Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
Not a member yet
    815 research outputs found

    Analisis Pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang Distribusi Pendapatan dan Relevansinya terhadap Krisis Ekonomi Kontemporer

    Full text link
    Distribusi pendapatan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem ekonomi karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Dalam ekonomi Islam, distribusi kekayaan tidak hanya ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi juga diatur melalui berbagai instrumen sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Salah satu tokoh ekonomi Islam yang memberikan perhatian besar terhadap persoalan distribusi pendapatan adalah Muhammad Abdul Mannan. Mannan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan pemerataan distribusi kekayaan agar tercipta keadilan sosial dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang distribusi pendapatan serta mengkaji relevansinya terhadap krisis ekonomi kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik yang berkaitan dengan ekonomi Islam dan pemikiran Mannan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep distribusi pendapatan menurut Mannan menekankan keadilan dalam pembagian hasil produksi melalui sistem bagi hasil, larangan riba, serta optimalisasi instrumen sosial Islam seperti zakat. Pemikiran tersebut dinilai masih relevan dalam menghadapi berbagai persoalan ekonomi modern, terutama dalam mengatasi ketimpangan distribusi pendapatan dan ketidakstabilan sistem keuangan

    Transformasi Sistem Ekonomi Dari Pra-Islam Ke Masa Rasulullah dan Relavansinya Terhadap Ekonomi Modern

    Full text link
    Sistem sosial ekonomi masyarakat Arab pra-Islam ditandai dengan kemajuan perdagangan dan pengembangan pertanian yang signifikan, dengan Mekah sebagai pusat perdagangan yang strategis. Penduduknya terbagi menjadi suku Badui nomaden dan suku Hadari yang menetap, yang bergerak di bidang pertanian dan perdagangan. Terlepas dari sifat-sifat positifmereka, masyarakat di masa itu masih dalam masa jahiliyah, yang ditandai dengan ketidakadilan dan kebodohan.Berbeda dengan sistem kapitalis dan sosialis, yang seringkali gagal menjamin kesejahteraan, ekonomi Islam menghadirkan alternatif yang adil dan manusiawi yang berakar pada prinsip-prinsip yang ditetapkan pada periode awal Islam. Kebijakan ekonomi Nabi Muhammad (SAW) dan Khulafaur Rasyidin menekankan distribusi kekayaan yang adil dan praktik-praktik yang beretika. Saat ini, ekonomi Islam berkembang di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia, menumbuhkan kesadaran akan industri halal. Makalah ini menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis untuk mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraanbagi generasi mendatang

    Analisis Konsep Maslahah dalam Pemikiran Imam Malik dan Implikasinya terhadap Kebijakan Ekonomi Publik Kontemporer

    Full text link
    Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik serta implikasinya terhadap kebijakan ekonomi publik kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui kajian literatur klasik dan kontemporer mengenai pemikiran ekonomi Islam, khususnya dalam mazhab Maliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Malik menempatkan maslahah sebagai instrumen metodologis ijtihad yang selaras dengan maqashid al-shari’ah dan berorientasi pada kemaslahatan umum (al- maslahah al-‘ammah). Berbeda dengan utilitarianisme dalam ekonomi konvensional, maslahah mengintegrasikan dimensi etika, spiritual, dan sosial dalam perumusan kebijakan ekonomi. Konsep ini relevan dalam kebijakan fiskal, redistribusi kekayaan, regulasi pasar, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Kajian ini menyimpulkan bahwa paradigma maslahah menawarkan kerangka normatif sekaligus fleksibel yang mampu menjembatani fiqh klasik dengan tata kelola ekonomi modern

