Jurnal Geografi
Not a member yet
    191 research outputs found

    EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN DAERAH RUMPIN DAN SEKITARNYA, KAB. BOGOR, JAWA BARAT

    Full text link
    Rumpin sub-district is an area in the northwest part of the capital city of Jakarta which is included in the division of West Bogor Regency. The potential and resources possessed are the main reasons for the new city development plan to be carried out in the region. This study aims to provide information related to regional development planning based on environmental geology. The research method is taking geological, hydrological, disaster and current land use data as well as collecting secondary data obtained from data guardians or related agencies to support the data with the final result in the form of recommendation maps and evaluation of land use in the research area carried out by scoring. quantitatively and assessment of overlapping (overlay) SKL maps using mapping software. The results showed that the study area had a moderate-good soil bearing capacity, a poor grade of sandy soil, three classes of slopes, namely flat-sloping (0-15%), moderately steep (15-25%) and steep-very steep (> 25%). Based on the availability and productivity of aquifers, they are divided into two units, namely local, medium-production aquifers and areas of scarce groundwater. The disaster factor is soil movement from the Land Movement Vulnerability Zone Map showing that the Rumpin area is included in the Low to Medium Ground Movement. The results of the weighting of the research area are divided into three regional recommendations, namely good, medium and bad, and an evaluation of land use is carried out with the current land use map region.Kecamatan Rumpin merupakan daerah yang berada di bagian Barat Laut Ibu Kota Jakarta yang termasuk ke dalam pemekaran Kabupaten Bogor Barat. Potensi dan sumber daya yang dimiliki menjadi alasan utama dalam rencana pengembangan kota baru yang akan dilakukan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan informasi terkait perencaan pengembangan wilayah berbasis geologi tata lingkungan. Metode penelitian yang dilakukan pengambilan data geologi, hidrologi, kebencanaan serta penggunaan lahan saat ini serta pengumpulan data sekunder yang didapatkan dari walidata atau instansi terkait untuk menunjang data – data dengan hasil akhir berupa peta rekomendasi dan evaluasi penggunaan lahan wilayah penelitian dilakukan dengan pembobotan (scoring) secara kuantitatif dan penilaian tumpang susun (overlay) peta SKL dengan menggunakan software pemetaan. Hasil penelitian menunjukan daerah penelitian memiliki tingkat daya dukung tanah sedang-baik, jenis tanah pasir gradasi buruk, tiga kelas lereng yaitu datar-landai (0-15%), agak curam (15-25%) dan curam-sangat curam (>25%). Berdasarkan dari keterdapatan dan produktivitas akuifer dibagi menjadi dua satuan, yaitu setempat, akuifer berproduksi sedang dan daerah airtanah langka. Faktor bencana merupakan gerakan tanah dari Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah menunjukan bahwa daerah Rumpin termasuk dalam Gerakan tanah Rendah hingga Menengah. Hasil pemboboatan daerah penelitian dibagi menjadi tiga rekomendasi wilayah, yaitu baik, sedang dan buruk, serta di lakukan evaluasi penggunaan lahan dengan peta tata guna lahan yang ada saat ini, diketahui bahwa semua lokasi permukiman yang telah ada saat ini, 90% sudah sesuai dengan rekomendasi wilayah

    LAJU INFILTRASI DAERAH BEKAS TAMBANG YANG DIPENGARUHI KARAKTERISTIK SIFAT FISIK TANAH

    Full text link
    Infiltration is the process of entering water into the soil, infiltration capacity is the ability of the soil to absorb water per unit time. This study aims to determine the path of infiltration in the process of groundwater formation. This research was conducted in the Rumpin area, Bogor Regency, West Java Province. The method used in this study was carried out in two ways including collecting secondary data and primary data. Secondary data in the form of slope maps, rainfall maps. Primary data obtained from the results of field mapping (survey) and geology. The two data are correlated using the Geographic Information system so as to produce a map of the infiltration rate which has one unit which is sufficient, the soil type map, namely sand with poor gradation, the MAT map has three units, namely low, medium, adequate, the slope map has five units, namely very steep, steep, rather steep, sloping, flat, rainfall maps have one unit, namely height.Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah, kapasitas infiltrasi yaitu kemampuan tanah menyerap air per satuan waktu dalam  penelitian ini untuk Daerah infiltasi adalah salah satu bagian terpenting dalam siklus hidrologi yang ditujukan untuk mengalirkan air tanah, sehingga menentukan stabilitas dan keberlanjutan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalur infiltasi dalam proses pembentukan air tanah. Penelitian ini dilakukan didaerah Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara diantaranya pengumpulan data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa peta kelerengan, peta curah hujan. Data primer di dapat dari hasil Pemetaan lapangan (survey) dan geologi. Dari kedua data tersebut di korelasikan menggunakan sistem Informasi Geografis sehingga menghasilkan peta laju infiltrasi memiliki satu satuan yaitu cukup, peta jenis tanah yaitu pasir gradasi buruk, peta MAT memiliki tiga satuan yaitu rendah, sedang, cukup, peta kelerengan memiliki lima satuan yaitu sangat curam, curam, agak curam, landai, datar, peta curah hujan memiliki satu satuan yaitu tinggi

