Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon
Not a member yet
799 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kompetensi Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Proses Konseling Yang Diberikan Kepada Peserta Didik
Pada konteks layanan konseling, Kompetensi yang dimiliki guru bimbingan dan konseling (BK) sangat diperlukan dalam proses konseling. Pada akhirnya, peserta didik akan datang kepada guru BK dan mempermudah penggunaan keterampilan konseling. Penelitian bertujuan mengetahui kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) dapat mempengaruhi proses konseling yang diberikan kepada peserta didik. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskrisptif kuantitatif. Data diperoleh menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu, skala kompetensi guru BK, dan skala proses konseling. Penulis mengajukan hipotesis yaitu, kompetensi guru bimbingan dan konseling mempengaruhi proses konseling yang diberikan kepada peserta didik. Sampel berjumlah 50 peserta didik. Peneliti menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Teknik ini dilakukan agar pertimbangan sampel dari masing-masing strata itu memadai, dalam teknik ini sering pula dilakukan pertimbangan antara jumlah anggota populasi berdasarkan masing-masing strata. Kriteria validitas, nilai r product moment dengan taraf signifikansi 5%. Kriteria pada uji reliabilitas menggunakan kriteria reliabilitas untuk alat ukur yang berupa angket, pada indeks uji reliabilitas dinyatakan bahwa reliabel untuk skala kompetensi guru BK, harga pada r 0,601, serta untuk skala proses konseling dengan harga r 0, 743 Hasil penelitian membuktikan diperoleh Angka r = 0,528, menunjukkan kompetensi guru BK dapat mempengaruhi proses pada layanan konseling yang diberikan kepada individu ataupun peserta didik. Menunjukkan bahwa kompetensi guru BK dapat mempengaruhi proses konseling
Pelembagaan Program-Program Pemerintah dalam Suatu Tinjauan Hukum Administrasi Negara
Terkadang kita melihatnya sangat miris. Kenapa begitu? Karena program-program yang seharusnya menjadi hak milik dari semua warga masyarakat, karena memang program itu diadakan dan menggunakan uang negara. Namun, sayangnya, terkadang justru program-program yang diadakan dan menggunakan keuangan negara itu disalahgunakan oleh penyelenggara dan pelaksana program yang menjadi tanggung jawabnya. Disinilah keprihatinan itu timbul, dan bagaimana sebenarnya program-program yang ada dan dilaksanakan oleh pemerintah itu, yang saat ini begitu banyak program yang diberikan kepada warga masyarakat.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka ada beberapa hal yang menjadi rumusan masalah dalam studi literasi atau studi Pustaka, antara lain: (1) Bagaimana pelembagaan program pemerintah dalam kajian hukum administrasi negara; dan (2) Bagaimana bentuk pelembagaan untuk program-program pemerintah menurut kajian hukum administrasi negara. Dari rumusan masalah tersebut, maka penulis dalam melakukan studinya menggunakan penelitian hukum normatif atau penelitian studi perpustakaan merupakan jenis penelitian yang mengkaji studi dokumen menggunakan berbagai data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan dapat berupa pendapat para sarjana.
Lembaga (K/L) sebagaimana dengan pembagian tugas dan fungsi ke dalam 3 (tiga) komponen tersebut di atas, lebih lanjut secara teknis pelaksanakan akan di bagi ke dalam struktur program dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing komponen, dengan pembagian peran di dalam struktur program pemerintah khususnya yang ada pada program P3PD, antara lain:
Kelembagaan Central Project Management Unit (CPMU) yang menyelenggarakan peningkatan kualitas bagi perangkat desa, khususnya di bidang pemerintahan dan pembinaan kemasyarakatan desa, dengan tugas untuk melaksanakan pelatihan bagi perangkat desa di seluruh Indonesia dengan leading sector Kementerian Dalam Negeri selaku Komponen 1.
Kelembagaan Project Management Unit (PMU) yang menyelenggarakan peningkatan kualitas bagi warga masyarakat dan pendamping desa dalam rangka pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, dengan tugas untuk melaksanakan pelatihan bagi warga masyarakat dan pedamping desa di seluruh Indonesia dengan leading sector Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi selaku Komponen 2.
