Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
    1144 research outputs found

    KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI

    Get PDF
    Pendidikan anak merupakan sesuatu yang urgen untuk diperhatikan. Karena anak terlahir dengan memiliki potensi yang perlu untuk ditumbuh kembangkan. Selain itu anak merupakan bagian terpenting dari seluruh proses pertumbuhan manusia. Berkualitas atau tidaknya ia dimasa dewasa sangat dipengaruhi oleh proses pengasuhan dan pendidikan yang diterima di masa kanak-kanaknya. Oleh karena itu pendidikan anak berarti perencanaan peradaban dan kemajuan bangsa. Sehingga tanpa pendidikan anak sesungguhnya tidak akan pernah ada peradaban dan kemajuan bangsa. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa tujuan pendidikan anak adalah untuk pembentukan akhlak yang baik, mengembangan jasmani dan rohani sebagai sumber kebahagiaan dunia, Taqararub ila allah sebagai sumber kebahagiaan akhirat. Al-Ghazali menawarkan metode pendidikan tidak bersifat umum melainkan lebih ditekankan pada pengajaran agama yang secara spesifik pada pendidikan akhlak (etika atau moral). Al-Ghazali mempunyai pemikiran dan pandangan yang luas mengenai aspek-aspek pendidikan yaitu bukan hanya terfokus pada aspek pendidikan akhlak saja tapi juga aspek yang lain seperti pendidikan keimanan, sosial, jasmaniyah dan sebagainya. Adapun implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam adalah hendaknya pendidikan selalu disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan peserta didik seperti perkembangan kognitif dan moralnya. Karena pendidikan merupakan proses sinergis antara pendidik, peserta didik, metode dan materi dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. &nbsp

    PIMIKIRAN ABRAHAM MASLOW TENTANG MOTIVASI DALAM BELAJAR

    No full text
    Motivation is needed every day by students, especially from outside themselves to have a passion for learning. The feeling of laziness felt by students makes them not enthusiastic in participating in learning in class. Absorbing so many materials and lessons requires the intention and seriousness of a student. Various features that interfere with the arrival of smartphone technology that has a big impact on students. Teachers and parents have an important role to have a positive influence in following each lesson. There are several ways that can motivate students by giving awards, prizes, or praise for those who have tried to learn. This method provides a stimulus to be more enthusiastic in achieving goals with several rewards. Abraham Maslow's theory explains that a person has needs such as eating, drinking and so on. Needs must be met as well as student learning must have a sense of need to do so

    DAMPAK KESEJAHTERAAN GURU PAI MI/SD TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL DI KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK

    Get PDF
    Seorang guru tetap dituntut untuk professional dalam bertugas walaupun profesi guru sifatnya nirlaba. Guru berhak memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan yang pantas sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003. Hasil observasi dilapangan menunjukan sekolah atau madrasah swasta maupun negeri hanya memberikan gaji bagi guru honorer kurang lebih sebesar Rp. 300.000,00 – Rp. 800.000,00 setiap bulannya, dapat dipastikan seorang guru harus memutar otak agar kebutuhannya terpenuhi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesejateraan dan kompetensi professional guru PAI MI/SD di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, serta mengetahui ada dampak atau tidak antara tingkat kesejahteraan dengan kompetensi professional. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tingkat kesejahteraan guru berada pada kategori sedang; (2) Tingkat kompetensi profesional guru berada pada kategori sedang (3) Berdasarkan analisis uji regresi linear sederhana diperoleh hasil nilai t-hitung<t-tabel yaitu 1,727<2,101 dengan signifikansi 5% bahwa tingkat kesejahteraan guru tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kompetensi profesional guru. (4) Tingkat kompetensi profesional guru dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (motivasi, komitmen, supervisi, workshop, KKG, Micro teaching, monitoring dan evaluasi)

    إدارة الإشرافية على البرامج اللغة العربية في المدرسة عليا عباد الرحمن بمالانق جاوا الشرقية

