Rumah jurnal Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB
Not a member yet
485 research outputs found
Sort by
Relasi antara Sastra dan Politik (Analisis Unsur-unsur Politik dalam Puisi Masa Dinasti Umayyah)
Relasi sastra dan politik terlihat jelas pada periode kekuasaan pemerintahan Dinasti Umayyah, politik sangat mendominasi perkembangan sastra khususnya puisi. Hal ini disebabkan oleh pergolakan dan kecenderungan politik yang lebih mendominasi kehidupan masyarakatnya. Seiring dengan munculnya faksi atau sekte politik, muncul pula para penyair yang mendukung beberapa sekte politik. Setiap penyair tidak terlepas dari fungsi politis, mereka setia mendukung sekte atau partai politiknya, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Bahkan ada juga yang harus berlaku munafik dengan mengatakan sesuatu yang tidak diyakini, menentang perasaan sendiri demi penguasa dan keselamatan, atau demi mengharapkan imbalan dari para khalifah
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI MINANGKABAU
Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam di Nusantara memperlihatkan adanya pengaruh perkembangan pendidikan Islam di Timur Tangah khususnya Mekkah dan Kairo walaupun secara detail keduanya terdapat perbedaan paham. Pengaruh ini dibawa oleh pribumi yang pada awalnya untuk menunaikan ibadah haji, namun kemudian kebanyakan mereka menetap disana beberapa tahun untuk menunut ilmu. Tidak jauh berbeda dengan Minangkabau, pada akhir abad 17 mendapat pengaruh dari Aceh yang dilakukan oleh Syekh Burhanuddin Ulakan yang pergi mendalami ilmu agama beberapa tahun, dan kemudian setelah pulang, mendirikan surau dalam bentuk lembaga pendidikan dengan sistem halakah. Selanjutnya pada abad 20 berdiri madrasah madrasah suatu pertanda dimulainya pembaharuan pendidikan Islam oleh putra terbaik Minangkabau dengan mengikuti sistem yang dilakukan oleh ulama ulama terdahulu, sehingga Lembaga Pendidikan Islam di Minangkabau terus mengalami perkembangan sampai kepada Perguruan Tinggi
Pekerja sosial sebagai agen perubahan: Studi kasus peran pekerja sosial di perpustakaan
This study is intended to describe social workers as agents of change. Social workers as a profession in Indonesia is still synonymous with the social profession which means working socially, done with voluntarily and not expecting an intention. The scope of this study is on volunteer social workers in rural libraries or in prisons libraries. The method used in this study is descriptive with a qualitative approach. Data acquisition through interviews, observation and literature review. The results illustrate the point in the library become the most desirable place for inmates to make the most of their time in search of entertainment and knowledge. The village library can be a place for people to engage actively in activities such as practicing computers, preserving local culture and knowledge, and entrepreneurship training. The conclusion of this study is that libraries, both village libraries and prison libraries can contribute to improving the quality of life of the community. The Profession of Social Workers participates and functions as a agent of change by involving themselves as educators, facilitators, community facilitators and partners for the government and the private secto
Manajemen arsip digital dan ERMS
Kehadiran teknologi informasi juga merambah bidang pengelolaan informasi publik, yakni kearsipan. Manajemen arsip secara fisik saat ini telah dialihkan kedalam media digital yang dikenal dengan arsip digital. Manajemen arsip yang bersifat kertas seringkali dihadapkan pada berbagai kendala seperti hilangnya arsip karena tidak teroganisir dengan baik, ancaman serangga dan bencana alam yang tidak dapat dihindari. Berbagai lembaga saat ini berusah untuk mengalihkan arsip ke dalam bentuk digital sehingga ketahanan informasi yang dkandung arsip lebih terjaga. Arsip yang berbasis kertas, video, dan suara diolah dalam program komputer serta disimpan dalam database digital. Arsip digital menjadi ruang baru yang lebih menjanjikan terhadap kelestarian arsip serta akses informasinya lebih mudah dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja
SENTRALISASI ISLAM MARJINAL: Dari Dunia Melayu-Nusantara untuk Dunia Islam
This paper aims to provide an understanding of the marginalization and centralization of Malay-Nusantara Islam and the characters who talk about it. The method used is the historical method. Marjinalization of Malay-Nusantara Islam is an attempt to see Islam in Malay-Nusantara has nothing to do with Islam in the region of the Arab World. This means that Islam in Malay-Nusantara stands alone, has nothing to do with Islam in other regions, especially Islam in the Arab world and not part of the Islamic world as a whole. Among the characters who talked about it: Landon, van Leur, Winsted, de Graaf, Snouck Hurgronje, Clifford Geertz, and Ricklefs. While the centralization of Malay-Nusantara Islam is an effort to see Islam in Malay-Nusantara as a unity that can not be separated with other areas, especially with Islam in the Arab world. It means Islam in Malay-Nusantara is part of the Islamic world as a whole. Among the characters who talk about it: S. M. N. Alatas, Hussein Alatas, Nikkie R. Keddie, William R. Roff, Anthony Reid, Anthony H. Johns and Milner, and Azyumardi Azra