    DAMPAK COVID-19 TERHADAP PERUBAHAN FERTILITAS DI INDONESIA

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has impacted various demographic parameters in Indonesia. One of the parameters affected is fertility. This study discusses the impact of Covid-19 on changes in fertility parameters in Indonesia. The parameters measured were the number of pregnancies, the number of births, the number of Total Fertility Rate (TFR) and the number of people 0-4 years. This study uses a quantitative approach, with secondary data analysis methods. Data processing in this study using spectrum software. The modules used in the software are DemProj and FamPlan. The basic assumption made in this study is the decline in users of short-term contraceptive methods (condoms, pills, and injections) during the Covid-19 pandemic. The results showed that Covid-19 has the potential to have an impact on increasing the number of pregnancies, increasing the number of births, increasing the TFR rate and increasing the number of Indonesians aged 0-4 years.Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai parameter demografi di Indonesia. Salah satu parameter yang terdampak adalah fertilitas. Penelitian ini membahas dampak Covid-19 terhadap perubahan parameter fertilitas di Indonesia. Parameter yang diukur adalah jumlah kehamilan, jumlah  kelahiran, angka Total Fertility Rate (TFR) dan jumlah penduduk 0-4 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode analisis data sekunder. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software spectrum. Modul yang digunakan dalam software tersebut adalah DemProj dan FamPlan.  Asumsi dasar yang dibangun dalam penelitian ini adalah menurunnya pengguna metode kontrasepsi jangka pendek (kondom, pil, dan suntik) selama pandemi Covid-19 ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 berpotensi berdampak pada meningkatnya jumlah kehamilan, meningkatkan jumlah kelahiran, naiknya angka TFR dan semakin naiknya penduduk Indonesia umur 0-4 tahun

    ANALISIS KETERSEDIAAN DAN JANGKAUAN FASILITAS PENDIDIKAN SMA UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMEDANG

    Full text link
    Availability and equalizing distribution of education facilities is one of the most essential things to realizing the national education goals. Sumedang Regency is one of the places that distribution of Senior High School facilities are unequal in every sub. Purpose of this research are to analyze availability, distribution patterns and the range of Senior High School facility services in Sumedang Regency. The method for this research are using quantitative descriptive with analysis of fulfillment of the needs in every sub and demand of student in every Senior High School facilities also Geographic Information System (GIS) analysis using nearest neighbor and buffer. The results are availbility of Senior High School facilities in Sumedang Regency cannot accommodate the requirement of many students, because not able to  fulfill at least 80% of students in every sub. The gap of students are not even, with 10 Senior High School only have less then 80% of students and 1 School had more then 110% of students. The pattern of senior high school facilities outfall using nearest neighbor analysis are clustered with p-value 0,003 dan z-score -2,95. Service range of Senior High School facilities using buffer analysis based on SNI 03-1733-2004 may be known that the senior high school facility service could not serve the entire student population because they only reach 54.97% student population in Sumedang Regency.Ketersediaan dan pemerataan fasilitas pendidikan merupakan faktor yang sangat esensial dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kabupaten Sumedang merupakan kabupaten dengan persebaran SMA yang belum belum merata di setiap kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas, pola persebaran dan jangkauan layanan SMA di Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah kuantitafif deskriptif dengan menggunakan analisis pemenuhan kebutuhan dan tingkat keterisian sekolah serta Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu analisis tetangga terdekat dan buffer. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa ketersediaan fasilitas SMA di Kabupaten Sumedang belum memenuhi kebutuhan masyarakat usia SMA karena belum dapat menampung 80% penduduk usia SMA di setiap kecamatan. Tingkat keterisiannya pun belum merata dengan 10 SMA yang keterisiannya kurang dari 80% dan  1 SMA lebih dari 110%. Pola sebaran SMA di Kabupaten Sumedang dengan menggunakan analisis tetangga terdekat adalah clustered dengan nilai p-value 0,003 dan z-score -2,95. Berdasarkan jangkauan pelayanan fasilitas SMA dengan menggunakan analisis buffer berdasarkan SNI 03-1733-2004 diketahui bahwa pelayanan fasilitas SMA di Kabupaten Sumedang belum melayani seluruh permukiman karena hanya menjangkau 54,97% permukiman di Kabupaten Sumedang

