Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
Not a member yet
815 research outputs found
Sort by
Etika Konsumsi dalam Perspektif Ekonomi Islam
Konsumsi merupakan aktivitas mendasar manusia untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan hidup, baik yang dilakukan secara bertahap maupun sekaligus. Dalam sistem perekonomian manapun, konsumsi memegang peranan yang sangat vital karena menjadi napas bagi keberlangsungan hidup manusia. Selain itu, aktivitas konsumsi berfungsi sebagai motor penggerak utama yang memicu munculnya kegiatan produksi dan distribusi, sehingga roda perekonomian dapat terus berputar secara dinamis. Namun, dalam perspektif ekonomi Islam, konsumsi tidak sekadar dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan jasmani atau penghabisan nilai guna semata. Konsumsi dalam Islam merupakan perbuatan yang terikat pada aturan ketat yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis Nabi Muhammad SAW, ijma’ ulama, serta qiyas. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tindakan konsumsi memiliki dimensi ibadah yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, konsumsi yang dibenarkan dalam Islam adalah konsumsi yang memenuhi kriteria halal, baik (thayyib), serta memberikan manfaat nyata bagi penggunanya. Fokus utama dari konsumsi ini bukan hanya untuk mencapai kepuasan material, melainkan untuk meraih rida dan keberkahan dari Allah SWT. Dengan demikian, etika konsumsi dalam Islam menjadi penyeimbang antara pemenuhan kebutuhan duniawi dan pencapaian kemaslahatan di akhirat
Peran Strategis Manajer Keuangan Syariah dalam Aktualisasi Sharia Compliance
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis manajer keuangan syariah dalam menjaga keberlanjutan dan kepatuhan lembaga keuangan syariah di Indonesia dalam perspektif maqasid al-syariah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas industri keuangan syariah, transformasi digital, serta tuntutan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, buku akademik, serta laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Dewan Syariah Nasional-MUI periode 2023–2025. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep manajemen keuangan syariah, sharia compliance, manajemen risiko, serta integrasi maqasid al-syariah dalam kebijakan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer keuangan syariah memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek administratif dan teknis, tetapi juga dalam menjaga integritas normatif, reputasi kelembagaan, serta keberlanjutan finansial melalui pengelolaan risiko, investasi, dan struktur modal berbasis syariah. Integrasi nilai maqasid al-syariah dalam pengambilan keputusan keuangan terbukti memperkuat legitimasi sosial dan stabilitas jangka panjang lembaga keuangan syariah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi profesional, digitalisasi sistem pengawasan, serta integrasi indikator maqasid dalam evaluasi kinerja kelembagaan
THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) ASSISTED BY GEOGEBRA ON MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING ABILITY
This study examines the effect of implementing a GeoGebra-assisted Problem Based Learning (PBL) model on students’ mathematical problem solving abilities. It was motivated by students’ low initial performance in solving problems, as indicated by pretest scores below the minimum mastery criterion, highlighting the need for innovative, technology integrated instruction. This study adopted a quantitative method employing a quasi experimental design with a pretest posttest control group. The participants were 42 seventh grade students at SMP Negeri 2 Abung Surakarta, with 22 in the experimental group (Class VII A) and 20 in the control group (Class VII B), selected via purposive sampling. The intervention spanned five sessions on the topic of squares, with the experimental group receiving GeoGebra assisted PBL instruction and the control group receiving conventional teaching. Data were collected through problem solving tests and analyzed using normality and homogeneity tests, N-gain analysis, and independent samples t-tests. Results showed that the experimental group achieved a higher average N-gain (0.608) than the control group (0.444), and the t-test indicated a significant difference , ? = 0.05). These findings confirm that the GeoGebra assisted PBL model effectively enhances students’ mathematical problem solving skills and supports the use of technology integrated learning in teaching squares at the junior high school level
PENERAPAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS MEDIA DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep sosial siswa akibat dominasi pendekatan hafalan dan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep sosial siswa sekolah dasar melalui pendampingan pembelajaran IPS berbasis media digital interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juni 2025 di SD Negeri 1 Titiwangi dengan melibatkan 40 siswa sekolah dasar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media digital interaktif yang digunakan meliputi peta interaktif, simulasi sosial sederhana, dan kuis digital berbasis visual. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep sosial (pretest dan posttest) serta observasi aktivitas belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman konsep sosial siswa, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62,45 pada pretest menjadi 82,30 pada posttest dengan gain score sebesar 0,53 yang berada pada kategori sedang–tinggi. Selain itu, aktivitas belajar siswa menunjukkan rata-rata keterlibatan sebesar 86,25% dengan kategori tinggi, mencakup keaktifan berdiskusi, partisipasi penggunaan media digital, dan kerja sama kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran IPS berbasis media digital interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sosial dan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar.
