Online Journal Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya
Not a member yet
    242 research outputs found

    Prevalensi, Insidensi, dan Karakteristik Klinikohistopatologi Fibrocystic Change

    No full text
    Fibrocystic change (FCC) meliputi suatu perubahan histologi payudara yang ditandai dengan kombinasi kista yang bervariasi, pertumbuhan fibrosa, dan proliferasi epitel. Kelainan ini berhubungan dengan dengan perubahan hormonal selama siklus menstruasi, sering terjadi pada usia 20-50 tahun dengan gejala klinis payudara terasa seperti benjolan saat diraba. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi, insidensi, dan karakteristik klinikohistopatologi FCC yang diperiksa secara histopatologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang dan pengumpulan data sekunder diperoleh dari rekam medik pasien. Subjek penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani pemeriksaan histopatologi jaringan payudara dan memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi FCC yaitu sebesar 24,29%. Rentang usia pasien berkisar antara 13-68 tahun. Perbandingan antara perempuan dan laki-laki yang menderita FCC adalah 46,2:1. Lokasi lesi terbanyak pada payudara kiri. Keberadaan FCC dengan lesi penyerta lebih sering ditemui daripada lesi FCC tunggal. Temuan lesi penyerta dikelompokkan menjadi satu hingga empat lesi penyerta yang ditemui bersamaan diagnosis FCC. Insidensi FCC terbanyak pada kelompok usia 26-45 tahun. Mayoritas penderita adalah perempuan. Keberadaan kelompok lesi penyerta tunggal terbanyak ditemui berupa ductal hyperplasia diikuti kelompok dua lesi penyerta terbanyak yaitu ductal hyperplasia dan FAM

    Hubungan Ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Pertambahan Berat Badan selama Kehamilan dengan Berat Badan Lahir Bayi

    No full text
    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2014, Kota Palembang memiliki kasus bayi berat lahir rendah (BBLR) terbanyak yaitu 319 kasus. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi berat badan bayi lahir adalah status gizi ibu hamil. Ada beberapa metode yang akurat untuk mendeteksi ibu hamil yang berisiko melahirkan BBLR yaitu dengan menilai status gizinya berdasarkan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan ukuran LILA dan pertambahan berat badan selama kehamilan dengan berat badan bayi lahir.Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ini berjumlah 125 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan dan kunjungan neonatal pertama (KN-1) di Puskesmas Dempo, Puskesmas Sekip dan Puskesmas 7 Ulu Palembang pada Juni 2015-Juni 2016. Data dianalisis menggunakan uji chi squaredan regresi logistik ganda.Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pendapatan (p = 0,000;OR = 25,636), ukuran LILA ibu hamil (p = 0,000; OR = 15,333) dan pertambahan berat badan selama kehamilan (p=0,000; OR = 47,400) dengan berat badan bayi lahir. Pertambahan berat badan ibu selama kehamilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap berat badan lahir. Setiap pertambahan 1 cm ukuran LILA ibu hamil akan menambah berat bayi lahir sebesar 61-gram dan setiap pertambahan 1 kg berat badan ibu selama hamil akan menambah berat bayi lahir sebesar 77-gram

    Mekanisme Antifertilitas Fraksi Biji Pepaya pada Tikus Jantan

    No full text
    Biji pepaya dapat bersifat sebagai antifertilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa dan mekanisme antifertilitas fraksi biji pepaya pada tikus jantan dari berat vesikula seminalis dan prostat serta jumlah spermatosit primer dan spermatid. Jenis penelitian eksperimental secara in vivodengan rancangan acak lengkap. Hewan uji adalah tikus jantan (Rattus norvegicusL.) galur Sprague Dawley usia 60 hari dengan berat badan 200-210 g. Dosis pemberian 100mg/kg bb selama 24 hari. Senyawa yang dikandung oleh fraksi didapat melalui uji fitokimia. Hasil penelitian memperlihatkan senyawa yang ditemukan pada fraksi nHeksan adalah steroid, terpenoid, saponin, flavonoid. Fraksi etil asetat terdapat senyawa steroid, terpenoid dan flavonoid. Fraksi etanol air mengandung senyawa terpenoid dan flavonoid. Berat vesikula seminalis dan prostat meningkat dibandingkan kontrol. Rerata jumlah spermatosit primer dan spermatid menurun secara nyata pada semua fraksi namun penurunan terendah pada fraksi nHeksan.  Dapat disimpulkan mekanisme antifertilitas fraksi biji papaya adalah melalui penurunan rerata jumlah spermatosit primer dan spermatid

    Korelasi Hitung Leukosit dan Neutrofil dengan Kadar Neutrophil Extracellular Traps (NETs) Pada Pasien Keganasan dengan Demam Neutropenia

