Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA PAPAN KANTUNG PINTAR TERHADAP KECERDASAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD LESTARI CIKERAI
The influence of smart pocket board media in improving children's cognitive abilities in group B aged 5-6 years at PAUD Cikerai. Dewi Yulita.Children's cognitive abilities have not developed well, as seen by many children who have difficulty saying numbers 1-10 properly and correctly. This is due to the lack of stimulation provided and the media used in learning is still less interesting for children. The purpose of this study was to determine how much influence the smart pocket board media has in improving children's cognitive abilities in group B aged 5-6 years at PAUD Cikerai. The research method used a quantitative approach with a pre-experimental method with a sample of 16 children. The data analysis technique used a one group pretest-posttest design, namely knowing children's cognitive abilities before using the smart pocket board media as variable X1 and after using the smart pocket board media as variable X2, the data were analyzed using SPSS version 24. The results of the study showed that children's cognitive abilities before using the smart pocket board media were still not developed. the value obtained by children was 29.54%, while after using the smart pocket board media the value obtained by children was 81.53%. The difference in cognitive abilities before and after using the smart pocket board media was carried out using a two-sample t-test, obtaining t count (30.48) > t table (2.131), which was then tested using the hypothesis with the provision that if t count ≥ t table then Ho is rejected, which means there is a significant difference in the cognitive abilities of group B children at PAUD Cikerai between before and after using the smart pocket board media.
 
PERANAN LEMBAGA IJTIHAD NU DALAM MERESPON PROBLEMATIKA KEISLAMAN DI INDONESIA
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam merespons berbagai problematika keislaman yang muncul di masyarakat. Penelitian ini menganalisis peran Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) dalam menyelesaikan problematika keislaman di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian mengkaji berbagai literatur klasik dan modern terkait fatwa dan keputusan NU. Tujuannya adalah memahami metodologi ijtihad NU yang mencakup pendekatan qauli (tekstual), taqrir jama'i (musyawarah), ilhaq (analogi), dan manhaji (metodologis), serta relevansinya dalam menjawab tantangan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LBMNU berhasil memadukan prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah dengan kebutuhan masyarakat modern melalui ijtihad kolektif. Fatwa-fatwanya tidak hanya berdasar pada dalil normatif, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial dan kemaslahatan umat. Dengan demikian, NU membuktikan kemampuan lembaga keislaman tradisional dalam merespons perubahan zaman secara dinamis sekaligus menjaga nilai-nilai dasar Islam
STRATEGI EFEKTIF MENGGUNAKAN VIDEO DALAM PEMBELAJARAN PAI BERBASIS DESAIN INTRUKSIONAL
Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pembelajaran, termasuk dalam Pembelajaran PAI. Media paling efektif yang dapat di terapkan adalah video pembelajaran, karena mampu menghadirkan materi secara visual dan auditori yang menarik serta relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi efektif penggunaan video dalam pembelajaran PAI berbasis desain instruksional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomologi dengan guru PAI di SMAN Negeri 3 Palangka Raya. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini juga menunjukan guru menerapkan video sebagai salah satu strategi yang efektif untuk pembelajaran PAI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan video sebagai strategi yang efektif dalam pembelajaran PAI. Penggunaan video berdasarkan pada perencanaan yang sitematis yang dimana guru mengidentifiksi sesuai kebutuhan belajar siswa, selanjutnya pada pelaksanaan penggunaan video setelah dirancang secara sistematis dan kontekstual sehingga mendapatkan respon positif dari siswa, ini bisa di lihat saat proses belajar siswa yang sangat efektif lebih dari memiliki semangat dalam pemahaman pada materi PAI
PENDEKATAN AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM: INTERNALISASI NILAI-NILAI AL-QUR’AN UNTUK MENGATASI KRISIS MORAL GENERASI Z