    Peran Kebijakan Pemerintah Terhadap Teknik Penghimpunan Dana Syariah dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Full text link
    Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda pembangunan global yang menjadi pedoman bagi negara-negara, termasuk Indonesia, dalam merumuskan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Peran pencapaian SDGs semakin diperkuat oleh hadirnya lembaga keuangan syariah yang menerapkan berbagai akad syariah dalam produk dan layanannya. Ekonomi syariah di Indonesia, yang meliputi perbankan syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, serta pembiayaan berbasis bagi hasil seperti mudharabah dan musyarakah, memiliki fondasi kuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis kebijakan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, jurnal, dan buku yang relevan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kebijakan dan teknik penghimpunan dana syariah dalam mendukung pencapaian SDGs, dengan mempertimbangkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan kelembagaan ekonomi syariah dan optimalisasi implementasi prinsip syariah di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi kebijakan dan penguatan implementasi prinsip syariah menjadi kunci dalam memaksimalkan kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan berkelanjutan

    Menimbang Akal dan Wahyu: Konsep Hakim serta Standar Baik dan Buruk dalam Ushul Fiqh

    Full text link
    Studi mengenai konsep hakim yang baik dan yang buruk dalam ushul al-fiqh merupakan unsur penting dalam menelaah dan menetapkan dasar-dasar hukum Islam. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengkaji siapa yang disebut hakim. Dalam konteks ini, hakim merujuk pada Allah SWT sebagai pembuat hukum melalui wahyu, sementara akal manusia berperan dalam menafsirkan dan memahami ketentuan-ketentuan tersebut. Para ulama ushul fiqh mendebatkan apakah akal dapat secara mandiri menentukan nilai-nilai baik dan buruk, atau apakah akal harus sepenuhnya bergantung pada syariah. Beberapa ulama menekankan wahyu sebagai standar mutlak, sementara yang lain memberikan ruang terbatas bagi akal dalam menilai moralitas. Pendekatan studi literatur terhadap pandangan teologis dan ushuliyyin mengungkapkan spektrum pemikiran yang beragam. Pemahaman ini mempengaruhi metode deduksi hukum dan penilaian etis dalam Islam. Oleh karena itu, hubungan antara penilaian ilahi, otoritas wahyu, dan fungsi akal merupakan kunci dalam merumuskan kategori baik dan buruk secara proporsional

    Akuntansi Laporan Keuangan Syariah Dalam Mendukung Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan

    Full text link
    Akuntansi laporan keuangan syariah memiliki peran penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam aktivitas keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Perkembangan lembaga keuangan syariah menuntut adanya sistem pelaporan keuangan yang tidak hanya akurat, tetapi juga sesuai dengan ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar akuntansi syariah yang meliputi tujuan, prinsip, serta struktur laporan keuangan syariah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui studi literatur yang berkaitan dengan akuntansi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi syariah menekankan nilai etika, keadilan, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, dan fiqh muamalah. Penerapan standar akuntansi syariah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah

    Analisis Kebijakan Ekonomi Dinasti Abbasiyah: Studi Kasus Perkembangan Ekonomi Islam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekonomi pada masa Dinasti Abbasiyah serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi literatur dari sumber sejarah dan penelitian akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Abbasiyah menerapkan kebijakan ekonomi strategis seperti penguatan jaringan perdagangan, perbaikan sistem perpajakan, pengelolaan Baitul Mal sebagai lembaga keuangan publik, serta pengembangan sektor pertanian dan industri. Kebijakan tersebut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan, pengawasan pasar, dan distribusi kekayaan yang lebih merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan ekonomi Dinasti Abbasiyah menjadi landasan historis penting bagi perkembangan pemikiran ekonomi Islam modern

    The Effectiveness of Using Number Chart Media to Improve the Ability to Recognize Numbers 1–10 in Second Grade Deaf Students at SLB Negeri Mesuji