    No full text
    الإدارة هي الشيء الذي يلعب دورًا مهمًا في إدارة البرنامج ، لأن إحدى وظائف الإدارة هي الإشراف. أهداف هذا البحث هي: (1) وصف إدارة الإشراف على برنامج اللغة العربية (2) الكشف عن العوامل المثبطة والداعمة في إدارة برنامج الإشراف على اللغة العربية في المدرسة عليا عباد الرحمن بمالانق. أسلوب البحث المستخدم هو أسلوب بحثي نوعي أي البحث الميداني. أما بالنسبة لتقنية عرض البيانات المستخدمة وهي تقليص البيانات وعرضها واستخلاص النتائج. نتائج الدراسة: (1) تم تنفيذ برنامج تطوير اللغة العربية في المدرسة عليا عباد الرحمن بمالانق وفقا لما تم التخطيط له. ومع ذلك, فهو ليس قياسيًا إداريًا، ولا يزال النظام المستخدم مباشرًا، بمعنى أنه لا يحتوي على إرشادات قياسية. يتم الإشراف على برنامج تطوير اللغة العربية من قبل رئيس المدرسة (متدرب) ويتم الإشراف من قبل رئيس مؤسسة مدرسة أنوار الهدى الإسلامية الداخلية على برنامج تطوير اللغة العربية (خارجي) (2) الإدارة تنقسم عوامل الإشراف على برنامج اللغة العربية إلى جزأين، والعوامل المثبطة الأولى هي من بين أمور أخرى: الخلفيات التعليمية المتنوعة للطلاب، والعوامل الداخلية الفردية من حيث التحفيز أو الاهتمام بمواهب الطلاب، ومديري المدارس لم يشرفوا على الحد الأقصى من الإشراف. المعلمين لا توجد أحكام أو أدوات معيارية بشأن الإدارة الإشرافية، موضوع برنامج اللغة العربية لم يتم تنظيمه بعد (إرشادات)، ثانيًا تشمل العوامل الداعمة: المعلمون الذين يتوافقون مع الكفاءة (التخصصات)، يتم إجراء اختبارات تحديد المستوى للطلاب، إن سياسة رئيس المدرسة في الحصول على شهادات للطلاب، وسياسة رئيس المدرسة للمشاركة في المسابقات، وتخرج برنامج اللغة العربية هي مطلب إلزامي للترقية إلي الدرج

    MODEL KOMUNIKASI CSR PERUSAHAAN BUMN DI INDONESIA; PENDEKATAN SOCIAL NETWORK ANALYSIS

    Get PDF
    Dalam bidang hubungan masyarakat, organisasi dan CEO sering menggunakan tiga platform berbeda untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan mereka: intranet perusahaan, situs web perusahaan, dan media sosial. Di antara ketiga platform ini, media sosial mungkin adalah yang paling populer. Penelitian ini bertujuan untuk membahas masalah seputar komunikasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui media sosial. Komunikasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi semakin penting untuk meningkatkan visibilitas merek dan perusahaan itu sendiri. Media sosial mungkin merupakan platform yang sangat cocok untuk kasus ini, mengingat kemampuannya untuk mendorong dialog dan difusi konten. Penelitian ini menarik karena dilakukan pada perusahaan pelat merah (BUMN), dimana terkadang penyaluran CSR dipengaruhi oleh kebijakan pemilik saham utama yaitu pemerintah. Sehingga dengan demikian pola komunikasi CSR juga dimungkinkan terdapat perbedaan dengan perusahaan lainnya Penulis melakukan analisis konten pada halaman Twitter, dari perusahaan tersebut. Ini dilakukan untuk menilai ruang lingkup interaksi antara organisasi dan para pemangku kepentingannya. Langkah pertama dalam pengumpulan data adalah mengidentifikasi profil Twitter dari semua perusahaan. Kemudian melakukan analisis SNA (Social Network Analysis) untuk mengetahui pola komunikasi dan interaksi pemangku kepentingan dengan perusahaan. Hasil studi menunjukkan bahwa perusahaan yang BUMN yang diamati kurang melakukan komunikasi CSR pada media Twitter yang dikelolanya. Konten terkait pemasaran lebih mendominasi dibandingkan dengan posting yang berisi CSR. Temuan juga menyimpulkan bahwa perusahaan BUMN belum secara serius mengelola media sosial Twitter sebagai platform untuk komunikasi CSR degan segenap stakeholder. Studi ini memberikan wawasan penting pada aspek-aspek penting dari komunikasi tentang masalah CSR di situs jejaring sosial seperti Twitter dan membuat beberapa rekomendasi praktis untuk perusahaan

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERCOBAAN SAINS DI TK MIFTAHUL FALAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui permainan sains di TK Miftahul Falah Sindangsari Desa Sukaraharja Kecamatan Cisayong. Jenis penelitian yang di gunakan adalah peneliian tindakan kelas.  Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun, berjumlah 15 orang, 7 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam dua tahap, siklus 1 dan siklus 2, dengan masing-masing siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak di TK Miftahul Falah pada awal sebelum bertindak dalam permainan sains adalah 40%. Pada siklus 1 pertemuan pertama  meningkat sebesar 59% dan pertemuan kedua 63%. Dan hasil siklus 2 pertemuan pertama meningkat sebesar 72% dan pertemuan kedua sebesar 80%. Dari data yang di peroleh perbedaan temuan dapat memenuhi indikator penilaian perkembangan kognitif anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat di simpulkan bahwa permainan sains dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK Miftahul Fala

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS KEPADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI PAUD NURUL HIKMAH

