Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA KALANGAN REMAJA DI SMA NEGERI 2 WOHA KABUPATEN BIMA
Pemerintah telah menetapkan target untuk mencapai tingkat kewirausahaan sebesar 4% pada tahun 2024, tapi tingkat kewirausahaan di kalangan pelajar Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Kabupaten Bima. Berdasarkan isu tersebut, focus utama pada pengabdian ini ialah meningkatkan angka kewirausahaan dilakangan remaja yang ada di Indonesia khsususnya di Kabupaten Bima. Selain itu juga, tujuan lain dari kegiatan ini adalah memberikan motivasi, bimbingan dan mentoring kepada siswa SMA Negeri 2 Woha. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ada tiga, pertama persiapan kegiatan meliputi koordinasi awal untuk menggali informasi terkait kewirausahaan. Kedua pelaksanaa, kegiatan seminar dilakukan dengan menggunakan metode ceramah yang didukung oleh pendekatan presentasi yang efektif. Ketiga evaluasi, untuk mengetahui kekurangan kegiatan tersebut. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa antuasiasi siswa siswi dalam berwirausaha sangat tinggi, tetapi mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat rendah. Dengan adanya seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para siswa siswi di SMA Negeri 2 Woha
INOVASI STRATEGI MEDIA SOSIAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: STUDI KOMPARATIF KOMUNITAS HIJRAH YUK NGAJI DAN KUTTAB AL-FATIH
Artikel ini mengkaji dua model pendidikan alternatif yang tengah berkembang, yaitu komunitas hijrah Yuk Ngaji dan lembaga Kuttab Modern. Yuk Ngaji muncul sebagai gerakan dakwah berbasis komunitas yang menggunakan pendekatan informal, kreatif, dan memanfaatkan media sosial digital sebagai sarana utama. Komunitas Hijrah Yuk Ngaji fokus pada literasi keislaman yang ringan namun substantif, dengan kemasan yang sesuai dengan budaya populer generasi digital (Gen Z). Sebaliknya, Kuttab Modern mengusung pendekatan formal yang memadukan tradisi pendidikan Islam klasik dengan inovasi kurikulum dan teknologi. Lembaga ini menekankan pembentukan akhlaq dan penguatan iman sebagai basis pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental (instrumental case study). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis reduksi literatur disertai dengan analisis data hasil kerja lapangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kedua model memiliki kesamaan dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan menghadirkan tradisi keilmuan, namun berbeda dalam metode dan segmentasi peserta. Kolaborasi dan sinergi antara keduanya dapat menjadi peluang untuk membangun pendidikan Islam yang lebih holistik dan relevan. Dengan begitu, dapat dipahami bahwa pendidikan alternatif tidak hanya menjadi alternatif, tetapi menjadi kebutuhan mendesak bagi pembentukan generasi Muslim yang berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Artikel ini membahas tentang Konsep Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini menyoroti bagaimana mengembangkan pendidikan secara efektif dan efisien dengan mengedepankan keprntingan bersama dengan cara panda islam. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam konsep islam dalam manajemen pendidikan yaitu dengan cara (POAC) planning, organizing, actuating, dan controlling. Keempat komponen tersebut membutuhkan proses dalam tahapan implementasi program-program organisasi.  
PERAN AKHLAK TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN MASYARAKAT DAMAI DAN BERADAB
Akhlak tasawuf merupakan dimensi spiritual Islam yang menekankan penyucian jiwa, pengendalian nafsu, dan pembentukan moral yang luhur. Dalam konteks sosial, nilai-nilai tasawuf seperti keikhlasan, kasih sayang, tawadhu‘, sabar, dan toleransi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang damai dan beradab. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi akhlak tasawuf terhadap pembentukan tatanan sosial yang harmonis dan beretika. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya klasik para sufi serta literatur kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai tasawuf mampu menumbuhkan kesadaran spiritual individu yang berimplikasi pada perilaku sosial yang humanis, empatik, dan saling menghormati. Dengan demikian, akhlak tasawuf dapat menjadi fondasi moral dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban di tengah tantangan modernitas dan krisis moral global
BAHASA SEBAGAI ALAT KEKUASAAN: TELAAH KONTEKSTUAL DALAM ANALISIS WACANA KRITIS
Penelitian ini membahas peran strategis bahasa sebagai alat kekuasaan dalam berbagai konteks sosial dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Bahasa tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mereproduksi dominasi, membingkai realitas, dan menyisipkan ideologi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis berbagai teks seperti pidato politik, berita media daring, dokumen kebijakan, dan wacana media sosial. Model analisis yang digunakan merujuk pada pendekatan Fairclough dan Van Dijk yang memadukan analisis teks, konteks, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa digunakan secara sistematis untuk meneguhkan kekuasaan melalui strategi seperti eufemisme, kalimat pasif, diksi politis, serta konstruksi narasi yang menyudutkan kelompok tertentu. Selain wacana dominan, ditemukan pula bentuk resistensi melalui wacana tandingan yang muncul di ruang digital. Hal ini menunjukkan bahwa praktik bahasa merupakan arena kontestasi makna yang terus berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa adalah medan kuasa yang kompleks, dan pemahaman terhadap relasi antara bahasa, ideologi, dan kekuasaan sangat penting untuk membangun masyarakat yang lebih kritis, adil secara simbolik, dan setara dalam produksi makna
