Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Komunikasi Pariwisata dalam Mendorong Keberlanjutan Destinasi Wisata: Kajian Literatur Teoretis
Purpose: This study aims to explain the role of tourism communication in supporting sustainable tourist destination and to identify the principles, strategies, and stakeholders involved in the process.
Research methods: This study employs a literature review method, analyzing academic artikels from Google Scholar, Scopus journals 2020-2025, supported by Mendeley software for reference management and source organization.
Findings: Effective tourism communication is characterized by a holistic approach, transparency, evidence use, stakeholder involvement, message framing strategies, and the optimization of digital channels to support destination sustainability.
Implication: These results indicate the need for more integrated and participatory tourism communication strategies to ensure consistent implementation and broader stakeholder understanding of destination sustainability.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran komunikasi pariwisata dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata dan mengidentifikasi prinsip, strategi, serta pemangku kepentingan yang berperan dalam proses tersebut.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan meninjau artikel akademik melalui Google Scholar, Scopus pada tahun 2020-2025, dibantu dengan perangkat lunak Mendeley sebagai manajemen referensi serta pencatatan sumber.
Hasil dan pembahasan: Komunikasi Pariwisata yang efektif ditandai oleh pendekatan holistik, transparansi, penggunaan bukti, keterlibatan pemangku kepentingan, strategi pembingkaian pesan, serta optimalisasi salutan digital untuk mendukung keberlanjutan destinasi.
Implikasi: Temuan ini mengisyaratkan perlunya strategi komunikasi pariwisata yang lebih terintegrasi dan partisipatif agar keberlanjutan destinasi dapat diterapkan secara konsisten dan dipahami oleh saluran pemangku kepentingan
Pengaruh Pemberian Paket Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Perubahan Sifat Kimia Tanah pada Tanaman Jeruk Keprok Tejakula
Purpose: This research aims to analyze the effect of organic and inorganic fertilizer packages on the growth of Tejakula tangerine plants and changes in soil chemical properties after being given organic and inorganic fertilizer packages.
Research methods: The method used in this research was a Randomized Block Design (RAK) with 1 (one) factor. The treatment tested was the fertilizer package dose (P), consisting of 3 levels, namely organic fertilizer/cow manure (Po), organic cow manure + 22.6 g Urea fertilizer + 4 g KCl fertilizer + Phonska Plus 15 fertilizer -15-15 dose 84 g (Ph), and organic cow manure fertilizer + Urea fertilizer dose 22.6 g, KCl fertilizer dose 4 g, Phonska Plus fertilizer 15-15-15 dose 84 g + mycorrhizal biofertilizer + liquid organic fertilizer (POC) probiotics (Pc). Each treatment was repeated 8 times to obtain 24 treatments.
Findings: The response to the fertilizer package had a significant to very significant effect on plant growth, such as increasing plant height, increasing the number of primary branches, increasing stem diameter and number of leaves. The fertilizer package that gave the highest response to plant height, number of leaves, while the increase in stem diameter had the same effect. Primary branch augmentation is the most influential Ph package but is not significantly different from PC. The effect of fertilizer packages on changes in soil chemical properties is that pH is neutral, DHL is classified as low to very high, C-org is classified as high, N-tot is classified as medium, P-available and K-available is classified as very high.
Implication: The effect of mixed organic, inorganic and biological fertilizers and probiotic POC provide the best response to plant growth and increase DHL in the soil.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk analisis pengaruh paket pupuk organik, anorganik terhadap pertumbuhan tanaman jeruk keprok Tejakula dan perubahan sifat kimia tanah setelah diberikan paket pupuk organik dan anorganik.
Metode penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor. Perlakuan yang diuji yaitu dosis paket pupuk (P), terdiri atas 3 taraf, yaitu: pupuk organik/pupuk kandang sapi (Po), pupuk organik kandang sapi + pupuk Urea dosis 22,6 g + pupuk KCl 4 g + pupuk Phonska Plus 15-15-15 dosis 84 g (Ph), dan pupuk organik kandang sapi + pupuk Urea dosis 22,6 g, pupuk KCl dosis 4 g, pupuk Phonska Plus 15-15-15 dosis 84 g + pupuk hayati mikoriza + pupuk organik cair (POC) probiotik (Pc). Masing-masing perlakuan diulang 8 kali sehingga didapatkan 24 perlakuan.
