Jurnal Geografi
Not a member yet
    191 research outputs found

    EVALUASI SEKOLAH DASAR TERDAMPAK GEMPA BUMI DI KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR

    Full text link
    Earthquake events are disasters that cannot be predicted and have the possibility of recurring. The earthquake that hit Cianjur Regency on November 22 2022 provided lessons in dealing with and evaluating affected areas and sectors so that going forward it would be able to reduce victims and damage. Cugenang District is one of the sub-districts affected by the earthquake, plus a fault zone or Cugenang Fault has been identified. One of the sectors affected is the education sector, especially elementary schools in their teaching and learning activities. This study aims to identify the distribution pattern of elementary schools as a trigger factor for evaluating locations with an earthquake risk index level. As for the evaluation, the Nearest Neighbor Analysis (NNA) method and overlay analysis were used so that a random distribution pattern was obtained in Elementary Schools that followed settlements, and Elementary Schools with high levels of damage were obtained in locations with high earthquake indexes so that they were used as basis for consideration of relocation. Keywords :GIS; NNA; Earthquake; Elementary School; CugenangKejadian Gempabumi adalah bencana yang tidak dapat diperkirakan dan mempunyai kemungkinan dapat terjadi berulang. Gempabumi yang melanda Kabupaten Cianjur pada tanggal 22 November 2022 memberikan pembelajaran dalam menghadapi dan melakukan evaluasi pada wilayah dan sektor terdampak sehingga kedepannya akan dapat mengurangi korban dan kerusakan. Kecamatan Cugenang adalah salah satu kecamatan yang terkena dampak pada kejadian gempa tersebut, ditambah lagi telah teridentifikasinya zona patahan atau Sesar Cugenang. Salah satu sektor yang terkena imbasnya adalah sektor pendidikan, khususnya Sekolah Dasar dalam kegiatan belajar mengajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran Sekolah Dasar sebagai faktor pemicu untuk melaukan evaluasi lokasi dengan tingkat indeks risiko gempabumi. Adapun dalam evaluasi tersebut digunakan metode Nearest Neighbor Analysis (NNA) dan analisis tumpang susun (overlay) sehingga didapatkan pola sebaran acak pada Sekolah Dasar yang mengikuti pemukiman, serta didapatkan Sekolah Dasar dengan tingkat kerusakan tinggi di lokasi dengan dengan indeks gempa yang juga tinggi sehingga dijadikan dasar dalam pertimbangan untuk relokasi. Kata kunci: GIS; NNA; Gempabumi; Sekolah Dasar; Cugenan

    TINJAUAN PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP PARAMETER CUACA

    Full text link
    This paper reviews the relationship between land cover changes and weather parameter conditions in an area. By using the literature review method, it is expected to be able to provide an explanation regarding changes in air temperature conditions, surface wind circulation and rainfall patterns due to changes in land cover. The expansion of urban areas and an increase in built-up land has led to the formation of Urban Heat Island (UHI) where the surface air temperature becomes hotter than the surrounding area. Topography and changes in the vegetation landscape can affect the surface wind circulation patterns and, in some places, reduce the speed due to surface roughness. Various numerical simulations have also shown that changes in land cover can increase the amount of rainfall in an area, but in nearby areas the amount of rainfall can decrease. From various studies that have been carried out, changes in land cover have a strong influence in changing the condition of weather parameters in an area.Tulisan ini mengulas tentang hubungan antara perubahan tutupan lahan dengan kondisi parameter cuaca di suatu wilayah. Dengan menggunakan metode literature review, diharapkan mampu memberikan penjelasan terkait perubahan kondisi suhu udara, sirkulasi angina permukaan dan pola curah hujan akibat adanya perubahan tutupan lahan. Perluasan wilayah perkotaan dan peningkatan lahan terbangun menyebabkan pembentukan Urban Heat Island (UHI) dimana suhu udara permukaan menjadi lebih panas dibanding wilayah sekitarnya. Topografi dan perubahan lanksap vegetasi mampu mempengaruhi pola sirkulasi angin permukaan dan di beberapa tempat mengurangi kecepatan karena faktor kekasaran permukaan. Berbagai simulasi numerik yang dilakukan juga menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan mampu meningkatkan jumlah curah hujan di suatu daerah, namun di daerah terdekatnya jumlah curah hujan dapat berkurang. Dari berbagai penelitian-penelitian yang telah dilakukan, perubahan tutupan lahan memiliki pengaruh kuat dalam mengubah kondisi parameter-parameter cuaca di suatu wilayah

    IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI UNTUK PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA

    Full text link
    This study is related to the implementation that can be done for disaster education materials with demonstration methods in extracurricular activities in high school. The purpose of this study was to determine the forms of implementation of demonstration methods for disaster education in extracurricular activities at the high school level so as to provide learning and capacity building of students against disaster risk. The research method used is descriptive quantitative data collection in the form of literature. The results showed that the implementation of disaster education in extracurricular activities using the demonstration method requires several stages, namely the preparation, implementation, and evaluation. There are two extracurricular activities in high school that can be integrated with disaster education using demonstration methods, namely Scouts and PMR. Scout activities can demonstrate disaster education about mitigation efforts that must be done, as well as about the path and evacuation efforts in the event of a disaster, the manufacture of stretchers for the evacuation of disaster victims, helping victims who are at high altitudes and at low bases, such as valleys by using rope knots, and the skills of erecting emergency tents. Meanwhile, PMR activities that can demonstrate more disaster education about medical treatment to disaster victims.Penelitian ini berkaitan dengan implementasi yang dapat dilakukan untuk materi pendidikan kebencanaan dengan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk implementasi metode demonstrasi untuk pendidikan kebencanaan pada kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SMA sehingga dapat memberikan pembelajaran dan peningkatan kapasitas peserta didik terhadap risiko bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan kebencanaan pada kegiatan ekstrakurikuler menggunakan metode demonstrasi membutuhkan beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ada dua kegiatan ekstrakurikuler di SMA yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan kebencanaan menggunakan metode demonstrasi, yaitu Pramuka dan PMR. Kegiatan Pramuka dapat mendemonstrasikan pendidikan kebencanaan mengenai upaya mitigasi yang harus dilakukan, serta mengenai jalur dan upaya evakuasi saat terjadi bencana, pembuatan tandu untuk evakuasi korban bencana, menolong korban yang berada di ketinggian dan di dasar yang rendah, seperti lembah dengan menggunakan simpul tali, dan keterampilan pendirian tenda-tenda darurat. Sementara itu, kegiatan PMR yang dapat mendemonstrasikan pendidikan kebencanaan lebih banyak mengenai penanganan medis kepada korban bencana

    PENGARUH KONDISI DAN LETAK GEOGRAFIS TERHADAP PERSEBARAN DIALEK BAHASA SUNDA DI JAWA BARAT DAN SEKITARNYA

    No full text
    ABSTRACTLanguage is a means of daily communication for the community to carry out social activities in the community. Sundanese is the regional language of instruction of Sundanese culture spoken by 42 million people, and is the 2nd most widely spoken regional language in Indonesia with speakers spread across West Java province and its surroundings. Sundanese speakers are so numerous that each region has different dialects due to various factors, one of which is geographical location. To analyze geographical location factors that affect the distribution of Sundanese dialect varieties, a literary method is needed to analyze regional conditions and dialect differences influenced by geographical location. The research method used is a literature study by examining existing phenomena with studies from literature sources and the internet. The purpose of this study is to analyze the influence of geographical location on dialect differences, especially Sundanese whose speakers are in the provinces of West Java and Banten indifferent and geographically separated circumstances. In general, it can be said that the geographical conditions of West Java Province and its surroundings are different, namely the landscape and morphology from the coast to the mountains can create its own dialect according to geographical conditions that should be a factor. influence differences in Sundanese dialects.Keyword: Dialect, Sundanese Language, Distribution of Sundanese Language DialectBahasa merupakan sarana komunikasi sehari-hari masyarakat untuk melakukan kegiatan sosial di masyarakat. Bahasa Sunda merupakan bahasa pengantar daerah budaya Sunda yang dituturkan oleh 42 juta jiwa, dan merupakan bahasa daerah yang paling banyak ke-2 digunakan di Indonesia denganpenutur tersebar di provinsi Jawa Barat dan sekitarnya. Penutur bahasa Sunda sangat banyak sehingga setiap daerah memiliki dialek yang berbeda karena berbagai faktor, salah satunya adalah letak geografis. Untuk menganalisis faktor letak geografis yang memengaruhi persebaran ragam dialek Sunda, diperlukan metode sastra untuk menganalisis kondisi wilayah dan perbedaan dialek yang dipengaruhi letak geografis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan meneliti fenomena yang ada dengan studi dari sumber literatur dan internet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh letak geografis terhadap perbedaan dialek, khususnya bahasa Sunda yang penuturnya berada di provinsi Jawa Barat dan Banten dalam keadaan yang berbeda dan terpisah secara geografis. Secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi geografis Provinsi Jawa Barat dan sekitarnya berbeda yaitu bentang alam dan morfologi dari pantai hingga pegunungan dapat menciptakan dialek tersendiri sesuai dengan kondisi geografis yang seharusnya menjadi faktor. memengaruhi perbedaan dialek Bahasa Sunda.Kata Kunci: Dialek, Bahasa Sunda, Persebaran Dialek Bahasa Sund

