Jurnal Ilmiah STKIP Muhammadiyah Bogor
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ERRORS IN TRANSFORMING ACTIVE TO PASSIVE SENTENCE AT THE FOURTH SEMESTER OF STKIP MUHAMMADIYAH BOGOR
Passive voice is one of the important English grammars that should be mastered because it is used in formal and on informal language. The students tend to make some grammatical errors in transforming active to passive sentence. The objectives of this research are to know the types of errors that students made in transforming active to passive sentence, to know the students problems in transforming active to passive sentence and to know the proportion of the students’ errors. The subject of this research is 20 English students at the fourth semester of STKIP Muhammadiyah Bogor. The result of this research shows that the total number of errors that have been committed by the students based on surface strategy taxonomy is 280 errors, which falls into the following proportion of the four kinds of errors in surface strategy taxonomy: 126 errors of omission error, 18 errors of addition error, 120 errors of misformation error, and 16 errors of misordering error
THE IMPLEMENTATION OF ANAGRAM GAME TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY AT JUNIOR HIGH SCHOOL
The objective of the research was to find out whether the implementation of anagram game can improve students’ vocabulary mastery at seventh-grade students of MTS Manbaul Ulum. This research used a quantitative method and cluster sampling technique. The sample of this research was two-class as experimental class and control class, each class consisting of 30 students. The instrument was test. The pre-test and the post-test were given to the experimental class and control class. In this research, the writer used the normality test, and T-test to calculate and analyze data. Based on the data, it was found that the mean pre-test score in the experimental class was 29,53 and in control class was 27,22. Meanwhile, the mean post-test score in the experimental class was 59,46 and in control class was 35,66. For the Normality test, the Chi-Square in experimental class has statistic x² = 4,5 and in control class has statistic x² = 4. While the reference from the Chi-Square table with = 0.05 (5%) and degrees of freedom = 5 is 11,07. It means that the x² table is higher than the x² statistic. The difference between the two tests pre-test and post-test was evaluated using t-test analysis to prove hypothesis, where the significance level was alpha (?) 5% (0.05). The t-statistic 8,416 and t-table 2,021. The t-statistic > t-table means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Therefore, the writer concluded that anagram game can improve students’ vocabulary mastery at seventh-grade of MTS Manbaul Ulu
PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEKECAMATAN RANCABUNGUR
Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahi motivasi kerja guru dan iklim organisasi di SMK sekecamatan Rancabungur serta perbedaan pengaruh iklim organisasi terhadap motivasi guru di SMK sekecamatan Rancabungur. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode komparasi untuk penelitian ini. Untuk mengetahui perbedaan dan perbandingan ini peneliti menggunakan SMK yang telah berdiri selama lima tahun dan kurang dari lima tahun di kecamatan Rancabungur. Menggunakan kuesioner sebagai instrument untuk peneliti mendapatkan data.
