Jurnal Geografi
Not a member yet
    191 research outputs found

    PENGARUH PERSEPSI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR EKSPLORATIF PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM PESERTA DIDIK TINGKAT SMP DI KOTA LANGSA PROVINSI ACEH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi belajar terhadap kemampuan berpikir eksploratif lalu merumuskan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan sampel sebanyak 70 peserta didik SMP Negeri di Kota Langsa. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier dan uji-t (partial test) dengan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa R2 = 0,023 (2,3%) dengan nilai signifikansi uji-t = 0,207. Nilai tersebut mengindikasikan persepsi belajar berpengaruh terhadap kemampuan berpikir eksploratif sebesar 2,3%. Namun hasil uji-t menunjukkan bahwa persepsi belajar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir eksploratif peserta didik (0,207>0,05). Berdasarkan hasil tersebut, peneliti merekomendasikan agar kemampuan berpikir eksploratif dapat dikaji lebih mendalam dengan berbagai variabel lain yang berkaitan sehingga guru dapat merumuskan strategi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan tersebut.This study aims to examine the effect of learning perceptions on explorative thinking skills and then formulate appropriate learning strategies to improve these thinking abilities. This study is a survey research with a sample of 70 State Junior High School students in Langsa City. The sampling technique used is a stratified random sampling. Data analysis was performed using a linear regression test and a t-test (partial test) with the application of IBM SPSS 25. The results showed that R2 = 0.023 (2.3%) with significance  value of t-test = 0.207. This value indicates the perception of learning affect the ability of explorative thinking by 2,3%. But the results of the t-test showed that the perception of learning did not significantly influence the students' explorative thinking ability (0,207> 0,05). Based on these results, the researcher recommends that the ability to think exploratively can be studied more deeply with various other related variables so that the teacher can formulate the right strategy to develop these abilitie

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 1 INDRALAYA

    Full text link
    This study aims to uncover factors that inhibit teachers in the implementation of class X geography learning in 1 Senior High School of Indralaya. This study uses a qualitative approach. The object of this research is class X geography learning at 1 Senior High School of Indralaya The subjects of this study were the Principal, geography teacher, and class X students of SMA Negeri 1 Indralaya. Data collection is done by interview, observation and documentation. Data analysis techniques used are a) data reduction, b) data presentation, and c) conclusion making. Test the validity of the data using triangulation techniques. based on the results of the study found three main factors that become obstacles in the implementation of geography learning in class X SMA Negeri 1 Indralaya namely; 1) teacher factor, 2) infrastructure facilities factor, and 3) learning process factor. Furthermore, from the results of the study found, that the efforts made by teachers to overcome the problem of learning there has not been a significant impact on improving the quality of learning geography in class X SMA Negeri 1 Indralaya Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor faktor yang menjadi penghambat guru dalam pelaksanaan pembelajaran geografi kelas X SMA Negeri 1 Indralaya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah pembelajaran geografi kelas X SMA Negeri 1 Indralaya. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru geografi, dan siswa-siswi kelas X SMA Negeri 1 Indralaya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah a) reduksi data, b) penyajian data, dan c) pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi.  berdasarkan hasil penelitian ditemui tiga faktor utama yang menjadi penghambat dalam pelaksaan pembelajaran geografi pada kelas X SMA Negeri 1 Indralaya yakni; 1) faktor guru, 2) faktor sarana prasarana, dan 3) faktor proses pembelajaran. Selanjutnya dari hasil penelitian ditemui, bahwa upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan pembelajaran belum ada dampak yang siknifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran geografi pada kelas X SMA Negeri 1 Indralaya.   Kata kunci: Proses pembelajaran, faktor penghambat, pembelajaran geografi &nbsp

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TOUR BUILDER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LONG IKIS

    Full text link
    Pembelajaran yang efektif dapat memberdayakan siswa dalam proses belajar mengajar, salah satunya pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbasis proyek dengan media tour builder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Long Ikis dan pengaruh model discovery learning berbasis proyek dengan media tour builder. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode quasi experimental design. Berdasarkan hasil penelitian kelas eksperimen diperoleh rata-rata nilai pre test 62,7 dan nilai post test 71,4 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai pre test 61,3 dan nilai post test 65,5. Hasil analisis data pengujian Independent Sample T-test data pretest dan posttest menunjukkan nilai signifikan 0,000 yang berarti < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sehingga adan pengaruh pada hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Long Ikis setelah menggunakan model discovery learning berbasis proyek dengan menggunakan media tour builder pada mata pelajaran geografi. Sebagai pengajar hendaknya menjadikan model discovery learning berbasis proyek dengan media tour builder ini sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang bisa digunakan di kelas sesuai dengan topik dan konten pembelajaran tertentu yang relevan guna meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi.Effective learning can empower students in the teaching and learning process, one of them is learning by using a project-based discovery learning model with a media tour builder. This study aims to determine the learning outcomes of class XI students of SMA Negeri 1 Long Ikis and the effect of the project-based discovery learning model with a media tour builder. This type of research is quantitative with a quasi experimental design method. Based on the experimental class research results obtained an average pre-test value of 62.7 and post-test score of 71.4 while in the control class the value of pre-test was 61.3 and post-test value of 65.5. The results of the analysis of the Independent Sample T-test data test pretest and posttest data showed a significant value of 0,000 which means <0.05. This shows that Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there were differences in learning outcomes in the experimental class and in the control class so that there was an influence on the learning outcomes of SMA Negeri 1 Long Ikis students after using a project-based discovery learning model using media tour builder in geography subjects. As instructors should make the project-based discovery learning model with this media builder tour as an alternative learning model that can be used in class according to specific topics and relevant learning content in order to improve student learning outcomes in geography subjects