    ANALISIS PENGARUH KEPADATAN BANGUNAN TERHADAP PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN LAHAN DI KOTA CIMAHI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 MULTITEMPORAL

    Full text link
    The construction of settlements and the development of industrial estates are continuously increasing, especially in urban areas. The city of Cimahi has a strategic position and is quite close to the city of Bandung, so that an increase in building density will result in an increase in atmospheric conditions around the area which will trigger land surface temperatures in an area. The main objective of the research is to analyze the effect of building density on land surface temperature in Cimahi City. To examine the effect between variables using a simple linear regression test. Based on the results of NDBI processing in 2014, the lowest value was -0.68 and the highest value was 0.51. In 2022, the NDBI processing results will produce the lowest value of -0.447 and the highest value of 0.517. The results of building density processing from 2014 to 2022 show an increase in building density. Based on the processing results, the lowest land surface temperature in 2019 was 12ºC and the highest temperature was 25ºC. The processing of land surface temperatures in 2022 will produce the lowest temperature, which is 18ºC and the highest temperature, which is 27ºC. The results of land surface temperature changes from 2014 to 2022 show a significant increase. The results of a simple linear regression test in 2014 yielded values R square of 0.614 with a significant value of 0.001. The results of the regression test in 2022 yield R square 0.505 with a significant value of 0.001. From the results of the research, it is hoped that the government can assist decision making as well as a policy reference in development planning and spatial planning. For future researchers, it is hoped that they can provide updates on methods and the use of higher resolution or updated satellite imagery.Keywords: Building Density, Land Surface Temperature, Regression, Remote SensingPembangunan permukiman serta pembangunan kawasan industri terus menerus meningkat khususnya di wilayah perkotaan. Kota Cimahi memiliki posisi strategis serta jaraknya cukup dekat dengan Kota Bandung, sehingga peningkatan kepadatan bangunansemakin meningkat mengakibatkan peningkatan kondisi atmosfer di sekitar wilayah yang akan memicu suhu permukaan lahan pada suatu wilayah. Tujuan utama penelitian yaitu berupa analisis pengaruh kepadatan bangunan terhadap suhu permukaan lahan di Kota Cimahi. Untuk mengkaji pengaruh antar variabel menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil pengolahan NDBI pada tahun 2014 nilai terendah yaitu sebesar -0,68 dan nilai tertinggi yaitu sebesar 0,51. Pada tahun 2022, hasil pengolahan NDBI menghasilkan nilai terendah sebesar -0,447 dan nilai tertingginya yaitu 0,517. Hasil pengolahan kepadatan bangunan dari tahun 2014 ke tahun 2022, menunjukkan adanya peningkatan kepadatan bangunan. Berdasarkan hasil pengolahan, suhu permukaan lahan di tahun 201 nilai terendah yaitu 12ºC dan suhu tertinggi yaitu 25ºC. Pada pengolahan suhu permukaan lahan di tahun 2022 menghasilkan suhu terendah yaitu 18ºC dan suhu tertinggi yaitu 27ºC. Pada hasil perubahan suhu permukaan lahan di tahun 2014 ke tahun 2022, menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada hasil uji regresi linear sederhana di tahun 2014 menghasilkan nilai R square sebesar 0,614 dengan nilai signifikannya yaitu 0,001. Pada hasil uji regresi di tahun 2022 menghasilkan R square 0,505 dengan nilai signifikannya yaitu 0,001. Dari hasil penelitian, diharapkan bagi pemerintah dapat membantu pengambilan keputusan maupun sebagai acuan kebijakan dalam perencanaan pembangunan maupun tata ruang. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan keterbaruan pada metode maupun penggunaan citra satelit resolusi yang lebih tinggi atau yang terbarukan. Kata Kunci: Kepadatan Bangunan, Land Surface Temperature, Regresi, Penginderaan Jau