Kelembagaan Steering Commitee (SC) yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian, koordinasi dan singkronisasi program P3PD yang ada di Komponen 1 dan 2 dengan leading sector Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional selaku kompone
Implementasi Akad Wadi’ah Produk “Sifitri” di BMT Al Falah Cirebon
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana proses implementasi akad wadiah pada simpanan idul fitri dalam meningkatan anggota di BMT Al- Falah Cabang Ciledug. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualiatif deskriptif. Penelitian kualitatif bertumpu pada latar belakang alamiah secara holistik, memposisikan manusia sebagai alat penelitian, melakukan analisis data secara induktif, lebih mementingkan proses daripada hasil serta hasil penelitian yang dilakukan disepakati oleh peneliti dan subjek penelitian. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi pada beberapa narasumber terpilih yaitu bagian CS/admin yang melakukan akad dan proses pembukaan rekening secara langsung, kolektor yang bertugas langsung di pasar untuk mencari calon anggota Sifitri, dan juga anggota Sifitri. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa pada proses implementasi akad wadiah dalam meningkatkan anggota Sifitri di BMT Al-Falah ini sudah sesuai dengan SOP dan juga ketentuan yang berlaku, tetapi ada beberpa Faktor penghambat implementasi akad wadiah dalam meningkatkan anggota sehingga hasilnya terjadi fluktuatif dalam kurun waktu lima tahun kebelakang diantaranya adalah kurangnya pemahaman anggota terhadap makna akad wadiah dan juga persaingan ketat dari lembaga keuangan lainnya.
Kata Kunci: akad wadi’ah, sifitri, bm
The Influence Of The Teaching Factory Learning Model In Improving The Quality Of Graduates At State Vocational School Of Agricultural Development Cianjur
This research aims to determine the effect of the Teaching Factory Learning Model (TEFA) on improving the quality of graduates applied to Class This research uses a quantitative method. The object of this research is the Cianjur State Agricultural Development Vocational School business which is located on Jalan Raya Cibeber Km.5 Pasirsembung sirnagalih cilaku, Cianjur District, Cianjur Regency. The data collection method used is a questionnaire from several data collection methods. The results of this research show that the role of the Teaching Factory Learning Model (TEFA) Influence system is indeed quite influential in improving the quality of graduates in this learning model even though the TEFA learning method system is simple and still lackin
Online Learning to Improve Learning Outcomes History of Islam
This research aims to improve student learning outcomes in learning the History of Islamic Culture using online learning methods for Class IX students at MTs Mafatihul Huda. This research is classroom action research. Action research in the field of education carried out in classroom areas with the aim of improving and increasing the quality of learning. In short, PTK can be defined as a form of reflective research study by carrying out certain actions in order to improve and enhance learning practices in the classroom in a more professional manner. The research results show that there is an increase in online learning outcomes using the active learning learning model at MTs Mafatihul Huda Cirebon Cirebon for the 2020/2021 academic year. In cycle I, in the aspect of student learning outcomes, there were 18 students who achieved learning completeness with a percentage of 50% and were in the sufficient category. In cycle II there were 36 students who achieved learning completion with a percentage of 100% and were in the very good categor
Pengembangan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyyah dengan Metode Yanbu’a Di TK Al-Qolbi Kalisari Sayung Demak
Peserta didik di TK Al-Qolbi masih belum bisa mengenal huruf hijaiyyah, karenanya dikenalkan menggunakan metode yanbu’a. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyyah melalui metode yanbu’a di TK Al-Qolbi Kalisari Sayung Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (class action research) yang terdiri dari dua siklus, dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan setiap siklusnya, prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksannan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Al-Qolbi Kalisari Sayung Demak sebanyak 12 orang anak. Hasil tindakan yang dilaksanakan pada siklus I terjadi peningkatan dengan perolehan nilai persentase sebanyak (62,5%) dengan hasil nilai 6 anak mulai berkembang dan 6 anak lainnya berkembang sesuai harapan. Pada siklus II diperoleh nilai persentase (75%) dengan hasil nilai 12 anak berkembang sesuai harapan.Students at Al-Qolbi Kindergarten still cannot recognize hijaiyyah letters, so they are introduced using the yanbu'a method. This research aims to determine the implementation process and determine the increase in children's abilities in recognizing hijaiyyah letters through the yanbu'a method at the Al-Qolbi Kalisari Sayung Demak Kindergarten.
