Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
    1144 research outputs found

    AGAMA, KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM PANDANGAN GEERTZ

    Full text link
    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, agama rupanya bukan lagi menjadi suatu fenomena yang sakral, artinya agama telah bergeser maknanya. Umat manusia tidak lagi merasa tabu untuk menelaah agama dari berbagai perspektif ilmu pengetahuan. Sehingga mulai bermunculan studi agama yang dikaitkan dengan psikologi, sosiologi, antropologi dan lain sebagainya. Clifford Geertz, salah seorang antropolog terkemuka yang mengkaji agama dari sudut pandang antropologi. Pemikiran antropologi agamanya sangat berpengaruh dikalangan ilmuan sosial, terutama di Amerika serikat.[1] Geertz memberikan satu pemikiran yang komperehensif mengenai varian agama di Jawa. Melalui penelitiannya, Geertz menggolongkan varian agama di Jawa menjadi tiga; abangan, santri dan priyayi, yang dipaparkan dalam The Religion  of Java. &nbsp

    KONSTRUKSI PENDIDIKAN RAMAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    Full text link
    Kekerasan dalam pendidikan Islam harus segera dicegah dan dihentikan. Tindakan pencegahan (preventive action atau saddzu al-dzari’ah).  Sudah saatnya kita meninggalkan model pendidikan kekerasan dengan beralih kepada konstruk pendidikan Islam yang ramah. Pendidikan yang ramah (non-violence or peace education) hanya bisa dicapai bila konsep pendidikan nilai dikembangkan secara efektif. Itulah sebabnya, konsep pendidikan harus memuat penerapan suasana belajar yang ramah.  Gelombang globalisasi telah mengantarkan kehidupan kosmopolitan di antara berbagai bangsa. Ini berarti bahwa, pendidikan mestilah berpijak pada pilar  learning to life together. Untuk mendukung yang terakhir ini, nilai-nilai kemanusiaan yang universal, budaya, moral dan agama perlu diberdayakan, agar pendidikan menjadi humanistik. Agama dalam hal ini Islam, amat sarat dengan muatan tuntunan untuk berkarakter positif dalam bentuk akhlakul karimah sekaligus meninggalkan emosi negatif atau akhlak al-majmumah. Etika pendidikan Islam sarat dengan nilai kasih sayang, tidak boleh dengan kekerasan. Kekerasan tidak bisa dan tidak akan pernah bisa dihilangkan dengan kekerasan

    PENDIDIKAN KARAKTER MENUJU MASYARAKAT BERADAB

    Full text link
    Artikel ini berusaha mengeskplorasi gagasan terkait dengan pendidikan karakter. Membangun pendidikan karakter bukan hanya penting tapi sangat dibutuhkan, guna mereformasi karakter fujur bangsa menuju peradaban bangsa yang berakhlak mulia dan berilmu serta berdaya saing. Berbagai peraturan/kebijakan telah dilakukan sebagai upaya terciptanya pendidikan karakter. Terwujudnya pendidikan karakter bukan hal mudah melainkan membutuhkan proses dan pendekatan strategis, serta daya dukung bersama dan kebersamaan. Namun aspek penting untuk efektifitas pendidikan karakter adalah keteladan kepemimpinan

    URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG INKLUSIF-MULTIKULTURAL ( Ikhtiar Untuk Harmoni dalam Kemajemukan )

    Full text link
    Konflik dan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bukti nyata bahwa anak bangsa belum mampu menerjemahkan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah Istilah yang “mengikat” yang membingkai seluruh entitas masyarakat-bangsa untuk menghargai kemajemukan. Padahal, yang membuat bangsa ini besar adalah mutlikulturalnya. Lantas, pertanyaannya adalah apa yang salah dengan bangsa ini? mungkinkah salah satu penyebabnya adalah faktor pendidikan? Atau kalau mau dikerucutkan adalah apakah Pendidikan Agama Islam yang diajarkan mulai SD-PT bersifat ekslusif yang syarat dengan normatif-dogmatis, kaku (rigid) serta intoleran? sehingga melahirkan peserta didik yang memiliki jiwa dan pengetahuan yang eksklusif. jika demikian adanya rekonstruksi adalah istilah yang tepat untuk membenahi proses pendidikan yang berjalan selama ini, dengan menampilkan Pendidikan Agama Islam yang inklusif-multikultural. Pada prinsipnya, pendidikan agama Islam yang inklusif merupakan media penyadaran umat melalui proses tranformasi pengetahuan yang menitikberatkan pada prinsip keterbukaan, egalitarianisme serta tidak diskriminatif terhadap golongan manapun. Oleh karena itu semangat pendidikan yang inklusif-multikultural patut diapresiasi demi lahirnya masyarakat Indonesia yang bermartabat serta sadar akan kekayaan Multikultural

    1,073

    full texts

    1,144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