau dan melaporkan secara internal setiap penyimpangan dalam pelaksanaan anggaran di pemerintahan dan lembaga
Developing Subak Capacity in Facing the Challenges of Modern Agriculture and Climate Change in Bali
Purpose: This study aims to analyze the challenges faced by the traditional Subak irrigation system in Bali in facing the development of modern agriculture and the impacts of climate change, and to identify strategies that can be used to overcome these challenges.
Research methods: The research method used is a qualitative normative approach with analysis of literature, policy documents, and relevant secondary data. This study also involves a descriptive-evaluative approach to describe the condition of Subak and the potential and constraints it faces.
Results and discussion: Subak needs to adopt modern agricultural technology that is in accordance with local wisdom values, as well as increase the capacity for adaptation to climate change through adjustments to cropping patterns, application of environmentally friendly technology, and strengthening institutions.
Implication: The implication of this study is the need for comprehensive policy support and ongoing education for farmers to ensure the sustainability of Subak as a traditional irrigation system that is able to face the challenges of modernization and climate change, so that it continues to play a role as the main foundation of agriculture in Bali.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi sistem irigasi tradisional Subak di Bali dalam menghadapi perkembangan pertanian modern dan dampak perubahan iklim, serta mengidentifikasi strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif kualitatif dengan analisis literatur, dokumen kebijakan, dan data sekunder yang relevan. Penelitian ini juga melibatkan pendekatan deskriptif-evaluatif untuk menggambarkan kondisi Subak serta potensi dan kendala yang dihadapinya.
Hasil dan pembahasan: Subak perlu mengadopsi teknologi pertanian modern yang sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal, serta meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim melalui penyesuaian pola tanam, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan penguatan kelembagaan.
Implikasi: Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya dukungan kebijakan yang komprehensif dan pendidikan berkelanjutan bagi petani untuk memastikan keberlanjutan Subak sebagai sistem irigasi tradisional yang mampu menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan iklim, sehingga tetap berperan sebagai fondasi utama pertanian di Bali
Implementasi Kebijakan Penyediaan Air Bersih di Kabupaten Badung
Purpose: The fulfillment of clean water needs is a complex problem and requires comprehensive analysis. This study aims to analyze the implementation of clean water supply policies in Badung Regency to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats.
Research methods: This research uses a qualitative methodology with a SWOT analysis approach through data collection carried out by interview and documentation study methods.
Results and discussion: The Badung Regency Government together with Perumda Air Minum Tirta Mangutama have implemented several policies to improve clean water supply. However, there are still several obstacles, such as limited raw water source capacity, rapid population growth so that service coverage does not increase significantly. The SWOT analysis results show that to meet the clean water needs in Badung Regency, the Weaknesses-Opportunities strategy is used with strategic policies in the form of developing and increasing the availability of raw water through the support of the central government and the Bali Provincial Government so as to increase the coverage of clean water services through developing alternative financing schemes, such as cooperation with the private sector, financial institutions, and the community.
Implication: Efforts to improve the performance of clean water services in Badung Regency require a comprehensive strategy to optimize strengths and opportunities, as well as minimize weaknesses and threats in the implementation of clean water supply policies.Tujuan: Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan permasalahan yang kompleks dan membutuhkan analisis komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penyediaan air bersih di Kabupaten Badung untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT melalui pengumpulan data yang dilaksanakan dengan metode wawancara dan studi dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Pemerintah Kabupaten Badung bersama Perumda Air Minum Tirta Mangutama telah mengimplementasikan beberapa kebijakan untuk meningkatkan penyediaan air bersih. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti kapasitas sumber air baku yang terbatas, pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga cakupan layanan tidak meningkat secara signifikan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Badung menggunakan strategi Kelemahan – Peluang dengan kebijakan strategis berupa mengembangkan dan menambah ketersediaan air baku melalui dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali sehingga dapat meningkatkan cakupan layanan air bersih melalui mengembangkan skema pembiayaan alternatif, seperti kerja sama dengan swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Implikasi: Upaya peningkatan kinerja pelayanan air bersih di Kabupaten Badung memerlukan strategi yang komprehensif untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalisir kelemahan dan ancaman dalam implementasi kebijakan penyediaan air bersih
Public Relations dan Community Engagement dalam Mempromosikan Wisata Konservasi Penyu di Serangan, Denpasar Selatan
Purpose: This study aims to analyze the role of public relations (PR) strategies and Community Engagement in promoting turtle conservation tourism at the Turtle Conservation and Education Center (TCEC) in Serangan, South Denpasar.