This type of research is class action research which consists of two cycles, carried out 3 meetings per cycle, research procedures include planning, implementation, observation and reflection. The subjects in this research were 12 children from group B at the Al-Qolbi Kalisari Sayung Demak Kindergarten.
The results of the actions carried out in cycle I increased with a percentage score of (62.5%) with the result that 6 children began to develop and 6 other children developed according to expectations. In cycle II, a percentage score was obtained (75%) with the result being that 12 children developed according to expectations
The Effect of the P4C Initiative on Primary School Students' Learning and Social Outcomes
Purpose: This study investigated its impact on reading comprehension, math interest, self-esteem, pro-social behavior, and emotional well-being. Methods: This study used a longitudinal time series quasi-experimental design involving an experimental group and a matched comparison group. Participants in this study were two hundred and eighty children (149 intervention group, 131 comparison group) from eight state primary schools in the Southeast Queensland region. The research sample consisted of 48% (n=135) girls and 52% (n=145) boys all in Grade 6 (with an age range of 10-12 years). Results: Results showed improvements in reading comprehension, decreased interest in mathematics and self-esteem, while pro-social behavior and emotional well-being remained unchanged among COI program participants compared to non-participants. Conclusion: The COI philosophical intervention found improvements in reading comprehension but reduced interest in mathematics and self-esteem, with no changes in pro-social behavior and emotional well-being in the Year 6 group of students compared to those who did not receive the COI intervention. The COI's philosophical focus primarily on language may have led to significant increases in reading comprehension over time and significant decreases in interest in mathematics among these Grade 6 participants. Pre-service teachers who aspire to become philosophical COI facilitators need to be encouraged to develop their ability to examine and identify the personal characteristics, beliefs and attitudes that influence the way they think about teaching and learning
Implementasi Model Konseling Komprehensif Berbasis Pesantren
Pesantren merupakan lembaga Pendidikan yang memberikan pembelajaran full 24 jam. Pesantren menjadi wadah pembentukan karakter bagi para santri dengan penanaman nilainilai agama yang luhur. Pembelajaran full 24 jam mengharuskan santri mampu membagi waktu dengan baik, namun tak jarang hal ini menjadi salah satu problematika bagi para santri, terutama santri baru dalam proses penyesuaian diri. Aktivitas dan kegiatan yang padat sering menjadikan santi mengalami beberapa problematika yang mengakibatkan santri memilih untuk meninggalkan pesantren. Penyesuaian diri menjadi problematika tertinggi dengan prosentase 43%. Data ini diperoleh melalui need assessment pada 300 santri yang digunakan sebagai sampel. Problematika penyesuaian diri menjadi penting dalam pengentasan masalah pada santri. Salah satunya melalui pemberian bantuan layanan konseling secara komprehensif yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya pesantren. Bantuan layanan konseling bertujuan sebagai penanganan problematika santri berkaitan dengan penyesuaian diri baik pada aspek akademik maupun social. Layanan konseling komprehensif memberikan bantuan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen pondok pesantren seperti kyai, asatid dan astaidzah, orang tua dan teman-teman disekitar tempat tinggal santri dan menggunakan nilainilai budaya pesantren agar santri dapat mengadaptasi secara cepat dan tepat. Konseling secara komprehensif pada santri mengintegrasikan budaya pesantren yang mengamalkan nilai-nilai agama Islam yang diajarkan dipondok pesantren melalui integrasi ayat dan hadis yang disederhanakan dengan kehidupan sehari-hari secara sederhana. Pengintegrasian dilakukan untuk mengentaskan permasalahan yang sering dialami dalam pondok pesantren diantaranya; Bullying, penyesuaian diri, ekonomi dan akademik. Penggunaan layanan konseling komprehensif berbasis budaya pesantren memungkinkan konselor dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh pada santri dengan melibatkan seluruh steakholder yang ada di lingkungan pondok pesantren, sehingga mampu membantu santri lebih berkembang secara akademik dan mampu menyelesaikan masalah yang dialami secara mandiri dengan integrasi nilai-nilai budaya pesantren yang adaptif