Populasi pada penelitian ini adalah guru SMK sekecamatan Rancabungur. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh iklim organisasi terhadap motivasi kerja guru, peneliti menghitung dengan uji hipotesis atau uji – t, dan memperoleh t hitung = 17,4 sedangkan ttabel adalah 2,048 dengan taraf 5%, berarti t hitung > ttabel / 17,4 < 2,048 artinya memiliki perbedaan yang signifikan terhap pengaruh iklim orgnisasi terhadap motivasi kerja guru di SMK yang telah berdiri lebih dari lima tahun dan kurang dari lima tahun sekecamatan Rancabungur
PENGARUH PENALARAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penalaran terhadap kemampuan menulis argumentasi. Mengetahui pengaruh motivasi terhadap kemampuan menulis argumentasi. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh penalaran dan motivasi secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis argumentasi. Metode penelitian yang dipergunakan adalah survai. Sampel berjumlah 40 mahasiswa yang dipilih secara random dari seluruh mahasiswa semester genap (semester II) tahun akademik 2014/2015. Pengumpulan data dilaksanakan dengan tes pilihan ganda untuk variabel penalaran, penyebaran kuesioner (angket) untuk variabel motivasi, dan tes esai untuk mengetahui kemampuan menulis argumentasi mahasiswa. Analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif, koefisien korelasi parsial, koefisien korelasi ganda, koefisien determinasi, dan analisis regresi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penalaran dan motivasi secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis argumentasi dengan analisis regresi: Y = 2,07+1,44X1+0,42X2 serta Fhitung > Ftabel atau 346,7351 > 3,35. Dengan demikian, kenyataan tersebut menunjukkan bahwa dengan kecermatan penalaran serta motivasi yang semakin tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa dapat mempertinggi atau meningkatkan kamampuan menulis argumentasi
PENGARUH METODE INTEGRATIF DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA (Eksperimen di SMA Muhammadiyah Cileungsi Bogor)
Tujuan penelitian ini antara lain untuk: (1) Untuk mengetahui pengaruh metode integratif terhadap keterampilan menyimak siswa; (2) Untuk mengetahui pengaruh minat belajar menyimak terhadap keterampilan menyimak siswa; (3) Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara metode integratif dan minat belajar menyimak terhadap keterampilan menyimak. Penelitian ini penulis lakukan di SMA Muhammadiyah Cileungsi Bogor Penelitian ini dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/20120. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan disain faktorial 2 x 2. Berdasrkan analisis data didapati bahwa: (1) Terdapat pengaruh metode integratif terhadap keterampilan menyimak. Hal ini ditandai dengan nilai sig untuk metode integratif 0.025 < 0.05 Penggunaan metode integratif dapat meningkatkan keterampilan menyimak karena dengan penggunaan metode ini siswa menjadi lebih tertantang untuk mengekplorasi materi, lebih kreatif, menyenangkan, dan tidak membosankan; (2) Terdapat pengaruh minat belajar menyimak terhadap keterampilan menyimak. Hal ini ditandai dengan nilai sig untuk minat belajar menyimak 0.043 < 0.05 dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh minat belajar menyimak terhadap keterampilan menyimak; (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi metode integratif dan minat belajar menyimak terhadap keterampilan menyimak. Hal ini diandai dengan nilai sig untuk metode integratif dan minat belajar menyimak 0.441 > 0.05 dan Fhitung 0.608 < Ftabel 4.14. Dengan demikian Ho diterima dan Hi ditolak sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh interaksi metode integratif dan minat belajar menyimak terhadap keterampilan menyima
Investigating Pre service teaching barriers in online learning during covid 19 pandemic
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hambatan guru prajabatan Indonesia dalam pembelajaran online selama pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif. Kuesioner dan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian terhadap 186 guru prajabatan Bahasa Indonesia EFL STKIP Muhammadiyah Bogor. Hasil penelitian menemukan bahwa permasalahan yang paling banyak dalam pembelajaran online preservice teaching EFL selama pandemi covid 19 adalah kurangnya infrastruktur eksternal seperti koneksi internet yang tidak stabil, data internet yang tidak mencukupi dan kekurangan perangkat
PERAN E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SMKN 3 KUNINGAN: Penelitian Survey
