Jurnal Geografi
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
Model Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Padang
Kota Padang merupakan sebuah kota yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Tercatat daerah-daerah yang berada di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami,hal ini pula yang disinyalir menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan ke arahtimur yang selama ini didominasi oleh penggunaan lahan hutan dan pertanian. Selaras dengan hal tersebut, perkembangan sosial ekonomi telah serta merta akan mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang secara umum dari kawasan alami menjadi kawasan budidaya. Dari hasil identifikasi perubahan penggunaan lahan yang bersumber dari Citra Landsat tahun 1989 – 2016, arah perkembangan kawasan permukiman telah bergeser dari barat ke timur pada lereng yang lebih bergelombang hingga landai. Pergeseran orientasi pembangunan ini perlu mendapat perhatian mengingat kawasan timur Kota Padang merupakan kawasan penyangga dengan status kawasan hutan yang telah ditetapkan sebagai Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi. Perubahan pengunaan lahan paling siknifikan adalah pada Hutan Primer. Luas Hutan Primer pada tahun 2017 dihitung 89,494.65 ha dan di prediksi akan berkurang hingga menjadi 81,519.30 ha tahun 2040. Diikuti oleh pengurangan luas semak alang-alang dan hutan sekunder. Sedangkan perubahan penggunaan lahan kebun campuran memiliki tingkat pertambahan luas yang paling siknifikan, kedua terjadi pada kawasan terbangun dan lahan basah. Sedangkan untuk tubuh air prediksi menunjukkan tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan
Persepsi dan Sikap Masyarakat tentang Perlindungan Hutan di Nagari Kapau Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PERLINDUNGAN HUTAN DI NAGARI KAPAU ALAM PAUH DUO KECAMATAN PAUH DUO KABUPATEN SOLOK SELATAN
Rika Yulita[1], Iswandi U, Rahmanelli 2
Program Studi Pendidikan Geografi,
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Email: [email protected]
Abstra
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat tentang perlindungan hutan di Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan masyarakat Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapau Alam Pauh Duo. Teknik menentukan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) persepsi masyarakat tentang perlindungan hutan dapat kita lihat bahwa masyarakat yang berpendidikan rendah ( Tidak tamat SD-SMA) dan bermata pencaharian sebagai petani berangggapan bahwa hutan itu sebagai mata pencaharian merekae dan sebagian masyarakat yang berpendidikan tinggi (PNS) menganggap bahwa hutan itu harus di jaga dan dilestarikan keberadaannya. (2) Sikap negatif masyarakat tentang perlindungan hutan dapat kita lihat bahwa masyarakat yang berpendidikan rendah ( Tidak tamat SD- SMA) dan bermata pencaharian sebagai petani, perabot kayu/toke kayu masih mengambil kayu-kayu besar yang ada di hutan dan sebagian masyarakat yang yang berpendidikan tinggi ( PNS) masih juga melakukan penyimpangan secara tidak langsung terhadap hutan.
Kata kunci : Persepsi, Sikap, Perlindungan Hutan
Abstra
This study aims to determine the perception and attitude of the community about forest protection in Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Pauh Duo Subdistrict, South Solok Regency. This type of research is qualitative research. The data used to complete this research is primary data. Primary data was obtained from the results of direct interviews with the people of Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Chair of Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapau Alam Pauh Duo. The technique of determining informants by purposive sampling. Data collection techniques in this study use observation, interview, and documentation techniques. Data analysis technique that is by way of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study are: (1) community perception about forest protection can be seen that low educated people (Not finished primary-high school) and livelihood as a farmer assume that forest as their livelihood and some people with high education (PNS) considers that the forest should be guarded and preserved. (2)) Negative public attitudes about forest protection can be seen that low-educated people (not graduating from primary-high school) and livelihood as farmers, wooden furniture / toke woods are still taking large timber in the forest and some highly educated people (PNS) still indirectly deviate from the forest.
Keywords: Perception, Attitude, Forest Protection
[1]Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk wisuda September 2018
2 Dosen Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dengan Pembimbing I Dr. Iswandi U,S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II Dra. Rahmanelli, M.Pd.
