Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHARAH KALAM DAN KITABAH PADA MAHASISWA PRODI PBA FAKULTAS TARBIYAH IAI MUHAMMADIYAH BIMA
Keberadaan lingkungan berbahasa Arab menjadi sangat penting karena selalu hadir, melengkapi, memberi nuansa dan konteks pembelajaran bahasa Arab itu sendiri. Jika lingkungan tempat pembelajaran bahasa Arab itu kondusif, niscaya proses pembelajaran juga berlangsung kondusif. Pada hakikatnya lingkungan merupakan sumber belajar yang bersifat alami. Seseorang dapat mengetahui dan mempelajari tentang berbagai hal melalui lingkungan. seperti tentang bahasa, alam, keterampilan, kesenian, kesehatan dan sebagainya. Lingkungan ada yang namanya lingkungan formal dan ada juga yang namanya lingkungan informal. Yang di maksud dengan lingkungan formal ialah salah satu lingkungan belajar yang memfokuskan pada penguasaan secara sadar terhadap kaidah atau aturan bahasa target. Sedangkan lingkungan informal ialah yang memfokuskan pada proses penguasaan bahasa secara alami melalui pikiran bawah sadar dengan cara bekomunikasi langsung dengan orang-orang yang menggunakan bahasa tersebut. Ada empat maharoh yang sangat dibutuhkan dalam membentuk bi’ah lughawiyah di antaranya maharah kalam dan maharah kitabah. Denga demikian dalam belajara Bahasa Arab, maka posisi menikatkan kemampuan pada aspek maharoh kalam (berbicara) sangat penting dalam membentuk bi’ah lughawiyah begitu juga dengan maharah kitabah khusus bgai para mahasiswa Prodi PBA Fakultas Tarbiah IAI Muhammadiyah Bima
URGENSI BAHAN AJAR BAHASA ARAB SEBAGAI PENENTU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Tulisan ini di latarbelakangi oleh realitas bahwa bahan ajar bahasa Arab yang digunakan saat ini masih bersifat umum, sementara pemberlakuan penggunaan bahan ajar bahasa Arab harus sesuai dengan disiplin keilmuan. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan bahan ajar bahasa Arab dengan pendekatan tertentu. Maka tulisan ini adalah sakah satu kebutuhan terhadap pengembangan bahan ajar bahasa Arab untuk melihat pengembangan bahan ajar bahasa Arab, Adapun teknik analisis yang dilakukan dengan model interaktif. 1) pembuatan bahan ajar bahasa Arab berbasis keilmuan dibutuhkan karena mahasiswa akrab dengan bahasa-bahasa bidang keilmuannya, 2) tema pokok bidang yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Arab di jurusan masing-masing untuk menyesuaikan dengan materi-materi yang berkaitan dengan dasar keilmuan yang dipelajari, 3) bahan ajar bahasa Arab berbasis kebutuhan siswa pada tiap prodi yang dapat dikembangkan ialah tema-tema pokok dan didesain dengan empat keterampilan berbahasa, yakni maharah Al-Istima’, maharah Al-Kalam, maharah Al-Qiro’ah dan maharah Al-Kitabah
علم الصرف تطوراته والاستفادة منه لتعلم اللغة العربية لدى الدارسين الإندونيسيين (دراسة وتاريخا)
اتفق علماء التربية في القرن الآواخر على اعتبار قواعد اللغة أساسا في اكتساب المعارف والتعبير عن المعطيات الفكرية والتفاعل المستمر بين الناس وكل ما يحيطه من مجتمع وبيئة وغيرهما. ومن أهم هذه القواعد فهو علم يبحث عن ذات الكلمات العربية المفردة حيث لا يستغي عنه كل دارسي اللغة العربية من الإندونيسيين عصمةً من الخطأ في صوغ الكلام وتأليفه. ولأهمية هذا النوع يسعي هذا البحث المتواضع تسليط الضوء مبينا على تطورات علم الصرف والجوانب يستفاد منها لتعلم اللغة العربية للناطقين بغيرها، يوظف الباحث مدخل البحث الكيفي بنوعه المكتبي وذلك للتعمق على صورة التطورات ومجلات الاستفادة لعلم الصرف، ويتم جمع البيانات عن طريق الوثائق بالاطلاع على الكتب ذات الصلة بالموضوع إضافة إلى توظيف الأسلوب التثليثي لمعالجة النتائج وتحليلها. ويبرز أهم نتائج البحث ما يلي: (١) فقد نشأ علم الصرف متلازما بعلم النحو في بداية الأمر، ثم انفصل منه فصار علما مستقلا فتفصلت مباحثه وله أهمية علمية وعملية أي النظرية والتطبيقية. (٢) ساهم علم الصرف جزأ أكبر لدى دارسي العربية من الإندونيسيين خاصة في تكوين المهارة الإنتاجية ومنها ما يستفاد لمجال الترجمة ولإبداع الكلامي معا. ومن ثم يبرز هذا البحث نتيجة رسيمة حيث إن علم الصرف سيؤثر في تنمية المهارات الإنتاجية إذا استفاده الدارس بأحسن وجه ممكن من أجلها
ANALISIS QALBU TOKOH UTAMA NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