Hasil: Respon paket pupuk berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman seperti pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah cabang primer, pertambahan diameter batang dan jumlah daun. Paket pupuk yang paling memberikan respon tertinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, sedangkan terhadap pertambahan diameter batang sama-sama berpengaruh. Pertambahan cabang primer adalah paket Ph yang paling berpengaruh tetapi tidak berbeda nyata dengan Pc. Pengaruh paket pupuk terhadap perubahan sifat kimia tanah adalah pH netral, DHL tergolong rendah sampai sangat tinggi, C-org tergolong tinggi, N-tot tergolong sedang, P-tersedia dan K-tersedia tergolong sangat tinggi.
Implikasi: Pengaruh pupuk campuran organic, anorganik dan hayati serta POC probiotik memberikan respon yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman dan meningkatkan DHL pada tanah
Evaluasi Yuridis terhadap Penerapan Surat Keputusan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Provinsi Bali Berdasarkan Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018
Purpose: This research aims to evaluate the Decree on Slum Settlements in Bali Province based on Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018
Research methods: This research uses a normative juridical approach. There are five housing and slum settlement decrees in Bali Province which were used as sampling for evaluation in accordance with the research objectives.
Findings: This research found discrepancies with the lex superior Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018. Not accordance with the legal principle of lex superior derogat legi inferiori.
Implication: From the five regemcies/cities, only three cities complied in full with Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018. In the future, the formation of SK must comply with the above regulations.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi SK Perumahan dan Permukiman Kumuh di Provinsi Bali berdasarkan Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Terdapat lima SK perumahan dan permukiman kumuh yang ada di Provinsi Bali dijadikan sampling untuk dilakukan evaluasi sesuai dengan tujuan penelitian.
Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat ketidaksesuaian terhadap aturan diatasnya, yakni Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018. Sehingga tidak sesuai dengan asas hukum lex superior derogat legi inferiori.
Implikasi: Masih terdapat aspek yang tidak sesuai terhadap Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018. Dari lima kabupaten/kota, hanya tiga kabupaten/kota yang memenuhi secara keseluruhan. Kedepannya pembentukan SK harus memenuhi aturan diatasnya
Ni Luh Djelantik’s Political Campaign Strategy in the 2024 Bali Regional Representative Council Election
Purpose: This research was conducted to determine the political campaign strategy used by Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik in winning votes in the 2024 Regional Representative Council (Dewan Perwakilan Daerah/DPD) Legislative Election.
Research method: This research uses a qualitative approach by collecting data through observation, interviews and documentation. With a sample size of 3 (three) people. The data analysis technique uses an interactive analysis.
Results and discussion: The political campaign strategy implemented by Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik includes an emotional approach to voters, emphasis on social issues especially in Bali, creating a simple image, and highlighting herself as the only female candidate in the DPD legislative election Bali 2024. She succeeded in implementing an effective campaign strategy in the 2024 Bali DPD legislative election.
Implication: Her approach included strengthening his image through the role of a "mamak" who is close to the community, using social media to strengthen personal branding, focusing on issues of women\u27s empowerment, and paying attention to social and humanitarian problems.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kampanye politik yang digunakan oleh Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik dalam memenangkan suara pada Pemilihan Legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tahun 2024.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan jumlah sampel sebanyak tiga orang. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.
Hasil dan pembahasan: Strategi kampanye politik yang diterapkan oleh Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik melibatkan pendekatan emosional kepada pemilih, penekanan pada isu-isu sosial khususnya di Bali, penciptaan citra yang sederhana, serta menonjolkan diri sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam pemilihan legislatif DPD Bali 2024. Ia berhasil menerapkan strategi kampanye yang efektif dalam pemilihan legislatif DPD Bali 2024.
Implikasi: Pendekatannya mencakup penguatan citra melalui peran sebagai “mamak” yang dekat dengan masyarakat, penggunaan media sosial untuk memperkuat personal branding, fokus pada isu-isu pemberdayaan perempuan, serta perhatian terhadap masalah sosial dan kemanusiaan.