Generasi Z mengalami krisis moral multidimensi di era digital, terlihat dari dehumanisasi interaksi sosial (QS. Al-Hujurat: 12), memudarnya nilai sabr, dan kenakalan remaja berbasis teknologi (KPAI, 2023: 67%). Penelitian ini mengkritik pendidikan Islam konvensional yang masih terfokus pada hafalan ayat dan fiqh formalistik, tanpa internalisasi nilai afektif-spiritual. Solusi yang dikembangkan adalah model AQE (Pendidikan Afektif Berbasis Al-Qur'an) berdasarkan tiga pilar: ta'abbud (pengabdian spiritual), tafakkur (perenungan ayat), dan mu'amalah (interaksi sosial bernilai). Model ini memadukan konsep qalb Al-Ghazali, teori afektif Krathwohl, dan neurosains spiritual. Prototipe modul Tarbiyah Qalbiyah berbasis desain pemikiran telah diuji di lima pesantren modern, menunjukkan hasil signifikan: penurunan 58% kasus perundungan dan peningkatan 40% kesadaran moral. Validasi ahli (CVI 0,89) membuktikan kelayakan modul ini dalam menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur'an secara holistik. Temuan ini merekomendasikan reformasi kurikulum berbasis kognitif-afektif, pelatihan guru, dan kolaborasi interdisipliner untuk pengembangan alat refleksi digital spiritua
ANALISIS AKAR MASALAH PENDIDIKAN ISLAM DAN SOLUSINYA DALAM KITAB KAIFA TUWAJIHUL FITAN
Kitab Kaifa Tuwajihul Fitan Syaikh Shalih bin Thoha Abdul Wahid menawarkan solusi untuk masalah pendidikan Islam, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan akar masalah tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran penulis kitab tentang masalah dan solusi pendidikan dalam menghadapi fitnah zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan aqidah, pemahaman yang buruk tentang manhaj Islam yang benar, dan dominasi orientasi duniawi dalam sistem pendidikan adalah masalah utama dalam pendidikan Islam. Penekanan pada pendidikan akhirat, penguatan ilmu syar'i, dan pemurnian tauhid adalah beberapa solusi yang ditawarkan oleh Syaikh Sholih. Diharapkan penelitian ini akan memberikan bantuan ilmiah dan praktis dalam membangun sistem pendidikan Islam yang sesuai dengan aturan agama
ETIKA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN ISLAM: PERBANDINGAN PENDEKATAN RASIONAL IBN MISKAWAYH DAN VISI SPIRITUAL AL-GHAZALI
Etika memiliki posisi fundamental dalam pendidikan Islam, karena ia menjadi landasan pembentukan karakter, pengembangan intelektual, serta orientasi spiritual peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif pandangan Ibn Miskawayh dalam Tahdzīb al-Akhlāq dan Al-Ghazālī dalam Iḥyā’ ʿUlūm al-Dīn mengenai peran etika dalam pendidikan Islam. Ibn Miskawayh menekankan pendekatan rasional yang berakar pada filsafat Yunani, khususnya Aristotelianisme, dengan konsep keseimbangan antara potensi akal, amarah, dan syahwat sebagai dasar pembentukan akhlak. Pendidikan menurutnya diarahkan untuk melatih jiwa melalui pembiasaan dan pengendalian diri, sehingga menghasilkan individu yang berkepribadian seimbang serta mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Sementara itu, Al-Ghazālī mengedepankan visi spiritual yang memadukan fikih, tasawuf, dan teologi. Etika dalam Iḥyā’ tidak hanya dipahami sebagai upaya rasional, tetapi juga sebagai proses tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) yang berorientasi pada kedekatan dengan Allah. Pendidikan baginya harus menumbuhkan keikhlasan, kesadaran ibadah, serta keseimbangan antara pengetahuan dan amal. Tujuan akhir pendidikan menurut Al-Ghazālī bukan sekadar kebahagiaan duniawi, melainkan kebahagiaan ukhrawi. Melalui perbandingan ini, terlihat bahwa pemikiran Ibn Miskawayh menawarkan dimensi rasional-filosofis yang relevan dengan pembinaan etika sosial, sementara Al-Ghazālī menghadirkan dimensi religius-spiritual yang menekankan keselamatan akhirat. Integrasi keduanya memberikan kontribusi penting bagi pengembangan konsep pendidikan Islam yang utuh, mencakup akal, moral, dan spiritualitas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN MAHAROH QIRO’AH SISWA KELAS X IPA di MA MUHAMMADIYAH KOTA BIMA