Penelitian ini bertujuan menganalisis qalbu yang terdapat dalam diri manusia melalui perspetif Islam dalam mengungkapkan kejiwaan manusia melalui tokoh utama dalam novel Pulang karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi islam untuk mengungkapkan unsur qalbu dalam tokoh pada novel. Hasil penelitian ini aspek qalbu dalam tokoh utama novel Pulang karya Tere Liye 1) aqidah meliputi aspek ketaatan kepada Allah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, 2) hati nurani, 3) berpikir realistis, 4) tolong menolong meliputi aspek memberikan bantuan kepada orang lain dan tolong menolong dalam menghadirkan suasana damai dan tentram secara sosial, 5) kasih sayang yang meliputi aspek, kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya, kasih sayang orang tua kepada anak, dan kasih sayang anak kepada orang tua, 6) keberanian khususnya yang tumbuh dalam diri sendiri untuk memperbaiki diri dan keberanian yang sebagai rahmat dari Allah untuk melakukan sesuatu, 7) rasa takut yang manusiawi dimiliki manusia atas kondisi yang tidak dapat dilalui dan ketakutan terhadap manusia, dan 8) penyesalan meliputi aspek meminta maaf dan kesedihan sebagai indikator penyesalan seseorang
DISTRIBUSI PERAN PENCARI NAFKAH SUAMI ISTERI SEBAGAI PERWUJUDAN KELUARGA DEMOKRATIS
Tanggung jawab mencari nafkah dalam hukum Islam maupun hukum positif tertuju kepada laki-laki sebagai suami sebagai kepala keluarga. Tetapi semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dan terbukanya informasi, maka peran mencari nafkah juga melibatkan perempuan sebagai isteri yang harusnya berada di wilayah domestik dengan berbagai alasan dan tanpa mengabaikan kewajibannya. Data BPS menunjukkan bahwa jumlah pekerja laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan jarak yang terlalu jauh, sehingga saat ini pekerja perempuan merupakan hal biasa baik dari latar belakang tingkat Pendidikan maupun strata sosial. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan melakukan pendekatan perundang-undangan. Bahwa pekerja perempuan telah atur dan dilindungi oleh Undang-Undang dan kondisi ini menunjukkan bahwa keluarga demokratis di Indonesia sedikit demi sedikit terpola dalam masyarakat. Artinya bahwa peran pencari nafkah merupakan hak dan kewajiban yang bisa ditanggung bersama oleh suami maupun istri dalam memenuhi kebutuhan keluarga
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PERSPEKTIF RICHARD I. ARENDS DAN KILCHER : KONSEP, STRATEGI, DAN OPTIMALISASI POTENSI BELAJAR SISWA
Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan bagi para guru dapat menerapkan pendekatan inkulsif selam proses kegiatan pembelajaran khsusunya di kelas umum. Oleh karena itu, para guru perlu untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang secara efektif dapat mengakomodasi keragaman kelas. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif sangat ditentukan dari sejumlah faktor pendukung diantaranya perencanaan diferensiasi, mengelola kelas yang dibedakan, penilaian di kelas diferensiasi, adanya peran guru dan siswa, dan lingkungan kelas yang berbeda menjadi bagian penting dalam kegiatan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi instruksional yang mendukung model pembelajaran diferensiasi dapat dilakukan dengan beragama cara yang dapat diadopsi oleh para guru dinataranya; atur tutor sejawat dan gunakan mentor dan pakar, menyediakan konten dalam berbagai format dan tingkat kesulitan, mengatur pembelajaran kelas dan pusat minat, dan gunakan pembelajaran kooperatif dan berbasis masala
EFEKTIVITAS PERMAINAN ALAT PERKUSI MARAKAS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SENI MUSIK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK NEGERI 1 KECAMATAN KOTO VII KABUPATEN SIJUNJUNG
Penelitian ini di latar belakangi rendahnya kemampuan seni musik anak usia 5-6 tahun. Sebagaimana ketika guru mengajak anak melakukan kegiatan bernyanyi sambil bertepuk tangan, anak masih kesulitan dalam mengiringi lagu sesuai dengan tempo lagu. Permasalahan ini terjadi karena kurangnya media dalam pembelajaran musik. Oleh karena itu, diperlukanya media untuk meningkatkan kemampuan seni musik anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas permainan alat perkusi marakas dalam meningkatkan kemampuan seni musik anak usia 5-6 tahun di TK Negeri 1, Kec. Koto VII, Kab, Sijunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk Quasi Eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh anak TK Negeri 1, Kec. Koto VII, Kab, Sijunjung yang berjumlah 53 orang anak. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu kelas B1 dan B2 dengan jumlah anak 10 orang perkelas. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis pada aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Hasil penelitian menunjukkan mean dari kelompok eksperimen sebesar 25,70 sedangkan untuk kelompok kontrol memperoleh nilai mean sebesar 20,90. Lalu hasil tersebut diuji dengan menggunakan uji t, dengan nilai probabilitas signifikan tersebut 0,00. Nilai t ini kurang dari 0,05 (0,00<0,05) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan alat perkusi marakas efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan seni musik anak usia 5-6 tahun
PELATIHAN PERSONAL BRANDING DAN PENINGKATAN DIGITAL LITERCY BAGI MAHASISWA EKONOMI SYARIAH
Program pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman personal branding dan literacy digital bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Muhammadiyah Bima dalam memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi inforamsi secara maksiamal. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap personal branding dan literacy digital masih dikategorikan rendah, hal itu dapat dilihat dari hasil pre test yang diberikan kepada mahasiswa yang menjadi peserta pengabdian. Selanjutnya diberikan pelatihan yang komphrensif terkait personal brandaing dan literasi digital oleh tutor dan pemateri yang dianggap memiliki kemampuan dalam bidang pencipataan personal branding dan literacy digital. Untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman peserta maka dilakukan post test. Hasil post tes menunjukan bahwa peserta memahmi secara signifikan tentang personal branding dan literci digital dilihat dari hasil perkembangan pemahaman peserta cukup signifikan dari sebelum disampaikan materi dan setelah disampaikan materi. Perubahan pemahaman yang paling menonjol adalah pemahaman tentang literacy digital dan aspek aspek yang berhubungan dengan digital. Pada saat dilakukan pre test, peserta hanya bisa menjawab dengan benar berkisar 10%, setelah dilakukan post test naik secara signifikan menjadi 75%
PEMIKIRAN PENDIDIKAN PERPEKTIF AL-GHAZALI
Artikel ini membahas tentang pemikiran pendidikan perpektif al-ghazali. Pendidikan merupakan komponen penting dalam kehidupan. Hal ini menjadi pembahasan para ulama tak terkecuali Imam al-Ghazali. Untuk itu, penelitian ini membahas pendidikan Islam dalam perspektif al-Ghazali. Hasil penelitian ini adalah bahwa pendidikan menurut Al Ghazali menekankan pada pendidikan agama dan akhlak. Menurutnya pengertian dan tujuan pendidikan Islam yaitu pendidikan yang berupaya dan bertujuan dalam proses pembentukan insan paripurna. Adapun dalam membuat sebuah kurikulum, Al Ghazali memiliki dua kecenderungan, yaitu kecenderungan terhadap agama dan kecenderungan pragmatis. Adapun aspek-aspek materi pendidikan Islam menurut pemikiran Al Ghazali adalah meliputi: pendidikan keimanan, akhlak, akal, sosial dan jasmani. Menurutnya guru yang baik itu selain cerdas dan sempurna akalnya, juga harus memiliki sifat-sifat yang terpuji. Adapun sifat yang harus dimiliki oleh seorang murid yaitu rendah hati, mensucikan diri dari segala keburukan taat dan istiqamah. Sementara yang menjadi evaluasi pendidikan adalah semua bentuk aktifitas yang terkait dengan tugas tanggung jawabnya masing-masing dalam proses pendidikan
AGAMA VS ILMU AGAMA: SEBUAH PEMBACAAN TEORI EPISTEMOLOGIS ABDUL KARIM SOROUSH
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori penyusutan dan pengembangan yang digagas Abdul Karim Soroush dalam konteks historis dan fungsional. Tulisan ini disusun berdasarkan penelitian pustaka dengan membaca dan menganalisis kritis di antara karya intelektual asal Iran ini dan tulisan-tulisan lainnya yang memiliki tema serupa. Dengan mengambil wilayah pembahasan historis, tulisan ini menyimpulkan bahwa teori epistemologis Soroush tidak hanya bekerja untuk membedakan agama dengan ilmu agama: melainkan bagaimana ia juga mencoba mendamaikan dunia(wi) dan ukhra(wi) sebagai tindak lanjut dari gagasan kaum revivalis yang (menurutnya) belum matang sempurna.
Kata kunci: penyusutan dan pengembangan, agama, ilmu agama