Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
HIJRAH DAN TRANSFORMASI EKONOMI
Tren hijrah atau transformasi ke arah kehidupan lebih baik sesuai syariah Islam di kalangan masyarakat Muslim berdampak positif bagi sektor ekonomi nasional. Salah satu peristiwa penting dalam perkembangan sejarah Islam adalah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang dilakukan pada tanggal 16 Juli 622 Masehi / 2 Rabiul Awal 1 H. Secara teologis, hijrah ini merupakan perintah langsung Allah kepada Nabi, dimana Allah berperan dalam menyiapkan, merencanakan dan memberikan perlindungan kepada Nabi (QS 8:30; QS 9:40). Secara sosiologis, hijrah dilaksanakan sebagai upaya untuk keluar dari tekanan yang sangat kuat, yang dilancarkan oleh kaum kafir Quraisy. Pembentukan opini publik berupa fitnah, pengasingan, tekanan secara fisik dan mental, embargo ekonomi, dan penyiksaan-penyiksaan sangat gencar dilakukan. Sehingga dalam konteks demikian, hijrah menjadi momentum yang sangat tepa
KEMISKINAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Kemiskinan menjadi masalah yang rutin ditangani oleh sebagian besar negara, utamanya negara-negara dengan penduduk muslim. Program pegentasan kemiskinan kerap tidak berdampak baik terhadap penurunan kemiskinan. Di saat bersamaan para pemikir barat menilai bahwa ketidakmampuan negara dengan penduduk mayoritas muslim dalam mengentaskan kemiskinan disebabkan karena doktrin Islam yang terbelakang, tidak mampu memberikan dampak baik terhadap kesejahteraan. Pandangan ini berseberangan dengan esensi kehadiran Islam sebagai penjamin kesejahteraan kehidupan manusia.
Kemiskinan memiliki dampak berbahaya, tidak hanya menyangkut kehidupan sosial melainkan juga persoalan akidah, sehingga Islam memiliki semangat dasar dalam proses pengentasannya. Ekonomi Islam merupakan kaidah dalam menjawab serta menjamin kesejahteraan. Di dalamnya terdapat konsep kemiskinan mulai dari telaah dasar hingga solusi bagi negara. Namun, instrumen-instrumen Islam dalam proses pembangunan masih di abaikan bahkan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat Islam
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP JASA PENGIRIMAN PAKET PT. POS CABANG BIMA
Pada tahun 2019, JnT memperoleh penghargaan Top Brand pada Kategori Courier Service padahal PT. Pos Indonesia telah lebih dulu melayani jasa pengiriman paket. Kemudian timbul pertanyaan apa hal-hal yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap PT. Pos Indonesia. Inilah yang menjadi latarbelakang kajian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa Persepsi masyarakat terhadap pelayanan jasa pengiriman paket PT. Pos Cabang Bima sudah bagus berdasarkan nilai yang diberikan oleh para responden. Hal ini dilatarbelakangi oleh kualitas pelayanan PT. Pos Cabang Bima itu sendiri dalam melayani kebutuhan konsumen untuk jasa pengiriman paket. Aspek kualitas pelayanan yang terukur dari PT. Pos Cabang Bima antara lain: 1) Reliability (keandalan) 2) Responsiveness (daya tanggap) 3) Assurance (kepastian) 4) Empathy (empati) 5) Tangible (berwujud)
KONSEP DASAR EKONOMI ISLAM DITENGAH KONSERVATISME PEMIKIRAN EKONOMI MODERN DI INDONESIA