    IDENTIFIKASI PERKEBUNAN NANAS TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA AIR DUREN KABUPATEN BANGKA

    Full text link
    The problem in this study is that the economic growth of the people of Air Duren Village, Bangka Regency, is influenced by the pineapple plantation sector because almost all of the population fulfills their daily needs from pineapple plantations. This study aims to determine and identify pineapple plantations to the economy of the people of Air Duren Village, Bangka Regency. The method used in research on the identification of pineapple plantations on the economy of the people of Air Duren Village, Bangka Regency, is a Qualitative Descriptive Method. Data collection techniques using observation techniques, interviews and documentation. The results of this study indicate that in a pineapple plantation on the economy of the people of Air Duren Village, Bangka Regency, almost all of the people of Air Duren Village have pineapple gardens. help to meet the daily needs of the community ranging from clothing, boards and food. In pineapple gardening, the capital spent from pineapple gardening is not too big, the maintenance is not too difficult, while the profits can increase income, and also with the existence of pineapple plantations, this has provided new opportunities for people and youth who do not have a job. So that it can provide benefits to the community around Air Duren Village because the existence of the pineapple plantation affects the economic condition of the local community.    Penelitian ini membahas tentang pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Air Duren Kabupaten Bangka dipengaruhi oleh sektor perkebunan nanas karena hampir semua penduduknya memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-harinya dari hasil perkebunan nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi perkebunan nanas terhadap ekonomi masyarakat Desa Air Duren Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan dalam penelitian tentang identifikasi perkebunan nanas terhadap ekonomi masyarakat Desa Air Duren Kabupaten Bangka ini adalah Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perkebunan nanas terhadap ekonomi masyarakat Desa Air Duren Kabupaten Bangka bahwa hampir seluruh masyarakat Desa Air Duren memiliki kebun nanas, adanya perkebunan nanas di Desa Air Duren Kabupaten Bangka ini dapat menambahkan penghasilan masyarakat yang ada di Desa Air Duren, sehingga  bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat mulai dari sandang, papan maupun pangan. Dalam berkebun nanas modal yang dikeluarkan dari berkebun nanas tidak terlalu besar perawatannya juga tidak terlalu sulit sedangkan keuntungan yang dimiliki bisa menambah penghasilan, dan juga dengan adanya perkebunan nanas ini telah memberikan peluang baru bagi masyarakat maupun pemuda yang tidak memilki pekerjaan. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Desa Air Duren karena keberadaan perkebunan nanas tersebut mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat setempat.   &nbsp

    ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN DALAM RANGKA PEMEKARAN WILAYAH ADMINISTRASI, DALAM PEMBANGUNAN IBU KOTA KABUPATEN BOGOR BARAT

    Full text link
    Disasters are events that can endanger life and disrupt people's lives. It can be caused by natural and non-natural factors, as well as those caused intentionally by humans, resulting in fatalities, property losses, natural and environmental damage, and psychological effects on disaster victims. Natural disasters themselves are a threat to the community and the Regent. The Rumpin District, Bogor Regency, as the capital of the candidate for the newly autonomous region of West Bogor Regency, has triggered population growth and the development of the area has become very fast. Deliberation of the potential and resources owned and assessed to be a strategic area because it borders the City of South Tangerang, Banten. Therefore, the activities of managing natural resources and the environment as well as regional development must pay attention to the preservation of their functions and capabilities so that development activities do not become a trigger for disasters, and the location of the development must be in an area that is safe from disasters. This study was conducted to find out how the geological conditions are related and the factors that affect the potential for landslides, and to make a map of the land movement susceptibility zone in the research area. This research uses Geographic Information System (GIS) and the parameter assessment method, where the parameters needed are geological parameters, soil type, rainfall, land use, and slope. The disaster risk zoning is expected to be a source of knowledge for the community and the city government of Bogor for disaster mitigation and increase awareness related to land movement vulnerability zones.Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat membahayakan dan mengganggu kehidupan manusia. Bencana dapat disebabkan oleh faktor alam dan non alam, maupun yang disebabkan dengan sengaja oleh manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan alam dan lingkungan, serta dampak psikologis terhadap korban bencana. Bencana alam sendiri merupakan suatu ancaman bagi masyarakat. Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, sebagai ibu kota calon daerah otonom baru Kabupaten Bogor Barat, telah memicu pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah menjadi sangat cepat. Melihat potensi dan sumber daya yang dimiliki dan dinilai menjadi wilayah yang strategis karena berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Banten. Oleh karena itu, kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta pengembangan wilayah harus memperhatikan kelestarian fungsi dan kemampuannya agar kegiatan pembangunan tidak menjadi pemicu terjadinya bencana, dan lokasi pembangunan harus berada di wilayah yang aman dari bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keterkaitan kondisi geologi dan faktor-faktor yang mempengaruhi potensi terjadinya tanah longsor, serta membuat peta zona kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode penilaian parameter, dimana parameter yang dibutuhkan adalah parameter geologi, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng. Zonasi risiko bencana ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat dan pemerintah kota Bogor untuk mitigasi bencana dan meningkatkan kewaspadaan terkait zona kerentanan gerakan tanah

