Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
Kekaburan Hukum Hak Cipta pada Fotografi Berbasis Artificial Intelligence dalam bingkai Radburch Formula
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan tantangan baru dalam rezim hukum hak cipta. Salah satunya adalah munculnya karya fotografi yang dihasilkan sepenuhnya atau sebagian oleh AI. Persoalan utama yang timbul adalah siapakah yang dapat dikategorikan sebagai pencipta, apakah karya tersebut memenuhi unsur orisinalitas, serta bagaimana perlindungan hukum terhadap ciptaan berbasis AI. Dalam konteks Indonesia, Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta tidak mengatur secara eksplisit posisi karya AI, sehingga menimbulkan kekaburan hukum. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Hasil analisis menunjukkan adanya kekosongan norma terkait subjek hukum dalam ciptaan AI, serta perdebatan mengenai syarat orisinalitas. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi regulasi, baik dengan memperluas definisi pencipta maupun melalui model atribusi tertentu, agar perlindungan hukum dapat mencerminkan asas kepastian, keadilan, dan kemanfaatan
SI PBB TRENGGINAS: UPAYA OPTIMALISASI PEMBAYARAN DAN PEMUTAKHIRAN DATA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN MAGELANG
ABSTRAK:
Pajak merupakan salah satu instrumen keuangan negara yang berperan strategis dalam menunjang pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Pajak Bumi dan Bangunan memiliki peran strategis dalam mengembangkan daerah karena seluruh pendapatannya digunakan untuk membiayai pembangunan lokal, sehingga perlu ditingkatkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang efektif. Inovasi "Si PBB Trengginas" yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pengabdian dilakukan dengan cara terjun langsung ke Balai Desa yang ditunjuk guna membantu optimalisasi penggunaan sistem Si PBB Trengginas bersama petugas PBB setempat.Implementasi sistem ini telah berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 8.2% antara tahun 2022 hingga 2024. Peningkatan Kapasitas SDM, Penguatan infrastruktur, Optimalisasi sistem, dan Edukasi publik diharapkan dapat meningkatkan realisasi target PBB-P2 mencapai 95% pada 2026 sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Magelang
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN 9 PILAR KARAKTER DALAM MEMBANGUN SIKAP PERCAYA DIRI ANAK DI TK NEGERI 05 WOJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran 9 Pilar Karakter dalam membangun sikap percaya diri anak di TK Negeri 05 Woja. Topik ini didasarkan pada pentingnya karakter dan sikap percaya diri dalam perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran 9 Pilar Karakter di TK Negeri 05 Woja memberikan dampak positif terhadap pengembangan sikap percaya diri anak. Pilar-pilar karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati berperan penting dalam membentuk rasa percaya diri anak dalam berinteraksi dan berpartisipasi di lingkungan sekolah. Penerapan metode yang menyenangkan dan melibatkan anak secara aktif juga memperkuat pembentukan karakter tersebut. Temuan penting bahwa, implementasi pembelajaran 9 Pilar Karakter terbukti efektif dalam membangun sikap percaya diri anak di TK Negeri 05 Woja Dompu, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan karakter di tingkat pendidikan anak usia dini.
Kata Kunci: 9 Pilar Karakter, Sikap Percaya Diri, Anak Usia Dini, Pendidikan Karakte
Studi Yuridis-Empiris Tentang Penegakan Hukum Korban KDRT Oleh Polsek Dompu
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah hukum Polsek Dompu. Permasalahan yang diangkat berfokus pada efektivitas implementasi hukum, respons institusi kepolisian terhadap korban, serta hambatan struktural dan kultural yang memengaruhi jalannya proses hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis-sosiologis dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aparat kepolisian memiliki kesadaran normatif terhadap pentingnya perlindungan korban, praktik di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan perlakuan yang berpihak pada korban. Faktor seperti keterbatasan fasilitas khusus, minimnya petugas yang terlatih secara profesional, dan tekanan budaya patriarki menjadi penghambat utama dalam pemenuhan hak-hak korban. Di samping itu, koordinasi antara lembaga penegak hukum dan lembaga pendukung lainnya belum berjalan optimal, sehingga mengakibatkan proses penanganan yang parsial dan tidak terintegrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan kelembagaan, pelatihan berbasis perspektif gender bagi aparat, serta sistem layanan terpadu agar penegakan hukum dapat berjalan secara adil, humanis, dan efektif dalam melindungi korban KDRT. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pembuat kebijakan dan aparat penegak hukum dalam merumuskan strategi penanganan kekerasan dalam rumah tangga yang lebih responsif terhadap korban.