    Full text link
    This research was motivated by the identification of a second-grade deaf student at SLB Negeri Mesuji who had difficulty recognizing numbers. According to the curriculum, students are expected to recognize numbers before learning arithmetic and addition operations. However, although the teacher had already introduced counting and addition, conventional teaching methods were still predominantly used. In contrast, learning for deaf students should be conducted face-to-face, emphasize visual input, and rely heavily on visual media. Therefore, this study aimed to examine the effectiveness of number chart media in improving the ability to recognize numbers 1–10 in a second-grade deaf student at SLB Negeri Mesuji. This study employed a Single Subject Research (SSR) method with an A–B–A design, and the data were analyzed using visual graphic analysis. The results showed that the Baseline-1 (A1) phase was conducted in four sessions, with a mean level of 20%, 100% data stability, and a stable trend (=). The Intervention (B) phase was conducted in seven sessions, resulting in a mean level of 74.2%, a stability percentage of 85.7%, and an increasing trend (+). Furthermore, the Baseline-2 (A2) phase was conducted in six sessions, with a mean level of 95.8%, 100% data stability, and an increasing trend (+). Data overlap analysis showed 0% overlap between phases B/A1 and B/A2. Therefore, the research hypothesis was accepted, indicating that number chart media effectively improves the ability to recognize numbers 1–10 in second-grade deaf students at SLB Negeri Mesuji

    REVITALISASI PENDAMPINGAN LITERASI MULTIMODAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SD AISYIYAH KALIANDA

    No full text
    Kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam proses pembelajaran lintas mata pelajaran. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan secara mendalam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui pendampingan literasi multimodal. Kegiatan dilaksanakan di SD Aisyiyah Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada bulan Februari 2025 dengan melibatkan 30 orang siswa sebagai sasaran utama. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan mengintegrasikan berbagai moda pembelajaran, meliputi teks bacaan, media visual, audio, dan aktivitas interaktif. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pretest dan posttest kemampuan membaca pemahaman siswa serta observasi keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa dari 61,6 pada pretest menjadi 81,7 pada posttest, dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan menyimpulkan isi bacaan. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan minat baca, keaktifan, dan kemampuan mengekspresikan pemahaman terhadap bacaan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan literasi multimodal merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai program literasi berkelanjutan

    Shaping Spoken Accuracy through Oral Corrective Feedback

    Full text link
    Spoken accuracy remains a persistent challenge for undergraduate learners of English as a Foreign Language (EFL), particularly in contexts where English is primarily used within the classroom. Although learners may possess adequate grammatical knowledge, difficulties often arise when producing accurate spoken language in real-time interaction. One instructional practice commonly employed to address spoken errors is oral corrective feedback, yet how such feedback functions interactionally to shape spoken accuracy in undergraduate EFL classrooms requires further exploration. This study aims to examine how oral corrective feedback contributes to shaping spoken accuracy through classroom interaction.Adopting a qualitative case study design, the research was conducted in an undergraduate (S1) EFL speaking class at UAI Syeh M involving 20 students. Data were collected through non-participant classroom observation, video recordings of speaking activities, and semi-structured student interviews. The primary unit of analysis was the feedback episode, consisting of a learner’s spoken error, oral corrective feedback provided by the lecturer, and the learner’s subsequent response. The data were analyzed interactionally to identify patterns of oral corrective feedback, forms of student uptake, and their contribution to spoken accuracy. The findings indicate that oral corrective feedback emerges naturally during speaking activities and operates along a continuum from prompt-based strategies to explicit reformulations. Explicit correction was frequently used to address errors that interfered with meaning, while prompt-based feedback such as elicitation and clarification requests encouraged learners to engage cognitively in self-repair. Student uptake manifested in both successful repair and partial responses, reflecting learners’ attention to linguistic form and engagement in the feedback process. Interview data further revealed that learners perceived feedback prompting reflection and self-correction as particularly supportive of their speaking development. Overall, the study highlights oral corrective feedback as an interactional mechanism that shapes spoken accuracy through learner engagement, noticing, and repair. The findings underscore the importance of context-sensitive feedback practices in undergraduate EFL speaking instruction and contribute to a deeper understanding of feedback processes in classroom interaction

    753

    full texts

    815

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