Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon
Not a member yet
    799 research outputs found

    PEMIKIRAN HUKUM ISLAM WAHBAH AZ-ZUHAILI DALAM PENDEKATAN SEJARAH

    No full text
    Wabhah az-Zuhaili beranggapan kompleksitas masyarakat di abad sekarang ini menuntut adanya ijitihad bersama. Karena ijtihad bersama pembahasannya lebih komprehensif dan representatif. Alasan inilah yang membuat az-Zuhaili menyuarakan adanya tajdid (pembaharuan) dalam hukum. Tujuan dari adanya pembaharuan hukum Islam untuk membuktikan sifat fleksibilitas syari'at Islam dalam bidang mu'amalah yang tidak bertentangan dengan nas-nas syar'i

    MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH

    No full text
    Hadirnya lembaga keuangan di sektor mikro baik lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan disebabkan oleh besarnya potensi dan peran sektor usaha mikro bagi perekonomian bangsa. Salah satu lembaga keuangan mikro yang hingga saat ini cukup memberikan kontribusi bagi perkembangan sektor usaha mikro adalah BMT. Penelitian ini dilakukan untuk  menjelaskan bagaimana bentuk manajemen risiko sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan usaha utama BMT yaitu penyaluran dana  kepada nasabah (anggota), mengingat  BMT memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan lembaga keuangan mikro lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT yang diteliti, yaitu BMT Bina Ihsanul Fikiri  melakukan manajemen risiko pada kegiatan pembiayaan khususnya pasca proses pencairan dana pembiayaan dengan melakukan pembinaan hubungan baik dengan nasabah, melakukan review pembiayaan dan melakukan pembinaan secara rutin terhadap nasabah

    PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF KULTURAL

    No full text
    Pada dasarnya proses pendidikan merupakan bagian dari kegiatan untuk membentuk konstruksi kultural masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai egalitarianisme, keadilan, demokratis, dan seterusnya. Pendidikan sebagai institusi sosial memberikan peran terhadap trasformasi dan internalisasi nilai-nilai kultural masyarakat. Sehingga proses konstruksi kultural masyarakat tersebut menjadi bagian dari semangat untuk membentuk masyarakat pancasilais. Maka, pendidikan tidak layaknya “menara gading†yang menjauhkan diri dari realitasnya. Karena pendidikan sendiri tidak akan terlepas dari suatu fakta sosial. Karena itu, menurut ahli sosiologi pendidikan, terdapat relasi resiprokal (timbal balik) antara pendidikan dengan kondisi sosial masyarakat yaitu dapat menumbuhkan nalar kritisisme sosial. Pendidikan islam harus mampu beradaptasi sekaligus bersinergi dengan social wisdom yang dalam realitasnya memungkinkan sangat beragam. Beragam kultur yang muncul di masyarakat diposisikan sebagai sumber sekaligus orientasi islam, agar pendidikan islam terus eksis dan diterima oleh masyarakat

    PERAN KONSEP DIRI, RELIGIUSITAS, DAN POLA ASUH ISLAMI TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU NAKAL REMAJA DI SMA KOTA CIREBON

    No full text
    Perilaku remaja merupakan permasalahan yang selalu menarik untuk dikaji karena deviasi perilaku remaja dalam bentuk kenakalan remaja menunjukan gejala yang semakin meningkat baik itu frekuensi, variasi maupun intensitasnya. Remaja sebagai individu berada pada fase transisi dari anak-anak menjadi dewasa, perubahan ini mendorong remaja untuk mencari jati dirinya. Pada fase pencarian jati diri berbagai potensi perilaku muncul yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran konsep diri, religiusitas, dan pola asuh islami sebagai prediktor kecenderungan perilaku remaja. Subyek penelitian ini adalah 221 siswa dan siswi SMA “X†Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan (1) skala kecenderungan perilaku nakal remaja, (2) skala konsep diri, (3) skala religiusitas, dan (3) skala pola asuh islami. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hipotesis terbukti dengan R = 0,862, dan nilai Fregresi = 209,292 (p<0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa konsep diri, religiusitas, dan pola asuh islami secara bersama-sama berperan negatif dan signifikan sebagai prediktor untuk kecenderungan perilaku nakal remaja. Ketiga variabel bebas tersebut secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif terhadap variabel terikat (kecenderungan perilaku nakal remaja) sebesar 74,3% (R square = 0,743). Ketiga variabel bebas (konsep diri, religiusitas, dan pola asuh islami) mempunyai sumbangan yang berbeda-beda terhadap variabel tergantung (prestasi belajar matematika). Besar sumbangan konsep diri terhadap kecenderungan perilaku nakal remaja sebesar 22,80%, religiusitas sebesar 42,35 %, dan pola asuh islami sebesar 9,15%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas mempunyai sumbangan yang paling besar terhadap kecenderungan perilaku remaja. Nilai-nilai ajaran agama diharapkan dapat mengisi kekosongan batin pada diri remaja sehingga selanjutnya remaja dapat menentukan pilihan perilaku yang tepat (sesuai dengan norma dan ajaran agama) dan menghindari perilaku yang menyim

    TANTANGAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INTERNAL IAI BUNGA BANGSA CIREBON DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

    No full text
    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN menyuguhkan tantangan sekaligus peluang bagi setiap anggota masyarakat ASEAN. Anggota masyarakat ASEAN akan mampu berkiprah dengan baik jika memiliki kompetensi yang unggul. Kompetensi yang unggul dapat dibangun melalui pendidikan tinggi yang berkualitas. Pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan pendidikan yang memiliki falsafah quality is the first. Dalam konteks IAI Bunga Bangsa Cirebon, falsafah  quality is the first akan terwujud jika  Lembaga Penjaminan Mutu Internal memiliki kapasitas untuk mengaktualisasikan setidaknya tiga hal yakni membangun budaya mutu, integrasi dengan IT, dan diversifikasi program studi

    PENDIDIKAN BERBASIS BASYARIYAH (Tela'ah Semantik /dilalah terhadap term Al-Basyar dalam Alquran)

    No full text
    Salah satu bentuk kegagalan penyelenggaraan pendidikan di era modern adalah melahirkan manusia yang terpisahkan dengan kemanusiaannya (unsuniyyah). Humanisasi pendidikan setiap hari semakin keras diteriakan diberbagai forum, namun dalam kenyataanya humanisasi malah  mewariskan dehumanisasi. Humanisasi pendidiakan tidaklah cukup dengan merekayasa model dan strategi pembelajarannya saja,  akan tetapi hal yang lebih penting adalah merekayasa kembali dasar filosofis/ konsef  pendidikan itu sendiri terutama dari aspek manusia sebagai subjek pembelajar. Teaah hakikat manusia sebagai insan pembelajar, setidaknya bisa melalui pendekatan dilalah/ semantik terhadap  kata  al-basyar.  Melalui telaah ini, akan ditemukan tentang hakikat manusia sebagai basyar, yang kemudian akan dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan pendidikan yang berbasis kepada manusia itu sendiri (humanistic Education)

    MANAJEMEN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 GREGED KABUPATEN CIREBON

    No full text
    Manajemen pelayanan khusus dilakukan untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar membutuhkan fasilitas baik pengajar maupun sarana dan prasarana untuk mencapainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi menajemen mutu pelayanan pendidikan di SMPN 2 Greged.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan yang dilakukan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini ntuk perencanaan sekolah merencanakan tersedianya sarana dan prasarana selama 8 tahun dari mulai 2016-2023. Pengorganisasian dan pengawasan sekolah didukung dari tenaga pendidikan yang berkompeten disetiap mata pelajarannya, staf administrasi yang mampu bekerja dengan baik, koordinasi kepala sekolah dengan warga sekolah yang baik, komite sekolah yang mendukung proses kegiatan sekolah, masyarakat yang mampu bekerja sama, penjagaan sekolah baik dari security dan polisi setempat. Pelaksanaan yang diterapkan yaitu dengan media pembelajaran PAKEM, pelayanan yang optimal dari segi adminstrasi, guru yang kreatif dan inovaif, kegiatan ekstrakulikuler, kegiatan keagamaan, perlombaan akademik, maupun non akademik, mutu lulusan, bekerja sama dengan beberapa sekolah menengah atas baik swasta maupun negeri. Evaluasi setiap tahun sekolah mengadakan rapat dengan dengan orang tua murid, setiap awal semester rapat dengan warga sekolah untuk memajukan dan mengevaluasi manajemen mutu dalam pelayanan pendidikan

