Jurnal Geografi
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
KLASIFIKASI KUALITAS PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DI KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI
ABSTRACT
The purpose of this research are (1) describe the quality parameters of settlement, (2) analyze the distribution of quality of settlements, (3) test the accuracy of interpretation Quickbird. Methods used for the quality of settlements is scoring and overlay. Accuracy of interpretation used confusion matrix method. Based on research result show that (1) the quality parameter of the settlements is the density of the settlements has a medium quality of 120 Ha, the pattern of the building layout has a bad quality of 182 Ha, tree protective settlement has a bad quality of 233 Ha, the road width has bad quality the extent of 207 Ha, the condition of residential road has good quality which is 204 Ha, and the residential location variable has medium quality which is 91 Ha. (2) the distribution of settlement quality in the subdistric Mandiangin Koto Selayan for the medium quality of settlements are having an area of 125 Ha, the quality of bad settlements has an area of 118 Ha. The medium quality of the settlements is the most in the village Kubu Gulai Bancah while the bad quality is the most in the village Campago Guguak Bulek. (3) test image accuracy using confution matrix produce accuracy of image that is 94,73%.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan parameter kualitas permukiman (2) menganalisis persebaran kualitas permukiman di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, (3) menguji tingkat ketelitian interpretasi Citra Quickbird. Metode yang digunakan untuk kualitas permukiman yaitu metode pengharkatan (scoring) dan tumpang susun (overlay). Uji ketelitian citra menggunakan metode confution matrix. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) parameter kualitas permukiman yaitu kepadatan permukiman memiliki kualitas sedang yang luasnya 120 Ha, pola tata letak bangunan memiliki kualitas buruk yang luasnya 182 Ha, pohon pelindung permukiman memiliki kualitas buruk yang luasnya 233 Ha, lebar jalan memiliki kualitas buruk yang luasnya 207 Ha, kondisi jalan permukiman memiliki kualitas baik yang luasnya 204 Ha, dan variabel lokasi permukiman memiliki kualitas sedang yang luasnya 91 Ha, (2) persebaran kualitas pesmukiman di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan untuk kualitas permukiman sedang memiliki luas 125 Ha, kualitas permukiman buruk memiliki luas 118 Ha. Kualitas permukiman sedang paling banyak di Kelurahan Kubu Gulai Bancah sedangkan kualitas permukiman buruk paling banyak di Kelurahan Campago Guguak Bulek, (3) uji ketelitian citra menggunakan confusion matrix menghasilkan nilai akurasi ketelitian citra yaitu 94,73 %
PENGUKURAN MORFOMETRI LONGSOR DI SUB DAS BOMPON MAGELANG JAWA TENGAH
This study aims to: 1) Know the morphometric characteristics of each type of avalanche in the Bompon sub-watershed 2) Find out the forms of conservation carried out on avalanches in the Bompon sub-watershed. Research carried out by means of field observations, therefore the data in this study are primary data where direct observations in the field. In general, data collection through three stages, namely field orientation, determining the location of observation and retrieval of data at a predetermined location. The results showed that generally the lands experiencing landslides were still lacking in conservation measures, then at the second point there were terraces, while land use was still used as mixed gardens except for the third landslide point intended for settlements with plant species such as trees teak, sengon, pineapple, bamboo, banana, cocoa and coffee, for this type of landslide, the average is rotational
Strategi Bertahan Hidup Petani Penggarap Padi Sawah di Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pendapatan petani penggarap padi sawah dan strategi bertahan hidup petani penggarap padi sawah di Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method. Rata-rata pendapatan keluarga petani penggarap padi sawah sebesar Rp.1.100.000 – 5.000.000 per panen. Wilayah yang memiliki rata-rata pendapatan terendah yaitu Jorong Gasan Ketek sebesar Rp.4.160.000. dengan rata-rata pengeluaran keluarga petani penggarap padi sawah sebesar Rp. 15.100.000 – Rp. 20.000.000. Dan strategi bertahan hidup keluarga petani penggarap di Nagari Tiku Selatan yaitu menggunakan strategi aktif, pasif dan jaringan.
