IJOCS - Indonesian Journal Of Cumunity Service
Not a member yet
237 research outputs found
Sort by
PKM IMLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI ERA PANDEMI PADA KKG GUGUS WIJAYA KUSUMA KOTA SEMARANG
Pembelajaran di era pandemi guru dituntut untuk pembelajaran daring. Melalui pembelajaran tersebut maka guru harus dapat memanfaatkan teknologi informasi. Beberapa teknologi yang sering dipakai dalam pembelajaran daring diantaranya conference (zoom meeting, Microsoft teams, google meet), LMS (schoology, e-learning), media sosial (WA, facebook, twitter). Walaupun pembelajaran daring sudah dilaksanakan hampir satu tahun tetapi pelaksanaan nya masih banyak kendala. Berdasarkan observasi di sekolah pelaksanaan pembelajaran hanya memanfaatkan WAG. Hal ini dikarenakan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi masih rendah. Berdasarkan observasi pada guru di Gugus Wijaya Kusuma yang terdiri dari 8 sekolah dapat disimpulkan bahwa 1). Guru belum pernah membuat perencanaan dan implementasi pembelajaran secara daring, 2). Kemampuan pembuatan media pembelajaran berbasis IT rendah, 3). Belum optimalnya kegiatan kelompok kerja guru (KKG). Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu adanya PKM untuk membantu dalam mengoptimalkan pembelajaran daring. PKM dilaksanakan di Gugus Wijaya Kusuma kota Semarang. Pelaksanaan kegiatan PKM ini dimulai dari 1). Workshop pembuatan metode dan model pembelajaran blended learning, 2). Workshop pembuatan media pembelajaran dengan Software Camtasia dan 3). Workshop implementasi e-learning, WAG, dan Zoom meeting dalam pembelajaran 4). Workshop dan pendampingan implementasi pembelajaran daring. Hasil evaluasi banyak peserta kegiatan PkM sangat baik. Skor minimum pada pertanyaan nomor 5 dengan skor 3,19. Sedangkan skor tertinggi pada pertanyaan nomor 4 dengan skor 3,75. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan workshop berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari minimal skor 3,19. Rata-rata skor evaluasi pelaksanaan workshop 3,46 termasuk dalam kategori sangat bai
EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL
Masa kehamilan merupakan masa dimana tubuh sangat membutuhkan asupan makan yang maksimal baik untuk jasmani maupun rohani (selalu rileks dan tidak stress). Di masa-masa ini pula, wanita hamil sangat rentan terhadap menurunnya kemampuan tubuh untuk bekerja secara maksimal. Wanita hamil biasanya sering mengeluh sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan. Rumusan Masalah Sejauh mana kemampuan ibu hamil memahami tentang anemia adapun Setelah mengikuti penyuluhan ini peserta dapat menambah pengetahuan tentang anemia. Setelah penyuluhan di harapakan angka kejadian anemia pada ibu hamil tidak ada Manfaat dari pengabdian masyarakat ini adalah membekali ibu hamil penting nya menjaga kesehatan terutama berhubungan dengan darah yaitu anemia tidak boleh terjadi pada ibu hamil .Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan Pada pada ibu hamil di puskesmas megang lubuklinggau. Kegiatan pengabdian ini Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membekali ibu hamil penting nya menjaga kesehatan terutama berhubungan dengan darah yaitu anemia tidak boleh terjadi pada ibu hamil. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 15 orang . Berdasarkan hasil evaluasi peserta merasa antusias mengikuti kegiatan dan setelah diberikan penyuluhan tentang anemia pada masa kehamilan
EDUKASI KESEHATAN TENTANG INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULTIWAHANA PALEMBANG
Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan utama pada wanita di seluruh dunia, kanker serviks adalah kanker paling umum kedua pada wanita yang tinggal di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah. Lebih dari 85% dari kematian ini disebabkan oleh kanker serviks. Menurut World Health Organization penanggulangan terpadu harus dilaksanakan sejak dari Puskesmas melalui screening. Untuk meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia, pemerintah melakukan optimalisasi program deteksi dini kanker serviks. Upaya yang dilakukan adalah gerakan deteksi dini melalui metode pemeriksaan IVA. Kegiatan edukasi ini dilakukan pada kader di Puskesmas Multiwahana. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pelatihan kader mengenai metode IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Kader yang mengikuti kegiatan ini yaitu seluruh kader yang terlibat dalam metode pemeriksaan IVA. Berdasarkan hasil edukasi pada kader menunjukkan adanya peran serta kader dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA sangat penting dalam pemenuhan sasaran deteksi dini kanker serviks yaitu perempuan dengan kelompok umur diatas 20 tahun, namun sasaran program deteksi dini di Indonesia adalah perempuan usia 30-50 tahun dengan target 50% jumlah WUS (Wanita Usia Subur). Diharapkan setelah memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada kader, wanita usia subur (WUS) mengetahui manfaat metode IVA, sehingga upaya untuk meningkatkan status kesehatan dapat tercapai yaitu kesadaran untuk mendeteksi dini kanker serviks dengan metode IVA
PENYULUHAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS 23 ILIR KOTA PALEMBANG 2022
Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah penyakit kronis menular yang masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat didunia termasuk indonesia.Angka kepatuhan minum obat pada penderita TBC dipuskesmas Opi belum memenuhi target nasional dan cenderung menurun setiap tahun.pengobatan penderita TBC dapat dilakukan beberapa kombinasi obat yang memang ditujukan untuk membasmi kuman.WHO merekomendasikan strategis pengobatan DOTS,yaitu penderita minum obat dengan diawasi pengawas menelan obat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan Dukungan Keluarga Dalam Pemberian Pada Pasien TB Paru guna mengurangi risiko Putus Obat pada Pasien di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang. Hal ini di harapkan dapat membantu dan mencegah serta mengurangi resiko terjadinya Putus Obat yang sering terjadi pada Pasien Di Puskesmas 23 Ilir. Edukasi disampaikan dengan metode ceramah melalui presentasi materi, dan pembagian pamleat. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan pada para Keluarga tentang resiko Putus Obat yaitu sebanyak 26 Keluarga mengetahui resiko Putus Obat dengan baik, lalu Keluarga dengan pengetahuan sedang 2 Keluarga . Seluruh peserta mampu melakukan Penjelasan baik secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain
PENYULUHAN PENGENDALIAN HIPERTENSI DAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTI HIPERTENSI
Pasien hipertensi sebagian besar memiliki kepatuhan terhadap gaya hidup yang tidak sehat. Kepatuhan gaya hidup tidak sehat pada pasien hipertensi dapat diukur diantaranya adalah dari pola makan, aktifitas fisik, kebiasaan merokok, dan Konsumsi obat anti hipertensi. Tidak patuhnya pasien hipertensi pada gaya hidup sehat disebabkan oleh kurangnya dukungan social, petugas kesehatan, keluarga serta factor yang ada dalam diri pasien tersebut. Social cognitive teory dapat menjelaskan faktor-faktor ketidak patuhan pada pasien hipertensi dalam menerapkan gaya hidup sehat. Di Poli rawat jalan RSUD Siti Fatimah sendiri terjadi peningkatan kunjungan pasien hipertensi dengan keluahan paling banyak terkait dengan gaya hidup dan ketidakpatuhan konsumsi obat anti Hipertensi, Kementerian Kesehatan merekomendasikan strategi PATUH (Pemeriksaan kesehatan teratur, atasi penyakit dengan pengobatatn teratur, tetap diet gizi seimbang, upayakan aktivitas fisik, hindari asap rokok dan alcohol). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan pasien terkait dengan Hipertensi dengan gaya hidup. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan pengendalian hipertensi dan kepatuhan konsumsi obat anti hipertensi. Hal ini di harapakan dapat meminimalisir dampak penyakit hipertensi di RSUD Siti Fatimah. Edukasi disampaiakn dengan metode ceramah. melalui presentasi materi, dan pembagian pampleat. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan pada pasien dengan Hipertensi yaitu sebanyak 31 orang mengetahui terkait Hipertensi dan resiko ketidakpatuhan konsumsi obat anti hipertensi, lalu pasien dengan pengetahuan sedang 4 pasien. Seluruh peserta mampu melakukan penjelasan terhadap materi yang disampaikan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain
EDUKASI INTEGRASI HOTS DALAM PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA PADA GURU SD PROGRAM PPG
Implementasi kurikulum merdeka menuntut seluruh perangkat sekolah untuk memahami dan mampu melaksanakannya secara baik. Tuntutan ini juga diberlakukan pada guru sekolah dasar peserta program pendidikan profesi guru tahun 2022. Para guru PPG ini dituntut untuk mampu mengembangkan modul ajar berbasis kurikulum merdeka dengan menerapkan model-model pembelajaran inovatif dan mengintegrasikan aspek TPACK, HOTS, kompetensi 4C dan karakter profil pelajar pancasila. Komplekstitas ini membuat para guru kesulitan dalam merancang modul ajar karena mereka belum pernah mendapatkan pengetahuan atau pelatihan terkait aspek-aspek tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan edukasi dengan mempresentasikan teori-teori, melakukan diskusi dan tanya jawab mengenai contoh-contoh yang dapat diterapkan di jenjang sekolah dasar, dan melakukan praktek langsung untuk merancang modul ajar berbasis kurikulum merdeka yang terintegrasi dengan HOTS sebagai tuntutan kompetensi abad 21. Berdasarkan hasil survei melalui kuesioner diketahui bahwa kegiatan edukasi yang telah dilakukan mendapatkan respon yang sangat baik terkait kebermanfaatan kegiatan, materi dan metode edukasi, teknik mendampingi dalam praktek kerja dan motivasi untuk keberlanjutannya
AKTIVITAS EDUKASI PERMAINAN TRADISIONAL HADANG DALAM UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ASSHULAHAA SERTA KARANG TARUNA UNIT 07 CIEURIH PASCA PANDEMI COVID 19
Yayasan Pondok Pesantren Asshulahaa mempunyai visi yaitu selain mencerdaskan generasi muda serta mencetak karakter yang berahlak juga memandang olahraga merupakan bagain penting dalam mewujudkan pesantren modern dewasa ini. Misi tersebut sejalan dengan tujuan dari pesantren Asshulahaa yaitu dapat mewujudkan genrasi muda yang sehat dan bugar. Secara ideal untuk menunjang derajat kesehatan tersebut diperlukannya berbagai program atau kegiatan dari setiap yayasan pondok pesantren untuk melakukan kegiatan rutin dalam memelihara dan meningkatkan kualitas derajat kesehatannya terutama pasca pandemi covid 19. Misi dan tujuan itu di tunjang dengan sarana dan prasarana olahraga yang cukup lengkap, seperti adanya Gedung serbaguna, futsal indoor, lapangan dll. Sebagaimana kita ketahui bahwa pasca pandemic covid 19, semua kegiatan berangsur normal, namun tidak juga menghiraukan anjuran pemerintah untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat serta selalu menerapkan 5M. tidak terkecuali di yayasan Pondok Pesantren Asshulahaa. Permasalahan mitra yang terjadi pada lingkungan yayasan khususnya di lingkungan yayasan Pondok Pesantren Asshulahaa serta ikatan pemuda Karang Taruna Unit 07 Cieurih, masa istirahat dari kegiatan pesantren dan kegiatan sekolah banyak dimanfaatkan untuk bermain gawai dan tidur. Keberadaan gawai yang saat ini mudah mengakses konten permainan (game) berbasis android berimbas anak-anak memiliki ketergantungan terhadap game sehingga interaksi sosial dengan rekan sebaya menjadi berkurang atau bahkan tidak aktif sama sekali, Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan A.S., efek lain dari tidak aktif adalah mudah sakit. Olahraga teratur dapat meningkatkan kinerja sel darah putih yang melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya kekebalan tubuh yang melemah karena tidak pernah berolahraga, tetapi juga penyakit akibat penumpukan lemak saat tubuh tidak bergerak atau jarang bergerak. Kegiatan pengabdian ini di usulkan diharapkan membantu yayasan Pondok Pesantren Asshulahaa serta ikatan pemuda Karang Taruna Unit 07 Cieurih sebagai bentuk edukasi aktivitas gerak yang menumbuhkan dampat positif dalam peningkatan psikologis motivasi seperti rasa senang dalam meningkatkan imunitas tubuh guna menghindari terpaparnya virus covid 19 melalui permainan tradisional hadang. Kontribusi kegitan Pengabdian Kepada masyarakat ini di lengkapi dengan edukasi kesehatan mental di masa pandemic covid 19