Analisis Kebijakan Ekonomi Khulafaur Rasyidin dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa Khulafaur Rasyidin serta mengkaji relevansinya dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur klasik dan kontemporer terkait sejarah ekonomi Islam dan tata kelola keuangan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin menekankan prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, serta kesejahteraan sosial melalui pengelolaan sumber pendapatan negara seperti zakat, kharaj, jizyah, dan penerimaan publik lainnya yang dikelola melalui lembaga Baitul Mal. Setiap khalifah menerapkan kebijakan ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan politik pada masanya tanpa meninggalkan nilai-nilai etika Islam sebagai landasan utama. Kebijakan tersebut menunjukkan model awal tata kelola fiskal Islam yang mengintegrasikan tanggung jawab moral dan manajemen ekonomi negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kebijakan ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin masih relevan dalam pengembangan sistem ekonomi syariah modern, khususnya dalam mewujudkan distribusi kekayaan yang adil dan pengelolaan keuangan publik yang berkelanjutan
Pemikiran Ekonomi Dalam Perspektif Agama Islam: Tela’ah Pemikiran Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Nashiruddin Al-Tusi
Pemikiran ekonomi dalam Islam memiliki dasar yang kuat pada nilai-nilai moral, keadilan, dan kemaslahatan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran ekonomi dari tiga tokoh penting dalam tradisi intelektual Islam, yaitu Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Nashiruddin Al-Tusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep ekonomi dalam pemikiran ketiga tokoh tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya etika dan keseimbangan dalam aktivitas ekonomi serta memandang harta sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan dan kemaslahatan. Ibnu Taimiyah menyoroti peran mekanisme pasar yang adil, larangan praktik penipuan, serta pentingnya keadilan dalam penentuan harga. Sementara itu, Nashiruddin Al-Tusi menekankan keterkaitan antara ekonomi, moralitas, dan tata kelola masyarakat yang baik. Ketiga pemikiran tersebut menunjukkan bahwa ekonomi dalam perspektif Islam tidak hanya berfokus pada aspek material, tetapi juga pada nilai moral, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, pemikiran para tokoh ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan konsep ekonomi Islam yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah
Validasi Syariah Sebagai Determinan Keputusan Investasi Muslim
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran validasi syariah dalam membentuk keputusan investasi dalam perspektif ekonomi Islam. Aktivitas investasi dalam keuangan syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi syariah berperan penting dalam memastikan instrumen investasi terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Keberadaan Dewan Pengawas Syariah dan fatwa DSN MUI memperkuat kepercayaan investor serta mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan
Peran Etika Bisnis dalam Sudut Pandang Ekonomi Syariah
Pemahaman yang mendalam mengenai etika bisnis sangat krusial dalam konteks globalisasi karena dampaknya yang signifikan terhadap reputasi dan keberlangsungan perusahaan. Karya ini menyoroti pentingnya etika sebagai fondasi moral dalam dunia bisnis, yang mencakup prinsip-prinsip seperti keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Metodologi penelitian yang digunakan, yaitu kajian kualitatif, memberi wawasan bahwa etika bisnis bukan sekadar komitmen untuk mengejar keuntungan, melainkan juga untuk menginternalisasi nilai-nilai integritas dan transparansi dalam setiap interaksi. Penerapan etika bisnis yang baik tidak hanya memperkuat reputasi perusahaan dan menarik investor, tetapi juga menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan demikian, etika bisnis berperan sebagai standar komitmen bagi pelaku usaha dalam mencapai tujuan yang aman dan bermoral
Manajemen Investasi di Bank Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen investasi dalam perbankan syariah, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan investasi, administrasi dan proses pembiayaan, serta penilaian kolektibilitas investasi. Bank syariah menjalankan kegiatan operasionalnya berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang melarang adanya unsur riba, gharar, dan maysir, serta menggunakan berbagai akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, dan istisna dalam kegiatan pembiayaan dan investasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan regulasi yang berkaitan dengan perbankan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen investasi yang efektif memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan serta meningkatkan kinerja bank syariah. Kebijakan investasi yang dirumuskan dengan tepat dapat membantu bank dalam menyalurkan dana secara efisien serta meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Selain itu, administrasi pembiayaan yang tertib serta proses pembiayaan yang sistematis mendukung terciptanya pembiayaan yang sehat. Penilaian kolektibilitas investasi juga menjadi instrumen penting dalam memantau kualitas pembiayaan dan mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Dengan demikian, manajemen investasi yang baik, didukung oleh kebijakan yang tepat serta sistem administrasi dan pengawasan yang efektif, dapat memperkuat stabilitas perbankan syariah serta meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjuta
Sejarah Perekonomian Arab Pra Islam dan Masa Nabi Muhammad
Perekonomian Arab pra-Islam didominasi oleh aktivitas perdagangan, peternakan, dan pertanian yang berkembang sesuai dengan kondisi geografis wilayah Arab yang sebagian besar berupa gurun. Sistem ekonomi pada masa itu masih dipengaruhi oleh praktik-praktik yang tidak adil seperti riba, penipuan dalam transaksi, dan ketimpangan sosial. Setelah hadirnya Nabi Muhammad SAW, sistem perekonomian mengalami perubahan besar dengan diterapkannya prinsip-prinsip seperti keadilan, kejujuran, dan kesetimbangan dalam berbagai kegiatan ekonomi. Islam membentuk cara berdagang yang lebih baik dengan melarang bunga, kepastian yang tidak jelas, dan pemalsuan, serta mendorong pembagian harta melalui zakat, sedekah, dan infak. Oleh karena itu, perekonomian di masa Nabi Muhammad tidak hanya bertujuan mencari keuntungan materi, tetapi juga mendorong nilai-nilai moral dan kesejahteraan sosial masyarakat