 
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DUSUN BOMPON DALAM MENGHADAPI KEMARAU
Tujuan Penelitian ini untuk 1) mengetahui pemanfaatan lahan masyarakat Dusun Bompon di musim kemarau. 2) mengidentifikasi pola tanam masyarakat Dusun Bompon saat musim kemarau. 3) menganalisis strategi pemanfaatan lahan masyarakat Dusun Bompon di musim kemarau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat campuran kuntitatif dan kualitatif menggunakan pendekatan kompleks wilayah yang mana pendekatan ini merupakan integrasi dari pendekatan keruangan dan pendekatan ekologis. Pendekatan keruangan digunakan dalam penentuan lokasi penelitian, yang mana lokasi penelitian dipilih berdasarkan batas administrasi yaitu di Dusun Bompon, Desa Wonogiri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pendekatan ekologis digunakan dalam mengkaji interaksi antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan saat terjadinya kemarau. Pendekatan kuantitatif dipakai untuk menentukan gambaran tentang jenis penggunaan lahan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menentukan variabel tentang pola tanam dan strategi adaptasi masyarakat terhadap kekeringan masyarakat saat terjadinya kemarau. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan 1) Pemanfaatan lahan di Dusun Bompon terdiri atas kawasan permukiman, kawasan pertanian, kawasan perkebunan dan kawasan peternakan. 2) pola tanam masyarakat Dusun Bompon terditri atas pola tanam monokultur, rotasi tanam dan polikultur. Adapun persentase dari masing-masing pola yaitu 27% monokultur, 20% rotasi tanam dan 53% polikultur yang tergolong kedalam jenis tanaman bersisipan. 3) Startegi pemanfaatan lahan masyarakat Dusun Bompon saat musim kemarau dapat di dilakukan dengan memperhatikan syarat perlu (necessary condition) dan syarat cukup (sufficient condotion) bagi setiap komoditi
Pengaruh Kapasitas Tampung Sungai terhadap Ketinggian Banjir Batang Sumani Solok
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui debit banjir maksimum Batang Sumani, (2) Mengetahui debit Batang Sumani, (3) Mengetahui kapasitas tampung Batang Sumani, dan (4) Mengetahui pengaruh kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode rasional yang memanfaatkan data curah hujan, luas DAS dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Debit banjir maksimum Sub DAS Buluh 7,51 m3/s, Sub DAS Lembang 48,01 m3/s, Sub DAS Cupak 55,76 m3/s dan Sub DAS Lubuk Selasih 60,8 m3/s. (2) Debit sungai Sub DAS Buluh 2,98 m3/s, debit sungai Sub DAS Lembang 3,4 m3/s, Debit sungai Sub DAS Cupak 3,36 m3/s dan debit sungai Sub DAS Lubuk Selasih 4,2 m3/s. Total debit Batang Sumani 13,8 m3/s. (3) Kapasitas tampung sungai Sub DAS Buluh 7,46 m3/s, kapasitas Sub DAS Lembang 5,26 m3/s, kapasitas Sub DAS Cupak 5,88 m3/s dan kapasitas Sub DAS Lubuk Selasih 6,96 m3/s. Kapasitas tampung sungai rata-rata Batang Sumani 6,39 m3/s. (4) Kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani memiliki pengaruh negatif sangat kuat. Setiap penambahan 1 m3/s kapasitas tampung sungai, ketinggian banjir akan berkurang 0,634 cm
ANALISIS SPASIAL POTENSI DESA HARAPAN JAYA KECAMATAN WAY RATAI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Sosial dan fisik yang terdapat di Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan teknik analisis secara digital dan deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang diambil dalam penelitian adalah potensi fisik dan sosial wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Harapan Jaya mempunyai potensi sosial yang besar untuk dikembangkan terutama jumlah penduduk, kepadatan, dan jenis pekerjaan, dengan potensi fisik berupa ketinggian wilayah, penggunaan lahan, bentuklahan, jenis tanah, kemiringan lereng, pola aliran dan curah hujan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian, pariwisata, perkebunan, dan perikanan air tawar. Simpulan dalam penelitian ini adalah secara sosial dan fisik Desa Harapan Jaya dapat dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi desa yang mandiri.