Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI PEMBELAJARAN TGT-PBL PESERTA DIDIK KELAS 2 SD
Adanya penelitian ini melihat dari rendahnya kemampuan numerasi peserta didik kelas 2 , oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk melihat peninhkatan kemampuan numerasi serta Upaya peningkatan melalui model TGT-PBL. jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan sampel penelitian seluruh peserta didik kelas 2 terdiri dari 27 peserta didik. Adapun desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen penelitian yaitu soal pre test dan post test untuk melihat keberhasilan penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)-PBL. (TGT)-PBL dapat meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik, Terdapat upaya peningkatan kemampuan numerasi melalui pembelajaran TGT-PBL peserta didik kelas 2 SD yang dibuktikan adanya peningkatan skor kemampuan numerasi pra siklus sebesar 51,86 siklus 1 sebesar 70,28 siklus 2 sebesar 88,90, dengan rata-rata prasiklus 77,92. Siklus 1 82,18, siklus 2 92,03. Upaya peningkatan kemampuan numerasi yang diupayakan melalui pembelajaran TGT-PBL peserta didik kelas 2 SD dengan Langkah, menyusun rencana pembelajaran yang mencakup tujuan pembelajaran, materi yang akan diajarkan, dan metode yang akan digunakan, Merancang aktivitas permainan tim (Teams Games Tournament) yang relevan dengan materi numerasi, Menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Menggunakan pendekatan berbasis masalah dalam pengajaran, di mana siswa diberikan masalah nyata yang harus mereka pecahkan menggunakan konsep numerasi
IDENTIFIKASI INOVASI KURIKULUM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD PK MUHAMMADIYAH ANDONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis inovasi kurikulum sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran di SD PK Muhammadiyah Andong. Dalam konteks pendidikan dasar, inovasi kurikulum menjadi faktor penting untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, serta staf kurikulum, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumen terkait pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kurikulum di SD PK Muhammadiyah Andong mencakup pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), integrasi nilai-nilai keislaman dalam materi ajar, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan pembelajaran diferensiasi diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan belajar individu siswa. Faktor pendukung dalam pengembangan inovasi kurikulum meliputi dukungan penuh dari manajemen sekolah, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan pendidikan. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan resistensi terhadap perubahan dari sebagian tenaga pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identifikasi dan pengembangan inovasi kurikulum yang terencana dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD PK Muhammadiyah Andong. Rekomendasi yang diberikan mencakup penguatan pelatihan guru, peningkatan fasilitas teknologi, dan pengembangan strategi komunikasi yang efektif untuk mendukung implementasi kurikulum. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi lembaga pendidikan dasar lainnya dalam mengembangkan inovasi kurikulum yang berdampak positif pada pembelajaran
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA: LANDASAN FILOSOFIS DAN YURIDIS DALAM MEMBENTUK GENERASI YANG BERKARAKTER
Pendidikan karakter di Indonesia memainkan peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang kuat. Salah satu dasar utama dalam penguatan pendidikan karakter adalah filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berpusat pada siswa, berlandaskan pada kebebasan, serta menghargai kodrat alam dan zaman. Filosofi “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” menunjukkan peran penting guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator dalam membimbing siswa. Secara yuridis, pendidikan karakter di Indonesia mendapat landasan kuat melalui kebijakan seperti Kurikulum Merdeka, yang mengutamakan pengembangan karakter bersama dengan pencapaian kompetensi akademik. Melalui pendekatan yang holistik, yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam tri pusat pendidikan, pendidikan karakter diharapkan dapat membentuk individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan beretika. Implementasi konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam konteks modern semakin relevan dengan tantangan abad ke-21, yang membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Sehingga konsepsi pengembangan pendidikan karakter harus terus diperkuat sebagai landasan dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global