    No full text
    Keganasan adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal yang berlebihandan menyebar ke organ tubuh lain. Demam neutropenia merupakan salah satu komplikasi pada keganasan karena mekanisme dasar  penyakit tersebut dan efek samping dari kemoterapi. Leukosit, neutrofil dan neutrophil extracellular traps (NETs)berperan penting dalam proses keganasan dan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi hitung leukosit dan neutrofil dengan kadarneutrophil extracellular traps (NETs) pada pasien keganasan dengan demam neutropenia.Penelitian ini adalah penelitian analitik observasionaldengan desain cross sectional. Pasien keganasan dengan demam neutropenia yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 pasien pada bulan Maret-Agustus 2018 di Ruang Perawatan Departemen Kesehatan Anak RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang diambil sebagai sampel dengan teknik consecutive sampling. Hitung leukosit dan neutrofil diambil dari data sekunder pasien, dan kadar NETs diukur dengan menggunakan ELISA. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman, hasil bermakna apabila p<0,05.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara hitung leukosit (p=0,207;r=0,273) dan neutrofil (p=0,388;r=189) dengan kadar neutrophil extracellular traps (NETs) pada pasien keganasan dengan demam neutropenia.Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara hitung leukosit dan neutrofil dengan kadar neutrophil extracellular traps (NETs) pada pasien keganasan dengan demam neutropenia

    Faktor Risiko Pedikulosis Kapitis di Panti Asuhan

    No full text
    Pedikulosis kapitis menimbulkan banyak permasalahan bagi penderita yaitu menyebabkan kepala terasa gatal dan sulit bersosialisasi. Lingkungan yang padat seperti panti asuhan merupakan tempat yang mendukung untuk berkembangnya pedikulosis kapitis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pencegahan dan pengobatan pedikulosis kapitis. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan pada bulan Oktober 2018. Seluruh anak asuh yang berjumlah 43 orang menjadi sampel pada penelitan ini. Data didapatkan dengan cara hasil wawancara dan pengambilan parasit di kulit kepala subjek. Prevalensi penderita pedikulosis kapitis sebanyak 69,8%. Subjek paling banyak pada kelompok usia 13-18 tahun (51,2%), mayoritas ditemukan pada perempuan (58,1%), subjek lebih banyak memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (62,7%), mayoritas subjek memiliki rambut lurus (60,5%) dan memiliki panjang rambut melebihi bahu (53,5%). Subjek paling banyak mencuci rambut setiap hari (60,5%). Subjek lebih banyak menggunakan penutup rambut yang sama (39,5%) dan sisir yang sama (69,8%). Mayoritas subjek memiliki kebiasaan tidur bersama (69,8%). Permasalahan di Panti Asuhan X adalah penggunaan sisir bersama di ruang tengah sehingga penularan pedikulosis kapitis tetap terjadi.  Usia, jenis kelamin, panjang rambut, penggunaan penutup dan sisir rambut dan kebiasaan tidur bersama memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian pedikulosis kapitis

    Gambaran Perilaku Jajan pada Siswa Kelas IV-V di SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri

    No full text
    Kesehatan dan gizi anak tidak terlepas dari konsumsi jajanan siswa di sekolah. Masih ada faktor yang belum menjadi prioritas siswa diantaranya higienitas diri, mutu gizi dan aspek keamanan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku jajan siswa SD. Metode penelitian berupa deskriptif. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV-V SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri. Jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Data diperoleh dengan bantuan kuisioner. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Sebanyak 85% siswa membeli jajanan di kantin dan terkadang membeli di luar pagar. Jajanan yang paling disukai yaitu pentol, es teh dan makaroni telur. Mayoritas siswa (72,5%) memilih jajanan karena rasanya enak. Sebanyak 50% siswa menyukai makanan yang berwarna coklat, 27,5% siswa yang lain menyukai warna merah. Sebanyak 87,5% siswa menyukai sedangkan 12,5% siswa tidak menyukai minuman sachet aneka rasa. Dalam hal higienitas diri, sebanyak 42,5% siswa selalu mencuci tangan, 30% sering, dan 27,5% siswa jarang mencuci tangan sebelum makan. Setelah mengetahui perilaku jajan siswa kelas IV-V di SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri, maka selanjutnya perlu dilakukan edukasi gizi dan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam mengelola uang saku, cara milih serta mengkonsumsi jajanan sehat.  &nbsp

    Pola Kepekaan Bakteri Acinetobacter calcoaceticus Terhadap Antibiotik pada Pasien Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

