Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TASAWUF AKHLAQI DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI DI MADRASAH DINIYAH TAKLIMIYAH PESANTREN ZAINUL HASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai tasawuf akhlaqi dalam pembentukan akhlak santri putri di Madrasah Diniyah Taklimiyah (MADITA) Pesantren Zainul Hasan Genggong. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai tasawuf akhlaqi—seperti ikhlas, sabar, tawadhu’, dan tanggung jawab—dilakukan melalui kegiatan intra-kurikuler (pembelajaran kitab Akhlaqu lil Banat dan Ta’lim al-Muta’allim), ko-kurikuler (hafalan dan setoran nadzom), serta diperkuat oleh kegiatan ekstra-kurikuler (pengajian kitab Taisirul Khollaq dan Ihya’ Ulumuddin). Seluruh proses ini mencerminkan tahapan dalam tasawuf: takhalli (pengosongan sifat tercela), tahalli (penghiasan diri dengan sifat mulia), dan tajalli (pancaran akhlak dalam perilaku nyata). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan akhlak berbasis tasawuf akhlaqi di lingkungan madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri secara menyeluruh.
Kata Kunci: tasawuf akhlaqi, pembentukan akhlak, madrasah diniyah, pesantre
Pencegahan Fenomena Memviralkan Kasus Perselingkuhan Rumah Tangga Di Media Sosial Berdasarkan Maqashid Syariah
Fenomena memviralkan kasus perselingkuhan rumah tangga melalui media sosial menunjukkan gejala krisis etika digital dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial dari tindakan tersebut serta menelaahnya melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, termasuk pelaku, saksi, pengguna media sosial, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan lima dampak utama: dorongan psikologis yang spontan, kerusakan reputasi dan trauma sosial, normalisasi ghibah, terganggunya hubungan keluarga besar, serta rendahnya literasi digital dan pemahaman nilai keislaman. Semua dampak ini berkaitan langsung dengan pelanggaran prinsip ḥifẓ al-‘irḍ, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, dan ḥifẓ ad-dīn. Analisis maqāṣid menunjukkan bahwa tindakan memviralkan aib merupakan pelanggaran struktural terhadap syariat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan preventif dan kuratif: edukasi pranikah, penguatan etika bermedia sosial, serta peran tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam menyelesaikan konflik secara tertutup dan bermartabat. Penelitian ini menegaskan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah dapat menjadi panduan normatif dan etis dalam merespons tantangan moral di era digital.Fenomena memviralkan kasus perselingkuhan rumah tangga melalui media sosial menunjukkan gejala krisis etika digital dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial dari tindakan tersebut serta menelaahnya melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, termasuk pelaku, saksi, pengguna media sosial, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan lima dampak utama: dorongan psikologis yang spontan, kerusakan reputasi dan trauma sosial, normalisasi ghibah, terganggunya hubungan keluarga besar, serta rendahnya literasi digital dan pemahaman nilai keislaman. Semua dampak ini berkaitan langsung dengan pelanggaran prinsip ḥifẓ al-‘irḍ, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, dan ḥifẓ ad-dīn. Analisis maqāṣid menunjukkan bahwa tindakan memviralkan aib merupakan pelanggaran struktural terhadap syariat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan preventif dan kuratif: edukasi pranikah, penguatan etika bermedia sosial, serta peran tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam menyelesaikan konflik secara tertutup dan bermartabat. Penelitian ini menegaskan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah dapat menjadi panduan normatif dan etis dalam merespons tantangan moral di era digital
PERBEDAAN PARADIGMA ILMU SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan epistemologis antara paradigma ilmu sosial dalam perspektif Islam dan Barat, serta mengevaluasi potensi paradigma Islam sebagai alternatif terhadap pendekatan ilmu sosial modern. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis kritis terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Islam mendasarkan pengetahuan pada integrasi wahyu dan akal, sementara paradigma Barat cenderung berpijak pada rasionalisme dan empirisme. Pendekatan Islam memandang realitas sosial secara integral, melibatkan aspek material dan spiritual, berbeda dari kecenderungan sekuler dan positivistik dalam tradisi Barat. Perbedaan ini berdampak pada metodologi penelitian, di mana pendekatan Islam menekankan etika dan tujuan transendental dalam proses keilmuan. Temuan ini menunjukkan bahwa paradigma Islam tidak hanya menyuguhkan kerangka epistemologis alternatif, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan metodologi ilmu sosial yang lebih holistik dan berorientasi nilai.
