Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN SAINS MELALUI BAHAN ALAM
Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 15 peserta didik di TK Aisyiah 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas mengacu pada model Kemmis dan Taggart dengan satu siklus tiga pertemuan. Data kualitatif merupakan hasil belajar yang menunjukkan perkembangan kemampuan sains yang dianalisis secara satistik deskriptif. Hasil penelitian adalah proses pembelajaran sains melalui strategi pembelajaran sentra bahan alam dapat menunjukkan adanya lima komponen proses sains meliputi mengamati, membandingkan, mengklasifikasi dan mengukur,srategi pembelajaran sentra bahan alam dapat meningkatkan kemampuan sains peserta didik dari pertemuan ke 1 sampai pertemuan ke 3 dengan nilai rata-rata rata-rata 2,70,2,80 dan 3,00 dalam kategori peserta didik berkembang dan persentase ketentuan juga meningkat dari pertemuan ke 1 sampai pertemuan ke 3 dengan nilai rata-rata 54,8 %, 77,6 % dan 100%
ANALISIS KEMAMPUAN PENGUCAPAN MUFRODAT ( KOSAKATA ) BAHASA ARAB KELAS VIII MTS AL IKHLAS DONGGO
Mufrodat merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan bahasa arab. Tanpa penguasaan mufrodat yang baik dan benar, siswa akan merasa kesulitan dalam pembelajaran bahasa arab. Penelitian ini bertujuan adalah, a) Untuk mengetahui kemampuan pengucapan kosakata bahasa arab kelas VIII MTs Al-Ikhlas Donggo. b) mengetahui kesulitan atau kendala dalam pengucapan mufrodat kelas VIII MTs Al- Ikhlas Donggo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Populasi seluruh siswa/siswi MTS Al-Ikhlas Donggo dan sampel Kelas VIII Mts Al-Ikhlas Donggo. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar obsevasi, interview dan Dokumentasi. Sedangkan Tehnik Analisis yang digunakan dalam menganalisis adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Kemampuan Pengucapan Mufradat (Kosakata) Bahasa Arab Kelas VIII MTs Al-Ikhlas Donggo. sebagai berikut: kurangnya kemampuan siswa dalam pengucapan Mufradat (kosakata) Bahasa Arab. faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pengucapan mufradat (kosakata) Bahasa Arab yaitu: a) .kurang minat dan bakat siswa dalam belajar Bahasa Arab. b) Siswa kurang mempraktekkan pengucapan mufrodat. c) Kurangnya persedian buku paket oleh pihak sekolah, 4.Waktu jam pelajaran disekolah hanya sedikit dalam seminggu
KEHUJJAHAN HADITS DAN FUNGSINYA DALAM HUKUM ISLAM
Hadits merupakan salah satu sumber hukum Islam yang sangat penting dalam menjelaskan dan menjabarkan hal-hal selain dijelaskan dalam Al Qur’an serta menjadi hujjah dalam menentukan dan menetapkan dalam Hukum Islam. Tantangan terbesar dalam kajian hadits adalah menampik isu-isu yang diberikan para orientalis yang mengkritik akan eksistensi dari hadits tersebut, hadits dianggap tidak bisa dipercayai secara keseluruhannya sebagai sumber ajaran dan perilaku Nabi sendiri. Akan tetapi eksistensi hadits tetap menjadi kuat dengan adanya pemikir-pemikir Islam yang menampik tuduhan dari pra orientalis tersebut. Hadits dalam kehujjahan dalam hukum Islam sangatlah kuat, dan menempati posisi kedua dari Al Qur’an, hal ini tidak lain kedudukan akan hadits sangatlah penting dalam istinbat hukum Islam, karena memang penjabaran Al Qur’an terkadang perlu penjelasan, oleh karena itulah hadits dalam kedudukan dan fungsi sangatlah penting
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH
Dalam Penelitian ini penulis akan memebahas tentang Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Panenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan anak dalam Islam menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan kontribusi pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terhadap pendidikan anak dalam Islam. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan atau (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permaslahannya yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan, dalam hal ini ada dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Adapun untk menganalisa data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kontent analysis dan metode studi tokoh. Hasil dari penelitian adalah (1) pendidikan anak dalam Islam adalah suatu proses pembinaan, pengajaran, pengarahan, dan bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik/anak tentang suatu ilmu pengetahuan yang bersumber pada ajaran agama ke dalam diri peserta didik. (2) Tarbiyah menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mencakup qalb dan tarbiyah badan sekaligus. Ibnu Qayyim juga mengarahkan pendidikan anak pada komitmen para pendidik untuk selalu memberikan perhatian besar terhadap fase perkembangan anak. (3) Konsep pendidikan anak dalam Islam perspektif Ibnu Qayyim sangatlah berkontribusi dalam pendidikan anak dalam Islam, baik itu tentang materi, metode ataupun tentang mengetahui fase perkembangan ana