Research methods: The study employed a qualitative descriptive approach using observation, in-depth interviews, and documentation. The research involved TCEC managers, local communities, tourists, and related stakeholders to obtain comprehensive insights into communication practices and community involvement.
Findings: The implementation of the Two-Way Symmetrical Communication model by the existing PR practitioner effectively established mutual communication between the conservation institution and the surrounding community. The active participation of local residents in educational programs, digital promotions, and conservation activities significantly increased public environmental awareness and improved TCEC’s image as a sustainable tourism destination.
Implication: This study highlights the importance of synergizing communication strategies with community participation to support conservation-based tourism promotion and environmental education.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Keterlibatan Masyarakat dalam mempromosikan wisata konservasi penyu di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) di Serangan, Denpasar Selatan.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan pengelola TCEC, masyarakat lokal, wisatawan, dan pemangku kepentingan terkait untuk memperoleh wawasan komprehensif tentang praktik komunikasi dan keterlibatan masyarakat.
Hasil: Penerapan model Komunikasi Simetris Dua Arah oleh praktisi Humas setempat efektif membangun komunikasi timbal balik antara lembaga konservasi dan masyarakat sekitar. Partisipasi aktif warga lokal dalam program edukasi, promosi digital, dan kegiatan konservasi secara signifikan meningkatkan kesadaran lingkungan publik dan meningkatkan citra TCEC sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Implikasi: Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi strategi komunikasi dengan partisipasi masyarakat untuk mendukung promosi wisata berbasis konservasi dan edukasi lingkungan
Tingkat Intrusi Air Laut di Wilayah Pesisir Kecamatan Kuta Utara, Badung
Purpose: Seawater intrusion in North Kuta District, Badung Regency, has become a serious threat due to excessive groundwater exploitation, groundwater subsidence, and tourism activities. Previous research showed a decline in groundwater quality and expansion of seawater intrusion. This study aims to map the distribution of seawater intrusion in 2024 and predict its spread until 2029 in order to provide mitigation recommendations.
Research methods: The study used the Audio Magnetotelluric (ADMT) and geoelectric methods at 15 track points, as well as groundwater quality tests in 32 wells with TDS, DHL, chloride, pH, salinity, and hardness parameters. The data were analyzed using the Surfer program for mapping the distribution of intrusion, and the prediction of the spread rate was calculated through regression analysis based on historical data.
Findings: Distribution of Intrusion 2024 low-moderate category occurred in Canggu and Tibubeneng Villages (resistivity 4.5–15 ohm.m; TDS 700–10,000 mg/L), while the high-level category was identified in Kerobokan Kelod Village (resistivity <4.5 ohm.m; TDS 10,000–20,000 mg/L) with a stretch of 1,200 meters on the coast and 700 meters inland. In 2029, intrusion is predicted to spread inland at a rate of 35–56 meters/year, especially in Kerobokan Kelod, due to increased chloride and decreased water quality.
Implication: Seawater intrusion has the potential to cause health problems (e.g. urolithiasis) and threaten the sustainability of water resources. Therefore, it is necessary to limit groundwater extraction, strengthen the PDAM network, and conserve aquifers.Pendahuluan: Intrusi air laut di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, telah menjadi ancaman serius akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan, penurunan muka air tanah, dan aktivitas pariwisata. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya penurunan kualitas air tanah dan perluasan intrusi air laut. Kajian ini bertujuan untuk memetakan sebaran intrusi air laut pada tahun 2024 dan memprediksi penyebarannya hingga tahun 2029 guna memberikan rekomendasi mitigasi.
Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode Audio Magnetotelluric (ADMT) dan geolistrik pada 15 titik lintasan, serta uji kualitas air tanah di 32 sumur dengan parameter TDS, DHL, klorida, pH, salinitas, dan kesadahan. Data dianalisis menggunakan program Surfer untuk pemetaan sebaran intrusi, dan prediksi laju penyebaran dihitung melalui analisis regresi berbasis data historis.
Hasil: Sebaran Intrusi 2024 kategori tingkat rendah-sedang terjadi di Desa Canggu dan Tibubeneng (resistivitas 4,5–15 ohm.m; TDS 700–10.000 mg/L), sedangkan kategori tingkat tinggi teridentifikasi di Kelurahan Kerobokan Kelod (resistivitas <4,5 ohm.m; TDS 10.000–20.000 mg/L) dengan bentangan 1.200 meter di pesisir dan 700 meter ke darat. Pada tahun 2029, diprediksi intrusi diprediksi menyebar ke daratan dengan laju 35–56 meter/tahun, terutama di Kerobokan Kelod, akibat peningkatan klorida dan penurunan kualitas air.
Implikasi: Intrusi air laut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan (misalnya urolithiasis) dan mengancam keberlanjutan sumber daya air. Oleh karena itu, perlu pembatasan pengambilan air tanah, penguatan jaringan PDAM, dan konservasi akuifer
Managing Menu and Culinary Offerings as a Cannelé Dining Scene at The Mulia, Mulia Resort & Villas
Purpose: The purpose of this research is the demand for popular patisserie products in Bali, which prompted The Mulia, Mulia Resort & Villas, Nusa Dua, Bali to establish Cannelé as their additional dining outlet to offer exquisite patisserie offerings.
Research methods: The study employs a POAC-based approach (planning, organizing, actuating, and controlling) supported by theories in Gastronomy, Menu Engineering, and Gastronomic Culinary. This study employs a qualitative approach, collecting data through observation, document study, interview, and focus group discussion.
Findings: The Mulia, Mulia Resort & Villas develop and manage Cannelé through POAC management cycle. Menu management was conducted rigorously through menu engineering and trend analysis to classify items based on sales performance for operational analysis. The model that can be designed and applied is the operational management cycle. The comparison of menu categories shows a strong foundation for items in the Star and Plow horse and potential to the Puzzle. A significant number of items fall in dog categories. Patisserie/cake product line, ice cream, and coffee show the strongest performance. Meanwhile, the savory menu/main dishes and kids’ menu demonstrate low sales.
Implication: This study contributes valuable applied knowledge in culinary management and hospitality tourism, particularly in F&B product strategy within luxury hotel environments.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah permintaan akan produk patiseri yang populer di Bali, yang mendorong The Mulia, Mulia Resort & Villas, Nusa Dua, Bali untuk mendirikan Cannelé sebagai gerai makan tambahan mereka untuk menawarkan sajian patiseri yang istimewa.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis POAC (planning, organizing, actuating, and controlling) yang didukung oleh teori-teori dalam Gastronomi, Menu Engineering, dan Gastronomic Culinary. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, studi dokumen, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus.
Hasil: The Mulia, Mulia Resort & Villas mengembangkan dan mengelola Cannelé melalui siklus manajemen POAC. Manajemen menu dilakukan secara ketat melalui menu engineering dan analisis tren untuk mengklasifikasikan item berdasarkan kinerja penjualan untuk analisis operasional. Model yang dapat dirancang dan diterapkan adalah siklus manajemen operasional. Perbandingan kategori menu menunjukkan fondasi yang kuat untuk item dalam kategori Star dan Plow horse dan potensi untuk kategori Puzzle. Sejumlah besar item termasuk dalam kategori dog. Lini produk patiseri/kue, es krim, dan kopi menunjukkan kinerja terkuat. Sementara itu, menu gurih/hidangan utama dan menu anak-anak menunjukkan penjualan yang rendah.
Implikasi: Studi ini memberikan kontribusi pengetahuan terapan yang berharga dalam manajemen kuliner dan pariwisata perhotelan, khususnya dalam strategi produk F&B dalam lingkungan hotel mewah
Employee Performance and Retention: The Role of Supervisor Support and Work Motivation at Five Star Hotels in Bali
Purposes: This study aims to analyze the importance of supervisor support in motivating operational employees and its implications for work performance and employee retention in 5-star hotels in Bali. The problems raised in this study are the effect of supervisor support on employee work motivation, the effect of work motivation on employee performance, and the effect of work motivation on employee retention at 5-star hotels in Bali.
Research methods: The population in this study is all permanent employees at 5-star hotels in Bali. The number of research respondent samples of 125 was determined by purposive sampling. The research data used are primary data and secondary data. The data processing method is carried out with SEM with SmartPLS 4.
Results and discussion: The effect of supervisor support on employee work motivation at a 5-star hotel in Bali 64.9% was positive and significant, which means that the higher the supervisor support, the higher the employee\u27s work motivation. Employee work motivation has a positive and significant effect of 64.6% on employee performance, and work motivation affects employee retention positively and significantly by 52.5%. After considering the control variable, the increased R-Square value suggests that supervisor support positively impacts employee motivation if employees have a high education.