    PENENTUAN DAERAH PRIORITAS BANTUAN SOSIAL COVID-19 MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KOTA BANDUNG

    Full text link
    Pandemi Covid-19 merebak hingga ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Dengan adanya pandemi ini perekonomian akan mengalami penurunan karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang secara otomatis membatasi aktifitas masyarakat dan memberhentikan kegiatan mencari nafkah. Beruntngnya Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Sosial No. 54/HUK/2020 memberikan jaring pengaman sosial seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) per keluarga. Kebijakan ini sangatlah baik, jika dalam implementasinya dapat sesuai dengan sasaran penerima. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah yang menjadi prioritas bantuan sosial Covid-19, agar dapat diketahui wilayah mana saja yang berhak mendapatkan bantuan. Populasi yang dijadikan penelitian ini yaitu seluruh kawasan di Kota Bandung, termasuk semua Kecamatan didalamnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan cara Penginderaan Jauh (PJ) dan data sekunder yang didapat dari internet. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menumpang-tindihkan beberapa peta parameter untuk mendapatkan hasil peta prioritas bantuan sosial Covid-19. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, tedapat beberapa Kecamatan yang lebih diprioritaskan untuk mendapat bantuan sosial, yaitu berada di kawasan Kota Bandung Bagian Barat. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pelaksana pembagian bantuan sosial Covid-19, sehingga dapat meminimalisir kesalahsasaran penerima bantuan sosial

    KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DATARAN DAN PERBUKITAN

    Full text link
    The research took three villages in Kulon Progo Regency which have different physiography, Kalirejo Village as hilly areas, Tayuban and Pleret Village as plains. The research employs survey methods, which take samples from a population and apply questionnaires as a primary mean of collecting the data. The research showed (1) there is significant difference of settlement environment quality between plain and hills territory. The plain territories have a better quality than hills territories in settlement environment quality. (2) The dominant factor corresponding to settlement environment quality is slope factor. The meaning of this, a settlement environment with plain slope (plain territory) has a better settlement environment quality than settlement environment with steep slope (hills territory). (3) Slope, groundwater level, and the level of family income have a significant correlation with the settlement environment quality.Penelitian dilakukan di tiga desa Kabupaten Kulon Progo yang memiliki fisiografi berbeda yaitu Desa Kalirejo sebagai daerah perbukitan, Desa Tayuban dan Desa Pleret sebagai dataran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan kualitas lingkungan permukiman yang signifikan antara wilayah dataran dan perbukitan. Wilayah dataran memiliki kualitas yang lebih baik daripada wilayah perbukitan dalam kualitas lingkungan permukiman. (2) Faktor dominan yang berhubungan dengan kualitas lingkungan permukiman adalah faktor kemiringan. Artinya, lingkungan permukiman dengan kemiringan dataran (dataran rendah) memiliki kualitas lingkungan permukiman yang lebih baik daripada lingkungan permukiman dengan lereng yang curam (kawasan perbukitan). (3) Kemiringan lereng, muka air tanah, dan tingkat pendapatan keluarga mempunyai hubungan yang signifikan dengan kualitas lingkungan permukiman

    ANALISIS SPASIAL SEKOLAH DASAR DI KOTA PARIAMAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran Sekolah Dasar di Kota Pariaman, mengetahui jarak rata-rata antara permukiman dengan Sekolah Dasar di Kota Pariaman, dan mengetahui aksesibilitas Sekolah Dasar di Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan analisis spasial yaitu analisis tetangga terdekat, analisis jarak dan analisis tumpang susun beberapa data spasial. analisis tersebut membutuhkan data titik kordinat yang dikumpulkan dengan survey langsung ke lapangan dan data statistik yang di gambarkan dalam bentuk data spasial. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa persebaran sekolah dasar di Kota Pariaman terdiri dari dua jenis yaitu menyebar secara merata dan tidak beraturan acak. Berdasarkan analisis jarak wilayah tangkapan sekolah dasar pada setiap sekolah di masing-masing kecamatan terluas di kecamatan Pariaman Selatan yaitu 1,2 km2, dan terkecil adalah di kecamatan Pariaman Tengah yaitu 0,63 km2