Kata kunci: Strategi kampanye, pemilihan legislatif DPD Bali 2024, branding, media sosia
Representation of Local Cultural Wisdom in the Kuta Beach Mini Festival in the Kuta Badung Traditional Village
Purpose: This article aims to revive local cultural wisdom in the Kuta Traditional Village which has been eroded by the influence of globalization
Research methods: This research uses an interpretive qualitative approach by collecting data through field observations, interviews and literature reviews
Results and discussion: The Kuta Beach Mini Festival is able to create a space for the people of Kuta Badung Traditional Village to strengthen their sense of cultural identity, through dance, music, fine arts and various traditional activities and revive cultural elements that are in danger of being forgotten.
Implication: This article has substantial cultural implications by illustrating how the representation of local cultural wisdom in festivals can influence cultural preservation, revolution, and understanding.Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kearifan budaya lokal di Desa Adat Kuta yang telah terkikis oleh pengaruh globalisasi.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretative dengan mengumpulkan data melalui pengamatan lapangan, wawancara dan tinjauan literatur.
Hasil dan pembahasan: Kuta Beach Mini Festival mampu menciptakan ruang bagi masyarakat Desa Adat Kuta Badung untuk memperkuat rasa identitas budaya, melalui tarian, musik, seni rupa dan berbagai kegiatan tradisional dan menghidupkan kembali elemen-elemen budaya yang terancam dilupakan.
Implikasi: Artikel ini memiliki implikasi budaya yang substansial dengan menggambarkan bagaimana representasi kearifan budaya lokal dalam festival dapat mempengaruhi pelestarian, revolusi, dan pemahaman budaya
Pertumbuhan dan Efektivitas Realisasi Anggaran Belanja pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buleleng
Purpose: The research aims to analyze the growth and effectiveness of budget realization at the Public Works and Spatial Planning Agency (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) of Buleleng Regency during the 2020–2024 period, as well as identify the factors that influence it and the efforts made to improve performance.
Research methods: The study employed a descriptive quantitative method using growth and effectiveness ratio analyses based on the Budget Realization Report, supported by interview data.
Findings: The growth of budget realization fluctuated throughout the 2020–2024 period. A significant decline occurred from 2021 to 2023, reaching –49% (a very low category), primarily due to decreases in both capital and operational expenditures. Meanwhile, the effectiveness analysis revealed that the level of budget realization varied across expenditure types. Operational expenditures (employees, goods and services, and grants) were categorized as effective, with an average realization rate above 90%, while capital expenditures showed relatively lower effectiveness, ranging from 51% (ineffective) to 88% (fairly effective).
Implication: These findings indicate that the budget management of PUTR Buleleng has been well implemented in operational aspects, but still requires improvement in optimizing capital expenditures. The main influencing factors include: inadequate planning, procurement processes, and delays in tender.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan efektivitas realisasi anggaran belanja pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buleleng selama periode 2020–2024 serta mengidentifikasi faktor penyebab dan upaya peningkatannya.
Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio belanja pertumbuhan dan rasio belanja efektivitas berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran serta wawancara pendukung.
Hasil: Pertumbuhan realisasi anggaran belanja mengalami fluktuatif selama periode 2020-2024. Penurunan signifikan terjadi pada tahun 2021–2023 dengan persentase mencapai -49% kategori sangat rendah, yang disebabkan oleh penurunan belanja modal serta belanja operasional. Sementara, hasil analisis efektivitas menunjukkan bahwa tingkat efektivitas realisasi anggaran bervariasi antar jenis belanja. Belanja operasional (belanja pegawai, barang dan jasa, serta hibah) tergolong efektif dengan rata-rata realisasi >90%, sedangkan belanja modal menunjukkan efektivitas yang relatif lebih rendah, berkisar antara 51% (tidak efektif) hingga 88% (cukup efektif).
Implikasi: Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengelolaan anggaran Dinas PUTR telah baik pada aspek operasional namun masih perlu peningkatan dalam optimalisasi belanja modal. Adapun faktor utama yang memengaruhi antara lain perencanaan yang kurang matang, proses pengadaan barang dan jasa, keterlambatan pengadaan, proses pencairan dana, dan perubahan kebijakan. Adapun upaya yang sudah dilakukan mencakup peningkatan dukungan anggaran, melanjutkan kegiatan tertunda, dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait.  