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah hukum Polsek Dompu. Permasalahan yang diangkat berfokus pada efektivitas implementasi hukum, respons institusi kepolisian terhadap korban, serta hambatan struktural dan kultural yang memengaruhi jalannya proses hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis-sosiologis dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aparat kepolisian memiliki kesadaran normatif terhadap pentingnya perlindungan korban, praktik di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan perlakuan yang berpihak pada korban. Faktor seperti keterbatasan fasilitas khusus, minimnya petugas yang terlatih secara profesional, dan tekanan budaya patriarki menjadi penghambat utama dalam pemenuhan hak-hak korban. Di samping itu, koordinasi antara lembaga penegak hukum dan lembaga pendukung lainnya belum berjalan optimal, sehingga mengakibatkan proses penanganan yang parsial dan tidak terintegrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan kelembagaan, pelatihan berbasis perspektif gender bagi aparat, serta sistem layanan terpadu agar penegakan hukum dapat berjalan secara adil, humanis, dan efektif dalam melindungi korban KDRT. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pembuat kebijakan dan aparat penegak hukum dalam merumuskan strategi penanganan kekerasan dalam rumah tangga yang lebih responsif terhadap korban
Rekonstruksi Warisan Islam Melalui Tudang Sipulung Di Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone
Pembagian harta warisan dalam masyarakat Indonesia memiliki tiga sistem hukum yang diakui: hukum waris Islam, hukum adat, dan hukum perdata. Di Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone masyarakat cenderung mengunnakan forum musyawarah adat yang dikenal sebagai tudang sipulung untuk menyelesaikan pembagian harta warisan. Fenomena ini menunjukkan adanya kearifan lokal yang kuat, sekaligus membuka ruang kajian terhadap kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. artikel ini bertujuan untuk mengkaji praktik tudang sipulung dalam perspektif hukum waris Islam serta merokonstruksi nilai-nilai syariah yang terkandung di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris, penelitian ini menemukan bahwa tudang sipulung menjadi sarana eferktif dalam menyelesaikan sengketa warisan secara damai dan kekeluargaan. Meskipun tidak sepenuhnya merujuk pada ketetntuan fikih waris, praktik ini mengandung nilai-nilai keadilan, kemaslahatan dan persaudaraan yang sejalan dengan nilai keislaman. Hasil ini menunjukkan bahwa rekonstruksi hukum waris Islam yang berbasis pada kearifan lokal dapat menjadi alternatif penyelesaian sengketa yang kontekstual dan aplikatif.
Kata Kunci: Warisan, Tudang Sipulung, Hukum Islam.Pembagian harta warisan dalam masyarakat Indonesia memiliki tiga sistem hukum yang diakui: hukum waris Islam, hukum adat, dan hukum perdata. Di Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone masyarakat cenderung mengunnakan forum musyawarah adat yang dikenal sebagai tudang sipulung untuk menyelesaikan pembagian harta warisan. Fenomena ini menunjukkan adanya kearifan lokal yang kuat, sekaligus membuka ruang kajian terhadap kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. artikel ini bertujuan untuk mengkaji praktik tudang sipulung dalam perspektif hukum waris Islam serta merokonstruksi nilai-nilai syariah yang terkandung di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris, penelitian ini menemukan bahwa tudang sipulung menjadi sarana eferktif dalam menyelesaikan sengketa warisan secara damai dan kekeluargaan. Meskipun tidak sepenuhnya merujuk pada ketetntuan fikih waris, praktik ini mengandung nilai-nilai keadilan, kemaslahatan dan persaudaraan yang sejalan dengan nilai keislaman. Hasil ini menunjukkan bahwa rekonstruksi hukum waris Islam yang berbasis pada kearifan lokal dapat menjadi alternatif penyelesaian sengketa yang kontekstual dan aplikatif.
Kata Kunci: Warisan, Tudang Sipulung, Hukum Islam
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB MINHAJUL MUSLIM KARYA SYEKH ABU BAKAR JABIR AL-JAZA’IRI
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pandangan Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri tentang pendidikan akhlak dalam kitabnya Minhajul Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah kitab Minhajul muslim, Sumber data sekunder yang digunakan adalah buku-buku dan jurnal penelitian yang membahas tentang konsep pendidikan akhlak serta kitab tafsir yang sifatnya sebagai pelengkap atau pendukung dari penelitian yang sedang berlangsung. Adapun teknis analisis data menggunakan metode analisis konten atau yang biasa disebut sebagai analisis isi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan akhlak dalam kitab Minhajul muslim karya Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi adalah bentuk karakter yang kuat pada jiwa seseorang yang memunculkan perbuatan yang bersifat Iradiyah Ikhtiyariyah (kehendak pilihan) berupa baik atau buruk, indah atau jelek yang didapatkan melalui pendidikan. Peneliti menyimpulkan terdapat tiga aspek pendidikan akhlak dalam kitab Minhajul muslim karya Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi yaitu 1) Pendidikan Akhlak Kepada Allah SWT; 2) Pendidikan Akhlak Kepada Diri Sendiri dan 3) Pendidikan Akhlak Kepada Sesama Makhluk
DAMPAK MANAJEMEN KAS TERHADAP LIKUIDITAS UMKM