    PENERAPAN KONSEP GEOGRAFI PADA BUKU TEKS GEOGRAFI TERBITAN ERLANGGA DAN ULANGAN HARIAN SEMESTER GENAP KELAS XI SMA NEGERI 2 PADANG

    Full text link
    Abstract This study aims (1) to determine the application of the concept of geography in class XI textbooks published in Terlangga (2) to determine the application of the concept of geography to the daily test (3) to determine the percentage of LOTS, MOTS, and HOTS levels in the questions contained in the textbook and daily test, (4) to find out the application of student answers based on questions containing the concept of geography on the daily test. This study uses a quantitative method with a content analysis approach in the Geography Textbook Class XI Published by Erlanggga which analyzes the content of geography concepts in the textbook along with the questions in the book and daily Deuteronomy questions and student answers. The results showed that (1) the application of the concept of geography in textbooks was in the low category of 109 (48.2%) of 226 paragraphs (2) the application of the concept of geography to questions and daily tests was included in the low category of 120 questions, only 48 questions (40%) which contains the concept of geography and based on bloom's taxonomy that dominates are C2 (14.1%) and C3 (13.3%) (3) In achieving the bloom taxonomy the questions contained in the textbook questions have not been fully achieved because the LOTS questions dominate than the MOTS, and HOTS questions with the low category of application of geography concepts and questions in textbooks. (4) the application of student answers varied from very low to high, the dominant question was C2 or LOTS (55.5%) which was in the high category, MOTS (44.5) was in the low category, and for HOT questions there was no application. the concept of geography in it. Keywords: Textbook,Geography Concepts, Blooms TaxonomyAbstrak Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui penerapan konsep geograffi pada buku teks kelas XI terbitan terlangga (2) untuk mengetahui penerapan konsep geografi pad ulangan harian (3) untuk mengetahui persentase level LOTS, MOTS, dan HOTS pada pertanyaan yang terkaandung dalam buku teks dan ulangan harian, (4) untuk mengetahui penerapan jawaban siswa berdasarkan pertanyaan yang mengandung konsep geografi pada ulangan harian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konten/isi Pada Buku Teks Geografi Kelas XI Terbitan Erlanggga yang dimana menganalisis kandungan konsep geografi pada buku teks beserta pertanyaan di dalam buku tersebut dan pertanyaan Ulanagan harian beserta jawaban siswa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan konsep geografi pada buku teks termasuk kategori rendah 109 (48,2%)dari 226 paragraf (2) penerapan konsep geografi pada pertanyaan dan ulangan harian termasuk golongan rendah dari 120 pertanyaan hanya 48 pertanyaan (40%) yang mengandung konsep geografi dan berdarkan taksonomi bloom yang mendominasi adalah C2 (14,1%) dan C3 (13,3%)  (3) Daalam mencapai taksonomi bloom soal yang terdapat pada pertanyaan buku teks belum tercapai sepenuh nya dikarenakan soal LOTS yang lebih mendominasi dari pada soal MOTS,dan HOTS dengan rendahnya kategori penerapan konsep geografi dan pertaanyaan pada buku teks. (4) peneerapan jawaban siswa beragam dari sangat rendah- tinggi, soal yang dominan adalah C2 atau LOTS (55,5%) yang masuk kategori tinggi, MOTS (44,5) masuk ke dalam kategori rendah, dan untuk soal HOT belum ada penerapan konsep geografi di dalam nya. Kata kunci : Buku Teks, Konsep geografi, Taksonomi Bloom

    ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAS REJOSO BAGIAN HULU

    Full text link
    The research was conducted at the Rejoso watershed in the upstream part of Pasuruan Regency, East Java. This research aims to map the spread of land capabilities and land use directions in the upstream Rejoso watershed with a survey and overlay method based on Geographic Information System (SIG).The survey was conducted by observing and sampling soil on each land unit with the same characteristics as first mapping the land units resulting from the overlapping process (overlay) between slope maps, soil type maps, and land use maps on a scale of 1:50,000.The inhibitory factor of each land unit is used to classify the ability of the land which refers to the criteria of Arsyad (2010) with the matching method. Based on the results of the study, the upstream Rejoso watershed is dominated by ability class IV and VIII land with an area of 2,603.27 ha (25.84%) and 3,654.45 ha (36.27%), in addition, there is a class of land capability III with an area of 617.95 ha (6.13%), 2,137.92 ha (21.22%), and class VII land capability of 1,062.37 ha (10.54%).Penelitian dilaksanakan di DAS Rejoso bagian hulu Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan di DAS Rejoso bagian hulu dengan metode survei dan overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Survei dilakukan dengan pengamatan dan pengambilan sampel tanah pada setiap unit lahan dengan karakteristik yang sama dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap unit lahan tersebut yang dihasilkan dari proses tumpang tindih (overlay) antara peta kelerengan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan pada skala 1:50.000. Faktor penghambat tiap unit lahan digunakan untuk mengklasifikasi kemampuan lahan yang mengacu pada kriteria Arsyad (2010) dengan metode matching. Berdasarkan hasil penelitian, DAS Rejoso bagian hulu didominasi oleh lahan kelas kemampuan IV dan VIII dengan luas masing-masing 2.603,27 ha (25,84%) dan 3.654,45 ha (36,27%), Selain itu, terdapat kelas kemampuan lahan III dengan luas 617,95 ha (6,13%), kelas kemampuan VI seluas 2.137,92 ha (21,22%), dan kemampuan lahan kelas VII seluas 1.062,37 ha (10,54%)

    TATA LAHAN DAERAH RUMPIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN MORFOMETRI

    Full text link
    Rumpin is an area close to the capital city and is an area that is developing geology. Rumpin area is mostly formed by Quaternary surface deposits (Alluvium, Pematang Pantai, Fan Alluvium and Tufa Banten) and a small part (southern) is Tertiary sedimentary rock (Genteng Formation and Serpong Formation). The Rumpin area does not yet have a land use, the regional potential and the potential for disasters in the area are very large, especially flood disasters because the area is crossed by the Cisadane river. Flood is a disaster that often occurs and can cause huge losses from various parties. Therefore, a study is needed to classify flood-prone areas as an effort to mitigate flooding. The Cisadane watershed area is an area that will be studied using a Geographic Information System (GIS). GIS can be used to classify sub-watersheds that are considered flood-prone areas. The data used is the Topographic Map 1: 100,000 from the SRTM data. The method used is the scoring method, namely morphometric, geomorphological and land use planning parameters, which are then weighted and scored according to their flood vulnerability by utilizing a geographic information system (GIS) so that they can classify flood-prone area objects in digital form in the area.Rumpin merupakan daerah dekat dengan ibu kota dan merupakan daerah yang berkembang geologi daerah rumpin sebagian besar dibentuk oleh endapan permukaan Kuarter (Aluvium, Pematang Pantai, Kipas Aluvium dan Tufa Banten) dan sebagian kecil (selatan) berupa batuan sedimen Tersier (Formasi Genteng dan Formasi Serpong). Daerah Rumpin belum memiliki tata guna lahan yang pas. potensi daerah dan potensi bencana di daerah tersebut sangat besar, terutama bencana banjir dikarenakan daerah tersebut dilewati oleh sungai besar Cisadane. Banjir merupakan suatu bencana yang sering terjadi dan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar dari berbagai pihak,  Oleh sebab itu diperlukan suatu kajian untuk mengelompokkan daerah rawan banjir sebagai upaya untuk mitigasi banjir. Kawasan DAS Cisadane merupakan area yang akan diteliti dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG dapat digunakan untuk mengklasifikasi sub-DAS yang dianggap merupakan kawasan rawan banjir. Data yang digunakan adalah Peta Topografi 1:100.000 dari data SRTM. Metoda yang digunakan adalah metode pembobotan, yaitu dengan parameter morfometri, geomorfologi serta rencana tataguna lahan, yang selanjutnya dilakukan pembobotan dan nilai sesuai dengan kerawanan banjirnya dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) sehingga dapat mengklasifikasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital di daerah tersebut

    167

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