Kesiapan Aktor dan Kebijakan dalam Mewujudkan Smart Mobility di Provinsi Bali
Purpose: As the gateway to Indonesian tourism, Bali needs to transform into a smart city to overcome the complexity of the political environment, social and economic disparities, resolve rigid administrative systems, and increase the effectiveness of city infrastructure. One of the infrastructure problems is in the transportation sector which is caused by limited public transportation facilities to keep up with the increasing use of land as a generator and the use of private vehicles. This research tries to analyze the role of the actors and policies involved and the role of policy, power, interests, the relationship between actors and policies in realizing smart mobility.
Research methods: Data sources for analysis were obtained from secondary data from planning documents and were verified through limited discussions with stakeholders.
Results and discussion: The results obtained by policies related to smart mobility in Bali Province have fulfilled all the components that form smart mobility in Bali Province. Actors with high capabilities and interests include the Inna Group, Electric Vehicle Committee, Transportation Agency, PLN, and GIZ. The analysis of the relationship between policies, actors, and indicators of smart mobility shows that all actors and policies in Bali Province are suitable for realizing smart mobility.
Implication: By recognizing smart mobility, it is hoped that people will get a better quality of life in several aspects: a better environment, better public services, and better economic and employment opportunities.Tujuan: Sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia, Bali perlu bertransformasi menjadi smart city untuk mengatasi kompleksitas lingkungan politik, kesenjangan sosial dan ekonomi, menyelesaikan sistem administrasi yang kaku, serta meningkatkan efektivitas infrastruktur kota. Salah satu permasalahan infrastruktur ada pada sektor transportasi yang disebabkan oleh keterbatasan fasilitas transportasi umum untuk mengejar meningkatnya penggunaan lahan sebagai pembangkit dan penggunaan kendaraan pribadi. Penelitian ini mencoba menganalisis peran aktor dan kebijakan yang terlibat dan peran kebijakan, kekuatan, kepentingan, hubungan keterkaitan aktor dan kebijakan dalam mewujudkan smart mobility.
Metode penelitian: Sumber data untuk analisis didapat dari data sekunder dari dokumen perencanaan serta dilakukan verifikasi melalui diskusi terbatas dengan pemangku kepentingan.
Hasil dan pembahasan: Hasil yang diperoleh Kebijakan terkait smart mobility di Provinsi Bali telah memenuhi seluruh komponen pembentuk smart mobility di Provinsi Bali. Aktor yang memiliki kapabilitas dan kepentingan tinggi antara lain Inna Group, Komite Kendaraan Listrik, Dishub, PLN, dan GIZ. Dilanjutkan dari hasil analisis keterkaitan kebijakan, aktor dan indikator mobilitas cerdas menunjukkan bahwa seluruh aktor dan kebijakan di Provinsi Bali cocok untuk mewujudkan mobilitas cerdas.
Implikasi: Dengan mewujudkan mobilitas cerdas, diharapkan masyarakat mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dalam beberapa aspek: lingkungan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih baik, peluang ekonomi yang lebih baik, dan lapangan kerja yang lebih baik
Tourism Area Life Cycle Analysis in the Development of Aan Tourism Village, Klungkung
Purpose: This study aims to analyze the development of Aan Tourism Village in Klungkung Regency, Bali, using the Tourism Area Life Cycle (TALC) approach from Butler (1980).
Research methods: A qualitative descriptive approach was used with direct observation techniques and in-depth interviews with key informants to understand the dynamics of tourism that occur.
Findings: Aan Village is in a transition period from the development stage to consolidation. This is indicated by an increase in the number of tourist visits, community involvement in tourism activities, development of supporting infrastructure, and the implementation of formal regulations. However, several challenges have begun to emerge, such as uneven community involvement and expectations of economic benefits that have not been fully achieved.
Implication: Strategies for strengthening institutions, tourism product innovation, and increasing digital promotion are recommended to encourage sustainability. These findings contribute to the formulation of sustainable tourism village development policies that are oriented towards a balance between economic, social, and environmental aspects.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Desa Wisata Aan di Kabupaten Klungkung, Bali, dengan menggunakan pendekatan Tourism Area Life Cycle (TALC) dari Butler (1980).
Metode penelitian: Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informan kunci untuk memahami dinamika pariwisata yang terjadi.
Hasil: Desa Aan berada dalam masa transisi dari tahap pengembangan menuju konsolidasi. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata, pembangunan infrastruktur pendukung, dan penerapan regulasi formal. Namun, beberapa tantangan mulai muncul, seperti keterlibatan masyarakat yang belum merata dan harapan manfaat ekonomi yang belum sepenuhnya tercapai.
