Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
Not a member yet
    815 research outputs found

    Islamic Banking Students’ Experiences with Mobile-Based Vocabulary Applications in Learning English for Sharia Finance

    No full text
    The increasing globalization of the Islamic finance industry has intensified the need for Islamic banking graduates to possess adequate English proficiency, particularly in mastering specialized sharia banking vocabulary. This study aims to investigate students’ perceptions and learning experiences regarding the use of mobile-based vocabulary applications in the English for Sharia Banking course. To address this aim, a sequential explanatory mixed-method design was employed to obtain both numerical trends and in-depth experiential insights. The quantitative phase involved 58 students from the Islamic Banking Study Program at STIES Mitra Karya, Bekasi, selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of six indicators: ease of use, learning flexibility, motivation, vocabulary mastery, learner autonomy, and relevance to Islamic banking contexts. Descriptive statistical analysis revealed that learning flexibility obtained the highest mean score (M = 4.32), followed by vocabulary mastery (M = 4.28) and learner autonomy (M = 4.21), indicating strong student agreement on the benefits of mobile-based vocabulary learning. Ease of use (M = 4.15), motivation (M = 4.18), and relevance to sharia banking (M = 4.24) also received positive evaluations. The qualitative phase involved semi-structured interviews with six participants and was analyzed thematically. The findings indicate that mobile applications, particularly Quizlet and Wordwall, support vocabulary retention through repetitive quizzes and interactive features, increasing students’ motivation and independent learning. However, qualitative data also reveal limitations in contextual and productive vocabulary use, as students reported difficulties applying Islamic banking terms in sentences and professional communication. In conclusion, mobile-based vocabulary applications are effective supplementary tools for enhancing vocabulary recognition and retention in English for Sharia Banking courses. Nevertheless, these tools should be integrated with contextualized learning activities to support communicative competence in sharia banking contexts

    PENGUATAN KOMPETENSI DAN MENTALITAS SISWA DALAM MEMASUKI PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA PROFESIONAL

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan mentalitas siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi transisi dari pendidikan menengah ke perguruan tinggi maupun dunia kerja. Latar belakang kegiatan ini adalah adanya kesenjangan informasi dan keterampilan yang dialami siswa menjelang kelulusan, meliputi keterbatasan wawasan tentang jalur masuk perguruan tinggi, strategi pengembangan keterampilan, serta kesiapan mental menghadapi tantangan baru. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Juni 2025 di Aula Utama SMK Mandalahayu Kota Bekasi dengan peserta sebanyak 55 siswa kelas XII. Metode yang digunakan adalah kombinasi pendidikan masyarakat dan pelatihan partisipatif, melalui seminar interaktif, diskusi kelompok, simulasi wawancara kerja, dan latihan penyusunan rencana studi/karier. Tiga narasumber menyampaikan materi terkait persiapan akademik, keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan mentalitas adaptif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 62,3 menjadi 86,3 atau sebesar 38,50%. Peningkatan tertinggi terdapat pada keterampilan komunikasi sebesar 41,70%, diikuti mentalitas adaptif 38,70%, dan pengetahuan akademik 35%. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan peserta lebih percaya diri, aktif bertanya, dan mampu menyusun rencana studi yang lebih terarah. Kegiatan ini terbukti relevan dengan kebutuhan peserta dan memberikan dampak positif terhadap kesiapan mereka menghadapi masa depan. Disarankan pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan penambahan durasi pendampingan untuk memperkuat hasil yang diperoleh

    PENERAPAN LITERASI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM EDUKASI SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR SDN 1 TITIWANGI

    Full text link
    Literasi lingkungan merupakan kompetensi penting dalam pendidikan berkelanjutan yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Salah satu permasalahan utama dalam konteks sekolah dasar adalah rendahnya pemahaman dan praktik siswa dalam memilah sampah organik dan non organik, meskipun fasilitas pendukung telah tersedia. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa Sekolah Dasar melalui program edukasi sampah organik dan non organik di SDN 1 Titiwangi. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan edukatif partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi interaktif, praktik langsung pemilahan sampah, simulasi, serta refleksi bersama siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi perilaku, wawancara singkat dengan guru, dan post-test deskriptif untuk mendukung temuan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual siswa mengenai perbedaan sampah organik dan non organik, berkembangnya sikap peduli lingkungan, serta peningkatan konsistensi praktik pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Sebagian besar siswa mencapai kategori baik hingga sangat baik dalam post-test pemahaman. Program ini membuktikan bahwa edukasi sampah yang kontekstual dan partisipatif efektif dalam mengembangkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi model edukasi lingkungan berkelanjutan di sekolah dasar

    EFEKTIVITAS FUNGSI PENGAWASAN BADAN PERMUSYAWATAN DESA TERHADAP PELAKSANAAN PENDATAAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DESA CIOMAS

    Full text link
    Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai mitra kerja Pemerintah Desa berperan penting dalam mendukung penyelenggaraan Pemerintahan Desa diantaranya menjalankan fungsi pengawasan terhadap program-program Pemerintah Pusat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas fungsi pengawasan BPD dalam proses pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Ciomas Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor Tahun 2025. Jenis Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif, Teknik Pengumpulan Data melalui Kuesioner/Angket. Populasi Penelitian ini berjumlah 45 orang responden, terdiri dari Anggota BPD, Perangkat Desa, dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Analisis Data dilakukan menggunakan Statistik Deskriptif melalui program SPSS dengan pengukuran efektivitas berdasarkan teori Sondang P. Siagian (2005) dan teori pengawasan Soewarno Handayaningrat (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan BPD terhadap pelaksanaan pendataan BLT tergolong sangat efektif dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,28. BPD dinilai telah melaksanakan fungsi pengawasan secara optimal, baik dalam menjamin kesesuaian pelaksanaan, menilai keberhasilan kegiatan, mencegah penyimpangan, maupun menemukan kelemahan untuk perbaikan selanjutny

    KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN KESETARAAN GENDER : ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Konflik yang terjadi meliputi berbagai bentuk, seperti money politics, kerusuhan, pengancaman, dan pencurian hewan ternak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pasca-Pilkades disebabkan oleh faktor-faktor seperti ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan, praktik kecurangan, polarisasi politik, serta lemahnya penegakan hukum. Teori konflik Lewis A. Coser digunakan untuk menganalisis dinamika konflik, yang mengungkapkan bahwa konflik tersebut bersifat realistis (berbasis kepentingan politik) dan non-realistis (dipicu oleh emosi dan balas dendam). Dampak konflik meliputi terganggunya keharmonisan sosial, trauma psikologis, dan kerugian ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme pengawasan Pilkades, pendidikan politik berbasis kearifan lokal, serta pendekatan rekonsiliasi untuk memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang dinamika konflik politik di tingkat desa dan upaya resolusi konflik yang berkelanjutan

    Analisis Kebijakan Fiskal Dinasti Umayyah dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Sosial

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan fiskal yang diterapkan pada masa Dinasti Umayyah serta implikasinya terhadap kesejahteraan sosial dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-normatif melalui studi literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fiskal Dinasti Umayyah bertumpu pada instrumen kharaj, jizyah, zakat, dan fai’ yang dikelola melalui Bayt al-Mal. Reformasi fiskal, khususnya pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, berkontribusi signifikan terhadap distribusi pendapatan dan pengurangan ketimpangan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan fiskal yang berorientasi pada keadilan distributif memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan relevan untuk sistem keuangan publik Islam kontemporer

    Analisis Komparatif Konsep Time Value of Money dan Economic Value of Time dalam Perspektif Legitimasi Syariah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fundamental antara konsep Time Value of Money (TVM) dalam ekonomi konvensional dengan prinsip ekonomi syariah, serta mengeksplorasi konsep Economic Value of Time (EVT) sebagai alternatif yang sah secara syar’i. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang bersumber dari literatur ekonomi Islam klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menolak konsep TVM karena menganggap uang sebagai alat tukar (public goods) dan bukan komoditas yang dapat tumbuh secara otomatis hanya berdasarkan waktu, yang dalam praktiknya memicu riba nasiah. Sebagai solusinya, Islam menawarkan konsep EVT yang menekankan bahwa waktu hanya bernilai ekonomi jika disertai dengan usaha produktif dan kesediaan menanggung risiko (al-ghunmu bi al-ghurmi). Penelitian ini juga membahas dampak inflasi terhadap nilai uang, di mana hukum Islam mengedepankan prinsip keadilan untuk menjaga daya beli tanpa terjebak dalam praktik bunga melalui instrumen bagi hasil (profit and loss sharing). Implementasi konsep-konsep ini diharapkan dapat menciptakan distribusi kekayaan yang merata dan menjaga stabilitas ekonomi makro yang berbasis pada sektor riil

    Konsep Maslahah Dalam Pemikiran Imam Malik Bin Anas dan Implikasinya Terhadap Sistem Zakat

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik bin Anas serta implikasinya terhadap sistem zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari literatur fikih klasik dan kajian ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Malik menempatkan maslahah mursalah sebagai prinsip penting dalam penetapan hukum, khususnya dalam persoalan sosial dan ekonomi. Dalam konteks zakat, prinsip maslahah menekankan kemaslahatan umum melalui pembatasan distribusi zakat fitrah kepada fakir dan miskin serta pengelolaan zakat harta yang berorientasi pada keberlanjutan kesejahteraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep maslahah dalam pemikiran Imam Malik memiliki relevansi tinggi dalam pengembangan sistem zakat yang adil, adaptif, dan selaras dengan tujuan syariah (maq??id al-syar?‘ah).

    ANALISIS KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI NAGARI KOTO NAN TIGO IV KOTO HILIE KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Full text link
    Stunting is a multidimensional public health problem with long-term implications for the quality of human resources, economic productivity, and the sustainability of regional development. In Indonesia, although various national policies have accelerated the reduction in stunting prevalence, regional disparities remain a serious challenge, particularly at the lowest levels of government, such as villages or nagari (village-based villages). This study aims to analyze the implementation of stunting management policies in Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas District, Pesisir Selatan Regency, with an emphasis on program implementation, cross-sectoral coordination, the role of local institutions, and human resource capacity at the nagari level. The research approach used was a case study with qualitative methods based on document analysis and secondary data, including local government reports, stunting prevalence data at the district and sub-district levels, and documentation of nagari activities. The analysis results indicate that the nagari has implemented a number of local initiatives such as nutrition posts, stunting discussions, and outreach activities, reflecting a commitment to local-level policies. However, the effectiveness of policy implementation still faces various obstacles, including limited integrated by-name-by-address data, uneven capacity of integrated health post (Posyandu) cadres, limited budget support, and the influence of structural factors such as poverty and family parenting patterns. This study confirms that the success of stunting management policies at the village level is determined not only by the existence of the program, but also by the quality of governance, data integration, and the sustainability of cross-sectoral interventions. Therefore, strengthening village institutional capacity, integrating e-PPGBM data into development planning, and a sustainable multisectoral approach are essential prerequisites for accelerating stunting reduction in rural areas

    ANALISIS KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM MUSRENBANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA KOTA AGUNG, LAMPUNG UTARA

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan keterlibatan pemangku kepentingan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) dan dampaknya terhadap kualitas kebijakan pembangunan desa di Kota Agung, Lampung Utara. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap proses penyampaian aspirasi dan penentuan prioritas pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat, yang mencapai 99%, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi alokasi anggaran pembangunan. Integrasi aspek sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi dalam usulan pembangunan menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta peningkatan layanan publik. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran dan tantangan koordinasi antar tingkatan pemerintahan, mekanisme Musrenbang terbukti efektif sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkualitas. Temuan penelitian ini menyarankan peningkatan sosialisasi ruang lingkup Musrenbang serta penguatan sinergi antar instansi guna mendukung keberlanjutan dan optimalisasi implementasi kebijakan pembangunan desa. Kata Kunci: Musrenbang, Pemangku kepentingan, Pembanguna

    753

    full texts

    815

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