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MAHASISWA STKIP TAMAN SISWA BIMA
Problem based learning merupakan proses pembelajaran yang mengfokuskan pada masalah dan siswa memecahkan secara bersama atas pendampingan dari pendidiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menceritakan cara penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian dilaksanakan di STKIP Taman Siswa Bima. Pada penelitian ini, dilakukan empat rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflection). Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Data yang terkumpul, kemudian dianalisis, analisis data pada aspek kognitif digunakan gain skor. Berdasarkan hasil penelitian nilai tes akhir mata pelajaran PAI pada siklus I sebesar 46,9 dan N-gainna sebesar 0.29, sedangkan rata-rata nilai tes akhir mata pelajaran PAI pada siklus II sebesar 71,05 n N-gainnya sebesar 0,31. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK USIA DINI DALAM PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Masa pandemi mengharuskan untuk membatasi diri berinteraksi dengan banyak orang. Dimana interaksi dalam pembelajaran untuk anak usia dini sangatlah penting demi pertumbuhan dan perkembangannya. Di RA Darun Najah tepatnya kelompok B1 banyak anak yang memiliki kesejahteraan psikologis baik dalam pembelajaran daring maupun luring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. hasil penelitian membuktikan bahwa kesejahteraan psikologis anak di RA Darun Najah dapat terbentuk karena para guru di RA Darun Najah memperhatikan kenyamanan dan kesenangan anak saat disekolah yang dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk menumbuhkan kesejahteraan psikologis yang positif bagi perkembangannya
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DI TK AL-MAHASIN KOTA BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sekolah Ramah Anak (SRA) pada aplikasi pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yg bersifat naratif. Data-data diperoleh melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menerima pemahaman wacana implementasi Sekolah Ramah Anak dalam pembelajaran Anak Usia Dini pada TK Al-Mahasin Kota Bima. hasil analisis data memberikan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak pada pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima sudah relatif baik. di prakteknya, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip Sekolah Ramah Anak telah hampir mendekati teori yg ada. Ini dibuktikan menggunakan hasil pengamatan serta dokumentasi pada TK Al-Mahasin Kota Bima. Pengamatan serta dokumentasi difokuskan pada kelengkapan wahana dan Prasarana yg ada pada TK Al-Mahasin Kota Bima, aplikasi metode pembelajaran, sikap terhadap peserta didik, serta kesehatan lingkungan. wahana serta prasarana yang pada TK Al-Mahasin Kota Bima telah ditata sedemekian rupa sehingga lingkungan secara holistik dapat mendukung aktivitas anak, baik secara fisik, mental juga motorik
PENGGUNAAN ALAT PERAGA BLOK PECAHAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN INPRES RORE
Keberhasilan suatu pembelajaran merupakan tanggung jawab guru karena guru yang bertanggung jawab penuh dalam mengelola pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu bila peserta didik kurang bisa menunjukkan keterampilan dalam suatu mata pelajaran maka guru dikatakan belum sukses dalam mengajarkan siswanya sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Oleh karena itu seorang guru dituntut harus kreatif dalam menggunakan metode, model,strategi, Teknik dan alat peraga yang sesuai dengan karakteristik siswa. Apakah Penerapan penggunaan alat peraga blok pecahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi bilangan pecahan siswa kelas IV SDN Inpres Rore. Tujuan penelitian ini yaitu menggunakan alat peraga blok pecahan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi bilangan pecahan siswa kelas IV SDN Inpres Rore. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah 16 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian Tindakan kelas. Instrument yang digunakan adalah intrumen tes. Hasil penelitian pada siklus pertama menunjukkan dengan ketuntasan klasikal 50% dan meningkat pada siklus ke II menjadi 87,75%, hal ini menunjukkan ada peningkatan yang sangat signifikan, jadi kesimpulannya pada penelitian ini yaitu penggunaan alat peraga blok pecahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi bilangan pecahan siswa kelas IV SDN Inpres Rore tahun pelajaran 2022/2023.