Tindak Pidana Pencucian Uang dan Kejahatan Terorisme
Tindak Pidana Pencucian Uang dan Kejahatn Terorisme salah satu kejahatan yang sangat merugikan Negara dan juga masyarakat dari negara itu sendiri. Maka segala macam bentuk TPPU dan Aktivitas Terorisme dikecam diberbagai negara khususnya di negara Indonesia, Karena kegiatan ini cukup merugikan Negara dan masyarakat dari suatu negara. Aktivitas dari tindak pidana pencucian uang merupakan suatu perbuatan memindahkan, menggunakan atau perbuatan lainnya atas hasil dari suatu tindak pidana yang kerap dilakukan oleh criminal organization maupun individu. Pencucian uang biasanya dilakukan agar uang illegal dibuat seolah-olah menjadi uang yang sah tanpa terdetaksi bahwa harta kekayaan itu berasal dari kegitan yang illegal atau tidak sah. Hal ini mengakibatkan Negara merugi dan aparat penegak hukum pun dalam menindak lanjuti penegakan hukum menjadi kesulitan untuk mendeteksi uang hasil kejahatan tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, yang bersumber dari permasalahan dengan melihat kenyataan dilapangan, kemudian menghubungkannya dengan teori hukum, ilmu hukum, peraturan perundang-undangan, serta beberapa narasumber yang ahli dibidang ilmu hukum pidana, dan dilakukan dengan melihat segala undang-undang dan regulasi terkait isu hukum yang sedang diteliti. Penulisan ini telah menjawab seluruh permasalahan. Pembuktian terbalik (reversal burden of proof) yang dilakukan oleh terdakwa tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan pembiayaan terorisme. Terdakwa diberi beban kewajiban untuk melaksanakan pembuktian dalam persidangannya berdasarkan Pasal 77 dan Pasal 78 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. sering berkaitan satu sama lai
PENUNTUTAN, PEMIDANAAN DAN SANKSI (PIDANA) TERHADAP KORPORASI
Peranan korporasi baik nasional maupun trans/multinasional dalam kehidupan modern di era globalisasi semakin penting dan strategis. Namun tidak jarang kedudukan strategis dari korporasi ini digunakan untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dari hasil kejahatan yang dilakukan oleh pengurusnya. Begitu juga kerugian yang dialami masyarakat yang disebabkan oleh tindakan pengurus korporasi, termasuk di dalamnya adalah dengan cara melakukan pelanggaran hukum. Korporasi telah ditetapkan sebagai subjek tindak pidana, maka terhadapnya dapat dituntutkan pertanggungjawaban pidana. Sebagai subjek hukum, korporasi juga ditentukan mekanisme pemidanaannya mulai dari proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan. Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 2239 K/PID.SUS/2012 mengesampingkan prosedur hukum acara dengan menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap korporasi tanpa didakwakan. Permasalahannya bagaimanakah eksistensi pemidanaan korporasi menurut hukum acara pidana di Indonesia, dan bagaimanakah pemidanaan korporasi dalam praktik penegakan hukum, serta bagaimana putusan pemidanaan terhadap korporasi tanpa didakwakan dalam perspektif vicarious liability? Metode penelitian normatif digunakan untuk menjawab permasalahan ini. Terdapat tiga pendekatan untuk mengkaji permasalahan yaitu pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Metode analisis yang diterapkan untuk mendapatkan kesimpulan atas permasalahan yang dibahas adalah melalui analisis yuridis kualitatif. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam perspektif vicarious liability, korporasi dapat dipertanggungjawabkan atas perilaku seseorang yang secara personifikasi mewakili korporasi sehingga dapat dijatuhkan putusan pemidanaan