KONSEP PENDIDIK ISLAM RAHMA EL YUNUSIYAH DI INDONESIA
Pendidikan menjadi hal penting dan perhatian dalam meraih Kemerdekaan. Pendidikan sebagai cita-cita bangsa berarti perjuangan membawa rakyat Indonesia keluar dari keterjajahan dengan memerangi kebodohan dan keterbelakangan. Rahma El Yunusiyah menjadi perempuan pertama sebagai reformator Pendidikan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dengan sikap progresifnya memperjuangkan Pendidikan khususnya untuk kaum perempuan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kerja keras Rahma El Yunusiyah dalam mendirikan sekolah – sekolah bagi perempuan. Konsep Pendidikan yang dibawa oleh Rahma El Yunusiyah yaitu mengedepankan Pendidikakan Agama Islam yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data secara khusus melalui tulisan, baik secara histori, buku, artikel dan berbagai bacaan yang membantu dalam penulisan. Dengan maksud untuk mengembangkan baik aspek teoretis maupun praktis dari kegunaannya, Hasil penelitian ini menemukan bahwa Rahma El Yunusiyah adalah sosok pejuang dengan mengedepankan Pendidikan terkhusus bagi perempuan, upaya mendidik yang diajarkan mengedepankan konsep-konsep islam dimana ia peroleh dengan kegigihannya dimasa kecil yang memiliki initiative sendiri dalam mempelajari berbagai ilmu dengan para ulama dan tokoh. Sebagai seorang perempuan ia juga memperlihatkan bagaimana kepemimpinannya dan terlibat aktif dalam organisasi-organisasi. Dalam hal konektivitas rahma juga memiliki keahlian sehingga ia dapat memajukan Pendidikan dan mendirikan sekolah – sekolah. Konsep Pendidikan Islam dan pemikiran Rahma El Yunusiah patut di apresiasi dan dipelajari lebih dalam
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen mutu pendidikan di Sekolah dasar dan dampaknya terhadap prestasi siswa. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan cara mengkaji ilmu secara teoritik dan didukung dengan berbagai data yang relevan baik berupa catatan yang terpublikasikan, buku, majalah, jurnal, surat kabar, naskah, ataupun artikel-artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu pendidikan di Sekolah Dasar memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, yang tercermin pada meningkatnya prestasi siswa dengan berfokus pada tiga indicator utama yaitu Input, Proses pembelajaran dan hasil akhir
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN PRODUKTIFITAS MELALUI PETANI PADI DI DESA KOPANDAKAN I DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani padi dan mengeksplorasi perspektif ekonomi Islam sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan produktivitas petani padi di Desa Kopandakan I dengan metode penelitian kualitatif yang jenis penelitiannya kualitatif penomenologi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif petani dalam pengelolaan lahan dan pelatihan terhadap kelompok tani dapat meningkatkan keterampilan praktis mereka. Meskipun dihadapkan pada kendala seperti harga pupuk tinggi dan perubahan iklim, kolaborasi dalam kelompok tani menciptakan lingkungan kerjasama yang mendukung pertumbuhan bersama. Dalam perspektif ekonomi islam penyuluh pertanian memainkan peran kunci dalam meningkatkan produktivitas petani dengan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan dan tanggung jawab sosial. Mereka membimbing petani dalam praktik pertanianyang berkelanjutandan memotivasi mereka melalui program pemberdayaan ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil pertanian tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong kontribusi positif pada masyarakat Desa Kopandakan I
STUDI KOMPARATIF PENERIMAAN ZAKAT PELAYANAN SECARA OFFLINE DAN ONLINE DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (STUDI KASUS BAZNAS KOTA PONTIANAK)
This research aims to analyze the mechanism of zakat collection through offline and online service systems so that the potential of zakat can be achieved. Based on data from the Central Bureau of Statistics (BPS), the number of Muslims in Pontianak City in 2019 was around 509,437 and increased to 511,431 people in 2020. The National Amil Zakat Agency stated that the potential for zakat in Pontianak City reached 200 billion per year, however, the realization of current zakat revenue is still far from that figure. This descriptive qualitative research with a literature review method, uses primary and secondary data. The analysis shows that both offline and online service systems are equally effective and significant in increasing zakat revenue at BAZNAS Pontianak City. However, compared to the offline system, zakat revenue in BAZNAS Pontianak City is higher after the implementation of the online zakat collection system
