Jurnal Ilmiah STKIP Muhammadiyah Bogor
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
Teknologi Pendidikan untuk Mendukung Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
Artikel ini membahas studi kasus tentang pembelajaran di masa pandemi dengan memanfaatkan teknologi pendidikan sebagai pendukung kegiatan di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran daring kemungkinan akan berlanjut dan semakin berkembang meskipun ada kekhawatiran dari berbagai pihak terutama sekolah-sekolah rintisan dalam upayanya mengatasi perubahan pola pembelajaran saat ini. Khususnya sekolah yang memiliki lingkungan geografis pegunungan menyebabkan kurangnya akses internet, serta latar belakang masyarakat yang bervariasi dalam menyikapi pembelajaran secara online. Secara umum masyarakat baik itu guru, siswa maupun orang tua mengakui kondisi belajar pada masa ini buruk, hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat tidak mempunyai pengalaman belajar online. Namun disamping itu studi kasus juga menggambarkan bahwa pihak sekolah memberikan perhatian lebih atas hal ini dengan mengupayakan pengajaran lebih mudah dan menarik bagi siswa, memperhatikan kebutuhan belajar siswa, refleksi siswa dan mempertimbangkan beban kerja para guru. 
GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS ON STUDENTS`WRITING OF APPLICATION LETTER AT 12TH GRADE OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL
This research is qualitative research. The objective of the research is to determine the students' ability in writing application letters and analyzing grammatical error in writing application letters. The subject of the research is twelfth grade students of SMK Pertiwi, located in Cibungbulang-Bogor. The purposive sampling is sample to determine the class that would treatment. Purposive sampling is sampling based on certain considerations such as population characteristics or previously known characteristics. The sample of the research is the twelfth-grade students consisting of 10 students from two classes. The data collecting technique of the research used questionnaire and writing test. The result of the research from the data, the writer described the percentage based on the type of error. First, omission, there were 10 errors of omission that found on the students` writing application letter. The percentage of omission error was 77%. Second, There were 6 errors of misformation. The percentage of misformation error was 46%. Third, addition. There were 4 errors of addition. The percentage of addition error was 31%.. Last, misordering. There were 2 errors of misordering. The percentage of misordering error was 15%. Based on the results that the students still have so many lack of vocabulary, lack of understanding on grammar, they though English was very difficult because it was a foreign language. Students also realized that they still had luck of grammar mastery, and practic
KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI MA MU’ALLIMIEN BOGOR
Rendahnya kebiasaan membaca banyak dijumpai di dunia pendidikan sehingga berpengaruh terhadap kemampuan membaca, khususnya membaca pemahaman. Kenyataan menunjukkan bahwa keberhasilan siswa dalam belajar diukur berdasarkan standar nilai kelulusan yang tinggi. Hal ini menuntut siswa agar memprioritaskan kegiatan membaca dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan. Jika kebiasaan membaca sudah tercipta maka kemampuan membaca pemahamanpun akan tercipta dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan membaca, kemampuan membaca pemahaman dan hubungan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI MA Mu’allimien Leuwiliang Kabupaten Bogor. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis korelasional. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat melalui angket kebiasaan membaca dan tes kemampuan membaca pemahaman. Umumnya siswa kelas XI MA Mu’allimien Leuwiliang Kabupaten Bogor memiliki kebiasaan tingkat tinggi. Begitu pula dengan kemampuan membaca pemahamannya, hampir semua siswa memiliki kemampuan membaca pemahaman tingkat tinggi dan hanya satu orang yang memiliki kemampuan tingkat sedang. Demikian pula dari hasil koefisien korelasi sebesar 0,614. Hasil ini apabila dikonsultasikan pada pedoman kriteria rentang nilai korelasi koefisien terletak antara 0,600 sampai dengan 0,800. Berdasarkan koefisien tersebut terdapat hubungan yang cukup. Dengan demikian, hipotesis alternatif (ha) yang diajukan “diterima” sedangkan hipotesis nol (ho) yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel x dan y “ditolak”. Kesimpulan yang diterima pada penelitian ini adalah bahwa besarnya pengaruh variabel x (kebiasaan membaca) dengan variabel y (kemampuan membaca pemahaman) sebesar 37,69 %. Hal ini mengisyaratkan bahwa ada 63,31 % faktor lain yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas XI MA Mu’allimien Leuwiliang Kabupaten Bogor
