Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
KONSEP AL-QUR’AN DAN HADIS TENTANG RADHA’AH DAN HADHANAH PERSPEKTIF GENDER
Kewajiban orangtua untuk menyediakan kebutuhan mendasar bagi anaknya telah diatur dalam syariat Islam. Tulisan ini menguraikan tentang konsep menyusui (radha’ah) dan pengasuhan (hadhanah) dalam Islam. Dalam al-Qur’an anak berhak mendapatkan asupan air susu ibu (ASI), baik dari ibunya sendiri maupun dari perempuan lain yang bersedia memberikan ASInya. Perempuan yang menyusui atau radha’ah juga berhak mendapatkan upah dari suami mereka, disamping nafkah yang memang diwajibkan untuk dipenuhi oleh suami, berdasarkan perintah dalam surat at-Thalaq: 6. Hal ini berlaku bagi perempuan yang masih menjadi istri dan juga bagi yang telah bercerai -apabila masih menyusui anak hasil perkawinannya. Demikian juga kewajiban mengasuh (hadhanah) anak adalah kewajiban istri dan suami. Tugas tersebut tidak dibebankan pada perempuan seutuhnya, namun juga menjadi kewajiban laki-laki. Baik bagi orangtua yang masih menjadi suami istri ataupun telah bercerai. Laki-laki yang telah bercerai tetap memiliki kewajiban membiayai hadhanah bagi anaknya. Dalam konsep Islam tanggung jawab ekonomi berada di pundak suami sebagai kepala rumah tangga, meskipun dalam hal ini tidak menutup kemungkinan istri membantu suami dalam menanggung kewajiban ekonomi tersebut. Karena itu yang terpenting adalah adanya kerjasama dan tolong menolong antara suami istri dalam memelihara anak dan mengantarkannya hingga anak tersebut dewasa. Berdasarkan hal tersebut, budaya patriarki yang “menghapus” kewajiban laki-laki dalam keterlibatan mengurus anak tidak sesuai dengan konsep radha’ah dan hadhanah dalam Islam. Sebab Islam memandang sama antara perempuan dan laki-laki, demikian pula perannya dalam kehidupan sosial
ANALISIS PERGERAKAN PENDIDIKAN PEREMPUAN SERTA KIPRAH SITI WALIDAH DI AISYIYAH
Sebelum Aisyiyah berdiri, dikalangan perempuan muslim Muhammadiyah telah banyak kegiatan yang dilakukan. Yang dipelopori oleh Siti Walidah, istri pendiri Muhammadiyah, telah lama mencita-citakan agar perempuan muslim selain tahu tugasnya sebagai ibu rumah tangga, juga tahu dan paham akan tugas mereka dalam kehidupan bermasyarakat jadi ia juga meminta kepada suaminya. Agar Muhammadiyah menaruh perhatian kepada kaum perempuan dengan memberikan pendidikan dan bimbingan supaya mereka juga mengerti tentang organisasi. Menurut Siti Walidah kaum perempuan juga harus mendapat perhatian sebaik-baiknya karena ia yakin bahwa tanpa ada perempuan perjuangan tidak akan berhasil. Penelitian ini dapat memberikan nilai guna untuk berbagai pihak yaitu: 1. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah tentang pendidikan perempuan. 2. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Liberary Research), yaitu penelitian yang dalam pengumpulan datanya menggunakan kitab-kitab, buku-buku, jurnal, dokumen, kamus, majalah, ensiklopedia dan lain sebagainya yang mendukung penelitian ini. Studi naskah yang dilakukan oleh peneliti yaitu naskah pemikiran took dalam hal ini adalah pendidikan perempuan, sifat dari penelitian ini adalah deskripsi analitis, yang coba menyajikan data secara objektif tentang keadaan yang sesungguhnya dan sebenarnya dari objek penelitian untuk kemudian di interpretasikan. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa pergerakan yang dilakukan oleh Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan1. Mendirikan sebuah gerakan kelompok pengajian atau yang lebih dengan Sopo Tresno. 2. Mengajar kaum perempuan Kauman untuk membaca Al-Qur’an dalam Wadah Wal ‘Ashri. 3. Maghribi School adalah sebuah perkumpulan pengajian khusus untuk perempuan yang dilakukan pada waktu Magrib. Dan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah, 1. Menyelenggarakan asrama untuk putri-putri di berbagai daerah 2.Ikut aktif mempelopori pemberantasan buta huruf bagi orang-orang yang telah lanjut usia.3. Menyelenggarakan rumah rumah anak orang miskin dan anak yatim. 4. Menjadi pelopor berdirinya TK ABA di Indonesia