    No full text
    Acinetobacter calcoaceticus merupakan patogen oportunistik yang menyebabkan infeksi nosokomial pada pasienyang mengalami immunocompromised. Jumlah infeksi nosokomial yang disebabkan oleh Acinetobacter semakinmeningkat dan seringkali sangat sulit bagi dokter untuk mengobati karena resistensi yang luas dari bakteri inidengan beberapa golongan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitifitas Acinetobactercalcoaceticus terhadap beberapa antibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasionaldengan mengambil data sekunder hasil uji kepekaan Acinetobacter calcoaceticus terhadap antibiotik diLaboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/RSUP Dr. Mohammad HoesinPalembang periode Januari-Oktober 2014. Dari 26 jenis spesimen klinis, didapatkan 535 isolat denganAcinetobacter calcoaceticus. Isolat Acinetobacter calcoaceticus terbanyak berasal dari sputum, urin, darah, swabETT, dan pus. Dari data uji kepekaan Acinetobacter calcoaceticus terhadap 21 jenis antibiotik, didapat (64,5%)isolat yang resisten, (9,2%) intermediet, dan (26,3 %) sensitif. Acinetobacter calcoaceticus paling resisten terhadapklorampenikol, sefpirom, dan sefazolin, paling intermediet terhadap sefotaksim, azitromisin, dan seftriakson, danpaling sensitif terhadap imipenem, sulbaktam/sefoperazon, dan amikasin

    Expression of Matrix Metalloproteinase-9 at the Endometrium in Intramural Uterine Myoma with Heavy Menstrual Bleeding and Non Heavy Menstrual Bleeding.: Ekspresi Mmp-9 di Endometrium Mioma Uteri Intra Mural yang Mengalami Heavy Mestrual Bleeding dan Non Heavy Mestrual Bleeding

    No full text
    Bleeding that occurs in intramural myoma to date have not revealed the clear mechanism. Presumably, the decrease of progesteron and estrogen by the time of menstruation occurs (progesterone withdrawal) wil decrease the TIMP which inhibit the production and release of MMP. TIMP reduction will lead escalation of MMP expression. This study aims to analyze the expression of MMP-9 in intramural myoma. Crosssectional study involve two group of study, case and control (intramural uterine myoma women without heavy mestrual bleeding[HMB]), Endometrial biopsy were performed on both group, and the expression of MMP-9 were checked using immunohistochemistry. This study shows t-test analysis was performed on case group and MMP-9 was found to be significantly affecting the bleeding outcome (p = 0,003) with pravalence ratio of 1,047 (1,016 – 1,079) which indicate that MMP-9 increase 1,047 the risk of bleeding

    Analisis Penggunaan Metode Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Provinsi Aceh Tahun 2016

    No full text
      Family Planning Program (KB) has several objectives that is, among others, to control population growth rate, raise awareness raising and community participation through maturation of marriage age, control birth rate, develop family resilience, and improve family welfare to accomplish a small, happy and prosperous family. This study aims to determine whether there is a significant difference in the number of significant KB users between each method of contraception used by the Elderly Age Couple (PUS) and to know which contraceptive method is the most widely used in Aceh Province. The approach used in this study was a quantitative approach. The data used were secondary data obtained from BKKBN (National Family Planning Coordinating Board) of Aceh Province. Data analysis method used in this study was Analysis of Variance (ANOVA). Anova analysis shows that there is a significant difference in the number of KB users among the six contraceptive methods used in Aceh Province with p-value < 0.001. Furthermore, based on a further test of Tukey, it is known that injectable contraception method is the most widely used method of contraception in Aceh Province in 2016

    Hubungan Lama Penyimpanan Sampel Arsip Jaringan Dalam Blok Parafin Terfiksasi Formalindengan Kualitas Hasil Ekstraksidna Mitokondria Jaringan

    No full text
    Formalin-fixed paraffin-embedded (FFPE) archival tissue presents a readily available resource in molecular study nowadays. The quality of nucleid acid, especially mitoconhdrial DNA (mtDNA) extracted from FFPE tissue could be affected by the storage time. Thus, this study investigated if the FFPE tissue’s storage time had an effect on the quality of the extracted mtDNA at Department of Pathology RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. DNA was extracted from 16 randomly selected archival FFPE tissues in Laboratory of Pathology Anatomy, RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. The samples were grouped based on their storage time (less than 1 year and 1 to 5 yrs.’ old). The isolated DNA from each group was amplified using PCR with two primer pairs specifically designto amplify mtDNA of 320 bp and 142bp length, respectively.  The PCR products were visualized by electrophoresismethod. None of the samples from both groups could be amplified witht the 320bp primers. However, the PCR result of the 149 bp primers showed positive for all of the samples from each study group. The study indicated that the storage time does not affect the quality of mtDNA isolated from the FFPE samples archived in Department of Pathology RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Furthermore, the study showed that the mtDNA extracted from FFPE tissue has been degraded, therefore, the samples are not suitable for genetic studies require a long mtDNA amplicon

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