Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
EPISTEMOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT: OBSERVASI, EKSPERIMEN, DAN RASIONALITAS
Penelitian ini membahas perbandingan epistemologi Barat dan Islam dalam memahami serta memperoleh pengetahuan. Tradisi Barat cenderung mengandalkan empirisme dan rasionalisme, sedangkan epistemologi Islam mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan mendasar antara kedua tradisi serta mengidentifikasi potensi sintesis epistemologis yang lebih komprehensif. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan analisis komparatif terhadap pemikiran tokoh-tokoh kunci dalam kedua tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observasi, eksperimen, dan rasionalitas memainkan peran penting dalam epistemologi Barat maupun Islam, meskipun dengan perspektif berbeda. Integrasi kedua pendekatan ini berpotensi memperkaya wacana ilmiah dengan menyeimbangkan aspek empiris dan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM YANG ADAPTIF TERHADAP KEBUTUHAN INDUSTRI
Manajemen kurikulum pendidikan Islam yang adaptif terhadap kebutuhan industri menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Kurikulum yang adaptif bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. Artikel ini membahas pentingnya manajemen kurikulum pendidikan Islam yang mampu menyesuaikan materi ajar dan metode pembelajaran dengan perkembangan industri, sambil tetap mengedepankan nilai-nilai Islam yang fundamental. Melalui kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan, industri, dan pemerintah, kurikulum yang adaptif dapat mencetak lulusan yang siap untuk berkompetisi di pasar kerja yang dinamis. Implementasi kurikulum yang adaptif juga memerlukan integrasi antara teori dan praktik, serta penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan yang relevan. Dengan demikian, manajemen kurikulum pendidikan Islam yang adaptif diharapkan dapat menciptakan lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA SIPEMA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK FASE C
Latar belakang penelitian ini peserta didik belum terlihat aktif dalam proses pembelajaran dan masih belum memperhatikan guru saat menerangkan materi serta belum digunakannya media pembelajaran IPAS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media sipema terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Supriyadi 02 Semarang. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Pre-Eksperimental jenis One Group Pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Supriyadi 02 Semarang dengan jumlah 22 sedangkan teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis paired sample test. Hasil penelitian yang diperoleh dengan uji hipotesis menunjukkan hasil rata-rata pretest 68,23 dan posttest 85,41. Hasil uji paired sample test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) < 0,001<0,05 artinya terdapat perbedaan rata-rata Pretest dan Posttest sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media sipema terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Supriyadi 02 Semaran
MEMBANGUN KARAKTER DISIPLIN MELALUI BARAK MILITER: ANALISIS STAKEHOLDER DALAM INOVASI PENDIDIKAN
Pendidikan karakter merupakan bagian fundamental dalam pendidikan nasional di Indonesia, yang bertujuan untuk menumbuhkan generasi yang berintegritas, disiplin, dan tangguh. Pembentukan karakter merupakan salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan modern, khususnya di tengah kemerosotan moral dan lemahnya disiplin di kalangan generasi muda. Dalam beberapa tahun terakhir, model barak militer telah muncul sebagai pendekatan alternatif untuk pendidikan karakter, khususnya bagi siswa dengan masalah perilaku. Penelitian ini mengeksplorasi konsep, implementasi, dan dampak pendidikan karakter melalui barak militer di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan literatur review untuk menganalisis berbagai sumber dan studi terkait penerapan nilai-nilai militer dalam pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa model barak militer secara efektif menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan ketahanan mental, meskipun menghadirkan tantangan terkait kesejahteraan psikologis dan adaptasi. Pembahasan memberikan rekomendasi untuk mengintegrasikan pendidikan karakter gaya militer dengan dukungan humanistik dan psikologis, memastikan efektivitas dan keberlanjutannya
IMPLEMENTASI BALANCE SCORE CARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN SD IT MUHAMMADIYAH BIREUEN