Implication: Aspects of educational level greatly influence a supervisor in making decisions to motivate employees at a 5-star hotel in Bali. Decision-making is faster and more structured because it has a mature theoretical foundation. The higher the education, the more comprehensive the supervisor\u27s insight. A supervisor with an unmarried status has speed in making decisions and motivates his employees. From a gender perspective, women cannot freely determine workload and work shifts compared to men.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya dukungan supervisor dalam memotivasi karyawan operasional dan implikasinya terhadap prestasi kerja dan retensi karyawan pada hotel bintang 5 di Bali. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pengaruh dukungan supervisor terhadap motivasi kerja karyawan, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, dan pengaruh motivasi kerja terhadap retensi karyawan pada hotel bintang 5 di Bali.
Metode penelitian: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap pada hotel bintang 5 di Bali. Jumlah sampel responden penelitian sebanyak 125 ditentukan secara purposive sampling. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data dilakukan dengan SEM dengan SmartPLS 4.
Hasil dan pembahasan: Pengaruh dukungan supervisor terhadap motivasi kerja karyawan pada hotel bintang 5 di Bali sebesar 64,9% bersifat positif dan signifikan yang artinya semakin tinggi dukungan supervisor maka semakin tinggi pula motivasi kerja karyawan. Motivasi kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan sebesar 64,6% terhadap kinerja karyawan dan motivasi kerja mempengaruhi retensi karyawan secara positif dan signifikan sebesar 52,5%. Setelah mempertimbangkan variabel kontrol, nilai R-Square yang meningkat menunjukkan bahwa dukungan supervisor berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan apabila karyawan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.
Implikasi: Aspek tingkat pendidikan sangat mempengaruhi seorang supervisor dalam mengambil keputusan untuk memotivasi karyawan pada hotel bintang 5 di Bali. Pengambilan keputusan lebih cepat dan terstruktur karena memiliki landasan teori yang matang. Semakin tinggi pendidikan maka wawasan supervisor akan semakin luas. Seorang supervisor yang berstatus belum menikah memiliki kecepatan dalam mengambil keputusan dan memotivasi karyawannya. Dari perspektif gender, perempuan tidak dapat secara bebas menentukan beban kerja dan shift kerja dibandingkan dengan laki-laki
Optimization of MSME Digitalization in Badung Regency
Purpose: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are an important pillar of the Indonesian economy, including in Badung Regency, contributing 61% to GDP and 97% of employment. However, the adoption of digital technology by MSME is still low due to limited digital literacy, infrastructure, and human resources. This study aims to analyze the implementation of MSME digitalization in Badung Regency and formulate effective digital marketing strategies to increase sales.
Research Methods: The study used a quantitative descriptive method with secondary data from a survey of MSME digitalization in 6 sub-districts in Badung Regency. The sample consisted of 180 MSMEs selected randomly, with a focus on micro-enterprises.
Findings: As many as 70% of MSMEs have implemented digitalization, especially in the fields of financial administration (77%) and marketing (75%). Instagram (48%) and websites (36%) are the most popular marketing platforms. The positive impacts of digitalization include increased turnover (70%) and market expansion (62%), but challenges such as low digital literacy (66%) and poor internet quality (37%) still hinder.
Implications: Digitalization has the potential to improve MSME performance, but requires holistic support. Priority programs include providing non-HR intensive application platforms, improving internet quality, and digital literacy training and MSME management.Tujuan: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Badung, dengan kontribusi 61% terhadap PDB dan 97% lapangan pekerjaan. Namun, adopsi teknologi digital oleh UMKM masih rendah akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur, dan SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan digitalisasi UMKM di Kabupaten Badung serta merumuskan strategi pemasaran digital yang efektif untuk meningkatkan penjualan.
Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari survei digitalisasi UMKM di 6 kecamatan di Kabupaten Badung. Sampel terdiri dari 180 UMKM yang dipilih secara acak, dengan fokus pada usaha mikro.
Hasil: Sebanyak 70% UMKM telah menerapkan digitalisasi, terutama di bidang administrasi keuangan (77%) dan pemasaran (75%). Instagram (48%) dan website (36%) menjadi platform pemasaran paling populer. Dampak positif digitalisasi meliputi peningkatan omzet (70%) dan perluasan pasar (62%), tetapi tantangan seperti literasi digital yang rendah (66%) dan kualitas internet yang buruk (37%) masih menghambat.
Implikasi: Digitalisasi berpotensi meningkatkan kinerja UMKM, namun memerlukan dukungan holistik. Program prioritas meliputi penyediaan platform aplikasi non-SDM intensif, peningkatan kualitas internet, serta pelatihan literasi digital dan pengelolaan UMKM