Konsep ekonomi Islam berbeda dan tidak mengadopsi sistim kapitalisme Barat maupun sosialisme. Sistem ekonomi Islam berbeda dari kapitalisme, sosialisme maupun negara kesejahteraan (welfare state). Walaupun disejajarkan dengan konsep sosialisme, Islam berbeda dalam hal kekuasaan negara, yang dalam sosialisme sangat kuat dan menentukan. Kebebasan perorangan yang dinilai tinggi dalam Islam jelas bertentangan dengan ajaran sosialisme. Meski demikian gagasan ekonomi kesejahteraan (welfare state) yang berada di tengah-tengah antara kapitalisme dan sosialisme memang lebih dekat ke ajaran Islam. Bedanya bahwa dalam Islam etika dijadikan pedoman perilaku ekonomi sedangkan dalam welfare state tidak demikian, karena etika welfare state adalah sekuler yang tidak mengarahkan pada “integrasi vertikal” antara aspirasi materi dan spiritual. Hal ini dapat dipahami melalui nilai-nilai dasar yang mengilhami ekonomi Islam di antara; konsep tauhid, rububiyyah, khalifah, dan tazkiyyah sebagi benyuk manifestasi nilai dasar ajaran Islam
PEMIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI DAN IBNU SINA
Eksistensi dua filosof ternama dunia yakni Al-Farabi dan Ibnu Sina termasuk yang membawa tonggak-tonggak filsafat Islam yang kemudian diikuti oleh para filosof setelahnya. Dari karya-karya merekalah sehingga membuat dunia tercerahkan baik dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang keilmuan yang lain seperti filsafat emanasi dan jiwa yang telah penulis sebutkan dalam pembahasan tersebut. Al-Farabi dan Ibnu Sina menjadi ujung tombak bagi generasi Islam setelahnya, dari merekalah generasi Islam belajar banyak hal tentang filsafat Islam. Sekalipun masih banyak yang diperdebatkan oleh para ulama dan generasi Islam tentang isi pikiran-pikiran kedua filosof tersebut. Tetapi pada dasarnya mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik lewat keilmuan-keilmuannya pada Islam khususnya dan dunia luar pada umumnya. Misalnya konsen pemikiran filsafat emanasi Al-Farabi dan Ibnu Sina yang memilki kesamaan terkait dengan konsepsi emanasi dari akal ke 1 sampai akal ke 10 yang menekankan bahwa hanya Tuhan saja yang ada dengan sendiri-Nya tanpa sebab dari luar diri-Nya, dan karena itu ia sebut Waajib al-Wujuud li zaatih, (yang mesti ada karena diri-Nya sendiri). Dari-Nya memancar segenap alam ciptaan-Nya, baik yang bersifat rohani (imateri) maupun yang bersifat jasmani (materi)
PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM KORUPSI PENGADAAN BARANG DAN JASA OLEH PEMERINTAH
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis beberapa hal antara lai; (1) Karakteristik Perbuatan Melawan Hukum Dalam Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa oleh Pemerintah. (2) Bentuk Kesalahan Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Oleh Pemerintah, Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statuta approach),Pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan kasus (caseapproach). Hasil penelitian menunjukan bahwasanya; (1) Karakteristik perbuatan melawan hukum dalam korupsi pengadaan barang dan jasa adalah merupakan pelanggaran/perbuatan melawan hukum atas undang-undang secara formiil dan materiil, berdasarkan penjelasan Pasal 2 UU Nomor.31 Tahun 1999 Jo. UU Nomor. 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, bahwa tindak pidana korupsi bukan saja perbuatan melawan hukum dari segi formiil namun juga merupakan melawan hukum materiil, namun penjelasan Pasal 2 tersebut, sudah dibatalkan oleh MK. (2) Bentuk kesalahan dalam Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah,terletak pada 3 (tiga) aspek yakni: 1. Aspek Hukum Administrasi, 2. Aspek Hukum Perdata dan Aspek Hukum Pidana. 