    PEMETAAN KAWASAN KUMUH DAN SQUATTER AREA DI KOTA PADANG

    Full text link
    The increasing rate of population growth in urban areas has an impact on environmental imbalances, especially related to the expansion of residential areas. The purpose of this study was to identify slum areas and illegal / wild areas (squatter areas) based on indicators and parameters for each region. This type of research is descriptive quantitative research with population is all sub-districts in Padang City with total sampling. Slum area and squat mapping results in Padang city area are scattered in 7 villages in 5 sub-districts. Dadok Tunggul Hitam Koto Tangah Subdistrict Typology of slum areas Urban slums, Purus Padang Barat sub-district typology of downtown slums, Alai Parak Kopi District of North Padang typology of slums off the railroad tracks, Opposite of Palinggam typology of slums of Suburbs, Batang Arau slums typology River Suburb, Pasa Gadang Subdistrict of Padang Selatan typology of slum area of the Suburb, Sawahan Timur Padang Timur Subdistrict typology of slum area Railroad

    PELAYANAN SANITASI KABUPATEN-KABUPATEN DI PROVINSI SUMATERA BARAT

    Full text link
    Menurut World Health Organisation (WHO), tahun 2017 Indonesia menempati peringkat ketiga negara yang memiliki sanitasi terburuk/tidak di bawah  India dan Tiongkok. Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengetahui tingkat pelayanan sanitasi  kabupaten di Sumatera Barat dan mengetahui kecenderungan pelayanan sanitasi  dengan IPM kabupaten di Sumatera Barat.  Data diperoleh dari Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum [Satker PKPAM ] Sumatera Barat 2016 dan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota [SSK] Sumatera Barat 2016 serta Badan Pusat Statistik [BPS] 2018. Metoda analisis data mengunakan deskriptif kuantitatif, sidik gerombol (cluster analisis) dan korelasi Pearson.  Hasil analisis data menunjukan  lima kabupaten memiliki persentase kepala keluarga yang mendapat akses air minum aman dibawah rata-rata kabupaten (71.04%), enam kabupaten memiliki persentase kepala keluarga yang buang air besar sembarangan (BABS) di atas rata-rata kabupaten (42.52%), tiga  kabupaten memiliki persentase kepala keluarga mendapat pelayanan sampah di atas rata-rata kabupaten (5.63 %), Analysis cluster menghasilkan 3 kelompok kabupaten. Hanya korelasi antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan persentase kepala keluarga yang mendapat akses air minum aman, dengan persentase area beresiko sangat tinggi drainase, dan area beresiko tinggi drainase yang signifikan masing –masing sebesar 0.707, -559 dan -0.614. &nbsp

    ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK DAN UPAH TERHADAP PENAWARAN TENAGA KERJA DI INDONESIA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk dan upah terhadap penawaran tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data cross section tahun 2017 di 34provinsi di Indonesia. Analisis ini menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) jumlah penduduk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran tenaga kerja di Indonesia. (2) upah mempunyai pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap penawaran tenaga kerja di Indonesia. Secara bersama- sama jumlah penduduk dan upah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penawaran tenaga kerja di Indonesia

    PENGOLAHAN BIJI KAKAO MENJADI POWDER DAN PASTA DALAM RANGKA MENUMBUHKAN WIRAUSAHA BARU DI KANAGARIAN CUBADAK KECAMATAN LIMO KAUM KABUPATEN TANAH DATAR

    Full text link
    Dalam rangka menambah wawasan dan kreatifitas masyarakat khususnya bagi ibu rumah tangga petani kakao melalui metode penyampaian materi dan cara pengolahan biji kakao secara teknis diharapkan ibu rumah tangga dapat memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saran nantinya adalah petani kakao ini bisa menciptakan kreatifitas dari pengolahan dari biji kakao dan dapat dipasarkan khususnya di Kabupaten Tanah Datar. Dan juga disarankan agar petani di jorong Ampaleh ini dapat menjadikan pusat sebagai sentra tanaman kakao di Sumatera Barat serta bisa memiliki pabrik pengolahan cokelat sendiri, karena pengoperasian pabrik cokelat juga bisa mengurangi biaya pengeluaran petani dalam menjual hasil panennya lebih baik. Untuk mengatasi permasalahan lapangan yang terjadi pada masyarakat  Rumah Tangga Petani kakao di Kabupaten Tanah Datar, maka dalam program ini diberikan Pelatihan Pengolahan Produk Biji Kakao Melalui Pengembangan Produk Hilir di Kabupaten Tanah Datar oleh  beberapa orang instruktur dalam bentuk ceramah, simulasi proses pengolahan biji kakao menjadi produk hilir. Dan kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan tentang potensi  pasar hilirisasi produk kakao, diharapkan mampu adanya peningkatan nilai tambah produksi, dapat melakukan pengembangan produk biji kakao, mampu melakukan pengemasan produk dan pemasaran produk dan mampu melakukan proses pengolahan biji kakao menjadi produk jadi

    167

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