Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MI MANARUL ISLAM MALANG MELALUI BEDAH BUKU “PROPHET MUHAMMAD: THE TEACHER” KARYA ABD AL-FATTAH ABU GHUDDAH
This article discusses the motivation to become a beloved teacher by examining Abd al-Fattah Abu Ghuddah’s Prophet Muhammad: The Teacher. In Islamic education, a teacher is not merely a transmitter of knowledge but a model of virtue and character. The Prophet Muhammad exemplified the ideal educator through his actions, compassion, and adaptive teaching methods. His approach, grounded in exemplary conduct, kindness, and respect for individual differences, remains highly relevant today. The study reveals that when teachers emulate the Prophet’s methods, prioritizing patience, empathy, dialogue, and personal relationships, they inspire deep respect and affection from students. A practical implementation in an Islamic primary school showed a clear transformation: teachers shifted from traditional, rigid methods to a more humanistic, inclusive, and affectionate style. Thus, becoming a longed-for teacher is an attainable ideal, realized through the sincere internalization and practice of prophetic values. This research reaffirms that authentic presence, compassion, and character-building are the true foundations for lasting impact in the classroom
IMPLEMENTASI ORGANISASI INTERNAL MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN SOFT SKILL MAHASISWA DI INSTITUT SYEKH ABDUL HALIM HASAN BINJAI
Organisasi internal mahasiswa merupakan salah satu elemen penting dalam ruang lingkup perguruan tinggi khususnya pada proses kaderisasi di lingkungan kampus yang berperan dalam mengembangkan potensi mahasiswa selain dari ruang kelas khususnya dalam meningkatkan soft skill mahasiswa. Tujan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam terkait implementasi atau pelaksanaan organisasi internal mahasiswa dalam meningkat soft skill mahasiswa di Institut Syekh H. Abdul Halim Hasan Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang mendefinisikan secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta dan data yang penulis teliti serta menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui wawancara terbuka. Hasil penelitian ini menunjukkan peran organisasi internal mahasiswa baik dan signifikan dalam meningkatkan soft skill mahasiswa di Institut Syekh H. Abdul Halim Hasan Kota Binjai dari segi tujuan dan standar organisasi, sumber daya dan program serta lingkungan dan sikap pelaksana organisas
HUBUNGAN SELF-REGULATED LEARNING DENGAN HASIL BELAJAR IPAS DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk :1) mengetahui Self-regulated learning siswa kelas V SDN 86 Singkawang, 2) mengetahui hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 86 Singkawang, 3) mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan hasil belajar IPAS di SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat korelasi dengan desain penelitian assosiatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VA dan VB SDN 86 Singkawang dengan jumlah 46 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling.Teknik pengumpulan data yaitu angket adaptasi dari Parantika (2022) dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yaitu rata-rata keseluruhan dan korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) self-regulated learning siswa berada pada kategori cukup dengan rata-rata keseluruhan sebesar 52,13, 2) hasil belajar IPAS siswa pada ranah kognitif berada pada kriteria baik dengan rata-rata keseluruhan sebesar 79,23, 3) Self-regulated learning memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar IPAS dengan berdasarkan nilai signifikansi menunjukan sebesar 0,003 <0,05, artinya Ho ditolak sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara Self-regulated learning dengan hasil belajar IPAS. Berdasarkan nilai (Pearson Correlation) sebesar 0,422. Sehingga hasilnya adalah 0,422 > 0,291, maka Ho ditolak Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Self-regulated learning dengan hasil belajar IPAS di SD sebesar 17,80%.