PERBANDINGAN ETOS KERJA PENGUSAHA DI DESA KETAMPUTIH KECAMATAN BENGKALIS
Etos kerja pengusaha etnis Tionghoa di desa ketamputih bisa dilihat dari semangat kerja mereka di bandingkan pengusaha etnis Melayu. Dimana pengusaha etnis Tionghoa sudah bangun dari subuh buta dan sudah membuka toko mereka, mereka sudah bersibuk-sibuk menyiapkan dan membersihkan toko mereka. Sementara pengusaha etnis Melayu di manjakan oleh lingkungan geosgrafisnya, yang tidak mendorong orang Melayu untuk bersaing, sehingga mereka menjadi lemah dan tidak mampu bekerja lebih giat. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa etos kerja pengusaha etnis Tionghoa dan etos kerja pengusaha etnis Melayu di Desa Ketamputih sangat berbanding dimana pengusaha etnis Tionghoa sangat ulet, bekerja keras, pantang menyerah dan berani mengambil resiko sehingga mereka bisa mempertahankan usaha mereka dan mampu bersaing dengan pengusaha lainnya. Sementara etos kerja pengusaha etnis Melayu mereka mudah sekali merasa tidak percaya diri dan malas bersaing. Mereka dimanjakan oleh keadaan sekitar dan mereka mudah sekali merasa puas atas apa yang sudah mereka capai sehingga usaha mereka tidak berkembang dan mengalami kegagala
HUMANISME RELIGIUS PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Titik Temu Agama dan Filsafat)
Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan secara deskriptif analitis tentang teori humanisme religius dalam sudut pandang Al-Qur’an. Sebagai upaya kritik terhadap konstruksi pemikiran humanisme Barat yang sekuler dan anti agama, spitualitas, serta nilai transenden. Humanisme religius merupakan rumusan yang integratif dan menjadi titik temu bagi filsafat dan agama. Filsafat dan agama tidak dapat dianggap sebagai dua kutub yang berseberangan. Nilai-nilai yang diperjuangkan oleh humanisme religius sangat sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai basis nilai etika dan moral agama (Islam); kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan atau persamaan. Hanya saja perbedaannya, humanism religius qur’anik mendasarkan perjuangannya pada prinsip dan wahyu. Kajian ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan konteks keindonesiaan yang sangat majemuk, sehingga bisa membangun kesadaran masyarakat tentang etika sosial dalam pergaulannya
METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS DIGITAL DALAM STRATEGI “STUDENT EXPEDITION” DI SMP MUHAMMADIYAH AL-KAUTSAR KARTASURA
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana penggunaan metode langsung dalam strategi “Student Expedition” yang diaplikasikan dengan pembelajaran berbasis digital di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus kartasura yang dilaksanakan secara tatap muka. Apakah penggunaan metode langsung dalam strategi “Student Expedition” adalah pilihan yang tepat untuk mengambil perhatian siswa ketika pembelajaran sedang berlangsung. Dan peneliti juga akan menganalisa seberapa efektif penggunaan metode langsung dalam strategi “Student Expedition” tersebut yang diaplikasikan dengan pembelajaran berbasis digital kepada siswa SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus Kartasura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan (field research). Pembelajaran Bahasa arab berbasis digital di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus Kartasura dilaksanakan secara offline atau tatap muka dengan siswa. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu strategi “Student Expedition” dengan metode langsung, dimana guru menerapkan kemampuan berbicara dalam bahasa arab saat menyampaikan materi secara langsung menggunakan aplikasi Flip PDF Professional dalam menampilkan E-Modul sudah tepat dan sesuai dengan pembelajaran digital. Metode pembelajaran bahasa arab berbasis digital di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus Kartasura dikatakan efektif menggunakan metode langsung dalam strategi “Student Expedition” ketika guru mengekspresikan dengan bahasa tubuh ketika mengucapkan bahasa arab kepada siswa didalam kelas