    Get PDF
    Kemampuan kognitif ialah kemampuan anak untuk berfikir lebih kompleks serta melakukan penalaran dan pemecahan masalah, berkembangnya kemampuan kognitif ini akan mempermudah anak menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga ia dapat berfugsi secara wajar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun dalam perkembangannya tidak semua anak dapat berkembang sesuai tahapannya. Kemampuan kognitif perlu diperhatikan sejak anak usia dini baik oleh orang tua maupun guru di sekolah dan lingkungannya. Pendidikan anak usia dini 4-6 tahun merupakan pendidikan formal yang menitikberatkan pada upaya pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan kogitif menjadi salah satu perkembangan yang sangat penting dan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan anak. Dalam memberikan stimulus dan rangsangan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak diperlukan metode khusus yang disesuaikan dengan aktivitas yang menyenangkan. Melalui metode eksperimen games sains anak akan memiliki pengalaman dalam mengenali sebab akibat yang terjadi dari sesuatu hal di lingkungannya. Anak akan menerapkan apa yang telah di dapatkan dari pengalaman bereksperimen melalui games sains dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Anak, Eksperimen, Kogniti

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Get PDF
    Perkembangan kognitif merupakan perkembangan yang terkait dengan kemampuan berpikir seseorang yang diartikan sebagai perkembangan menunjukan intelektual. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas belajar selalu berhubungan dengan berfikir dan mengingat. Usia 5-6 tahun merupakan tahap praoperasional. Tahap ini merupakan permulaan bagi anak untuk keterampilan sains dalam pengenalan sains pada anak yang selau ada di lingkungan sekitarnya yang berkaitan terus dengan kehidupan sehati-hari anak. Salah satu upaya untuk mengenalkan sains pada anak juga untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah dengan melakukan percobaan sains sederhana. Dalam percobaan sains sederhana terdapat kegiatan yang menyenangkan bagi anak dalam hal ini anak akan melihat secara langsung dari apa yang terjadi secara langsung dan nyata sehingga anak dapat secara jelas mengerti dari apa yang terjadi. Sains dapat memberikan pemahaman pada anak tentang fenomena alam yang biasa terjadi dalam lingkungan di kehidupan sehari-hari. Percobaan sains sederhana memberikan kesempatan pada anak untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi sains sesuai dengan instruksi yang diberikan, sehingga kegiatan ini anak dapat mampu mencapai ketercapaian belajar yang diharapkan dengan maksimal. Kata Kunci:Anak Usia Dini, Perkembangan Kognitif, Sains Untuk Anak Usia Dini &nbsp

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AKTIVITAS PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS VI SD NEGERI PAMARICAN 1

    Get PDF
    AbstrakDengan menggunakan model pembelajaran interaktif berbasis aktivitas, siswa cenderung lebih aktif karena lingkungan belajar menuntun mereka untuk menemukan hasil pemahaman melalui interaksi. Materi lebih mudah dipahami karena didukung melalui media pembelajaran tertentu. siswa mengalami peningkatan ketuntasan yang signifikan dari hasil ketuntasan awal pada prasiklus, ketuntasan pada siklus I, kemudian ketuntasan pada siklus II. pada siklus I hasil belajar siswa yang tuntas berjumlah 9 siswa atau sebesar 64,3% dan yang tidak tuntas berjumlah 5 siswa atau sebesar 35,7% dengan nilai rata-rata 71,4 sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa yang tuntas berjumlah 12 siswa atau sebesar 85,7% dan yang tidak tuntas berjumlah 2 siswa atau sebesar 14,3% dengan nilai rata-rata 81,1. Aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama sebesar 63,6% dan pertemuan kedua sebesar 81,8% sedangkan pada siklus II sebesar 90,9%. Hasil penelitian membuktikan bahwa siswa yang belajar dengan menggunakan model interaktif berbasis aktivitas belajar mata pelajaran PKn akan mengalami peningkatan prestasi belajar PKn pada siswa kelas VI SD Negeri Pamarican 1 Kecamatan Kasemen

    STUDI KASUS : PENANGANAN ANAK TUNADAKSA (CEREBRAL PALSY)

    Get PDF
    Tunadaksa termasuk anak berkebutuhan khusus, sebab memiliki kelainan cacat fisik dalam gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk polio dan lumpuh. Interaksi dengan anak tunadaksa harus dimulai dengan cara: (1) setiap orang harus mengubah paradigmanya tentang anak tunadaksa dan menyadari pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan; (2) kesiapan sekolah harus diperhatikan baik kepala sekolah, guru, administrasi, ataupun siswa-siswa anggota sekolah; dan (3) menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang tunadaksa. (4) merangkul mereka dengan demikian anak-anak tunadaksa tetap dapat berbaur dengan masyarakat umum agar mereka tidak merasa minder dengan kekurangan yang mereka miliki dan mengekplor kelebihan yang mereka miliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini dilaksanakan pada SLB Negeri  Pembina Kuala Simpang. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak penderita Tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kuala Simpang dan juga para guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan dari hasil yang kami observasi, di SLB Negeri Pembina Kuala Simpang mereka selalu diajarkan olahraga, belajar, ataupun sholat karena dengan terbiasanya mereka bergerak maka akan berkurang hambatan mereka seperti anak tunadaksa yang awalnya tidak bisa berjalan sama sekali lama-lama bisa jalan dengan lancar, dan ada anak yang tidak bisa menulis karena tangannya yang tidak sempurna lama-lama bisa menulis dan lain sebagainya

    1,073

    full texts

    1,144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