PERAN HUKUM DALAM MENGATUR DAN MELINDUNGI VARIETAS TANAMAN LOKAL UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN LINGKUNGAN
Varietas tanaman lokal memiliki peran krusial dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim. Artikel ini membahas pentingnya pelestarian varietas tanaman lokal yang telah beradaptasi secara spesifik dengan kondisi ekologi setempat dan memiliki nilai budaya serta ekonomi yang tinggi. Melalui pendekatan kualitatif dan tinjauan literatur, artikel ini mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pelestarian, termasuk tekanan dari praktik pertanian modern, kebijakan yang kurang mendukung, serta minimnya kesadaran masyarakat. Selain itu, artikel ini mengevaluasi kerangka hukum yang ada, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang mengatur dan melindungi varietas tanaman lokal. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian varietas tanaman lokal sangat bergantung pada sinergi antara pengetahuan lokal, kebijakan yang berpihak pada lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat. Artikel ini memberikan rekomendasi kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan hukum dan mendorong pemanfaatan berkelanjutan varietas tanaman lokal sebagai bagian integral dari strategi ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan
KONSEP PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN
Mutu pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga, dengan salah satu penyebab utamanya adalah kualitas guru. Kondisi ini mendorong upaya pencarian solusi yang lebih efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama dari perspektif keagamaan. Artikel ini mengkaji pandangan dan solusi yang ditawarkan oleh Al-Quran dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peran pendidik. Metode tematik digunakan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran terkait tugas dan tanggung jawab pendidik. Al-Quran memberikan pedoman jelas mengenai tanggung jawab seorang pendidik, yang tidak hanya terbatas pada aspek pengajaran akademis, tetapi juga mencakup pembinaan moral dan spiritual siswa. Guru, sebagai pendidik, harus menjalankan tugasnya dengan kasih sayang, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, serta mendidik siswa menjadi individu yang berakhlak mulia. Selain guru, tanggung jawab ini juga menjadi kewajiban orang tua dan masyarakat, menjadikannya sebuah tugas kolektif yang mulia dan penuh amanah. Tanggung jawab pendidikan ini harus dilaksanakan dengan kesadaran bahwa ia merupakan bagian dari tugas mulia yang diwariskan oleh para Rasul, dan harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di TK Anggrek bahwa keterampilan berbicara anak belum optimal. Anak masih kesulitan dalam merangkai kata-kata dan belum mampu untuk menjawab serta menceritakan kembali isi cerita yang telah disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana keterampilan berbicara anak dalam merangkai kata-kata melalui metode bercerita dengan menggunakan boneka tangan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi kelas B di TK Anggrek. Berdasarkan hasil setelah melaksanakan indikator menjawab pertanyaan yang lebih kompleks berada pada tingkatan “Tinggi” dengan capaian sebesar 83%. Indikator menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama berada pada tingkatan “Tinggi” dengan capaian sebesar 85%. Indikator berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta simbol- simbol untuk persiapan menulis dan berhitung berada pada tingkatan “Sedang” dengan capaian sebesar 76%. Indikator menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat, predikat, keterangan) berada pada tingkatan “Tinggi” dengan capaian sebesar 85%. Indikator memiliki lebih banyak kata- kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain berada pada tingkatan “Tinggi” dengan capaian sebesar 85%. Indikator melanjutkan sebuah cerita atau dongeng yang telah didengarkan berada pada tingkatan “Tinggi” dengan capaian sebesar 85%. Indikator menunjukan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita berada pada tingkatan “tinggi” dengan capaian sebesar 90%. Dapat disimpulkan bahwa analisis keterampilan berbicara anak Usia 5-6 tahun melalui metode bercerita dengan menggunakan boneka tangan di TK Anggrek desa Pematang Gadung Kecamatan Mersam secara umum berada pada kategori “Tinggi” dengan berdasarkan persentase hasil sebaran angket mencapai 86%.
Kata Kunci : Keterampilan Berbicara, Metode Bercerit