Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
KONSEP AL-QUR'AN TENTANG BIRRUL WALIDAIN: KEWAJIBAN DAN PENGHORMATAN KEPADA ORANG TUA
Birrul walidain merupakan prinsip etika Islam yang menekankan pentingnya berbuat baik dan menghormati orangtua. Al-Qur'an secara tegas memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua, sebagai bagian integral dari keimanan kepada Allah.
Artikel ini bertujuan mengkaji konsep birrul walidain berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta menganalisis posisi birrul walidain sebagai kewajiban moral dan keagamaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi dimensi sosiologis dari nilai birrul walidain dalam masyarakat Muslim, khususnya dalam konteks perubahan sosial dan tantangan modernitas. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis sosiologis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa birrul walidain bukan hanya sekadar etika sosial, melainkan kewajiban syar’i yang berdampak pada struktur sosial, keharmonisan keluarga, dan ketahanan budaya masyaraka
PERGESERAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI KALANGAN GENERASI Z
Penulisan penelitian ini bermaksud memberikan Gambaran tentang pergeseran nilai Pendidikan Islam di SMK Paramarta khususnya kelas X ( sepuluh ), sekolah SMK Paramarta menarik diteliti dikarenakan daya Tarik sekolah dengan siswa siswa yang multikultural serta mempunyai visi misi yang luar biasa serta fasilitas sekolah yang memadai, selain itu sekolah SMK Paramarta didukung oleh guru- guru yang kompeten dibidang.
Perlu diketahui dizaman teknologi informasi seperti sekarang ini, perubahan sosial yang begitu cepat membuat siswa siswi khususnya Generasi Z mengalami banyak tantangan serta peluang.
Tantangan yang dimaksud adalah bagaimana mereka dihadapkan dengan pengaruh – pengaruh sosial media sehingga terjadi banyak pergeseran bahkan penyimpangan khususnya dalam nilai Pendidikan islam. Oleh karena itu sebagai praktisi Pendidikan islam penulis merasa tertarik meneiliti ini sehingga nanti terdapat Gambaran serta Solusi bagaimana menangani pergeseren nilai Pendidikan islam dikalangan generasi Z.
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualtitatif, yang mana metode kualitatif penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci, Sumber data penelitian sendiri yaitu primer dan sekunder, data primer adalah data yang peniliti dapat sumber informan langsung dan data sekunder adalah data yang dihasilkan dari sumber kedua baik.
Hasil Penelitian yaitu bagaimana generasi Z mudah melakukan pergeseran Nilai – nilai Pendidikan islam, mulai mereka meninggalkan shalat lima waktu, bergaul atau berpacaran padahal mereka sudah tahu tidak ada pacarana dalam Islam, masih ada sikap tidak hormat kepada guru dan teman, disisi lain mereka percaya dengan Allah namun mereka masih tidak menjalankan tugas kewajiban sebagai Muslim. Namun hal tersebut diatas direspon dengan cepat oleh pihak sekolah dengan Solusi dan program-program yang terarah, seperti pembinaan karakter, mengaji rutin, shalat dhuha berjamaah serta shalat Zuhur berjamaah dan lainnya
INOVASI STRATEGI MEDIA SOSIAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: STUDI KOMPARATIF KOMUNITAS HIJRAH YUK NGAJI DAN KUTTAB AL-FATIH
Artikel ini mengkaji dua model pendidikan alternatif yang tengah berkembang, yaitu komunitas hijrah Yuk Ngaji dan lembaga Kuttab Modern. Yuk Ngaji muncul sebagai gerakan dakwah berbasis komunitas yang menggunakan pendekatan informal, kreatif, dan memanfaatkan media sosial digital sebagai sarana utama. Komunitas Hijrah Yuk Ngaji fokus pada literasi keislaman yang ringan namun substantif, dengan kemasan yang sesuai dengan budaya populer generasi digital (Gen Z). Sebaliknya, Kuttab Modern mengusung pendekatan formal yang memadukan tradisi pendidikan Islam klasik dengan inovasi kurikulum dan teknologi. Lembaga ini menekankan pembentukan akhlaq dan penguatan iman sebagai basis pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental (instrumental case study). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis reduksi literatur disertai dengan analisis data hasil kerja lapangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kedua model memiliki kesamaan dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan menghadirkan tradisi keilmuan, namun berbeda dalam metode dan segmentasi peserta. Kolaborasi dan sinergi antara keduanya dapat menjadi peluang untuk membangun pendidikan Islam yang lebih holistik dan relevan. Dengan begitu, dapat dipahami bahwa pendidikan alternatif tidak hanya menjadi alternatif, tetapi menjadi kebutuhan mendesak bagi pembentukan generasi Muslim yang berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Artikel ini membahas tentang Konsep Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini menyoroti bagaimana mengembangkan pendidikan secara efektif dan efisien dengan mengedepankan keprntingan bersama dengan cara panda islam. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam konsep islam dalam manajemen pendidikan yaitu dengan cara (POAC) planning, organizing, actuating, dan controlling. Keempat komponen tersebut membutuhkan proses dalam tahapan implementasi program-program organisasi.  