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PONDOK PESANTREN MANBA’UL ‘ULUM CIREBON

    No full text
    Dalam hal pendidikan, pesantren mempunyai potensi ideal untuk dikembangkan sebagai sistem pendidikan komperhensif, guna menjawab masalah perubahan zaman dan pembangunan di era globalisasi. Perkembangan pesantren saat ini semakin menarik, disaat banyaknya lembaga pendidikan lain mengalami penurunan jumlah siswa, bahkan beberapa sekolah terpaksa tutup, pondok pesantren mengalami perkembangan yang lebih baik, tingkat ketertarikan dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren semakin tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana  manajemen sumber daya manusia di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Cirebon. Hasil penelitian ini yaitu Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum untuk melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka memperoleh pegawai baru. Tahapan dalam rekrutmen pegawai tersebut yaitu analisis kebutuhan SDM, publikasi, seleksi berkas, tes pegawai, interview dan Kesepakatan kerja. Penetapan kualifikasi dan kriteria para ustadz atau pengajaryang harus dimiliki oleh ustadz maupun kader ustadz, yaitu: iman dan taqwa kepada Allah SWT, tulus ikhlas dan tidak mementingkan diri sendiri, ramah dan pengertian, tawadlu, sederhana dan jujur, antusiasme, sabar dan tawakal, serta tidak memilki penyakit hati. Pondok pesantren Manba’ul ‘Ulum terbagi atas dua kelompok organisasi pengasuhan yaitu pengasuhan putra dan pengasuhan putri, yang masing-masing mempunyai struktur organisasi tersendiri. Untuk mengetahui keberhasilan atau kesuksesan kinerja pegawai dalam suatu organisasi tentunya perlu ada penilaian atau evaluasi yaitu melakukan analisis pekerjaan. menganalisis pekerjaan pegawai, program kerja. membandingkan antara program kerja dengan fakta dilapangan yang dikerjakan pegawai dan penilaian kinerja guru pesantren.Usaha untuk meningkatkan kompetensi para ustadz atau pengajar yaitu peningkatan bidang akademik, peningkatan kompetensi di bidang skill sesuai jabatan yang diemban dan peningkatan dalam kompetensi spiritual biasanya dilakukan dengan mewajibkan para ustadz atau guru pengajar untuk ikut serta dalam kegiatan kajian kitab yang diisi oleh pimpinan. Sedangkan kesejahteraan pegawai atau staf di pondok pesantren manba’ul ‘ulumdiberikan berupa kompensasi atau balas jasa. Adapun persyaratannya yaitu lamanya waktu pengabdian pada lembaga, jabatan atau posisi yang diemban dalam organisasi dan jumlah anggota keluarga pegawai tersebut

    IMPLIKASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PEKALIPAN KOTA CIREBON

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui implikasi manajemen berbasis sekolah dan keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian ini tergolong sebagai Metode Penelitian Survey. Tempat Penelitian adalah di Sekolah Dasar di Kecamatan Pekalipan 15 SD terbagi 12 SD Negeri dan 3 SD Swasta.Teknik yang akan peneliti gunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah teknik kuesioner atau angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat korelasi yang positif antara Manajemen Berbasis Sekolah di Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon (X1) dengan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah  (X2). Koefisien korelasinya sebesar 0,636 dengan nilai Sig. 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat korelasi secara signifikan antara manajemen berbasis sekolah dengan keterampilan manajerial kepala sekolah dengan kategori hubungan yang kuat dan bersifat positif. Korelasi Manajemen Berbasis Sekolah (X1) dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar dengan koefisien sebesar 0,640 dengan Sig. 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat korelasi secara signifikan antara manajemen berbasis sekolah dengan kinerja guru dengan kategori hubungan yang kuat dan bersifat positif. Sedangkan Korelasi antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dasar (X2)dengan Kinerja Guru (Y) koefisien korelasinya sebesar 0,570 dengan Sig. 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat korelasi secara signifikan antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dasar (X2)dengan Kinerja Guru (Y) dengan kategori hubungan yang cukup kuat dan bersifat positif

    0

    full texts

    799

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