    PEMETAAN KERENTANAN COVID-19 DI KABUPATEN KONAWE

    Full text link
    Konawe Regency is one of the regencies in Southeast Sulawesi Province that has a high number of confirmed Covid-19 cases. The Covid-19 vulnerability mapping is carried out to facilitate decision making and formulate effective policies to minimize the spread and transmission of the disease. This study aims to examine the parameters that affect the spread and transmission of Covid-19 and the level of susceptibility to Covid-19. The method used is a Chi Square-based Geographic Information System (GIS). The parameters used include Population, Population Density, Elderly Age, Distance from Activity Centers, Distance from Road and Distance from Covid-19 Referral Hospital. The results showed that the population, old age and distance from the Covid-19 referral hospital had an effect on the spread and transmission of Covid-19 with a significance value of 0.000. The most vulnerable areas are in Wawotobi sub-district and Unaaha sub-district with an area of ​​127.68 km2 (5.38%). Areas with a medium level of vulnerability are 1606.57 km2 (67.74%) and low are 637.40 km2 (26.88%). There needs to be an increase in awareness of the use of masks, washing hands, maintaining distance and avoiding crowds because these activities can increase the chance of spreading and transmitting Covid-19.Kabupaten Konawe merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang tinggi. Pemetaan kerentanan Covid-19 dilakukan untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan serta menyusun kebijakan yang efektif untuk meminimalkan penyebaran dan penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter yang mempengaruhi penyebaran dan penularan Covid-19 dan tingkat kerentanan Covid-19. Metode yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (GIS) berbasis Chi Square. Parameter yang digunakan diantaranya Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk, Usia Renta, Jarak dari Pusat Kegiatan, Jarak dari Jalan dan Jarak dari Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk, usia renta dan jarak dari rumah sakit rujukan covid-19 berpengaruh terhadap penyebaran dan penularan Covid-19 dengan nilai signifikasi 0,000. Wilayah yang paling rentan berada di kecamatan Wawotobi dan kecamatan Unaaha dengan seluas 127,68 km2 (5,38%). Wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 1606,57 km2 (67,74%) dan rendah seluas 637,40 km2 (26,88%). Perlu ada peningkatan kesadaran terhadap penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan peluang penyebaran dan penularan Covid-19

    ANALISIS TREN PERUBAHAN SUHU UDARA DAN CURAH HUJAN BERDASARKAN DATA OBSERVASI BMKG DI KOTA DENPASAR

    Full text link
    The calculation and analysis of changes in surface air temperature and rainfall in Denpasar City has been carried out using data from observation of BMKG. Data obtained from Ngurah Rai Meteorological Station during the period of 1985-2019 and Sanglah Geophysical Station during the period of 1995-2019. The results of the annual data analysis showed that in general the air temperature in Denpasar has increased. Monthly data also shows that the average air temperature in the last five years has increased than the climatological data. The annual accumulation of rainfall showed a  downward trend. The monthly average for the last five years shows a shift in the  beginning of the rainy season which results in a longer dry season, but there is an increase of rainfall during the dry season period.Telah dilakukan perhitungan dan analisis perubahan suhu udara permukaan dan curah hujan di Kota Denpasar menggunakan data observasi BMKG. Data diperoleh dari Stasiun Meteorologi Ngurah Rai selama periode tahun 1985-2019 dan Stasiun Geofisika Sanglah selama periode tahun 1995-2019. Hasil analisis data tahunan menunjukkan bahwa secara umum suhu udara di Kota Denpasar mengalami peningkatan. Data periode bulanan juga menunjukkan bahwa rata-rata suhu udara lima tahun terakhir mengalami peningkatan daripada data klimatologisnya. Akumulasi curah hujan tahunan menunjukkan adanya tren penurunan. Rata-rata bulanan lima tahun terakhir menunjukkan adanya pergeseran awal musim hujan yang mengakibatkan musim kemarau terjadi lebih lama, namun terjadi peningkatan curah hujan selama periode musim kemarau tersebut

    PREDIKSI CURAH HUJAN EKSTRIM UNTUK MITIGASI BENCANA BANJIR

    Full text link
    Extreme precipitation with a continuous high frequency may trigger disasters such as floods. In an effort to minimize losses caused by flooding, a statistical model can be used to predict extreme precipitation by taking into account several factors that influence it. One model that can be used is Quantile Regression. Based on the results of quantile regression analysis involving temperature, humidity, sun exposure, wind speed and air pressure, it can be concluded that in the 75th, 90th and 95th quantiles, the variables that affect extreme precipitation are temperature and duration of sun exposure. The visualization of extreme precipitation predictions in the 75th, 90th and 95th quantiles have the same pattern as the actual data. The results of prediction of extreme precipitation are beneficial for flood mitigation as part of flood early warning system.Curah hujan dengan frekuensi yang ekstrim tinggi berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir. Dalam usaha meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh banjir model statistika dapat digunakan untuk memprediksi intensitas curah hujan tinggi dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satu model yang dapat digunakan adalah regresi kuantil. Berdasarkan hasil analisis regresi kuantil yang melibatkan faktor suhu, kelembaban, lama penyinaran matahari, kecepatan angin dan tekanan udara disimpulkan bahwa pada kuantil ke 75, 90 dan 95, variabel yang mempengaruhi curah hujan ekstrim adalah suhu dan lama penyinaran matahari. Visualisasi prediksi curah hujan ekstrim pada ketiga kuantil tersebut memiliki pola yang sama dengan data aktualnya. Hasil prediksi curah hujan ekstrim dalam penelitian ini bermanfaat untuk mitigasi bencana banjir sebagai bagian dari sistem peringatan dini bencana banjir

    Ruang Terbuka Hijau; Landsat 8 O Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Dengan Metode Normal Difference Vegetation Index Menggunakan Citra Landsat 8

    No full text
    The increasing number of residents in urban areas has an impact on urban management, especially in the aspect of providing green open space (RTH). This indicates the need to stimulate the availability of green open space both in terms of quality and quantity. The development of industrial areas is an attraction for workers both from within and outside the city of Bandung. The aim of this research is to determine the availability of green open space in the city of Bandung. This research uses data from Landsat 8 OLI satellite imagery. The method used in this study was carried out throughout the city of Bandung with digital image interpretation methods. The result shows that the Change in Availability of Green Open Space (RTH) in the Bandung City area in 2019 is considered quite stable. So that the area of ​​green open space in the city of Bandung in the same year was only 15% of the entire area of ​​​​the city of Bandung.Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berdampak terhadap pengelolaan perkotaan khususnya dalam aspek penyediaan ruang terbuka hijau (RTH). Hal ini mengindikasikan perlunya stimulasi ketersediaan RTH baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Pembangunan kawasan industri menjadi daya tarik bagi tenaga kerja baik dari dalam maupun luar Kota Bandung. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yakni untuk mengetahui ketersedian RTH di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Landsat 8 OLI. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini dilakukan di seluruh wilayah Kota Bandung dengan metode interpretasi citra secara digital. Hasilnya yakni menunjukkan Perubahan Ketersediaan akan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Kota Bandung dalam tahun 2019 sudah dirasa cukup stabil. Sehingga luas RTH di Kota Bandung pada tahun yang sama hanya sebesar 15% dari keseluruhan wilayah Kota Bandung