 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada kelas IV pada pelajaran Pendidikan Pancasila dapat menningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah 35 siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian yang digunakan oleh pre-experimental dengan bentuk one grup pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa lembar observasi, wawancara, dan tes yang terdiri dari pretest dan pottest. Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji paired sample t-test , dan uji N-gain. Hasil uji t memiliki nilai signifikan 0,000<0,005 sehingga hasilnya signifikan. Berdasarkan hasil uji-t bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terdapat pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV
PEMBERDAYAAN DESA MELALUI PENGENALAN DAN WORKSHOP SISTEM INFORMASI DESA BERBASIS OPENSID
Teknologi informasi memberikan dampak signifikan termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendalami pengaruh transformasi desa digital melalui pengenalan dan implementasi Sistem Informasi Desa (SID) di desa Kalajena Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi digital komponen desa, mengidentifikasi potensi perubahan dalam efisiensi administratif desa, transparansi pemerintahan desa, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan melalui adopsi teknologi informasi. Dalam pelaksanaan kegiatan, digunakan metode pendekatan partisipatif yang melibatkan interaksi secara intensif bersama perangkat desa dan masyarakat. Tahapan di mulai dengan sesi pengenalan konsep SID sebagai landasan teoritis, dilanjutkan dengan proses implementasi openSID secara offline atau pada jaringan komputer lokal dan uji coba implementasi secara online. Tahapan implementasi online berkaitan dengan penyewaan hosting dan melakukan pendaftaran domain. Selanjutnya, pelatihan praktis pengoperasian SID yang bertindak sebagai admin untuk perangkat desa, kemudian pengoperasian SID sebagai pengunjung kepada masyarakat desa. Hasil dari kegiatan ini menggambarkan peningkatan pemahaman serta kesadaran perangkat desa dan masyarakat akan potensi transformasi melalui penggunaan SID. Penerapan SID mampu menghasilkan efisiensi dalam proses administratif desa, meningkatkan transparansi dalam penyampaian informasi pemerintahan desa, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai proses pengambilan keputusan dalam penerapan kebijakan desa
SOSIALISASI ANTI BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TINDAKAN KEKERASAN PADA SISWA DI KABUPATEN BIMA
Di era digital yang semakin maju, fenomena bullying di kalangan remaja menjadi isu yang semakin memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Tulisan ini membahas hasil kegiatan sosialisasi anti-bullying secara berkelanjutan yang dilaksanakan pada siswa SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Bima. Melalui survei yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, ditemukan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang bullying, di mana proporsi siswa yang memahami definisi bullying meningkat dari 30% menjadi 85%. Selain itu, 70% siswa melaporkan merasa lebih siap untuk melawan perilaku bullying setelah mengikuti kegiatan sosialisasi anti bullyng. Metode interaktif, seperti diskusi kelompok dan role-playing, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa untuk menghadapi situasi bullying. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran siswa tentang bullying dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Kesimpulan dari hasil kegiatan sosialisasi ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai isu bullying, serta membekali siswa dengan rasa percaya diri dan kesiapan untuk menghadapi perundungan. Rekomendasi dari kegiatan ini, agar program serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan merata pada semua sekolah dengan melibatkan pemangku kepentingan, siswa, guru, orang tua, dan komunitas secara optimal. Kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi sisw
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN MAHAROH QIRO’AH SISWA KELAS X IPA di MA MUHAMMADIYAH KOTA BIMA