Keberagaman peserta didik sangat mempengaruhi hasil belajar di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah dengan menerapkan Model Pembelajaran Berdiferensiasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan maharoh qiro’ah siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dan dimulai dengan kegiatan prasiklus. Pada setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan pada 11 peserta didik kelas X IPA di MA Muhammadiyah Kota Bima. Pada siklus I, terdapat sebanyak 2 orang yang tuntas dan 9 orang belum tuntas dengan nilai rata-rata 60,2 % dan secara klaksikal hanya 18,1%. Pada siklus II terjadi peningkatan dengan pencapaian hasil belajar yang lebih baik, terdapat 9 orang yang tuntas dan 2 orang yang belum tuntas dengan nilai rata-rata 81,1 %, dan nilai ketuntasan klasikal siswa sebesar 81,8 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan maharoh qiro’ah siswa pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas X IPA di MA Muhammadiyah Kota Bima
STUDI PERBANDINGAN ANTARA MADZHAB SYAFI’I DAN HAMBALI TENTANG KONSEP HADHANAH
Permasalahan dalam rumah tangga sering terjadi secara terus-menerus di masyarakat. Diantaranya sering disaksikan masalah pengasuhan anak ketika suami istri bercerai. Setelah terjadinya perceraian akan muncul masalah baru yang akan menyebabkan nasib anak menjadi tidak baik diakibatkan oleh perceraian dari kedua orang tuanya. Keluarga sebagai lembaga masyarakat terkecil, terbentuk diawali dengan proses pernikahan. Salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan. Karena setiap manusia ingin agar namanya tetap ada dan berkelanjutan pengaruhnya. Masalah ini sangat memerlukan perhatian bagi para cendikiawan dan aktifis dalam bidang hukum keluarga Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kajian pustaka. Penggalian data dilakukan dengan mengkaji kitab, buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh para peneliti. Penelitian ini menyimpulkan pandangan antara mazhab Syafi’i dan Ahmad bin Hambal tentang hadhanah. Hukum mengasuh anak menurut mazhab Syafi’i dan Hambali bersepakat bahwa orang tua berkewajiban mengasuh anak, sementara anak berhak mendapatkan pemeliharaan dari ibu dan ayahnya. Mazhab Syafi’i berpendapat masa asuh anak tidak ada batasan bagi ibu. Sedangkan mazhab Hambali masa asuh ibu sampai anak berumur tujuh tahun baik laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci: Keluarga, Hadhanah, Mazhab, Hukum Islam
PENANAMAN DISIPLIN DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DALAM METODE MARIA MONTESSORI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode Montessori dapat meningkatkan kemandirian dan kedisiplinan pada anak usia dini. Metode Montessori dikenal sebagai pendekatan pendidikan yang memberikan kebebasan terarah kepada anak dalam memilih aktivitas sesuai minat dan kebutuhannya, dengan tetap memberikan batasan serta konsekuensi logis untuk membentuk perilaku disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian mencakup anak-anak yang mengikuti pendidikan Montessori, guru, dan kepala sekolah yang terlibat dalam implementasinya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka terkait teori Montessori. Data kualitatif diperoleh dari anak-anak, guru, kepala sekolah, dan studi pustaka. Instrumen penelitian meliputi panduan observasi, panduan wawancara, dan catatan lapangan. Prosedur pengumpulan data mencakup observasi dan wawancara dengan subjek penelitian serta analisis dokumen pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang berkaitan dengan pengembangan kemandirian dan kedisiplinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori secara konsisten mampu meningkatkan kedua aspek tersebut. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif dan menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran efektif di pendidikan anak usia dini
PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TK BUNGA ROS NARU TIMUR KECAMATAN SAPE
Penelitian ini berfokus pada pemberian reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin pada anak usia 5-6 tahun di TK Bunga Ros Naru Timur, Kecamatan Sape. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward yang konsisten dan tepat sasaran dapat meningkatkan motivasi anak untuk berperilaku disiplin. Sebaliknya, pemberian punishment yang sesuai dan tidak berlebihan mampu mengarahkan anak untuk memahami konsekuensi dari perilaku yang tidak disiplin. Implementasi strategi reward dan punishment secara seimbang terbukti efektif dalam membentuk karakter disiplin anak-anak di TK Bunga Ros Naru Timur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan ini, ketika diterapkan dengan tepat, dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter positif pada Anak Usia Dini