Era digital memberikan dampak pada bidang pendidikan yang dapat mengubah pola pembelajaran tradisional menjadi pola pembelajaran modern. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dapat diterapkan dalam sebuah konsep yang dikenal dengan istilah e-learning. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan e-learning sebagai media pembelajaran daring di SMKN 3 Kuningan yang dapat membantu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survei dan dokumentasi. Jumlah responden pada survei yang dilakukan terdapat 36 responden yang merupakan guru mata pelajaran di SMKN 3 Kuningan. Dari hasil pengolahan data dan analisis diperoleh hasil bahwa sebesar 89% telah menggunakan e-learning secara maksimal oleh para guru dan sebesar 78% guru berpendapat bahwa e-learning telah mumpuni sebagai media pembelajaran interaktif, hal ini dikemukakan berdasarkan dari pengalaman penggunaan. Kelebihan seperti memudahkan guru dalam menyampaikan materi, mudah diakses dimana dan kapan saja, serta dapat melakukan diskusi memlalui fitur yang tersedia menjadi latar belakang peranan e-learning sangat membantu dalam proses pembelajaran
A CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ LISTENING AND WRITING SKILLS: A STUDY AT AN ISLAMIC BOARDING SCHOOL
The study explored the relationship between listening and writing skills of second-grade junior high school students of an Islamic boarding school in Indonesia. This research aimed at: (1) how is the performance of males and females’ listening and writing skills? (2) how is the portrayal of students' listening skills compared to students' writing skills in Islamic boarding schools? and (3) whether there is a correlation between students' listening skills and students' writing skills in Islamic boarding schools? The data was obtained from listening and writing scores. Results showed that r-count > r-table (r-count= 0.8699; r-table= 0.3291). It can be concluded that the student's performance in the listening and writing scores was statistically significantly correlated. However, the significant correlation of listening and writing skills in this study is feasibly valid for the context
THE ROLE OF DIGITAL LEARNING MEDIA IN DISTANCE LEARNING DURING THE PANDEMIC
Digital learning media become the most important tools in distance learning since they can bridge the interaction between the teachers and the students due to their distance. The aim of this paper is to determine the role of digital learning media in distance learning. This study used a descriptive qualitative method to dig the finding by using observation and interview as the instruments. The results showed that teachers’ creativity was needed in operating the learning media during the teaching and learning process to manage their fun English classes. Nonetheless, Teachers also need to be more selective in using the learning media to deliver the material and to assess students’ learning outcomes
ANALISIS KETERBACAAN WACANA BUKU AJAR BAHASA INDONESIA SMP MENGGUNAKAN FORMULA FRY
Penilaian buku ajar cukup penting dilaksanakan sebelum buku ajar tersebut digunakan sebagai alat pembelajaran. Karena buku ajar sebagai wahana penunjang dan pelaksanaan kurikulum, juga sebagai sumber informasi penyebar ilmu atau memasyarakatkan ilmu. Untuk melakukan penilaian terhadap buku ajar, terutama mengukur tingkat keterbacaan wacana, tentu saja guru perlu memiliki kompetensi dan performansi yang memadai di bidang tersebut. Dalam kenyataannya terlihat kesan bahwa konsep keterbacaan belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian orang, termasuk oleh guru bahasa Indonesia. Masalah utama yang akan diteliti adalah Analisis Keterbacaan Wacana Buku Ajar Bahasa Indonesia SMP Menggunakan Formula Fry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Analisis Keterbacaan Wacana Buku Ajar Bahasa Indonesia SMP Menggunakan Formula Fry. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi. Yaitu pengamatan langsung pada data wacana yang akan dijadikan bahan penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah buku ajar yang berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014. Masing-masing diteliti satu buku untuk setiap tingkat. Sampel dalam penelitian ini adalah 9 (sembilan) wacana, diambil tiga wacana setiap tingkat, yaitu di awal, di tengah, dan di akhir buku. Hasil analisis keterbacaan wacana pada wacana kelas VII, menunjukkan bahwa wacana tersebut cocok digunakan untuk siswa kelas 7, Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan (grafik fry) yang jatuh pada wilayah kelas 7. Hasil analisis keterbacaan wacana pada wacana kelas VIII, menunjukkan bahwa 2 teks yang diteliti yaitu teks 4 dan 5 tidak cocok digunakan untuk siswa kelas 8, dan hanya teks 6 saja yang cocok digunakan untuk kelas 8. Hasil analisis keterbacaan wacana pada wacana kelas IX, menunjukkan bahwa teks cocok digunakan untuk siswa kelas 9