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem penilaian kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC) di SD IT Muhammadiyah Bireuen sebagai upaya peningkatan kualitas tata kelola tenaga pengajar. Permasalahan utama mitra adalah ketiadaan sistem evaluasi kinerja yang terstruktur serta disparitas kompetensi guru akibat latar belakang pendidikan yang beragam. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan sistem evaluasi kinerja, lokakarya penyusunan KPI, pelatihan pedagogi, uji coba sistem, implementasi dashboard kinerja, serta pelibatan aktif mahasiswa dalam dokumentasi dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru dan pimpinan sekolah merespons positif penerapan BSC, terbukti dengan keterlibatan aktif dalam penyusunan indikator kinerja dan pengisian dashboard evaluasi. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran pentingnya pengukuran kinerja berbasis data dan memperkuat budaya mutu di lingkungan sekolah. Mahasiswa yang terlibat juga memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan konsep manajemen strategis di lembaga pendidikan dasar. Dengan hasil ini, BSC dapat direplikasi di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya sebagai instrumen pengukuran kinerja yang objektif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjuta
ARKEOLOGI PENGETAHUAN PESANTREN SALAF (TRADISIONAL) PERSPEKTIF TAKSONOMI BLOOM
Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang paling tua. Lembaga pendidikan ini sampai sekarang masih eksis dan terus dipertahankan. Seiring berjalannya waktu, lembaga pesantren menghadapi tantangan pekembangan sains dan teknologi yang sangat berat yang harus disadari oleh para pemangku pesantren. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyingkap bagaimana arkeologi pengetahuan pesantren salaf (tradisional) dengan pendekatan arkeologi pengetahuan Michel Foucault. Setelah arkeologi pesantren salaf disingkap, dianalisis dengan teori Taksonomi Bloom. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa pertama, diskursus atau pengetahuan pesantren yang disebarkan dan diajarkan ke para santri adalah diskursus ilmu pengetahuan agama yang terdiri dari akidah Sunni Asy’ari-Maturidi, fikih empat mazhab terutama mazhab Syafi’i, dan tasawuf Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Kedua, internalisasi diskursus yang telah disusun dan disebarkan sedemikian rupa itu dalam berbagai aktivitas melalui indoktrinansi dalam keyakinan, pola pikir, gerak dan langkah hingga mengakar kuat dan menjiwai. Ketiga, kontinuitas (pertahanan paradigma) ditancapkan melalui pikiran, gerak dan langkah para santri. Para santri di pesantren salaf dibentuk dan dikaderkan hingga menjadi pejuang dan pendakwah sekte Sunni Asy’ari-Maturidi, pejuang fikih empat mazhab terutama Syafi’i dan pejuang tasawuf Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Jika dianalisis dengan teori Taksonomi Bloom, sistem pengetahuan pesantren salaf hanya sampai pada apply (menerapkan), belum sampai pada level tiga di atasnya (analyze, evaluate, dan create).
Kata Kunci: Pesantren Salaf, Arkeologi Pengetahuan, Taksonomi Bloo
AKUISISI BAHASA JAWA PADA ANAK-ANAK GENERASI KEDUA/KETIGA MIGRAN DI LAMPUNG
Artikel ini meninjau fenomena akuisisi bahasa Jawa pada anak-anak generasi kedua dan ketiga migran di Lampung dari perspektif psikolinguistik. Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi utama dari Jawa, Lampung menyajikan lingkungan multilingual yang kompleks, di mana anak-anak terpapar bahasa Jawa di rumah dan bahasa Indonesia di lingkungan yang lebih luas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi antara kedua bahasa ini memengaruhi proses pemerolehan bahasa Jawa sebagai bahasa warisan. Fokus utama adalah pada faktor-faktor psikolinguistik yang berperan, meliputi kualitas dan kuantitas input bahasa, motivasi dan sikap anak terhadap bahasa Jawa, serta fungsi komunikatif bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pembahasan juga mencakup fenomena transfer dan interferensi antarbahasa yang terjadi dalam sistem kognitif anak bilingual, serta dampak dominansi bahasa Indonesia terhadap penguasaan bahasa Jawa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa akuisisi yang tidak optimal dapat menimbulkan tantangan bagi identitas budaya anak, meskipun paparan bilingualisme juga berpotensi meningkatkan kesadaran metalinguistik. Artikel ini menyimpulkan pentingnya upaya terencana dari keluarga dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung akuisisi bahasa Jawa secara aktif, demi keberlanjutan bahasa dan pelestarian identitas budaya Jawa di Lampung
AGAMA LOKAL SUNDA WIWITAN KOMUNITAS SUKU BADUY KENEKES KECAMATAN LUWIH DAMAR, KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN
Abstrak
Suku Baduy dikenal sebagai penganut agama Sunda Wiwitan yaitu suatu kepercayaan lokal. yang mempercayai adanya Tuhan dan malaikat serta para nabi. Kehidupan masyarakat Baduy sangat sederhana dan selalu menjaga kelestarian alam karena, hal tersebut menjadi salah satu cara ibadah dan rukun Sunda Wiwitan. Lokasi penelitian adalah Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, dipilih karena masyarakat Baduy di sana masih kuat menjalankan tradisi adat mereka.