Kata Kunci : Pendapatan dan Strategi Bertahan Hidup
Abstract
The aim of this research is to see the income of rice farmer and the survival strategy of rice farmer in Nagari Tiku Selatan, Tanjung Mutiara Sub-district, Agam District. This type of research uses the type of research mixed method. The average income of the farmer's family of paddy rice is Rp.1.100.000 - 5,000,000 per harvest. The region that has the lowest average income is Jorong Gasan Ketek amounting to Rp.4,160,000. with an average family expenditure of rice farmers of Rp. 15,100,000 - Rp. 20,000,000. And the survival strategy of smallholder farming families in Nagari Tiku Selatan is to use active, passive and network strategies.
Keywords: Income and Survival Strateg
PEMETAAN KARAKTERISTIK MATAAIR SAAT MUSIM KEMARAU DI SUB DAS BOMPON, KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikmataair saat musim kemarau di Sub Das Bompon.Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus untuk mengetahui karakteristik dan kualitas mataair.Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif, statistik parametrik, dan komparatif.Hasil penelitian diketahui bahwa tipe mataairtergolong dalam mataair depresi.Semua mataair ini masih aktif dan bersifat perennial yang mengalir tetap saat musim kemarau.Berdasarkan Baku Mutu air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492 Tahun 2010, ketiga mata air tersebut tidak memenuhi standar mutu air yang layakPenggunaan dan pemanfaatan air pada ketiga sumber mata air tersebut lebih digunakan untuk MCK, pengairan sawah penduduk, serta digunakan untuk pengairan kolam ikan
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK PEMETAAN EKOSISTEM MANGROVE DI KOTA PADANG
Pemetaan ekosistem hutan mangrove selama ini banyak dilakukan secara terestrial dan belum banyak memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Kelemahan metode terestrial untuk pemetaan ekosistem hutan mangrove bila dibandingkan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh adalah lebih baik dari segi waktu, biaya dan tenaga, sementara kelebihan secara terestrial adalah tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana data penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam memetakan ekosistem hutan mangrove dan juga menghitung luasan dan persebarannya di wilayah administrasi Kota Padang Sumatra Barat. Uji akurasi dilakukan untuk proses reinterpretasi dan perbaikan, sehingga dapat diketahui tingkat akurasi dari citra LANDSAT 8 yang digunakan dalam penelitian ini.
Komposit 563 dan 567 pada citra Landsat 8 dianggap dapat menonjolkan aspek perbedaan hutan mangrove dengan hutan non-mangrove, Pantulan spektrak ekosistem mangrove berbeda dengan vegetasi non-mangrove, sehingga secara visual dan digital cukup mudah membedakan antara vegetasi mangrove dan vegetasi non-mangrove.
Hasil interpretasi citra Landsat 8 dan uji lapangan, diketahui ekosistem mangrove di wilayah Kota Padang hanya terdapat pada Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan tidak tumbuh pada Kecamatan lain. Luas ekosistem mangrove seluas 84 Hektar
KAJIAN BIOMASSA POHON PADA LONGSOR AKTIF DI BAGIAN HILIR DAS BOMPON MAGELANG JAWA TENGAH
Biomass is the total amount of living material on the surface of a tree and expressed in units of tons of dry weight per unit area (Brown (1997) in Sutaryo (2009)). The area in the Bompon watershed has a high vegetation density which has a role as a source of daily, monthly, seasonal and annual income for the community. The purpose of this study was to determine the total aboveground biomass in a tree and its effect on avalanches in the Bompon watershed. The method used in this study is the calculation of biomass is a non-harvest sampling method. The calculated biomass of trees is biomass on the surface covering parts of the tree such as: branch branches, and leaves. The allometric approach uses the biomass equation that has been developed before, so that in this activity only the diameter (dbh) and tree height results of the inventory (Land Range Research Group, 2016) are needed. The results showed that in the downstream part of the Bompon watershed it was categorized as an active landslide with a type of landslide namely slide. The location consists of two parts, namely the top of the hill and the middle slope with the use of mixed garden land. The recapitulation conducted shows that there are 143 trees. Calculation of the biomass analyzed at the top of the hill and the middle slope was 231.8488 kg at the top of the hill and 995.9895 kg at the middle slope.Biomass is the total amount of living material on the surface of a tree and expressed in units of tons of dry weight per unit area (Brown (1997) in Sutaryo (2009)). The area in the Bompon watershed has a high vegetation density which has a role as a source of daily, monthly, seasonal and annual income for the community. The purpose of this study was to determine the total aboveground biomass in a tree and its effect on avalanches in the Bompon watershed. The method used in this study is the calculation of biomass is a non-harvest sampling method. The calculated biomass of trees is biomass on the surface covering parts of the tree such as: branch branches, and leaves. The allometric approach uses the biomass equation that has been developed before, so that in this activity only the diameter (dbh) and tree height results of the inventory (Land Range Research Group, 2016) are needed. The results showed that in the downstream part of the Bompon watershed it was categorized as an active landslide with a type of landslide namely slide. The location consists of two parts, namely the top of the hill and the middle slope with the use of mixed garden land. The recapitulation conducted shows that there are 143 trees. Calculation of the biomass analyzed at the top of the hill and the middle slope was 231.8488 kg at the top of the hill and 995.9895 kg at the middle slope