PELATIHAN INTENSIF UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN, BUDAYA LOMBA, DAN MANAJEMEN KOMPETISI
Pekerjaan guru semakin lama semakin berkembang dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman berkompetisi siswa. Perlombaan yang dilaksanakan menuntut guru untuk merubah proporsi mengajar dan metode dalam penyampaiannya. Tujuan yang diharapkan adalah kemenangan dan target juara. Pada konteks pelatihan ini, penulis mengambil program ini dalam pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Madrasah Diniyah MTA Yogyakarta. Pelatihan yang dilakukan untuk menginisiasi kebutuhan perlombaan yang akan diikuti pada akhir tahun. Langkah pada metode EDDIE tersebut dijabarkan dalam pembuatan sistem pelatihan Intensif Madrasah Diniyah MTA Yogyakarta. Penjabarannya meliputi Assessment, Habituation, Resetting, dan Advance. Sistem pelatihan intensif pada Madrasah Diniyah MTA Yogyakarta berapda pada interval layak dan sangat layak. Angkanya yakni pada persentase 61% - 80% dan 81% - 100%. Perlu adanya pembiasaan berupa aktivitas dan budaya bertanding untuk santri-santri maupun pengajar
SOSIALISASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI KELURAHAN SUKODADI PALEMBANG TAHUN 2021
Pendahuluan: PandemiCovid-19 merupakanskalapenyebaranpenyakit yang terjadisecara global di seluruhdunia. Kementerian kesehatan terus mengupayakan usaha pencegahan penyebaran covid-19 ini, namun masih banyak masyarakat yang mengabaikan penyebaran Virus Covid-19 ini, berdasarkan latar belakang diatas diadakan sosialisasi pentingnya menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Metode: Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah Focus Group Discussion (FGD) serta Penyuluhan. Hasil dan Pembahasan: Adapun Kegiatan yang dilakukan ialah; 1) Sosialisasi pencegahan covid-19 dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat; 2) Pembagian masker, kegiatan ini dilakukan dengan memberikan masker secara gratis kepada ibu-ibu yang hadir pada kegiatan Posyandu Lansia; 3)Pendampingan belajar anak, dikarenakan sejak pandemi Covid-19 pembelajaran dilakukan secara daring, maka diperlukan pendorong untuk menggerakan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar; 4) Kegiatan menanam tanaman obat, Selama pandemi ibu kader memanfaatkan halaman disekitar tempat posyandu. Simpulan dan Saran: Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan kegiatan PKM ini masyarakat sudah lebih mematuhi protokol kesehatan yang selama ini terabaikan di Kel. Sukodadi, Saran untuk pengabdian selanjutnya untuk lebih memperhatikan waktu plelaksanaan penyuluhan agar tidak terjadi kerumunan
PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN TANGAN DARI BARANG BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENGAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI SDN NGEMPLAK SIMONGAN 02 SEMARANG
Kreatifvitas merupakan aspek yang penting bagi setiap siswa didik dalam pembuatan kerajinan tangan, dan tinggi rendahnya kreativitas yang dimiliki oleh anak didik akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Pendidikan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di SD berfungsi untuk mengembangkan keterampilan siswa sebagai bekal untuk berkarya serta menumbuhkembangkan cita rasa keindahan dan kemampuan dalam menghargai seni keterampilan kerajinan tangan di SD dan penerapannya dalam kelas. Keterampilan dan kreativitas siswa tersebut tegantung kepada kemampuan guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada siswanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru SDN Ngemplak Simongan 02 Semarang untuk bisa mengolah barang bekas menjadi barang yang indah dan berguna. Target luaran kegiatan ini adalah para guru mampu mengkreasikan barang bekas menjadi sebuah kerajinan tangan yang bagus dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh selama dalam pelatihan bisa diaplikasikan kedalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, untuk kemudian diserap oleh siswa sehingga siswa mampu mengembangkan sikap dalam berperilaku, mampu mengembangkan kemampuan dalam berkarya, serta mampu dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang indah