Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
PERUBAHAN PARADIGMA MENGAJAR GURU DALAM MENYONGSONG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Guru sebagai salah satu aspek tenaga pendidik dalampenyelenggaraan pendidikan Nasional juga perlu melakukanperubahan paradigma dalam melakukan tugas profesionalitasnyasebagai tenaga pendidik. Undang-undnag No. 14 Tahun 2005tentang Guru dan Dosen menuntut adanya kompetensi profesiGuru untuk terus mengembangkan kualifikasi akademik dankompetensi sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni. Perubahan dimensi penyelenggaraanpendidikan harus segera dijawab oleh guru sebagai skemapelaksanaan pembelajaran di sekolah sehingga harapan untukmencipatakan kecakapan hidup (life skill) atau kecakapankompetensi (life competency) mampu dicapai oleh seorang guru.Pada fase revolusi industri 4.0, kecakapan hidup harusberlandaskan pada kecakapan penggunaan teknologi digital (usedigital teknology).Perubahan paradigma mengajar denganmenggunakan model dan metode belajar berbasis digitalmenjadikan guru mampu menjawab persoalan tuntutanpemanfaatan perkembangan teknologi digital. Perubahanparadigma mengajar guru harus mampu memanfaatkankemudahan yang disajikan tersebut. Profesionalitas guru pada eraini harus ditunjukkan dengan keselarasan kompetensi gurudengan tuntutan global. Masa mendatang, perlu adanya indikatoryang memuat kemampuan guru dalam menjawab tantanganglobal sebagai ukuran dalam menseleksi perekrutan guru sebagaisumberdaya pendidik dalam pelaksanaan sistem pendidikanNasional Indonesia
PENERAPAN SISTEM PEMBINAAN HALAQAH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL
Perkembangan abad mutakhir menghendaki adanya suatu sistem pendidikan dan pengajaran Islam yang komprehensif. Lembaga pendidikan Islam dituntut untuk mampu ikut berkompetisi dalam upaya menciptakan suatu inovasi kreatif terhadap sistem ataupun metode pembelajaran yang telah ada. Guru sebagai salah satu komponen pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Halaqah biasanya digunakan untuk mengambarkan sekelompok kecil muslim yang secara rutin menkaji ajaran Islam jumlah peserta berkisar antara 3-12 orang. Pada dasarnya sistem pembinaan halaqah ada tiga tingkatan, mulai dari tahap pertama adalah tahap rahasia dan perseorangan yaitu sejak turunnya wahyu yang pertama Al-qur‟an Surat 96, ayat 1-5, tahap kedua adalah tahap terang-terangan kemudian tahap ketiga adalah Tahap untuk umum yaitu seruan dalam skala internasional. Secara praksis penerapan metode halaqah, menjadi ruang meditor bagi setiap orang untuk memahami potensi dirinya mencakup kecerdasan mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, bahkan membina hubungan
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM: Tinjauan Antroposentris Tentang Konsep Pendidikan Manusia
Kedudukan manusia dalam proses pendidikan senantiasa diperbincangkan dalam perspekstif akademik, mengingat manusia merupakan aktor utama selaku subjek dan objek pendidikan. Salah satu pokok persoalan yang selalu didiskusikan tentang manusia dalam pelaksanaan pendidikan adalah eksistensi manusia yang dapat dididik dan harus mendidik. Dalam al-Qur‟an manusia digeneralkan dengan kosa kata al-insan berasal dari kata anasa yang arinya melihat, dan banyak dijelaskan dalam al-Qur‟an. Kata insan yang bentuk jamaknya al-nas dasar kata anasa, yang berarti melihat, mengetahui dan meminta izin. Sehingga muatannya mengandung petunjuk adanya keterkaitan antara manusia dengan kemampuan penalaran, yakni manusia dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, ia dapat pula mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, dan terdorong meminta izin untuk menggunakan sesuatu yang bukan miliknya. Pengertian tersebut, menunjukan adanya potensi manusia untuk dididik dan mendidik pada diri manusia. Sehingga memberikan gambaran bahwa manusia memiliki kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya, baik perubahan sosial maupun perubahan alamiah sebagai proses pendidikan dalam diri seorang manusia
EFEKTIFITAS PENDISTRIBUSIAN DAN PENDAYAGUNAAN DANA ZAKAT DALAM UPAYA MEMBERANTAS KEMISKINAN
Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengelolaan zakat. Sehingga zakat seharusnya mampu mengatasi masalah ekonomi seperti kemiskinan dan kebodohan, salah satunya adalah dengan cara mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya yakni menunaikan zakat. Sumber-sumber pendapatan Negara pada masa pemerintahan Rasulullah Saw., salah satunya adalah zakat dan ushr (zakat atas hasil pertanian dan buah-buahan) yang merupakan dua pendapatan utama dan paling penting. Lembaga zakat seharusnya tidak hanya memberikan dana dan bimbingan dalam menjalankan usaha, namun juga memberikan bimbingan mengenai pembukuan usaha. Bagi Basnaz diharapkan mampu memberikan pembinaan dan pelatihan yang lebih baik lagi kepada para mustahiq, sehingga akan membangun rasa syukur akan nikmat dan bantuan yang diterimanya. Untuk penerima bantuan dana zakat produktif diharapkan untuk terus mengembangkan usahanya dan dapat membantu masyarakat sekitar yang juga tergolong tidak mampu. Di masa yang akan datang zakat diharapkan untuk lebih membantu program pemberdayaan masyarakat yang tidak mampu, yang diadakan oleh lembaga zakat, baik program yang besar maupun program yang kecil. Bagi masyarakat harusnya dapat menyalurkan zakatnya kepada lembaga zakat, karena zakat yang dikelola dengan baik oleh lembaga zakat dapat membantu untuk memberdayakan mustahiq dan dapat menstransformasi masyarakat dari mustahiq menjadi muzakki
MENAATI PERATURAN PEMERINTAH DAN UNDANG-UNDANG MENURUT SYARIAT ISLAM
Dalam sebuah negara demokrasi, peraturan, undang-undang dan hukum selalunya tidak sesuai dengan peraturan yang ada dalam syariat Islam. Kalaupun ada maka tidak sepenuhnya diambil dan digunakan. Sebut saja Indonesia atau Malaysia, kedua negara ini menganut asas demokrasi, segala jenis peraturan lebih kepada hukum yang telah di atur oleh Peraturan Pemerintah dan Undang-undang. Sedangkan hukum Islam hanya pada beberapa bagian saja, diantaranya: Hukum Perkawinan, Waris, Perceraian, Hibah dan Wakaf. Berbeda halnya dengan negara yang berbentuk kerajaan Islam, seperti Kerajaan Saudi. Hampir seluruh peraturan dan undang-undang yang berlaku, berdasar kepada syariat Islam yang bersumber dari Al Quran, Sunnah, Ijma’ para ulama serta qiyas. Jika dilihat dari jenis hukuman yang dijatuhkan oleh syariat Islam, pada hakikatnya bertujuan memberikan efek jera terhadap setiap orang yang melihat atau bahkan hanya mendengarnya, sehingga untuk melakukan sebuah tindakan kejahatan, seseorang harus berpikir panjang untuk memulai. Di Indonesia sendiri, satu-satunya prospinsi yang menerapkan syariat Islam adalah Propinsi Aceh Darussalam, Syariat Islam di Aceh telah berlaku sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu sejak memerintahnya Raja Iskandar Muda. Kemudian dilanjutkan masa setelah Kemerdekaan, masa Orde baru, revormasi dan sampai dengan masa sekarang ini. Dasar hukum pelaksanaan syariat Islam di Aceh adalah UU no 44 tahun 1999 dan UU no 18 tahun 2001, dan juga qanun yang mengatur tentang syariat Islam.[1]
[1] Iskandar. 2018. Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Serambi Akademica, Volume VI Nomor 1 Mei 2018. Hlm. 78
PEMBAGIAN HARTA WARISAN; TELAAH PEMBAGIAN WARISAN OLEH PEWARIS KEPADA AHLI WARIS SEBELUM PEWARIS MENINGGAL PADA MASYARAKAT BIMA
Pembagian harta warisan sebelum pewaris meninggal sudah menjadi bagian dari kebiasaan yang senantiasa hidup dalam kehidupan masyarakat Bima. Proses pembagiannya yakni orang tua melakukan musyawarah bersama keluarga serta para calon ahli waris untuk dilakukan pembagian dan menentukan bagian-bagian yang akan menjadi hak ahli waris. Hal ini dianggap oleh masyarakat Bima bahwa pembagian harta warisan sebelum pewaris meninggal merupakan pembagian warisan, sedangkan berdasarkan syariah Islam pembagian yang dilakukan dengan cara seperti ini merupakan bukan pembagian warisan melainkan hibah. Hal ini dilakukan bertujuan agar tidak terjadi selisih terhadap persoalan harta yang telah dibagikan ketika orang tua sudah meninggal.Pembagian Warisan oleh Pewaris kepada ahli waris sebelum pewaris meninggal pada masyarakat Bima merupakan cara adat dan kebiasaan dalam membagikan warisan kepada anak-anaknya sebagai ahli waris dengan harapan untuk mendapatkan kemaslahatan terhadap anak-anak dalam menunjang kebutuhan ekonomi dan menghindari konflik dalam keluarga. Pembagian Warisan oleh Pewaris kepada ahli waris sebelum pewaris meninggal memiliki kesamaan dengan pembagian dalam hukum Islam karena aturan yang diterapkan diambil dari hukum Islam yaitu perempuan mendapat setengah dari bagian laki-laki, namun pembagian dengan cara Pembagian Warisan oleh Pewaris kepada ahli waris sebelum pewaris meninggal bukan merupakan pembagian warisan berdasarkan hukum Islam karena pembagiannya dilakukan sebelum orang tua atau pewaris meninggal dunia
UPAYA GURU DALAM PENGENALAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI (AUD) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BINATANG KELOMPOK B DI TK MA’ARUF DESA LANCI JAYA KEC. MANGGELEWA KAB. DOMPU
Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalag tentang upaya guru dalampengenalan membaca permulaan anak usia dini (AUD) dengan menggunakanmedia gambar binatang kelompok B di TK Ma’aruf Desa Lanci Jaya Kec.Manggelewa Kab. Bima. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui upayaguru serta kendala dalam pengenalan membaca permulaan anak usia dini(AUD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Adapun hasil penelitianini, bahwa; (1) Upaya Guru Dalam Pengenalan Membaca Permulaan AnakUsia Dini (AUD) di TK Ma’aruf Desa Lanci Jaya Kab. Dompu yaitu; (a)dilakukan dengan menggunakan media gambar binatang, seperti kuda,sapi, kerbau, harimau, laba-laba dan kucing, (b) Menggunakan mediaKartu Kata Bergambar, (2) Kendala yang dihadapi oleh Guru DalamPengenalan Membaca Permulaan Anak Usia Dini (AUD) di TK Ma;arufDesa Lanci Jaya Kab. Dompu,antara lain; (a) Ketidakmampuan anak usiadini dalam mengenal huruf alfabetis, (b) Masih banyak anak yang kuranglancar membaca, (c) Karena kurangnya kesadaran atau peran orang tuadalam pengenalan membaca permulaan sejak dalam lingkungan keluar
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI MEDIA GAMBAR (FLASHCARDS) PADA TAMAN KANAK-KANAK ANSYAL DESA TOLOWATA KECAMATAN AMBALAWI
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini membahas tentang peningkatan kemampuanMengenal Angka Melalui Media Gambar (Flashcards) Pada TK. Ansyal Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh: kemampuan anak dalam mengenal angka bahwa guru sering menggunakan media gambar dalam mengembangkan berbagai kemampuan anak terutama dalam mengenal angka, dan anak juga senang menggunakan media gambar. Dari hal-hal demikian maka penulis tertarik untuk mengkaji secara mendalam mengenai peningkatan kemampuan mengenal angka melalui media gambar (flashcards) pada TK. Ansyal Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Upaya guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka melalui media gambar (flashcards). 2) Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka melalui media gambar (Flashcards) pada Taman Kanak-Kanak Ansyal Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi. Adapun hasil dari penelitian ini; guru dapat memperkenalkan angka dengan menggunakan media gambar kepada anak-anak, mampumemberikan semangat dan motivasi belajar kepada anak-anak, sehingga anak-anak merasa senang dan bahagia ketika di ajarkan
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PAKEM DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA MATERI BANGUN DATAR DI SD
Pembelajaran matematika sekolah adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan dijenjang persekolahan yaitu SD, SMP dan SMA. pembelajaran matematika disekolah merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian besar siswa. Hal tersebut terjadi karena matematika memiliki konsep yang abstrak sehingga sulit untuk dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan persoalan tersebut, proses pembelajaran perlu didesain dengan menggunakan berbagai media pembelajaran, salah satunya adalah alat peraga. Penggunaan alat peraga yang tepat dapat menjadikan pelaksanaan proses pembelajaran secara aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BAHASA SISWA MELALUI KEGIATAN LITERASI DI KELAS 04 SD INPRES SANGIANG
Penelitian ini berjudul Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Bahasa Siswa Melalui Kegiatan Literasi di Kelas04 SD Inpres sangiang Tahun Ajaran 2019/2020. Dalam prosespengajaran guru memiliki peran penting dalam membentukketerampilan bahasa guna mengoptimalkan perkembanganketerampilan bahasa siswa. Namun sangat disayangkankemampuan bahasa anak Indonesia masih sangat rendah, siswa dikelas tinggi khususnya di kelas 04 memiliki berbagaikeanekaragaman dalam keterampilan bahasa. Faktor inidipengaruhi oleh perbedaan latar belakang siswa, minimnyaperbendaharaan kata pada siswa prasekolah, penggunaan duabahasa di lingkungan keluarga, terbatasnya kemampuan siswakelas 04 dalam memahami konteks bacaan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif denganmenggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara, dan dokumentasi.Pemeriksaan keabsahan datamenggunakan triangulasi. Data dianalisis melalui langkahlangkah
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, danpenarikan simpulan. Responden pada penelitian ini berjumlah 3orang yakni guru kelas, guru kelas dan guru perpustakaan. Hasiltemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas 04sudah menjalankan perannya sebagai fasilitator, demonstrator,motivator, pengelola kelas, dan evaluator dengan optimal melaluikegiatan literasi diantaranya adalah kegiatan pojok membaca, dankunjungan perpustakaan untuk mengembangkan keterampilanbahasa siswa. Dan siswa kelas 04 SD inpres sangiang secaraumum sudah menunjukkan perkembangan keterampilan bahasayang baik, dapat dilihat dari daftar ceklis yang di buat oleh guru