Konveksi merupakan sektor usaha yang menjadi kekuatan atau unggulan khususnya di Kabupaten Tulungagung. Sektor ini sangat dinamis dan terus berkembang, didorong oleh pemerintah pusat yang tinggi akan pakaian dalam berkualitas dan nyaman. Proses produksinya melibatkan beberapa tahap penting, dimuali dari perencanaan dan desain yang meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, pembuatan pola yang ergonomis, dan desain yang menarik. Tahapan selanjutnya yaitu pemotongan bahan sesuai pola, menjahit yang rapi dan kuat, serta pemeriksaan kualitas untuk memastikan standar produk terjaga. Setelah melewati proses produksi, produk dikemas dan didistribusikan ke pasar. Keberhasilan bisnis Kenveksi Kurnia tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga strategi pemasaran yang efektif. Pemasaran online melalui platfrom e–commerce dan media sosial menjadi sangat penting untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Branding yang kuat, kerjasama dengan distributor, promosi dan diskon, serta layanan pelanggan yang responsif juga berperan krusial dalam membangun loyalitas pelanggan dan meningktkan penjualan. Meskipun menghadapi tantangan seperti persaingan yang ketat dan fluktuasi harga bahan baku, peluang bisnis Kenveksi Kurnia Tulungagung tetap terbuka lebar, terutama dengan inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Dengan fokus pada kenyamanan pemakaian, Kenveksi Kurnia dapat meraih kesuksesan di pasar yang kompetitif ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data observasi dan wawancara mendalam dengan pemilik UMKM. hasil dari observasi penyebab likuiditas Kenveksi Kurnia Tulungagung sangat baik karena current rasionya > 3% sehingga perusahaan mampu membayar semua kewajibannya karena adanya pengawasan pengelolaan terhadap kas dan struktur organisasi yang baik sehinngga menambah peningkatan kinerja perusahaan
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA RUMAH ADAT JOGLO PENCU KUDUS
Salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif bagi kecerdasan kehidupan bangsa adalah mata pelajaran matematika. Beberapa kemampuan siswa di Indonesia masih tergolong rendah dalam menyelesaikan permasalahan nyata matematika sehingga pembelajaran matematika perlu dikaitkan dengan lingkungan sekitar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis beberapa konsep matematika yang terdapat pada objek bangunan Rumah Joglo Pencu di Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksploratif – deskriptif dengan pendekatan etnografi bertujuan dapat mengeksplorasi dan menganalisis beberapa konsep matematika yang terdapat pada bangunan Rumah Joglo Pencu Kudus. Subjek pada penelitian ini adalah Kak Adit selaku karyawan di Museum Jenang Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan model interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi juga dilakukan peneliti guna memeriksa keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada objek bangunan rumah joglo pencu di Kabupaten Kudus terdapat konsep etnomatematika yang terdiri dari bangun ruang balok, kubus, limas segiempat, tabung, dan bola. Beberapa konsep etnomatematika tersebut memiliki relevansi dengan konten matematika pada jenjang pendidikan dasar dalam materi geometri
تحليل الكتاب المدرسي للغة العربية للصف الثامن المدرسة الثانوية عن وزارة الشؤون الدينية لجمهورية إندونيسيا
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas buku ajar Bahasa Arab kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia berdasarkan standar BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Empat aspek utama yang dievaluasi meliputi kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan grafika. Metode yang digunakan adalah analisis konten, dengan pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan analisis menggunakan teknik reduksi data, kategorisasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa buku ini memperoleh kategori "Sangat Layak" pada aspek bahasa (94,28%) dan grafik (95,55%), "Layak" pada aspek penyajian (84,61%), dan kelayakan isi (73,33%). Secara keseluruhan, buku ajar ini dinilai "Sangat Layak" dengan skor akhir sebesar 85,26%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan kualitas buku ajar bahasa Arab di masa mendatang agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa
PENDIDIKAN KARAKTER ABAH GURU SEKUMPUL: STUDI RELASI KUASA ABAH GURU SEKUMPUL DENGAN KELOMPOK TAREKAT SAMMANIYAH
Penelitian ini berangkat dari kegundahan akademik mengenai sosok ulama sentral yang mampu mempengaruhi hampir mayoritas masyarakat banjar. Sehingga penelitian ini bersifat fenomenologi, dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengambilan data pada penelitian ini ialah dengan melakukan observasi aktif, wawancara terbuka, hingga dokumentasi. Sehingga hasil penelitian ini memberikan dua garis besar dalam memahami bagaimana relasi kuasa sebagai pisau analisisnya. Yaitu fase keraton sebagai pengumpulan modal untuk membentuk strategi relasi kekuasaan, fase kedua ialah fase sekumpul, sebagai pengatur ritme kewilayahan, peta demografi, pengembangan akhlak, hingga persebaran ajaran akhlak. Sehingga posisi Abah Guru Sekumpul juga mampu menjadi keluarga ditengah-tengah masyarakat, ayah bagi para murid tarekatnya, dan teman sejawat bagi warga Sekumpul dan Banjarmasin pada umumnya