 
PRAKTEK PELAKSANAAN HUKUM WARIS PADA MASA PANDEMIK COVID-19 DI KELURAHAN PENANAE KOTA BIMA
Dalam perspektif hukum islam, hukum waris merupakan hal yang sangat fundamental sebagai alat pemicu timbulnya konflik dalam pembagian harta warisan. Masyarakat Kelurahan Pena yang terbesar muslim menjadi pusat penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pola pembagian warisan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan alat pengumpul datanya menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Penenae Pertama, masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa islam telah mengatur pembagian harta warisan sebagaimana yang termuat dalam al Quran, hadits Nabi dan apa yang dilakukan oleh para sahabat Nabi. Untuk itu, agar tercipta pemahaman yang utuh terkait islam khususnya hukum mawar diperlukan adanya upaya yang serius dari para ahli hukum islam, baik melalui dakwah maupun seminar yang dilakukan oleh dosen maupun da`i di Muhammadiyah dalam rangka memberikan pemahaman terkait hukum mawaris. Kedua, perlunya sosialisasi kepada masyarakat kelurahan Penanae khususnya terkait peran Pengadilan yang tidak hanya mengurus masalah perceraian tetapi juga masalah pembagian harta warisan
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF KH. AHMAD DAHLAN
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang “Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif KH Ahmad Dahlan” yang dilatar belakangi oleh gagasan pendidikan modern di Indonesia yang di kembangkan oleh Muhammadiyah yang sejak mulai didirikan hingga saat ini terus menunjukan eksistensinya, keberhasilan dan kemajuan tersebut tentunya tidak lepas dari pemikiran tokoh pendirinya yakni KH. Ahmad Dahlan. Maka dalam hal ini peneliti akan menguraikan pandangan-pandangan pendidikan Islam yang telah di gagas KH. Ahmad Dahlan, yang sampai saat ini masih menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah tujuan pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (2) Bagimanakah kurikulum pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (3) Bagaimanakah metode pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? Adapun yang menjadi tujuan penelitian dalam hal ini adalah untuk mengetahui Tujuan Pendidikan Islam, Kurikulum Pendidikan Islam dan Metode Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan. Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan tentang pendidikan Islam yang telah digagas oleh tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam. Hasil kajian ini dimaksudkan agar bermanfaat untuk pengembangan khasanah keilmuan serta sebagai bahan rujukan dan tambahan pustaka pada perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa. Dan diharapkan akan mendorong para peneliti atau penulis lain untuk mengkaji hal tersebut secara lebih mendalam. Bagi para pembaca mahasiswa, pendidik maupun instansi pendidikan di harapkan dapat untuk lebih memahami sejarah pemikiran tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia yang berkenaan dengan tokoh pendidikan Islam sebagai salah satu bahan pengembangan pendidikan Islam. Dalam penelitian ini digunakan Metode Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkrip buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda dan sebagainya. Kemudian analisis data menggunakan Deskriptif Analisis metode ini mencoba untuk menganalisis teori dan pemahaman dari suatu realita atau kenyataan untuk mendapatkan data secara logis dan memberikan informasi yang akurat. Setelah penulis mengadakan penelitian kajian dengan metode diatas, memperoleh hasil bahwa: (1) Tujuan Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan ialah hendaknya pendidikan Islam diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan, serta besedia berjuang untuk kemajuan masyarakat. (2) Kurikulum Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan ialah Al-Qur’an dan Hadist, membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, dan menggambar. Intinya yaitu integarasi antara ilmu agama dengan ilmu umum. (3) Metode Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan bercorak kontekstual melalui proses penyadaran. yaitu beliau mau menambah pelajaran selanjutnya apabila para siswa sudah memiliki kesadara dan dapat mepraktekkan langsung