Penelitian ini mengulas nilai-nilai dalam Sistem Kepercayaan Sunda Wiwitan suku Baduy di Banten. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami realitas sosial dengan lebih mendalam. Penelitian berfokus pada analisis pada kepercayaan Baduy dengan penekanan pada unsur-unsur yang memengaruhinya. Untuk memastikan validitas data, teknik triangulasi sumber dan teori digunakan, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Secara akademis, penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan secara ilmiah dan akademis terhadap khazanah pengembangan ilmu sosial terlebih dalam masalah yang ada di masyarakat. Dan selanjutnya diharapkan pula penelitian ini dapat dikembangkan kembali bagi peneliti yang tertarik lebih lanjut mengkaji penelitian ini.
Kesimpulan penelitian ini: Ajaran Sunda Wiwitan yang dianut oleh Suku Baduy merupakan suatu bentuk Agama sinkretik. Mereka meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, yang mereka sebut Gusti nu Maha Suci Allah nu Maha Kuasa, sebagai pencipta seluruh alam dan isinya. Di samping itu, mereka juga mengimani adanya malaikat serta nabi-nabi, seperti Nabi Adam dan Nabi Muhammad.
Keyakinan mereka kepada Allah tampak dalam pengucapan kalimat syahadat baduy, sementara praktik ritual keagamaan mereka berlandaskan pada pikukuh yaitu aturan adat dan ketaatan pada buyut yang dijaga turun menurun oleh puun. Bentuk kepercayaan Sunda Wiwitan mendorong mereka untuk menjaga keharmonisan hutan, sungai, dan gunung, sedangkan bentuk ritual mereka terlihat di antaranya dalam pelaksanaan ritual ibadah di Sasaka Domas, tempat suci masyarakat Baduy
Luaran penelitian utama penelitian ini yaitu artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal nasional terindeks sinta.
Kata kunci: Agama Lokal, Sunda Wiwitan
TINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA KELAS XI PADA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Motivasi belajar siswa belum sepenuhnya tumbuh dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi belajar siswa kelas XI di SMA NW Narmada pada pembelajaran PAI di era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket kemudian dianalisi berdasarkan indikator motivasi belajar siswa menurut Adinda Lestari (2025). Hasil analisis data menunjukkan bahwa masing-masing indikator yakni indikator 1 sebanyak 62,5% menjawab “Ya” dan 37,5% menjawab “Tidak”, indikator 2 sebanyak 67,5% menjawab “Ya” dan 32,5% menjawab “Tidak”, indikator 3 sebanyak 75% menjawab “Ya” dan 25% menjawab “Tidak”, indikator 4 sebanyak 60% menjawab “Ya” dan 40% menjawab “Tidak”, dan indikator 5 sebanyak 60% menjawab “Ya” dan 40% menjawab “Tidak”. Rata-rata hasil analisis indikator motivasi siswa menjawab “Ya” adalah 65% sedangkan rata-rata yang menjawab “tidak” sebanyak 35%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa pada pembelajaran PAI di era Revolusi Industri 4.0 berada pada tingkatan tingg
EKSPLORASI SOSIAL-BUDAYA PERNIKAHAN DINI DI DESA KAWINDA TO’I KECAMATAN TAMBORA, NUSA TENGGARA BARAT
Pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di pedesaan Indonesia, termasuk di Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor sosial-budaya yang memengaruhi praktik pernikahan dini serta dampaknya bagi remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, aparat desa, serta lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma budaya, keterbatasan ekonomi keluarga, serta rendahnya tingkat pendidikan menjadi pendorong utama pernikahan dini. Dampak yang ditimbulkan antara lain putus sekolah, terbatasnya kesempatan ekonomi, serta rendahnya posisi tawar perempuan dalam rumah tangga. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui penyuluhan, sosialisasi, dan peran tokoh agama maupun pendidik. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya intervensi kebijakan dan perubahan nilai budaya