    THE ESSENCE OF GEOGRAPHIC IN SHAPING STUDENT'S THINKING PARADIGMS

    No full text
    The paradigm of thinking about geography has an essential shift that categorizes the supporting sciences of geography in a separately. These problems have to resulted in the existence of geography not being discussed in a full, which includes physical and humans aspects. On the other hand, the formation of a geographical thinking paradigm in the learning only focuses on knowledge of what and where a phenomenon occurs. Whereas the design of geography learning must be constructive and in line with the capabilities of geography (geocapabilites) in reconstructing the essence of geography in the comprehensive manner. This article tries to revitalize the essence of geography and the formation of student high school paradigms in learning into restore the integrity of geography as a science. In essence, geography puts more emphasis on a unique way of studying the earth with a variety of assistive sciences in the perspective of geography eyes (a geographical point of view includes: spatial, environmental, and complex areas). The geography learning design that is designed must be focus on the ability of students to construct (constructively) and correlate each relationship with the meaning of the nature of geography.Paradigma berpikir geografi memiliki pergeseran hakikat yang mengkategorisasi ilmu-ilmu penunjang geografi secara terpisah. Permasalahan tersebut mengakibatkan eksistensi ilmu geografi tidak dibahas secara utuh yang melingkup aspek fisik dan manusia. Disisi lain, pembentukan paradigma berpikir geografi dalam pembelajaran hanya menitik beratkan pada pengetahuan tentang apa dan dimana sebuah fenomena terjadi. Padahal desain pembelajaran geografi seyogyanya harus bersifat membangun dan selaras dengan kemampuan geografi (geocapabilites) dalam merekonstruksi hakikat geografi secara komprehensif. Artikel ini mencoba merevitalisasi hakikat geografi dan pembentukan paradigma siswa dalam pembelajaran untuk mengembalikan keutuhan geografi sebagai ilmu. Pada hakikatnya geografi lebih menekankan pada cara unik untuk mempelajari bumi dengan berbagai ilmu bantu dalam persepktif geography eyes meliputi : keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Desain pembelajaran geografi yang dirancang harus menitik beratkan pada kemampuan siswa untuk membangun (Construtivistic) dan mengkorelasikan setiap hubungan dengan makna dari hakikat geografi

    PEMBELAJARAN OUTDOOR DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS ALAM DI PANTAI TOBOLOLO

    Full text link
    With the study of geosphere phenomena that occur in coastal areas, it is very sad if learning is only carried out in class without bringing students to see and experience natural and social events directly in the real world. The objectives of this study were 1) to determine students' cognitive learning outcomes after carrying out outdoor learning in the Tobolo Beach Tourism object area and 2) to determine students' perceptions of using Tobololo Beach tourism objects as learning media. This study uses a combination of mixed methods design research with quantitative research methods as the primary method. The research subject is the biogeophysical environment and students. The data collection techniques used are, Observation Sheets, Interviews, Tests, and Questionnaires. Data analysis is using descriptive percentage. The research results obtained are; learning outcomes before carrying out nature-based outdoor learning are 93% categorized as incomplete. After the implementation of outdoor learning in the coastal tourist area of ​​Tobololo, the learning outcomes have increased, namely 100% with the complete category. The perceptions conveyed by students are also different before and after outdoor learning. The results of the analysis obtained that students' perceptions were categorized as good 17% and very good 83%. This nature-based outdoor learning is an alternative that can be used by teachers in improving learning outcomes. The results of student perceptions obtained in outdoor learning provide students with a happy atmosphere, motivate students, relax as well as being able to do recreation.Dengan adanya kajian fenomena geosfer yang terjadi di kawasan pantai sangatlah miris jika pembelajaran hanya dilakukan di kelas tanpa membawa siswa melihat dan mengalami sendiri kejadian-kejadian alam dan sosial secara langsung di alam nyata. Tujuan Penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui hasil belajar Kognitif dan presepsi siswa setelah melaksanakan Pembelajaran outdoor di Kawasan objek Wisata Pantai Tobolo. Penelitian ini menggunakan penelitian kombinasi desaign mixed methods dengan metode penelitian kuantitatif sebagai metode primer. Sampel dalam Penelitian ini adala peserta didik yang berjumlah 12 orang. Teknik pengambilan data yang gunakan yaitu, Lembar Observasi, Wawancara, Tes, dan Kuisioner. Analis data yaitu menggunakan Deskriptive persentase. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu; hasil belajar sebelum melaksanakan pembelajaran outdoor berbasis alam adalah 93% dikatagorikan belum tuntas. Setelah penerapan pembelajaran outdoor di kawasan wisata pantai Tobololo hasil belajar mengalami peningkatan yaitu 100% dengan katagori tuntas. Presepsi yang disampaikan oleh siswa juga berbeda sebelum dan sesudah pembelajaran otdoor. Hasil analisi dipeoleh presepsi siswa dikatagorikan baik 17% dan sangat baik 83%. Pembelajaran outdoor berbasis alam ini merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan hasil belajar. Hasil presepsi siswa diperoleh pada  pembelajaran outdoor memberikan siswa suasana yang happy, memotivasi siswa, rileks sekaligus dapat melakukan rekreasi

    167

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