COMPO SAMPARI; ADAT DAN TRADISI SUKU BIMA-DOMPU (ANALISIS METODE IJTIHAD AL URF MADZHAB SYAFI'I DAN HANAFI)
Compo Sampari dalam bahasa Indonesianya Penyematan Keris kepada seorang anak yang akan di khitan (suna ra ndoso). Kegiatan Compo Sampari biasanya di awali dengan pembacaan zikir dan salawat kemudian keris diarahkan lalu mengelilingi sang anak sebanyak tiga atau tujuh kali lalu disematkan di pinggang bagian kiri sang anak dan di tutup dengan salawat dan Maka (gerakan menghentakkan kaki ke tanah sambil mengacungkan keris). Ditemukan beberapa pendapat ulama terkait hukum dan penggunaan metode ijtihad dengan al ‘urf, beberapa ulama menolak metode al ‘urf dan sebagian lain menerimanya dengan beberapa ketentuan atau syarat, diantara ulama yang menerima penggunaan metode al ‘urf ini adalah madzhab Imam Syafi’i (Syafi’iyyah). Bahkan sebagian lain menerima dengan lapang tampa syarat, mereka dari kalangan Hanafiyah (pengikut Imam Hanafi) dan Malikiyah (pengikut Imam Maliki). Demikian dengan kegiatan Compo Sampari di atas, jika merujuk kepada pendapat yang diungkapkan Imam Syafi’i maka ritual tersebut sah dan boleh-boleh saja dengan syarat terhindar dari kegiatan yang melanggar syariat atau hukum Islam. Artinya kegiatan tersebut murni karena memang sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat pada tempat tersebut
IMPLEMENTASI HAND PUPPET DALAM UPAYA MENGURANGI INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19
Semenjak pandemi virus corona melanda, penggunaan smartphone pada anak menjadi hal yang lumrah saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, banyak sekali orang tua yang kesulitan membatasi frekuensi penggunaan smartphone pada anaknya. Peran orang tua sangat penting dalam mengelola penggunaan smartphone pada anak yang notabene masih dalam pendampingan orang dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti peranan smartphone dengan media lain yang digemari anak. Salah satu media yang dapat diimplementasikan adalah "Hand Puppet". Penelitian ini berdasarkan urgensi penggunaan smartphone pada anak saat ini sulit dihindarkan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk membantu orang tua maupun pihak terkait dalam menanggulangi penggunaan smartphone berlebih pada anak di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan eksperimen dengan dua variabel yaitu variabel bebas (Independent Variable) adalah implementasi "hand puppet", dan variabel terikat (Dependent Variable) adalah "intensitas penggunaan smartphone". observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu: 1). Observasi yang dilakukan sebelum treatment. 2). Observasi yang dilakukan sesudah treatment. Observasi yang dilakukan sebelum treatment (Ol) disebut pre-test, dan observasi yang dilakukan sesudah treatment (O2) disebut post-test. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi hand puppet dapat mengurangi intensitas penggunaan smartphone pada anak usia sekolah dasar. Hasil tersebut sesuai dengan kelebihan dari media hand puppet itu sendiri antara lain; (1) Orang tua bisa memakai boneka atau boneka tangan untuk menyampaikan pesan. Sebab, anak akan mudah menangkap pesan dengan cara yang menyenangkan, (2) Mengajarkan anak untuk mendengar, ini penting karena anak yang bisa memberikan perhatian saat mendengar akan membantu dalam proses belajar di bangku sekolah (3) Meningkatkan kemampuan linguistik, mendengarkan cerita dengan alat peraga boneka membantu anak menambah kosa kata baru. Ini juga akan membantu anak dalam berkomunikasi dengan baik, (4) Lebih kreatif, pada saat anak bermain boneka atau boneka tangan maka mereka akan mengeluarkan ide-ide cerita sesuai dengan karakter yang dibentuk, hal ini merangsang otak anak untuk berpikir kreatif