ANALISIS SITUASI PEMBELAJARAN MUSIK DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT
Penelitian ini membahas tentang kondisi objektif proses pembelajaran musik di tingkat Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran musik di Sekolah Dasar khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang adalah kesulitan yang dialami oleh guru ketika mengajarkan musik. Hal ini terjadi karena guru yang ada sebagian besar bukan lulusan kesenian, sehingga guru tidak paham dengan materi yang harus diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi kasus terhadap proses pembelajaran musik di tingkatan Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Sumedang. Data ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada Ketua KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) di tiap kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang. Data pendukung lainnya didapatkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dokumen yang berisi data guru SD keseluruhan yang berada di Kabupaten Sumedang, baik negeri maupun swasta. Selanjutnya, data ini dianalisis untuk mengetahui jumlah guru seni yang mempunyai latar belakang dari sekolah atau institusi seni (lulusan seni), dan bagaimana kondisi sebenarnya mengenai pembelajaran seni musik yang dilaksanakan di SD-SD yang ada
Pendidikan Multikultural di Indonesia
Secara etimologi, pendidikan multikultural terdiri dari dua kata kunci, yaitu pendidikan dan multikultural. Pendidikan secara sederhana adalah proses pengembangan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok melalui pengajaran, pelatihan dan pembinaan. Sedangkan multikultural sendiri diartikan sebagai keanekaragaman budaya yang terdiri dari nilai-nilai, keyakinan, dasar asumsi, sikap, dan perilaku yang dimiliki oleh sekelompok orang. Sejak masa perjuangan meraih kemerdekaan dan hingga merdeka pada tahun 1945, para pendahulu bangsa Indonesia menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman yang begitu tinggi. Pada Sumpah Pemuda, disebutkan bahwa meskipun Indonesia sangat beragam, tetapi memiliki satu bangsa, satu tumpah darah dan satu bahasa persatuan; Indonesia. Dari sini pula lahir lah "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti kesatuan dalam keragaman. Tulisan ini merupakan studi pustaka mengenai pelaksanaan pendidikan multikultural di tingkat sekolah dasar dan menengah di beberapa wilayah di Indonesia berdasarkan tujuh penelitian terdahulu. Hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural di Indonesia pada saat ini ditunjukkan beberapa kelemahan dan kekurangan yang berlaku. Peningkatan terintegrasi baik dalam kuantitas dan kualitas multikultural pendidikan masih sangat diperlukan.
Kata Kunci: Pendidikan, Multikultural, Bhineka Tunggal Ik
ANALISIS TUTURAN DEKLARATIF, INTEROGATIF, DAN IMPERATIFPADA FILM “HABIBIE & AINUN 1”
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tuturandeklaratif, interogatif dan imperatif pada film “Habibie & Ainun 1”. Subjek penelitianyang terkandung dalam penelitian ini adalah tuturan antara tokoh utama, yaitu Habibie dan Ainun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode SLBC dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode Trigualisasi yang menggabungkan 3 unsur penting dalam analisis data. Lalu dilakukan SUHC yang berarti Speaker, Uter, Hearer, Conteks yang menjadi elemen penting dalam analisis data. Sehingga akanmendapatkan data analisis yang tajam dan akurat secara data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tuturan adalah salah satu komunikasi verbal yang dilakukan oleh individu. Tuturan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tuturan deklaratif, interogatif, dan imperatif. setiap tuturan memiliki ciri khasnya masing-masing. Peneliti menjadikan film Habibe & Ainun 1 sebagai objek penelitian yang memfokuskan kepada tuturan antara Habibie dan Ainun saja. Dalam film yang berdurasi 2 jam4 menit 56 detik banyak terjadi tindak tutur, baik dari tuturan deklaratif,interogatif atau bahkan imperatif. Tuturan yang terjadi lebih di dominasi oleh tuturan deklaratif dan tuturan imperatif sebagai tuturan yang paling jarang terjadi. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan sebanyak 92 tuturan antara Habibie dan Ainun. Dari banyaknya tuturan yang terjadi antara Habibie dan Ainun, lebih banyak di dominasi oleh tuturan deklaratif yang berjumlah 58 tuturan, lalu tuturan interogatif dengan 30 Tuturan, dan tuturan imperatif hanya ada 4 tutura
PENGEMBANGAN MODUL PADA PERKULIAHAN MODEL PEMBELAJARAN IPA DI SD DENGAN PENDEKATAN TAOMA (THE ACT OF MASTERY AND APPLICATION)