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Sosial dan fisik yang terdapat di Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan teknik analisis secara digital dan deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang diambil dalam penelitian adalah potensi fisik dan sosial wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Harapan Jaya mempunyai potensi sosial yang besar untuk dikembangkan terutama jumlah penduduk, kepadatan, dan jenis pekerjaan, dengan potensi fisik berupa ketinggian wilayah, penggunaan lahan, bentuklahan, jenis tanah, kemiringan lereng, pola aliran dan curah hujan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian, pariwisata, perkebunan, dan perikanan air tawar. Simpulan dalam penelitian ini adalah secara sosial dan fisik Desa Harapan Jaya dapat dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi desa yang mandiri
INDUSTRI KREATIF DI DUSUN BOMPON DAN DUSUN NGEMPLAK DESA WONOGIRI KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana industri kreatif dan dimana saja letak industri kreatif yang ada di Dusun Bompon dan Dusun Ngemplak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.Untuk mengetahui bagaimana Industi kreatif di Dusun Bompon dan Dusun Ngemplak dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara masyarakat Sedangkan untuk mengetahui letak industri kreatif tersebutdilakukan dengan mengolah letak astronomis, yaitu posis garis bujur dan lintang yang telah dikumpulkan dengan menggunakan GPS Enssensial.Berdasarakna hasil observasi, di Dusun Bompon dan Dusun Ngemplak terdapat 2 sub sektor industri kreatif,yaitu kerajinan ikan pindang dan desain grafis.Kerajinan ikan pindang merupakan salah satu kerajinan bambu sedangkan desain grafis adalah satu media untuk menyampaikan informasi melalui bahasa komunikasi visual dalam wujud dwimatra dan trimatra yang melibatkan kaidah-kaidah estetik. Industri kreatif yang ada pada kedua dusun tersebut masih dalam kategori industri rumah tangga. Sedangkan letak atau lokasi industri kreatif di Dusun Bompon dan Dusun Ngemplak berdasarkan pola sebaran industri memiliki pola persebaran acak dan berdasarkan pola persebaran dan permukiman desa memiliki pola memanjang jalan dan sungai
IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DISEMPADAN BATANG ARAU TAHUN 2005-2015 KOTA PADANG
Abstract
This study aims to: 1) Know the land use in Batang Arau border in 2005-2015 2) Know the changes in land use in Batang Arau border in 2005-2015.
This research is a quantitative research using descriptive approach. Date used Quickbird Image in 2005 and Image SPOT 6 2015. Analysis using overlay method of land use map with the help of ArcGis 10.1 software.
In this research, 1) Land use in river Arau Border in 2005 is dominated by settlement covering 236,639 Ha, mixed plantation covers 100,409 Ha, rice field covers 91,946 Ha and forest is 15,266 Ha. While the dominant land use in 2015 is still the same as the land use in 2005, the settlement covers 250,295 ha, the area of mixedplantation land is increased by 130,096 Ha with the width of rice field decreasing about 43,48 Ha and the forest land area is increasedabout 20,428 Ha. 2)The change of land use are reduce with widespread rice fields -14,412 Ha, while the expansion of land use is a settlement with an area of 22,986 Ha, a forestwith an area of 10,104 Ha, a mixed garden with an area of 17,072 Ha.