KEPEMIMPINAN WANITA PADA WILAYAH PUBLIK
Pembahasan tentang kepemimpinan seorang wanita sampai saat ini menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan di berbagai kalangan. Betapa tidak, dibeberapa daerah kabupaten dan kota maupun pada tingkat propinsi ditemukan beberapa calon pasangan yang mengajukan diri untuk menjadi pemimpin. Bahkan Indonesia sendiri pernah dipimpin oleh presiden wanita, Megawati Sukarno Putri, putri dari Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno. Dengan naiknya presiden wanita ini, desas desus pernyataan dan pertanyaan masyarakat terus berhembus, masyarakat dari yang berpendidikan bahkan sampai masyarakat awam pada saat itu banyak yang tiba-tiba menjadi mufti. Mengungkapkan pendapat dan pandangan terhadap kepemimpinan Megawati sebagai Presiden pertama wanita di Indonesia. lalu sebenarnya bagaimana hukumnya Islam memandang perihal kepemimpinan wanita, dan bagaimana pandangan ulama terhadap kepemimpinan wanita dalam wilayah publik. Inilah yang menjadi topik pembahasan yang penulis mencoba untuk mengupasnya
TINJAUAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA ORDE LAMA
Setelah Indonesia merdeka terutama pada zaman orde lama, pendidikan Islam sudah mulai berkembang. Hal tersebut, dibuktikan bahwa pemerintah khususnya pada masa orde lama (ORLA) sangat memperhatian pendidikan khususnya dalam pendidikan Islam. Dengan berbagai usaha yang dilakukan pemerintah sehingga pendidikan Islam mulai berkembang yang dibarengi dengan perumusan kebijakan-kebijakan strategis seperti bentuk pengelolaan pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah umum tersebut maka pada bulan Desember 1946 dikeluarkan surat keputusan bersama (SKB) antara menteri pendidikan dan menteri agama yang mengatur pelaksanaan pendidikan agama pada sekolah-sekolah umum (negeri dan swasta) yang berada di bawah kementerian pendidikan. Disatu pihak kementerian agama juga mengelola semua jenis pendidikan agama baik di sekolah-sekolah agama maupun di sekolah-sekolah umum. Sementara itu, dilain pihak departemen pendidikan pengajaran dan kebudayaan mengelola pendidikan pada umumnya dan mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan system pendidikan nasional
ANALISIS PERKEMBANGAN SISWA USIA DASAR PADA RELASI TEMAN SEBAYA
Fenomena penyimpangan atau kenakalan remaja dan anak yangsaat ini mulai mendapat perhatian secara serius oleh masyarakat.Pada umumnya jenis kenakalan itu tergolong pada tiga hal utama,yaitu : 1) penyalah gunaan narkoba, 2) seks bebas dan 3) tawuranantar remaja. Potret ini menunjukan bahwa kita saat ini sedangdiuji untuk memecahkan beberapa persoalan yang sedangdihadapi oleh anak, sehingga orang tua dan guru harusmelakukan kerja ekstra agar kedepan pertumbuhan danperkembangan anak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Padaanak usia sekolah dasar, berteman serta bersosialisasi denganteman sebaya memberikan kontribusi bagi anak untuk bisamemahami dirinya dan juga memahami orang lain. Menjalinrelasi atau hubungan dengan teman sebaya, merupakan salah satucontoh dari perkembangan sosial yang dimiliki oleh anak-anakpada usia sekolah dasar. Pada anak usia sekolah dasar, relasi ataumenjalin hubungan dengan teman sebaya menjadi hal pentingdalam perkembangan anak usia sekolah dasar. Penerimaan sosialberarti ia dipilih sebagai teman untuk suatu aktivitas dalamkelompok di mana seseorang menjadi anggota. Ini merupakanindeks keberhasilan bagi seorang anak yang digunakan untukberperan dalam suatu kelompok sosial dan menunjukkan derajatrasa suka anggota kelompok yang lain untuk dapat bekerja ataubermain dengannya
KEGIATAN TINDAK LANJUT DALAM PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN DI MI
Penilaian seharusnya memiliki kesejejaran dengan tujuan dan materi kurikulum. Oleh karna itu, dalam upaya untukmeningkatkan semangat peserta didik harus ada kesejajaranantara standar (kompetensi), isi/konten (materi/kurikulum),penilaian, dan trategi pembelajaran. Makna kesejajaranditunjukan bahwa antara standar, materi, penilaian dan strategipembelajarab benar-benar dapat saling melengkapi. Penilaianbukan hanya sebagai bagian dari suatu kegiatan belajar, tetapipenilain juga untuk meningkatkan pembelajaran. Slain itu,penilaian berfungsi untuk memajukan pesrta didik dalam belajar.Oleh karena itu pembelajaran yang sepenuhnya mengacu kepadapengujian justru tidak akan memberi nilai positif bagi kemajuanpeserta didik. Mengingat kecepatan setiap peserta didik dalampencapaian kompetensi tidak sama, maka dalam pembelajaranterjadi perbedaan kecepatan belajar antara peserta didik yangpandai, dengan yang kurang pandai. Sementara pembelajaranberbasis kompetensi mengharuskan pencapaian ketuntasan dalampencapaian kompetensi untuk seluruh kompetensi dasar secaraperorangan. Implikasi dari prinsip tersebut mengharuskan gurumelakukan kegiatan tindak lanjut dengan dilaksanakannyaprogram remedial bagi siswa yang belum tuntas dan pengayaanbagi siswa yang sudah tuntas. Program remedial dan pengayaanini nantinya sangatlah penting bagi guru untuk mengetahuiperkembangan peserta didik serta peningkatan mutu pendidikanpada umumnya