Penelitian yang dilakukan ini adalah pengembangan modul sebagai bahan ajar perkuliahan. Tahapan Pengembangan modul ini mengadopsi model 4D dengan empat tahapan yaitu Define, Design, Develop dan Disseminate. Pengembangan modul perkuliahan ini bertujuan untuk meghasilkan produk berupa modul perkuliahan yang dipadukan dengan pendekatan taoma (the act of mastery and application) atau kegiatan menguasai dan mengaplikasikan. Diharapkan dengan penguasaan materi dan pengaplikasian yang tepat, maka mahasiswa akan dapat dengan mudah menjadi ahli dalam hal penggunaan model pembelajaran IPA. tahapan yang dilakukan dalam pengembangan ini hanya sampai pada tahap develop dan tidak sampai pada tahapan terakhir yaitu diseminate. untuk melihat kelayakan modul yang dikembangkan, dilakukan validasi oleh para ahli dibidang konten/isi, bahasa, penyajian modul/buku ajar. modul yang disusun, kemudian di ujicoba kepada mahasiswa dijurusan PGSD Universitas Djuanda bogor (N=25) yang kemudian mendapat hasil yang positif. Berdasarkan data yang dihasilkan tersebut, maka disimpulkan bahwa modul perkuliahan model pembelajaran IPA di SD yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan
SINERGI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL SADRANAN HUTAN ADAT WONOSADI GUNA MEMPERKUAT SEMANGAT PERSATUAN
Presiden pertama Republik Indonesia mengatakan bahwa, “bangsa Indonesia harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter, karena dengan pembangunan karakter akan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju dan jaya, serta bermartabat”. Dengan demikian pendidikan karakter yang diterapkan dan dijalankan bertujuan untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, serta berjiwa patriotik. Pendidikan karakter dapat dijadikan obat untuk mengatasi masalah sosial yang berkembang dewasa ini. Nilai-nilai etis yang terkandung dalam kearifan lokal pada prosesi Upacara Sadaranan Hutan Adat Wonosadi di Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan nilai kekeluargaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan merupakan salah satu bentuk karakter untuk hidup bersama dalam bingkai keberagaman yang ada Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah kajian pustaka. Diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal tersebut dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran pendidikan karakter khususnya dalam membangun persatuan dan menjaga persatuaan negara republik Indonesia kedepannya
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI 14 KOTA BOGOR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi dan pandangan umum yang menyatakan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) secara mayoritas dianggap membosankan bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) sehingga menurunkan kreativitas pada diri siswa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penggunaan teknologi multimedia dalam meningkatkan kreativitas siswa harus dimaksimalkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana keefektifitasan pembelajaran PAI berbasis multimedia di SMP Negeri 14? Bagaimanakah penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI di kelas? Apakah pembelajaran PAI berbasis multimedia dapat meningkatkan kreativitas siswa?. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian terletak di SMP Negeri 14 Kota Bogor. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penentuan jumlah sampel diambil dari kelas 8 di SMP Negeri 14 kota Bogor, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan sample representatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan data. Hasil olah data penelitian menunjukkan kesimpulan: Terdapat peningkatan kreativitas siswa dengan memaksimalkan penggunaan teknologi multimedia dalam setiap pembelajaran pendidikan agama Islam ditandai dengan perolehan observasi kreativitas siswa dan nilai pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 14 Kota Bogor
ICT ON TEACHING ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE
A gale of change is blowing in the pedagogy of English Language Teaching (ELT) ICT has initiated new possibilities into classroom. The role of the teacher, the nature and the context of learning, as well as the function and relative importance of course cotent have all been challenged and redefined. This research paper aims at sharing practical experiments wth ICT in teaching English language and literature. It deals with the pragmatic aspects of using ICT with the student community of business management and humanities. The extensive use of web 2.0. components, internet, blogs, e-groups, SMSs, emails. Socializing portals, e-dictionaries, e-encyclopedia, power point presentation, webcasting, and audio-video, as teaching tools have been mad in the classroom. The student community was motivated to make use of cyber cafes and GPRS mobiles to interact with the teacher. The paper is divided in two parts. in the first part of the paper deals with the experiments carried out to develop Business English skills. The second part is dedicated in teaching literature, while the third part deals with general inferences of these experiments, its limitations and opportunitie