Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTU ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN PETERONGAN SEMARANG
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar seorang peserta didik, salah satunya adalah penerapan model pembelajaran yang monoton dan fokus peserta didik selama proses pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa saat belajar, penerapan model problem-based learning berbantu ice breaking dilakukan saat pembelajaran, karena strategi ini dapat memperbaiki hasil belajar siswa dan membuat pembelajaran menjadi menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS kelas IV SDN Peterongan Semarang dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning berbantu ice breaking. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan berupa pre-experimental dengan menggunakan system one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengampilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data berupa uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil yang didapatkan yaitu nilai pretest memperoleh nilai rata-rata 57,07 dengan nilai dan nilai postest 77,73. Berdasarkan hasil uji t-test nilai sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Problem based learning berabntu ice breaking di kelas IV.Kata Kunci: Hasil belajar, Ice breaking, Problem based learnin
Tradisi Mangan Maradat dalam Acara Walimatul ‘Ursy Persfektif ‘‘Urf (Studi Kasus di Pasaman Barat)
Tradisi mangan maradat merupakan sebuah praktik turun-temurun dalam perayaan Walimatul 'Urs, yang dipandang dari sudut pandang maslahah (kepentingan bersama) di Pasaman Barat. Studi ini mengungkap signifikansi dan implikasi dari tradisi tersebut dalam konteks kehidupan masyarakat setempat. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi, penelitian ini mendalam dalam aspek kualitatif dan etnografi untuk memahami bagaimana tradisi ini memengaruhi dan direspon baik oleh masyarakat. Temuan studi ini memberikan wawasan yang dalam tentang peran Tradisi mangan maradat dalam memperkuat hubungan sosial, budaya, dan agama dalam konteks perayaan Walimatul 'Urs di Pasaman Barat. Tradisi mangan maradat merupakan sebuah simbol pelepasan sekaligus penerimaan kepada pasangan baru yang akan menempuh ibadah rumah tangga disebut juga acara patobangon. Tradisi ini dilakukan oleh pemangku adat, seluruh kepala keluarga, kedua mempelai, pihak keluarga dan poso-poso(pemuda), bujing-bujing(pemudi). Praktek mangan maradat ini mempunyai arti penting dalam tradisi perkawinan pada suku Mandailing juga dari sudut pandang maslahah lebih kepada mendatangkan manfaat dan jauh dari mafsadat
UPAYA GURU MELATIH PEMBIASAAN DALAM TOILET TRAINING PADA ANAK KELOMPOK B5 DI TK ISLAM AL-FALAH KOTA JAMBI
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya guru melatih pembiasaan dalam toilet training pada anak kelompok B5 di TK Islam Al-Falah Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru selaku wali kelas yang mengajar di kelompok B5 serta kepala sekolah di TK Islam Al-Falah Kota Jambi. Teknik pengumpulan data melalui 3 cara, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru melatih pembiasaan dalam toilet training pada anak kelompok B5 di TK Islam Al-Falah Kota Jambi dilakukan melalui 2 teknik, yaitu teknik lisan dan teknik modelling. Teknik lisan berupa memberikan pemahaman anak tentang makna dan tata cara toilet training, pemahaman anak dan orang tua tentang pentingnya penggunaan toilet dibandingkan pampers, serta pemahaman anak tentang perasaan ingin buang air. Sedangkan teknik modelling berupa berdo’a sebelum dan setelah menggunakan toilet, menunjukkan cara memakai toilet, mengajarkan cara melepas pasang celana atau rok serta kancing dan tali pinggangnya, menunjukkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar, menunjukkan cara menyiram toilet, memberikan bantuan dan dukungan kepada anak yang masih belum bisa toilet training sendiri, serta memberikan pujian terhadap anak yang sudah dapat melakukan toilet training sendiri.
Kata Kunci: Pembiasaan, Toilet Trainin
MENGEMBANGKAN KECERDASAN MUSIKAL PADA ANAK MELALUI ALAT MUSIK KERINCINGAN
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi betapa pentingnya pendidikan music pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan menggunakan studi pustaka dan observasi di TK Kota Medan. Berdasarkan analis penelitian, peneliti menemukan bahwasannya pembelajaran seni musik penting untuk anak usia dini dan membawa pegaruh bagi anak dalam proses perkembangannya. Pembelajaran musik memberikan dampak positif untuk anak dan dapat membentuk karakter anak
KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK KONIGTIF ANAK USIA DINI DI TK HAFNISA
Perkembangan kognitif merupakan aspek yang harus dikembangkan serta juga menjadi tujuan pembelajaran Taman Kanak-kanak. Kemampuan kognitif ini meliputi penalaran, berpikir serta keterampilan lain seperti bahasa, sosial, emosional, moral serta kepercayaan dengan kemampuan kognitif atau kepandaian, orang bisa membedakan mana yang salah, apa yang harus dilakukan atau dihindari, bagaimana bertindak, serta sebagainya. TK Hafnisa dengan kompetensi guru dalam mengembangkan aspek konigtif Anak Usia Dini dapat disimpulkan bahwa metode bermain serta membaca efektif, menyenangkan serta memudahkan pemahaman siswa TK. Aspek kognitif, khususnya dalam pengenalan suku kata. Faktor yang mendukung perkembangan aspek kognitif yaitu perlunya lingkungan yang kondusif serta mendukung seperti lingkungan sekolah serta lingkungan keluarga
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB INOVATIF PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT) DI JURUSAN PARIWISATA SYARIAH