PENGARUH INDEKS RISIKO BENCANA, PDRB DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI WILAYAH BERDOMINASI PERKOTAAN DI PROVINSI JAWA BARAT PERIODE 2017-2020
Dalam penelitian ini kami akan membahas mengenai permasalahan kemiskinan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya, dimana salah satunya adalah faktor lingkungan seperti bencana alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh risiko bencana dan determinan lain dalam suatu wilayah terhadap kemiskinan di wilayah tersebut. Data yang akan kami gunakan pada penelitian ini ialah berupa data panel 13 kabupaten/kota berdominasi perkotaan di Provinsi Jawa Barat pada periode 2017-2020. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi data panel statis yang terdiri dari pendekatan fixed effect serta random effect. Hasil studi menunjukkan bahwa indeks risiko bencana dan pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan. Penulis melihat bahwa hal ini bisa dipahami karena pada umunya bencana bisa menyebabkan kerusakan harta benda dan menghambat kegiatan perekonomian, yang mana hal ini akan membawa pada meningkatnya tingkat kemiskinan masyarakat. Pemerintah perlu menyusun kebijakan tepat untuk menciptakan masyarakat yang tahan bencana
Artikel Sekolah Alternatif Khas Kiai Kampung Pada Masa Pandemi
Pandemi sudah hampir tiga tahun menghantam kehidupan masyarakat di Indonesia. Dampaknya, sejumlah ruang rutinitas masyarakat terhambat. Bahkan, lembaga pendidikan di kawasan tanah air ketiban pedihnya. Ketika sejumlah aktivitas pendidikan macet akibat pandemi, kegiatan ngaji di musholla dan langgar Kyai kampong tetap jalan. Melalui pendekatan kajian kualitatif, kajian ini akan mencoba mengangkat realitas kiprah Kiai kampung dalam menghadang badai covid. Bukti bakti para Kiai kampung mengembanban amanah akademik teruji. Pendekatan metode khas pesantren menambah kamus polarisasi pembelajaran alternatif dalam dunia pendidikan tanah air
MAGICAL GAMES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI
Pendidikan sains untuk pendidikan anak usia dini telah mendapat perhatian yang cukup besar dari banyak peneliti. Meskipun kurikulum PAUD Indonesia belum memberikan tujuan kurikulum khusus untuk mata pelajaran IPA, namun IPA telah diintegrasikan melalui kegiatan Bermain. Tidak banyak artikel jurnal yang membahas topik ini. Beberapa jurnal menyebutkan pentingnya pendekatan ini, beberapa jurnal lain mencoba mencari model terbaik untuk menerapkan pendekatan tersebut. Namun, sangat sedikit jurnal yang membahas secara mendalam tentang penerapan pendekatan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas hasil dari percobaan melalui kegiatan bermain yang dilakukan bersama 5 orang Anak di suatu lembaga PAUD yang berada di Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi awal keterampilan proses sains anak usia dini sebelum penerapan aktivitas bermain, gambaran pelaksanaan aktivitas bermain di RA NURUL ANWAR, Tasikmalaya, serta peningkatan keterampilan proses sains anak setelah penerapan aktivitas bermain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di RA Nurul Anwar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan teknik thematic analysis. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas bermain mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan proses sains di RA Nurul Anwar, Bermain juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosi dan juga moral-keagamaan anak, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain mampu memberikan hasil positif terhadap berbagai aspek perkembangan anak secara terpadu.