Kata Kunci: Self-Regulated Learning, Hasil Belajar IPAS, Ranah kognitif
PEMANFAATAN PANGAN FUNGSIONAL LOKAL SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI TENTANG GIZI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLO
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kota Bima. Rendahnya pengetahuan ibu tentang pola makan sehat menjadi salah satu faktor penyebab utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi dan balita terkait bahaya stunting serta memperkenalkan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan fungsional lokal berupa puding ubi ungu. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kolo melalui tahapan persiapan, survei, penyuluhan, pengukuran antropometri, dan pemberian PMT. Sebanyak 49 ibu mengikuti penyuluhan, dan 33 balita menerima PMT. Metode edukasi yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif mengenai stunting, pemberian materi gizi, serta pelatihan pengolahan makanan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang. PMT yang diberikan diterima dengan baik oleh balita dan terbukti memiliki manfaat dalam mendukung pertumbuhan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa kombinasi penyuluhan gizi dan inovasi PMT berbasis pangan lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat masyarakat
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN ORGANISASI KEPEMUDAAN DESA GUNA MENDORONG PRODUKTIVITAS ORGANISASI KARANG TARUNA DI DESA BANDING ANYAR KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Sebagai salah satu organisasi yang berperan dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas pemuda, Karang Taruna menjadi sebuah organisasi penting yang memiliki peranan krusial dalam proses pembangunan desa. Karang taruna menjadi fasilitator yang turut berperan aktif dalam pengembangan kompetensi pemuda desa. Peningkatan kapasitas anggota Karang Taruna dalam mengelola pengorganisasian menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Tim pengabdian mengadakan kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen organisasi kepemudaan di Desa Banding Anyar Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan tujuan untuk mendorong produktivitas organisasi karang taruna melalui peningkatan keterampilan manajerial organisasi. Metode yang interaktif dengan pemberian materi, forum diskusi dan pelatihan telah menunjukan keberhasilan program. Penilaian melalui metode pre-test dan post-test telah menunjukan adanya peningkatan pemahaman peserta kegiatan mengenai manajemen organisasi dalam rangka meningkatkan produktivitas kinerja Karang Taruna Desa Banding Anyar. Melalui kegiatan ini nantinya diharapkan para pengurus Karang Taruna dapat mengelola organisasinya dan mampu memaksimalkan peran Karang Taruna dalam Pembangunan Desa Banding Anyar. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat juga diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dalam mendukung pembangunan Desa Banding Anyar secara berkelanjutan
MEMANUSIAKAN MANUSIA: REFLEKSI KRITIS ATAS GAGASAN KEMANUSIAAN DALAM PEMIKIRAN GUS DUR DAN NELSON MANDELA
Penulisan jurnal ini bertujuan merefleksikan secara kritis gagasan kemanusiaan dalam pemikiran Gus Dur dan Nelson Mandela sebagai respons terhadap tantangan dehumanisasi kontemporer. Fenomena intoleransi, diskriminasi berbasis identitas, polarisasi politik, dan krisis kemanusiaan global menunjukkan urgensi kajian ini. Subjek penelitian ini adalah pemikiran kemanusiaan Gus Dur dan Nelson Mandela, yang dianalisis secara komparatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari literatur (buku, jurnal, artikel) dan dianalisis menggunakan metode kualitatif komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keduanya menggunakan posisi politiknya untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip kemanusiaan. Kemudian Gus Dur dan Nelson Mandela memiliki fondasi kemanusiaan pada humanisme, pluralisme, dan perjuangan anti-penindasan. Keduanya menjunjung tinggi nilai anti-kekerasan dalam mencapai perubahan. Perbedaannya terletak pada konteks dan implementasi, Gus Dur fokus pada pluralisme agama dan budaya di Indonesia dengan pendekatan dialogis, sementara Mandela fokus pada perjuangan anti-diskriminasi dan anti-rasisme yang pendekatannya dengan konsep rekonsiliasi dan pengampunan pasca-apartheid di Afrika Selatan. Gagasan kemanusiaan kedua tokoh ini dapat menjadi inspirasi dan solusi konkret dalam mengatasi tantangan kemanusiaan di era modern, mendorong sikap saling menghargai dan keadilan universal
Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Sebagai Basis Perlindungan Perempuan Dari Kekerasan
Violence against women remains a pressing humanitarian problem at both the global and national levels, with complex impacts encompassing physical, psychological, social, and even spiritual dimensions. From an Islamic perspective, this issue cannot be addressed solely through a normative approach but requires a contextual framework aligned with the universal objectives of the Sharī‘ah. This study seeks to examine the role of Maqāṣid al-Sharī‘ah as both a theoretical and practical foundation for providing protection to women from various forms of violence, particularly through the lens of Jasser Auda. The research method employed is normative-juridical with a qualitative-descriptive approach, utilizing the analysis of classical and contemporary Islamic legal literature, national regulations, and international legal instruments. The findings indicate that acts of violence against women constitute a fundamental violation of the five essential principles of Maqāṣid, namely ḥifẓ al-dīn (protection of religion), ḥifẓ al-nafs (protection of life), ḥifẓ al-‘aql (protection of intellect), ḥifẓ al-nasl (protection of lineage), and ḥifẓ al-māl (protection of property). Furthermore, Jasser Auda’s systemic approach, with its six features—cognition, purposefulness, holism, openness, multidimensionality, and teleology—provides a dynamic and applicable analytical framework for creating a just and equitable system of women’s protection. In this regard, Maqāṣid al-Sharī‘ah functions not only as a normative framework within Islamic law but also as an ethical and practical paradigm capable of strengthening policies, regulations, and public awareness in efforts to eliminate violence against women.Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi problem kemanusiaan yang mendesak, baik pada level global maupun nasional, dengan dampak yang kompleks meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, hingga spiritual. Dalam perspektif Islam, isu ini tidak cukup ditangani hanya dengan pendekatan normatif, tetapi memerlukan kerangka kontekstual yang sejalan dengan tujuan universal syariat. Penelitian ini berupaya mengkaji peran Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai landasan teoritis sekaligus praktis dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dari beragam bentuk kekerasan, khususnya melalui perspektif Jasser Auda. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-yuridis dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis literatur hukum Islam klasik dan kontemporer, peraturan nasional, serta instrumen hukum internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran mendasar terhadap lima prinsip pokok maqāṣid, yaitu ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, ḥifẓ al-nasl, dan ḥifẓ al-māl. Lebih jauh, pendekatan sistemik Jasser Auda dengan enam karakteristiknya : kognisi, tujuan, holisme, keterbukaan, multidimensionalitas, dan kebermaksudan, memberikan kerangka analisis yang dinamis serta aplikatif dalam menciptakan sistem perlindungan perempuan yang berkeadilan dan setara. Dalam hal ini, Maqāṣid al-Syarī‘ah tidak hanya berfungsi sebagai kerangka normatif dalam hukum Islam, tetapi juga sebagai paradigma etis dan praksis yang mampu memperkuat kebijakan, regulasi, dan kesadaran publik dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan
PERAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 28 KODO KOTA BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter anak usia dini di TK Negeri 28 Kodo Kota Bima. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini, dan keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak, baik melalui teladan perilaku, komunikasi yang positif, pembiasaan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati, serta keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah. Namun, ditemukan pula bahwa tingkat keterlibatan orang tua masih bervariasi, tergantung pada latar belakang pendidikan dan kesibukan pekerjaan. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi yang lebih kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak secara berkelanjutan
PENGARUH MEDIA PAPAN KANTUNG PINTAR TERHADAP KECERDASAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD LESTARI CIKERAI
The influence of smart pocket board media in improving children's cognitive abilities in group B aged 5-6 years at PAUD Cikerai. Dewi Yulita.Children's cognitive abilities have not developed well, as seen by many children who have difficulty saying numbers 1-10 properly and correctly. This is due to the lack of stimulation provided and the media used in learning is still less interesting for children. The purpose of this study was to determine how much influence the smart pocket board media has in improving children's cognitive abilities in group B aged 5-6 years at PAUD Cikerai. The research method used a quantitative approach with a pre-experimental method with a sample of 16 children. The data analysis technique used a one group pretest-posttest design, namely knowing children's cognitive abilities before using the smart pocket board media as variable X1 and after using the smart pocket board media as variable X2, the data were analyzed using SPSS version 24. The results of the study showed that children's cognitive abilities before using the smart pocket board media were still not developed. the value obtained by children was 29.54%, while after using the smart pocket board media the value obtained by children was 81.53%. The difference in cognitive abilities before and after using the smart pocket board media was carried out using a two-sample t-test, obtaining t count (30.48) > t table (2.131), which was then tested using the hypothesis with the provision that if t count ≥ t table then Ho is rejected, which means there is a significant difference in the cognitive abilities of group B children at PAUD Cikerai between before and after using the smart pocket board media.
 
PERANAN LEMBAGA IJTIHAD NU DALAM MERESPON PROBLEMATIKA KEISLAMAN DI INDONESIA
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam merespons berbagai problematika keislaman yang muncul di masyarakat. Penelitian ini menganalisis peran Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) dalam menyelesaikan problematika keislaman di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian mengkaji berbagai literatur klasik dan modern terkait fatwa dan keputusan NU. Tujuannya adalah memahami metodologi ijtihad NU yang mencakup pendekatan qauli (tekstual), taqrir jama'i (musyawarah), ilhaq (analogi), dan manhaji (metodologis), serta relevansinya dalam menjawab tantangan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LBMNU berhasil memadukan prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah dengan kebutuhan masyarakat modern melalui ijtihad kolektif. Fatwa-fatwanya tidak hanya berdasar pada dalil normatif, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial dan kemaslahatan umat. Dengan demikian, NU membuktikan kemampuan lembaga keislaman tradisional dalam merespons perubahan zaman secara dinamis sekaligus menjaga nilai-nilai dasar Islam