Implementasi model pembelajaran diskusi panel pada mata kuliah bahasa Arab di jurusan pariwisata Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan bagaimana hasil pembelajaran mata kuliah bahasa Arab oleh mahasiswa dengan model pembelajaran diskusi panel di mata kuliah Islam jurusan pariwisata, fakultas ekonomi dan bisnis islami UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah dampak dari covid-19 yang mengharuskan peserta didik untk bisa tetap belajar dan tetap bisa menjaga kesehatan. Adanya perubahan perilaku ini mendorong harus ada inovasi terkait pembelajaran yang efektif selama untuk mengatasi problem belajar mahasiswa pariwisata syariah saat belajar bahasa arab selama masa perkuliahan tatap muka terbatas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari proses pembelajaran di kelas selama periode PTM. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berasal dari unsur lain seperti pejabat dari jurusan pariwisata syariah dan dosen yang tidak mengajar bahasa arab di jurusan pariwisata syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model diskusi panel bagi mahasiswa jurusan pariwisata selama masa tatap muka terbatas dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan standar yang diinginkan oleh dosen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran selama masa PTMT bisa efektif salah satunya dengan implementasi diskusi panel di kelas
PEMBELAJARAN TERPADU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN SAINS
Pembelajaran PAI dan Sains merupakan suatu model pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan Pendidikan Agama Islam dengan beberapa aspek dalam antar mata pelajaran yang diintegrasikan. Dengan model integratif ini, maka siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna dalam hal ini mengandung pengertian siswa secara tidak langsung mempelajari dan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep antar mata pelajaran yang diintegrasikan. Pembelajaran pendidikan agama Islam memberi prioritas pada materi pembelajaran yang akan membantu untuk menghasilkan ilmuan-ilmuan, teknolog-teknolog, dan insinyur-insinyur, serta kelompok profesional lain, yang peran dan kontribusinya sangat penting bagi kemajuan. Pembelajaran terpadu pendidikan agama dan sains menghasilkan atau mendidik ilmuan-ilmuan, insinyur-insinyur, serta teknolog-teknolog “jenis baru” yang terinternalisasi di dalam dirinya kebijakan dan pengetahuan, iman spiritual dan pikiran rasional, kreativitas dan wawasan moral, kekuatan inovatif dan kebaikan etis, serta sensivitas ekologis berkembang sepenuhnya secara harmonis tanpa meruntuhkan kemungkinan bagi mereka untuk mencapai keunggulan dan kegemilangan dalam bidang dan spesialisasi masing-masin
PENGARUH METODE FINGERMATHIC TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum berkembangnya kemampuan berhitung anak di RA As-Syifa Bogor Barat Kota Bogor. Hal ini dilihat dari perkembangan kemampuan berhitung anak yang belum mampu membedakan lambang bilangan, belum mampu mencocokan jumlah bilangan dan lambang bilangan, dan belum memahami konsep bilangan mengenai penjumlahan dan pengurangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain one group pretest posttest. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh harga t hitung 2,152 > t tabel 1,734. Maka hipotesisnya Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan metode fingermathic terhadap kemampuan berhitung anak di kelompok B RA As-Syifa Bogor Barat Kota Bogor
PENGUATAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL SISWA MELALUI PELATIHAN GURU PENGGERAK DI BIMA
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik guru terkait dengan pengembangan kompetensi sosial dan emosional siswa di Bima, sebuah kota dengan latar belakang budaya yang kaya di Indonesia. Melalui serangkaian pelatihan, workshop, dan kegiatan kolaboratif, guru penggerak di Bima dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memimpin perubahan dalam praktik pengajaran dan pembelajaran. Para guru diharapkan dapat bertindak sebagai agen perubahan yang memfasilitasi pertukaran ide, menyediakan dukungan bagi rekan-rekan guru, dan membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung. Hasil dari program ini meliputi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kompetensi sosial dan emosional, peningkatan keterampilan siswa dalam mengelola emosi, berkomunikasi, dan bekerja sama, perubahan budaya sekolah menuju lingkungan yang lebih inklusif, serta peningkatan kualitas pengajaran dan keterlibatan siswa. Dampaknya tidak hanya terasa di sekolah, tetapi juga dalam komunitas secara keseluruhan, menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan dan kesejahteraan siswa di masa depa
URGENSI KECERDASAN SRIRITUAL DAN KECERDASAN SOSIAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial merupakan kecerdasan dasar yang diperlukan oleh setiap individu pada era kontemporer saat ini. Permasalahan yang terjadi di era kontemporer saat ini yang berkaitan Urgensi Kecerdasan Sriritual dan Kecerdasan Sosial dalam pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menjawab secara rinci permasalahan yang diteliti dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu maupun kelompok, atau mempelajari suatu peristiwa. Data penelitian bersumber dari bahan pustaka setelah mempelajari sejumlah literatur relevan terkait Urgensi Kecerdasan Sriritual dan Kecerdasan Sosial dalam pendidikan Agama Islam. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kecerdasan spiritual dan kecerdasaan sosial. Dimana untuk membangun kecerdasan spiritual maka individu diharuskan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadis agar mampu menggunakan kecerdasan sosialnya dengan baik dan benar. Peran Pendidikan Islam pada pembentukan kecerdasan spiritual di era kontemporer diharapkan mampu memperbaiki seluruh permasalahan sosial yang muncul di masyarakat yang dimulai dari kemampuan siswa membuat keputusan moral