Keywords: Land Use, Change, Border Lin
PENGUKURAN EROSI AKTUAL PADA PENGGUNAAN LAHAN TEGALAN DAN KEBUN CAMPURAN STUDI KASUS : DAS BOMPON, KECAMATAN KAJORAN, JAWA TENGAH
DAS Bompon memiliki berbagai penggunaan lahan, diantaranya penggunaan lahan tegalan dan kebun campur. Erosi yang ditemukan pada tegalan dan kebun campur pada DAS Bompon adalah erosi percik dan erosi alur. Erosi percik pada tegalan merupakan sisa percikan hujan pada bulan lalu. Pada kebun campur erosi percik berada pada lereng tengah. Erosi alur pada kebun campuran pada awalnya merupakan tempat aliran air hujan pada lereng atas menuju ke bawah. Pada penggunaan lahan tegalan dan kebun campur di DAS Bompon dilakukan pengujian sifat kimia tanah. Berdasarkan pengujian sifat kimia tanah didapati kandungan kapur pada lahan tegalan zona residual dan zona deposisi (sedikit buih) dan zona erosi (tidak ada buih) sedangkan pada kebun campur zona residual dan zona erosi (sedikit buih) dan zona deposisi (tidak ada buih). Pada penggunaan lahan kebun campur zona residual dan zona erosi (banyak buih) dan zona deposisi (tidak ada buih) kandungan besi dan mangan pada tegalan zona residual (sedikit buih), zona erosi dan zona deposisi (tidak ada buih). Pada penggunaan lahan kebun campur zona residual dan zona erosi (banyak buih) dan zona deposisi (tidak ada buih). Adapun pH aktual dan potensial pada lahan tegalan adalah 5. Tekstur tanah penggunan lahan tegalan pada zona residual dan zona erosi adalah lempung berpasir dan zona deposisi lempung berdebu. Tekstur tanah penggunaan lahan kebun campuran pada zona residual lempung berpasir, zona erosi lempung, zona deposisi lempung berdebu
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI
Abstract: This research aimed to: improve the learning activities, and learning outcomes at class VII-1 of SMPN 1 Sungkai Selatan. This research used descriptive method with classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were 36 students from class VII-1 which consist of 20 female students and 16 male students. The data that taken were the result of the end of the cycle and the observation of learning activities and learning outcomes. The result of this research showed that in first cycle, students learning activities reach 52,78% and where as the results of learning outcomes completeness reached 44,44%. In the second cycle students learning activities increased into 64,58%, and the learning outcomes completeness also increased to 52,78%. In the third cycle which one to be the result of this research showed, students learning activities increased to 75,69%, the percentage of learning outcomes completeness also increased to 80,55%. Based on those result, it can be concluded that teaching through media animation can improve the learning activities, and learning outcomes IPS.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan media animasi untuk meningkatkan aktivitas, dan hasil belajar IPS peserta didik kelas VII-1 SMPN 1 Sungkai Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah 36 peserta didik dari kelas VII-1 yang terdiri dari 20 peserta didik perempuan dan 16 peserta didik laki-laki. Data yang diambil berupa hasil tes akhir siklus dan hasil observasi aktivitas dan belajar Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, aktivitas belajar peserta didik mencapai 52,78% dan ketuntasan hasil belajar mencapai 44,44%. Pada siklus II aktivitas belajar peserta didik meningkat menjadi 64,58 % dan ketuntasan hasil belajar juga meningkat menjadi 52,78%. Pada siklus III yang sekaligus menjadi hasil dalam penelitian ini, aktivitas belajar peserta didik meningkat menjadi 75,69% dan persentase ketuntasan hasil belajar juga ikut meningkat menjadi 80,55%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media animasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IP
Dampak Keberadaan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Terhadap Perubahan Pemanfaatan Lahn di Wilayah Sekitarnya
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan. (2) mengidentifikasi perubahan fungsi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak keberadaan kampus terhadap perubahan pemanfaatan lahan (1) berubah sawah menjadi permukiman seluas 6,28 ha atau 39,6% (2)berubah semak belukar menjadi permukiman seluas 0,09 ha atau 0,58% (3) berubah tegalan menjadi permukiman seluas 1,56 ha atau 9,84% (4) perubahan fungsi bangunan yang terjadi sebesar 7,69% rumah tinggal berubah fungsi menjadi rumh kost/kontrakan ataupun menjadi fungsi perdagangan dan fungsi lainnya(5) 58,4% bangunan yang berdiri disekitar kampus difungsikn untuk penyediaan kebutuhan kampus