Implikasi: Strategi penguatan kelembagaan, inovasi produk wisata, dan peningkatan promosi digital direkomendasikan untuk mendorong keberlanjutan. Temuan ini berkontribusi pada perumusan kebijakan pembangunan desa wisata berkelanjutan yang berorientasi pada keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan
Green Energy Policy Implementation in Bali: Challenges and Opportunities
Purpose: This study aims to explain the implementation of green energy policies in Bali as a popular international tourist destination as well as identify various opportunities and challenges faced by the Bali Provincial Government in implementing green energy policies.
Research methods: The study utilizes qualitative methods by conducting interview and collecting secondary data. Qualitative data analysis is carried out by making verbatims, reducing the unimportant discussion, coding the discussion, and classifiying to the themes.
Findings: Bali provincial government enacted some green energy policies, but in term of sustainable waste management, the policy should regulate about how landfill is built and how the gas is converted to the energy.
Implication: The hurdles are enough capacity of fossil energy sources, bad experience in wind power establishment, and lack of government financial supports.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi kebijakan energi terbarukan di Bali sebagai destinasti wisata internasional populer dan mengindentifikasi berbagai peluang dan tantangan dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan mengumpulkan data sekunder. Analisis data kualitatif dilakukan dengan membuat verbatim, mereduksi diskusi yang tidak penting, dan mengkoding verbatim, dan mengklasifikasikannya ke dalam beberapa tema.
Hasil: Pemerintah Provinsi Bali telah menerapkan beberapa kebijakan energi terbarukan. Kendati demikian, terkait pengelolaan sampah yang berkelanjutan, kebijakan seharusnya mengatur mengenai bagaimana landfill dibangun dan bagaimana gas yang dihasilkan dapat dikonversi ke energi listrik.
Implikasi: Tantangan yang dihadapi adalah kapasitas fosil yang masih cukup, pengalaman buruh dalam membangun wind power, dan kurangnya dukungan finansial pemerintah
Pengelolaan Sampah Upacara Keagamaan di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar: Kajian Komposisi, Timbulan, dan Perilaku Masyarakat
Purpose: This study aims to identify household waste generation and composition in Pemecutan Kaja Village, Denpasar, and to analyze the influence of knowledge, awareness, and facility access on community waste-sorting behavior.
Research methods: Data were collected using SNI 19-3964-1994 waste sampling with a 100-kg hanging scale and a social survey questionnaire of 148 respondents. Data analysis employed SPSS v.26 using multiple linear regression to evaluate relationships among variables.
Findings: Average household waste generation was 1.192 kg/day, dominated by organic (41%), ritual (25%), and plastic waste (12%). Regression analysis indicated that knowledge, awareness, and facility access significantly affected sorting behavior (R² = 0.617), with awareness as the strongest determinant.
Implication: Integrating Tri Hita Karana cultural values with technical waste management enhances community-based waste handling effectiveness and supports cultural and environmental harmony.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi timbulan dan komposisi sampah rumah tangga di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, serta menganalisis pengaruh pengetahuan, kesadaran, dan akses terhadap fasilitas pengelolaan sampah terhadap perilaku pemilahan sampah masyarakat.
Metode penelitian: Pengumpulan data dilakukan melalui pengambilan sampel timbulan dan komposisi sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994 dengan timbangan gantung kapasitas 100 kg, serta kuesioner survei sosial terhadap 148 responden. Analisis data menggunakan SPSS v.26 dengan metode regresi linear berganda untuk menguji hubungan antarvariabel.
Hasil: Rata-rata timbulan sampah rumah tangga sebesar 1,192 kg/hari dengan komposisi dominan organik (41%), sampah upacara keagamaan (25%), dan plastik (12%). Analisis menunjukkan bahwa pengetahuan, kesadaran, dan akses fasilitas berpengaruh signifikan terhadap perilaku pemilahan sampah (R² = 0,617), dengan kesadaran sebagai faktor paling dominan.
Implikasi: Integrasi nilai budaya Bali Tri Hita Karana dengan strategi teknis pengelolaan sampah dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan menjaga kesucian lingkungan dalam konteks budaya lokal