Keberagaman peserta didik sangat mempengaruhi hasil belajar di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah dengan menerapkan Model Pembelajaran Berdiferensiasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan maharoh qiro’ah siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dan dimulai dengan kegiatan prasiklus. Pada setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan pada 11 peserta didik kelas X IPA di MA Muhammadiyah Kota Bima. Pada siklus I, terdapat sebanyak 2 orang yang tuntas dan 9 orang belum tuntas dengan nilai rata-rata 60,2 % dan secara klaksikal hanya 18,1%. Pada siklus II terjadi peningkatan dengan pencapaian hasil belajar yang lebih baik, terdapat 9 orang yang tuntas dan 2 orang yang belum tuntas dengan nilai rata-rata 81,1 %, dan nilai ketuntasan klasikal siswa sebesar 81,8 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan maharoh qiro’ah siswa pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas X IPA di MA Muhammadiyah Kota Bima
STUDI PERBANDINGAN ANTARA MADZHAB SYAFI’I DAN HAMBALI TENTANG KONSEP HADHANAH
Permasalahan dalam rumah tangga sering terjadi secara terus-menerus di masyarakat. Diantaranya sering disaksikan masalah pengasuhan anak ketika suami istri bercerai. Setelah terjadinya perceraian akan muncul masalah baru yang akan menyebabkan nasib anak menjadi tidak baik diakibatkan oleh perceraian dari kedua orang tuanya. Keluarga sebagai lembaga masyarakat terkecil, terbentuk diawali dengan proses pernikahan. Salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan. Karena setiap manusia ingin agar namanya tetap ada dan berkelanjutan pengaruhnya. Masalah ini sangat memerlukan perhatian bagi para cendikiawan dan aktifis dalam bidang hukum keluarga Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kajian pustaka. Penggalian data dilakukan dengan mengkaji kitab, buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh para peneliti. Penelitian ini menyimpulkan pandangan antara mazhab Syafi’i dan Ahmad bin Hambal tentang hadhanah. Hukum mengasuh anak menurut mazhab Syafi’i dan Hambali bersepakat bahwa orang tua berkewajiban mengasuh anak, sementara anak berhak mendapatkan pemeliharaan dari ibu dan ayahnya. Mazhab Syafi’i berpendapat masa asuh anak tidak ada batasan bagi ibu. Sedangkan mazhab Hambali masa asuh ibu sampai anak berumur tujuh tahun baik laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci: Keluarga, Hadhanah, Mazhab, Hukum Islam
PENANAMAN DISIPLIN DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DALAM METODE MARIA MONTESSORI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode Montessori dapat meningkatkan kemandirian dan kedisiplinan pada anak usia dini. Metode Montessori dikenal sebagai pendekatan pendidikan yang memberikan kebebasan terarah kepada anak dalam memilih aktivitas sesuai minat dan kebutuhannya, dengan tetap memberikan batasan serta konsekuensi logis untuk membentuk perilaku disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian mencakup anak-anak yang mengikuti pendidikan Montessori, guru, dan kepala sekolah yang terlibat dalam implementasinya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka terkait teori Montessori. Data kualitatif diperoleh dari anak-anak, guru, kepala sekolah, dan studi pustaka. Instrumen penelitian meliputi panduan observasi, panduan wawancara, dan catatan lapangan. Prosedur pengumpulan data mencakup observasi dan wawancara dengan subjek penelitian serta analisis dokumen pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang berkaitan dengan pengembangan kemandirian dan kedisiplinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori secara konsisten mampu meningkatkan kedua aspek tersebut. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif dan menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran efektif di pendidikan anak usia dini
PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TK BUNGA ROS NARU TIMUR KECAMATAN SAPE
Penelitian ini berfokus pada pemberian reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin pada anak usia 5-6 tahun di TK Bunga Ros Naru Timur, Kecamatan Sape. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward yang konsisten dan tepat sasaran dapat meningkatkan motivasi anak untuk berperilaku disiplin. Sebaliknya, pemberian punishment yang sesuai dan tidak berlebihan mampu mengarahkan anak untuk memahami konsekuensi dari perilaku yang tidak disiplin. Implementasi strategi reward dan punishment secara seimbang terbukti efektif dalam membentuk karakter disiplin anak-anak di TK Bunga Ros Naru Timur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan ini, ketika diterapkan dengan tepat, dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter positif pada Anak Usia Dini