PERAN AKHLAK TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN MASYARAKAT DAMAI DAN BERADAB
Akhlak tasawuf merupakan dimensi spiritual Islam yang menekankan penyucian jiwa, pengendalian nafsu, dan pembentukan moral yang luhur. Dalam konteks sosial, nilai-nilai tasawuf seperti keikhlasan, kasih sayang, tawadhu‘, sabar, dan toleransi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang damai dan beradab. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi akhlak tasawuf terhadap pembentukan tatanan sosial yang harmonis dan beretika. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya klasik para sufi serta literatur kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai tasawuf mampu menumbuhkan kesadaran spiritual individu yang berimplikasi pada perilaku sosial yang humanis, empatik, dan saling menghormati. Dengan demikian, akhlak tasawuf dapat menjadi fondasi moral dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban di tengah tantangan modernitas dan krisis moral global
BAHASA SEBAGAI ALAT KEKUASAAN: TELAAH KONTEKSTUAL DALAM ANALISIS WACANA KRITIS
Penelitian ini membahas peran strategis bahasa sebagai alat kekuasaan dalam berbagai konteks sosial dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Bahasa tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mereproduksi dominasi, membingkai realitas, dan menyisipkan ideologi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis berbagai teks seperti pidato politik, berita media daring, dokumen kebijakan, dan wacana media sosial. Model analisis yang digunakan merujuk pada pendekatan Fairclough dan Van Dijk yang memadukan analisis teks, konteks, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa digunakan secara sistematis untuk meneguhkan kekuasaan melalui strategi seperti eufemisme, kalimat pasif, diksi politis, serta konstruksi narasi yang menyudutkan kelompok tertentu. Selain wacana dominan, ditemukan pula bentuk resistensi melalui wacana tandingan yang muncul di ruang digital. Hal ini menunjukkan bahwa praktik bahasa merupakan arena kontestasi makna yang terus berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa adalah medan kuasa yang kompleks, dan pemahaman terhadap relasi antara bahasa, ideologi, dan kekuasaan sangat penting untuk membangun masyarakat yang lebih kritis, adil secara simbolik, dan setara dalam produksi makna
STRATEGI GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DI PAUD
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kurikulum ini menekankan pembelajaran berpusat pada anak, serta memberi fleksibilitas bagi guru untuk merancang kegiatan belajar sesuai karakteristik anak dan konteks lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait strategi guru dan implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sentral dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui penyesuaian perangkat ajar, pembelajaran berbasis proyek yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, serta pendekatan kontekstual dan fleksibel. Keberhasilan implementasi kurikulum juga didukung oleh Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang disusun secara terstruktur, meliputi visi dan misi, tujuan pembelajaran, struktur kurikulum, kalender pendidikan, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Komponen tersebut disusun berdasarkan prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi guru yang tepat, dengan dukungan KSP yang terarah, dapat mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di PAUD untuk membentuk karakter dan kecakapan hidup anak sejak dini
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak
AGAMA DALAM PANDANGAN ANTROPOLOG: PERSPEKTIF SOSIAL-BUDAYA
Penelitian ini mengkaji agama sebagai bagian integral budaya yang mencerminkan nilai dan norma sosial. Selain itu, penelitian ini menjelaskan peran agama dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Penelitian ini juga menggali kontribusi agama dalam membangun nilai budaya di era globalisasi dan menyoroti peran agama sebagai kekuatan pemersatu dalam masyarakat multikultural. Masalah utama yang diangkat adalah kompleksitas hubungan antara agama dan budaya dalam masyarakat multikultural, termasuk tantangan yang muncul dari keberagaman tradisi dan subjektivitas pengalaman religius. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau library research dengan pendekatan dokumentasi, di mana data dikumpulkan dari jurnal, buku, dan dokumen relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan berbagai aspek agama dalam konteks sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual tetapi juga berfungsi sebagai sistem simbol dan alat adaptasi budaya. Simbol-simbol agama mampu memperkuat solidaritas sosial, membangun identitas kolektif, dan menciptakan harmoni di masyarakat multikultural. Temuan ini menegaskan bahwa agama bersifat dinamis, responsif terhadap perubahan sosial, dan tetap relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi
Implikasi KDRT Verbal Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Kasus Pada Mahasiswa Hukum keluarga Islam)
Penelitian ini membahas implikasi kekerasan verbal dalam rumah tangga terhadap keharmonisan hubungan suami istri, dengan fokus pada persepsi mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang telah menikah. Kekerasan verbal meski tidak bersifat fisik tetapi dapat menyebabkan luka emosional mendalam yang berdampak pada komunikasi, rasa saling menghargai, hingga munculnya konflik berkepanjangan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap beberapa mahasiswa di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dapat menimbulkan pengabaian pasangan, trauma psikologis, bahkan berujung pada perceraian. Selain itu anak yang menyaksikan konflik tersebut juga terdampak secara psikis. seperti menjadi tertutup atau meniru perilaku agresif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kekerasan verbal merupakan ancaman serius bagi stabilitas rumah tangga dan perkembangan anak. Maka dari itu penting adanya kesadaran serta upaya preventif untuk menjaga keharmonisan keluarga.Penelitian ini membahas implikasi kekerasan verbal dalam rumah tangga terhadap keharmonisan hubungan suami istri, dengan fokus pada persepsi mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang telah menikah. Kekerasan verbal meski tidak bersifat fisik tetapi dapat menyebabkan luka emosional mendalam yang berdampak pada komunikasi, rasa saling menghargai, hingga munculnya konflik berkepanjangan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap beberapa mahasiswa di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dapat menimbulkan pengabaian pasangan, trauma psikologis, bahkan berujung pada perceraian. Selain itu anak yang menyaksikan konflik tersebut juga terdampak secara psikis. seperti menjadi tertutup atau meniru perilaku agresif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kekerasan verbal merupakan ancaman serius bagi stabilitas rumah tangga dan perkembangan anak. Maka dari itu penting adanya kesadaran serta upaya preventif untuk menjaga keharmonisan keluarga