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 GUNUNG TULEH KABUPATEN PASAMAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script pada mata pelajaran IPS di kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data adalah lembar observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 tahun pembelajaran 2016-2017 berjumlah 24 orang. Teknik analisis data secara deskriptif Kuantitatif. Tindakan dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus memiliki empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Hasil Penelitian meliputi: (1) Pada Siklus pertama rata-rata aktivitas belajar siswa dari keempat komponen yang diteliti diperoleh data sebesar 36,4% (kategori kurang) pada siklus kedua rata-rata aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 64,6% (kategori baik). terjadi peningkatan sebesar 28,2%. (2) Pada siklus pertama aktivitas belajar tertinggi terdapat pada aspek menjawab, sedangkan aktivitas belajar terendah terdapat pada aspek bertanya dengan. Pada siklus kedua aktivitas belajar tertinggi masih terdapat pada aspek, dan aktivitas belajar terendah juga pada aspek bertanya. (3) Hipotesis yang diajukan tentang peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilakukan melalui model Cooperative Script pada mata pelajaran IPS Di Kelas VIII.1 semester Juli-Desember 2016 SMP Negeri 1 Gunung Tuleh dapat diterima.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script pada mata pelajaran IPS di kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data adalah lembar observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 tahun pembelajaran 2016-2017 berjumlah 24 orang. Teknik analisis data secara deskriptif Kuantitatif. Tindakan dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus memiliki empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Hasil Penelitian meliputi: (1) Pada Siklus pertama rata-rata aktivitas belajar siswa dari keempat komponen yang diteliti diperoleh data sebesar 36,4% (kategori kurang) pada siklus kedua rata-rata aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 64,6% (kategori baik). terjadi peningkatan sebesar 28,2%. (2) Pada siklus pertama aktivitas belajar tertinggi terdapat pada aspek menjawab, sedangkan aktivitas belajar terendah terdapat pada aspek bertanya dengan. Pada siklus kedua aktivitas belajar tertinggi masih terdapat pada aspek, dan aktivitas belajar terendah juga pada aspek bertanya. (3) Hipotesis yang diajukan tentang peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilakukan melalui model Cooperative Script pada mata pelajaran IPS Di Kelas VIII.1 semester Juli-Desember 2016 SMP Negeri 1 Gunung Tuleh dapat diterima
KEHIDUPAN SOSIAL PENAMBANG EMAS DI KELURAHAN PASAR HILIR KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas tentang Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ditinjau dari: 1) hubungan kekerabatan masyarakat penambang emas, 2) cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat, 3) cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat, 4) kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas. Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki profesi sebagai penambang emas di Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan. Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Random Sampling yakni pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Pengumpulan data menggunakan angket terbimbing, Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Likerts Summated Rating (LSR), dengan menggunakan 5 (lima) kategori jawaban setiap jawaban responden menggunakan interval 1 sampai dengan 5.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sebagai berikut: 1) Hubungan kekerabatan masyarakat penambang emasdalam kategori baik dengan skor 1890, 2) Cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1442, 3) Cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1434, 4) Kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas dikategorikan baik dengan skor rata-rata 841.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas tentang Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ditinjau dari: 1) hubungan kekerabatan masyarakat penambang emas, 2) cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat, 3) cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat, 4) kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas. Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki profesi sebagai penambang emas di Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan. Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Random Sampling yakni pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Pengumpulan data menggunakan angket terbimbing, Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Likerts Summated Rating (LSR), dengan menggunakan 5 (lima) kategori jawaban setiap jawaban responden menggunakan interval 1 sampai dengan 5.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sebagai berikut: 1) Hubungan kekerabatan masyarakat penambang emasdalam kategori baik dengan skor 1890, 2) Cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1442, 3) Cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1434, 4) Kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas dikategorikan baik dengan skor rata-rata 841
PRIORITAS PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI KOTA PADANG, PROVINSI SUMATERA BARAT
Indonesia merupakan salah negara yang memiliki potensi pengembangan objek wisata pantai. Jumlah kunjungan baik wisata domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pengembangan objek wisata pantai di Kota Padang. Prioritas pengembangan objek wisata ditentukan berdasarkan kesesuaian lahan dan indeks potensi pengembangan objek wisata. Kesesuaian lahan untuk kawasan objek wisata pantai menggunakan delapan indikator, yaitu: kecerahan perairan, tipe pantai, kedalaman pantai, substrat, kecepatan arus, tutupan karang hidup, rawan bencana, dan aksesbilitas. Indeks potensi pengembangan objek wisata pantai menggunakan lima kriteria, yaitu: penerimaan masyarakat, sarana dan prasarana penunjang, aktraksi budaya, dungan industri, dan dukungan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan objek wisata pantai Muaro Lasak merupakan kawasan prioritas utama pengembangan objek wisata pantai di Kota Padang, sedangkan objek wisata pantai Muaro Anai merupakan sebagai prioritas paling rendah.Indonesia merupakan salah negara yang memiliki potensi pengembangan objek wisata pantai. Jumlah kunjungan baik wisata domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pengembangan objek wisata pantai di Kota Padang. Prioritas pengembangan objek wisata ditentukan berdasarkan kesesuaian lahan dan indeks potensi pengembangan objek wisata. Kesesuaian lahan untuk kawasan objek wisata pantai menggunakan delapan indikator, yaitu: kecerahan perairan, tipe pantai, kedalaman pantai, substrat, kecepatan arus, tutupan karang hidup, rawan bencana, dan aksesbilitas. Indeks potensi pengembangan objek wisata pantai menggunakan lima kriteria, yaitu: penerimaan masyarakat, sarana dan prasarana penunjang, aktraksi budaya, dungan industri, dan dukungan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan objek wisata pantai Muaro Lasak merupakan kawasan prioritas utama pengembangan objek wisata pantai di Kota Padang, sedangkan objek wisata pantai Muaro Anai merupakan sebagai prioritas paling rendah
TINGKAT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASYARAKAT DI PESISIR PANTAI SASAK PASAMAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku masyarakat dalam rangka hidup bersih dan sehat di Pesisir Pantai Sasak Pasaman Barat. Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan kebersihan lingkungan merupakan hal utama. Agama juga sangat menganjurkan kita untuk hidup bersih, dengan pesan Kebersihan adalah Sebagian dari Iman. Pesan tersebut menuntut kita bersih lahir dan batin. Perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui binaan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan explanatory research. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan untuk 1 tahap yakni dilakukan pada tahun 2016 yang memetakan dan menganalisis tingkatan PHBS. Dari hasil penelitian diperoleh PHBS di Nagari Sasak Pasaman Barat pada umumnya termasuk kategori Sehat II yang terdiri dari Jorong Pondok, Pasa Lamo, Padang Jaya Maligi, Pantai Indah Maligi dan Padang Indah Maligi. Sedangkan Sehat III terdapat pada jorong Suka Jadi Maligi dan Suka Indah Maligi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan Tidak Sehat, Sehat I dan Sehat IVPenelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku masyarakat dalam rangka hidup bersih dan sehat di Pesisir Pantai Sasak Pasaman Barat. Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan kebersihan lingkungan merupakan hal utama. Agama juga sangat menganjurkan kita untuk hidup bersih, dengan pesan Kebersihan adalah Sebagian dari Iman. Pesan tersebut menuntut kita bersih lahir dan batin. Perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui binaan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan explanatory research. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan untuk 1 tahap yakni dilakukan pada tahun 2016 yang memetakan dan menganalisis tingkatan PHBS. Dari hasil penelitian diperoleh PHBS di Nagari Sasak Pasaman Barat pada umumnya termasuk kategori Sehat II yang terdiri dari Jorong Pondok, Pasa Lamo, Padang Jaya Maligi, Pantai Indah Maligi dan Padang Indah Maligi. Sedangkan Sehat III terdapat pada jorong Suka Jadi Maligi dan Suka Indah Maligi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan Tidak Sehat, Sehat I dan Sehat I