STRATEGI GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DI PAUD
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kurikulum ini menekankan pembelajaran berpusat pada anak, serta memberi fleksibilitas bagi guru untuk merancang kegiatan belajar sesuai karakteristik anak dan konteks lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait strategi guru dan implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sentral dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui penyesuaian perangkat ajar, pembelajaran berbasis proyek yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, serta pendekatan kontekstual dan fleksibel. Keberhasilan implementasi kurikulum juga didukung oleh Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang disusun secara terstruktur, meliputi visi dan misi, tujuan pembelajaran, struktur kurikulum, kalender pendidikan, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Komponen tersebut disusun berdasarkan prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi guru yang tepat, dengan dukungan KSP yang terarah, dapat mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di PAUD untuk membentuk karakter dan kecakapan hidup anak sejak dini
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak
PENGARUH PENERAPAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA ARAB MAHASISWA PAI FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BIMA
Penelitian pengaruh penerapan bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan bahasa arab mahasiswa PAI Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bima menarik untuk dikaji karena bahan ajar berbasis kearifan lokal ini dapat menjadikan mahasiswa mampu berbicara bahasa arab dan menghafal banyak mufrodat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh atau seberapa besar pengaruh penerapan bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan bahasa arab mahasiswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif yakni penelitian yang menganalisis data yang bersifat kuantitatif Statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi.Data kuantitatif menggunakan statistik sederhana yang terdiri atas tahap persiapan tabulasi dan pengolahan data. Hasil penelitian ini mencakup: 1) Dari uji ANOVA dengan F hitung 52.851 dengan tingkat signifikansi probabilitas 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel partisipasi. 2) Dari uji R square ditemukan nilai sebesar 0,864 (86,4%). Menunjukan bahwa variabel independen (bahan ajar kearifan lokal) memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (kemampuan bahasa arab sebesar 86,4% sedangkan 13,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Dan interpretasi r membuktikan pengaruh bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan bahasa arab berada pada interval koefisien yaitu 0,80-0,999 dan interpretasinya masuk dalam kategori sangat kuat. 3) Hasil uji t ditemukan bahwa t hitung > t tabel (7,270 > 3,492828). maka Ho ditolak dan Ha diterima. Secara statistik adalah signifikan, dari hasil uji t nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,031< 0,05) maka terdapat pengaruh yang signifikan antara bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan bahasa arab
IMPLEMENTASI PELATIHAN MANAJERIAL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENGURUS PROGRAM TUTORIAL PAI-UPI
Pelatihan Manajerial merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengurus tutorial PAI. Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan kinerja pengurus tutorial PAI melalui pelatihan manajerial yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan manajerial ini berperan penting dalam meningkatkan kinerja pengurus tutorial PAI-UPI dalam menjalankan program-programnya. Kesimpulannya, penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan manajerial berdampak positif dan signifikan terhadap performa pengurus tutorial PAI-UPI, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pengelolaan program tutorial secara keseluruhan
KONSER AMAL BERBASIS PESANTREN SEBAGAI FILANTROPI ISLAM UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA: STUDI KASUS PESANTREN DARUL QURAN MULIA
Genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina mendorong lahirnya berbagai bentuk solidaritas global, termasuk penyelenggaraan konser amal dalam Wonderkind Festival 2025 oleh Pesantren Darul Quran Mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan konser amal berbasis pesantren, serta mengkaji praktik filantropi Islam dan pendistribusian infak ke luar negeri yang terdapat di dalamnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian field research, dimana pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser amal yang diinisiasi oleh santri kelas 11 dan didukung penuh oleh keluarga pesantren berhasil menggalang dana lebih dari Rp2 miliar yang disalurkan melalui tiga tahap kepada rakyat Palestina di Gaza maupun perbatasan Yordania - Palestina. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kelurga pesantren memandang hukum konser musik adalah hal mubah, karena tujuannya mengajak orang untuk berinfak. Mereka juga memandang hukumnya mubah bagi pendistribusian hasil donasi pada konser musik tersebut ke luar negeri karena hal itu sejalan dengan Fatwa MUI No 83 Tahun 2023 yang menyatakan bahwa menyalurkan zakat, infak dan sedekah untuk Palestina adalah wajib sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Keberhasilan konser amal ini menunjukkan bahwa pesantren dapat menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan melalui pendekatan kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam