Rumah jurnal Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB
Not a member yet
485 research outputs found
Sort by
PERKEMBANGAN TREND TERBARU DALAM TEMU KEMBALI INFORMASI BAGI MAHASISWA PASCASARJANA UIN SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA
Perkembangan teknologi informasi, berkembang pula pola perilaku masyarakat.masyarakat di era sekarang lebih memandang informasi sebagai kebutuhan.perkembangan terakhir di perpustakaan pada era sekarang menuntut proses temu kembali mengalami inovasi yang melahirkan tren-tren terbaru seperti web dan digital telah membawa sebuah revolusi besar dalam pencarian informasi,fenomena Pengguna perpustakaan digital pada zaman sekarang di sebut pula dengan digital native,Kebutuhan informasi yang lebih beragam dan mutakhir yang dapat diakses secara cepat dan akurat merupakan tuntutan masyarakat sebagai pengguna yang harus dipenuhi oleh perpustakaan,dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan objek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan atau telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam,Perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi, harus paham mengenai masyarakat pengguna yang dilayaninya, terutama dengan kehadiran digital native. Perpustakaan harus meningkatkan strategi pelayananya
HUBUNGAN AGAMA DAN PEKERJAAN SEBAGAI PSK DI KEMBANG KUNING SURABAYA
Commercial Sex Work is work that is prohibited by religion but is lawful for those who undergo this work. The woman who works as a commercial sex worker is considered a social disease in the community. In addition to religious factors that are forbidden, economic factors become the cause due to the increasing daily needs. These factors are the cause of someone doing this job. This research uses a descriptive qualitative method using the phenomenology of Alfred Schutz. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are that someone who works as a prostitute is not only prohibited by religion but the economic factors that cause him to do this wor
PERKEMBANGAN MADRASAH NIZAMIYAH (ANALISIS TERHADAP LEMBAGA DAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
In this research study, the authors describe the existence of educational institutions (madrasah Nizamiyah) and educational curricula in the Nizam Al-Mulk era. Nizam Al-Mulk with several of his madrasas had built a network of higher education institutions in his time, and he was the first to be able to do so. Even so, the Nizamiyah madrasa is not the first madrasa in the history of Islamic education. Because there have been many madrasas before the Nizam Al-Mulk era. The Nizamiyah madrasah learning system applies a classical learning system, in which a teacher stands in front of the classroom presenting lecture material. While the students sat and listened on the bench provided, then continued with dialogue (questions and answers) between the teacher and students. Furthermore, the madrasa curriculum in the Nizam Al-Mulk era was centered on the Qur'an, which included reading, memorizing and writing, Arabic literature, the history of the prophet Muhammad SAW, and counting, with an emphasis on the Shafi'i school and the Asy 'theological system. ariyah. Philosophy itself is not included as part of the curriculum at this time
Islam dan Dakwah di Indonesia Pada Masa Kontemporer
Masuknya Islam ke Indonesia melalui beberapa Fase, pertama, sejak akhir abad ke- 8 M sampai ke-12 M ditandai dengan hubungan perdagangan. Inisiatif. Fase kedua, dari abad ke-12 M sampai akhir abad ke -15, hubungan antara bangsa Arab dan India mengambil aspek aspek lebih luas. Muslim Arab dan India yang terdiri dari pedagang atau pengembara sufi, mulai mengintensifikasikan penyebaran Islam di berbagai wilayah Nusantara.. Kemudian pada tahap berikutnya, yaitu sejak abad ke-16 sampai paruh kedua abad ke-17 yang ditandai dengan hubungan yang mengarah ke ranah politis di samping keagamaan itu sendiri.
Dakwah di Indonesia pada masa orde lama merupakan dakwah meletakkan dasar nilai-nilai kehidupan keagamaan dalam kehidiupan berbangsa dan bernegara. Pada orde baru pemerintah melakukan rekontruksi yang sangat mendasar dalam pembangunan ekonomi, sosial dan politik. Pemerintahjan pada orde ini lebih terpusat pada stabilitas politik guna mendukung kedamaian kehidupan nasional. Oleh sebab itu terciptalah Trilogi Pembangunan, yaitu adanya pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas politik. Pada masa reformasi, kehidupan politik yang terbuka membawa angin segar bagai masyarakat muslim dalam menyampaikan segala aspirasinya. Perkembangan dakwah pada masa reformasi menjadi lebih terbuka dan kondusif, karena adanya publikasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik
Yasser Arafat dan Konflik Palestina-Israel (Tinjauan Sejarah)
Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana perjuangan Yasser Arafat dalam menghadapi konflik Palestina Israel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Perubahan drastis ketika orang-orang imigran Yahudi berpindah ke tanah Palestina dan kemudian membentuk gerakan Zionis Israel serta mendirikan negara Israel di tanah yang dihuni oleh masyarakat Palestina. Akibatnya muncul perlawanan dan perjuangan rakyat Palestina. Salah seorang tokoh kenamaan Palestina Yasser Arafat mempunyai tekad kuat memperjuangkan rakyat Palestina dari penindasan dan penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel di Palestina. Yasser Arafar dalam menghentikan kolonialisasi tersebut menggunakan wadah pergerakan organisasi PLO dan Fatah yang saling bersinergi dalam menuntaskan polemik hebat Palestina dan Israel di tanah Arab. Akan tetapi, semuanya tidak berjalan dengan lancar, bahkan melalui diplomasi maupun non-diplomasi pada akhirnya tidak menyelesaikan konflik tersebut hingga akhir hayat Yasser Arafat
Nasionalisme, Sekularisme di Turki
Rakyat Turki dikenal memiliki kecintaan yang sangat besar kepada tanah airnya. Dan hal ini sangat mudah dijumpai di Turki, dengan simbol dan perilaku sosial yang dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, bendera Turki yang bisa dijumpai di masjid, rumah, restoran, mobil, bus, kereta, kapal laut, sekolah, universitas, hotel, kantor-kantor pemerintahan dan swasta. Juga taman-taman kota yang selalu memberikan ruang khusus untuk tiang bendera Turki bersama patung sang pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk. Satu frasa yang sangat terkenal dan populer di Turki adalah Ne Mutlu Türküm Diyene (NMTD, Betapa bahagianya seorang yang menyebut dirinya aku orang Turki). Frasa tersebut sebenarnya diambil dari kutipan pidato Mustafa Kemal Atatürk pada 29 Oktober 1933 yang menandai 10 tahun kemerdekaan Turki. Semboyan ini pada umumnya digunakan sebagai cara untuk mempertegas identitas sebagai seorang Turki. Pada sisi lainnya, juga dijumpai masalah rasial perihal frasa tersebut, karena dianggap tidak mengakomodir kelompok identitas lain yang hidup di Turki. Selain itu, secara umum orang Turki tetap berprinsip bahwa semboyan tersebut adalah medium untuk bertanggungjawab dan melampaui rasa cinta tanah air (Nasionalisem) dengan tujuan membawa Turki lebih maju dan kuat dalam segala bidang. 
PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING SEBAGAI KNOWLEDGE SHARING PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN
Makalah ini memberikan deskripsi konseptual dan teoritis tentang knowledge sharing dengan cloud computing di Perpustakaan. Knowledge sharing diperlukan oleh pustakawan dalam meningkatkan layanan kepada pengguna digital saat ini. Pustakawan dapat melakukan knowledge sharing melalui cloud computing yang menyediakan penyimpanan berbagai bentuk penyimpanan materi digital di Perpustakaan. Salah satu sistem penyedia cloud computing yang dapat digunakan di Perpustakaan adalah google drive. Hal mini disebabkan karena penguasaan teknologi penyimpanan cloud (cloud computing) seperti salah satu contoh google drive menjadi keahlian yang menguntungkan bagi pustakawan dalam memberikan layanan prima kepada pengguna di era digitalisasi yang berkembang pesat dewasa ini.
Kata kunci: 
Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan Masjid Untuk Meningkatkan Literasi Informasi Umat (Pendampingan Pada Perpustakaan Masjid Ummi Alahan Panjang)
Perpustakaan Masjid merupakan jenis perpustakaan khusus karena koleksinya sebagian besar bersifat khusus bidang keagamaan. Salah satu unsur utama dari kegiatan perpustakaan adalah pembinaannya, pembinaan kepada setiap layanan perpustakaan merupakan point penting yang perlu diperhatikan secara berkesinambungan. Apalagi melihat begitu pesatnya perkembangan teknologi informasi dan meledaknya sumber informasi dalam bentuk elektronik. Maka dari itu penting untuk dilakukan pembinaan perpustakaan Masjid, sehingga pengelola perpustakaan masjid dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Hal ini sangat bergantung pada kemampuan pengelola perpustakaan dalam mengakses informasi secara lebih luas, untuk mengikuti perkembangan informasi secara cepat. Pendampingan dilakukan pada Perpustakaan Masjid Ummi Alahan Panjang. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk menumbuh kembangkan serta membangun karakter positif pada diri setiap masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi informasi khususnya terampil dalam penelusuran informasi. Tidak hanya itu, tujuan lain dari kegiatan literasi ini adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat terutama generasi muda, yang mana kecintaan terhadap kegiatan membaca ini juga akan berpengaruh pada wawasan dirinya.
 
ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI GENERASI Z DALAM AKSES INFORMASI DI MEDIA
ABSTRAK
Penelitian ini membahas informasi apa yang paling dibutuhkan oleh generasi Z berbasis teknologi informasi. Generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1995-2009. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan generasi Z pada siswa SMA YUPENTEK 1 Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa dan objek penelitian adalah kebutuhan informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Yupentek 1 Kota Tangerang yang lahir tahun 1999-2001. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 86 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa informasi yang paling dibutuhkan oleh Generasi Z adalah informasi penyakit seksual/organ reproduksi dan hubungan pertemanan. Sumber informasi yang dipilih oleh generasi Z dalam mencari informasi adalah google dan media sosial.
Kata kunci: Generasi Z, Kebutuhan Informasi, Siswa, media online
ABSTRAK
This study is aimed to discuss which technology-based information is mostly required by Generation Z. Generation Z is defined as generation born within the timeframe 1995 to 2009. This study is focused on investigating what kind of information is needed by the Generation Z in SMA YUPENTEK 1 Kota Tanggerang. By using quantitative method with descriptive approach, students are placed as the subject of the study and the information needs as the object. The population is the students of SMA YUPENTEK 1 Kota Tanggerang born in the period of 1999 to 2001. The total sample of 86 students is obtained from the population. Data collected through observations, questionnaires, and literature studies. The result shows that the information regarding sexually transmitted/reproductive system diseases and friendships is mostly needed by Generation Z. It was known from the study that the main source of information used by the students is google and social media.
Kata kunci: Generation Z, Information Need, Student, media onlin
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA DALAM MASA PANDEMIK COVID
This research was conducted to explain what changed from seeking information from students of the Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta during the Covid 19 Pandemic. The method used in this study was descriptive qualitative. This study used a stratified sampling technique, amounting to 83 informants from a population of 500 students of the Department of Library Science, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta. Data collection techniques in this research are literature study and questionnaires. The results of this study were slightly constrained by the situation, from the supposed 83 people only 31 people filled out the questionnaire while only 31 people filled out the questionnaire. In meeting these information needs, students conduct a gradual search for information consisting of: starting, determining topics before seeking information: chaining, recording a list of information needed; browsing, looking for information on information sources; differentiating, sorting out the information gathered; monitoring, following information developments; extracting, looking for information on a specific source; verifying, checking data; and ending, the end of the search for information