Jurnal Geografi
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PROFESIONALISME GURU DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Abstrak
To improve the educational quality is an importan attemp that should be done by all Indonesian and government. The bundles of educational problems have to be solved and distributed not only to the municipal government but also to the prefectural government and the stakeholders of education. The distribution of task and responbility on the improvement of educational quality cannot be done automatically without stakeholders’ comprehension and understanding of the importance of educational improvement. But, teachers and school principal at least can do much when the stakeholdersgive much attention and prosperity to make them better life and more professional. In addition, the concept of school based management should be implemented soon to support the decentralization of educational management. It hopefully could make more effective beurocracy. However, it has to be implement wisely and carefully to avoid wider corruption, collusion, and nepotism at the local and root level
TRANSPORTASI SEDIMEN PANTAI PULAU KARAM DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT
Abstrak
Penelitian transportasi sedimen pantai daerah Pulau Karam dilakukan di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dengan tujuan mengetahui karakteristik gelombang dan transportasi sedimen pantai pada daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei pada setiap veriabel yang mempengaruhi transportasi sedimen pantai. Metode survei dilakukan untuk pengamatan langsung di lapangan serta melakukan pengukuran terhadap karakteristik gelombang dan pengambilan sampel sedimen untuk dianalisis di laboratoium. Hasil analisis data lapangan dan data laboratorium ditabulasikan untuk menentukan transportasi sedimen pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karateristik gelombang pada daerah penelitian berupa tinggi gelombang, panjang gelombang, periode gelombang, kecepatan gelombang, energi gelombang, dan tinggi hempasan gelombang. Tinggi gelombang pada daerah penelitian berkisar antara 0,13 – 0,92 m, periode gelombang berkisar antara 5 dt– 15 dt, panjang gelombang berkisar antaa 39 m - 156 m, kecepatan gelombang berkisar antara 7,80 m/dt – 23,40 m/dt, energi gelombang antara 0,038 kg/s2 – 1,6 kg/s2, dan tinggi hempasan gelombang ke pantai antara 0,03 m – 1, 86 m. Transportasi sedimen pantai pada daerah penelitian menunjukkan penyebaran yang tidak merata, umumnya sedimen pantai yang memiliki ukuran lebih besar akan diendapkan dekat muara sungai dan material sedimenyang berukuran halus akan diendapkan lebih jauh dari muara sungai. Material sedimen pantai pada daerah penelitan mulai dai pasir halus, pasir kasar dan kerikil. Transportasi sedimen pantai daerah penelitian dapat dilihat dari nilai d50 sedimen pantai yaitu0,222 mm – 0,753 mm, dan transportasi sedimen pantai berkisar 0,1 m3/hr – 603,98 m3/hr. Transportasi sedimen pantai dipengaruhi oleh arus sejajar pantai (longshore current) aitu 0,02 m/dt – 6,79 m/dt
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC) PADA MATA KULIAH PEER TEACHING MELALUI PENERAPAN REFORMASI KELAS
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh praktik mengajar oleh mahasiswa dalam mata kuliah peer teaching selama ini masih kurang variatif dan belum terwujudnya semangat kolaborasi diantara sesama mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) memberikan pengetahuan tentang rancangan pembelajaran bervisi reformasi kelas, 2) memberikan keterampilan untuk mempraktikkan pembelajaran bervisi reformasi kelas yang meliputi; reformasi tempat duduk (plekom-komplen), menumbuhkan dialog dan kolaborasi, sharing dan jumping task dan menciptakan budaya menyimak. Berdasarkan lembar observasi pembelajaran terungkap bahwa pembelajaran bervisi reformasi kelas mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan aktif, mendorong terjadinya interaksi, dialog dan kolaborasi antara pendidik, peserta didik dan sumber/media pembelajaran, menumbuhkan budaya menyimak serta menciptakan iklim kelas yang lebih kondusif dan tertib. Dari lembar refleksi mahasiswa didapatkan informasi bahwa mahasiswa sangat tertarik dengan pembelajaran bervisi reformasi kelas karena baru dan menantang serta berkeinginan untuk melaksanakan pembelajaran bervisi reformasi kelas ini nantinya pada waktu PPLK. Kondisi tersebut memberikan bukti bahwa mahasiswa telah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran bervisi reformasi kelas
PERTIMBANGAN FISIOGRAFIS DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH KUBAH GAMBUT (STUDI KASUS: KAWASAN STRATEGIS LUNANG SILAUT SUMATERA BARAT)
ABSTRACT
Regional development needs to consider the region as a physiographic unit. Development of peat swamp region especially in peat dome physiographic group for agricultural activities and settlement has various limitations and vulnerabilities with the consequences that should be considered in development planning. This study examines the case of development of Lunang Silaut region that have the characteristics of peat dome physiography. This region is one of economic strategic region of West Sumatra Province and as a location of “Kota Terpadu Mandiri” (KTM) which is a program of the Ministry of Manpower and Transmigration to promote backward region development. From the case, subsequently various considerations concluded for the development planning of peatdome regio
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 PANTI KABUPATEN PASAMAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran talking stick pada pembelajaran IPS di kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Panti Kabupaten Pasaman. Penelitian ini tergolong pada PTK yang berlangsung dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat kali pembelajaran. Disamping itu setiap satu kali pertemuan terdiri dari empat tahapan mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Tindakan dilakukan di kelas VIII.1 pada semester I TP 2015/2016 dimana siswa terdiri dari 25 orang. Peneliti dalam penelitian dibantu oleh teman sejawat yang berperan sebagai observer. Data penelitian dianalisis dengan formula Persentase yang menggambarkan data sebagai mana adanya.
Hasil penelitian meliputi: Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 45,8%. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 73,3%. Peningkatan aktivitas belajar siswa pada pelajaran IPS dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 27,55%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I siswa yang tuntas sebesar 64 %. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II siswa yang tuntas sebesar 84%. Peningkatan Hasil belajar siswa pada pada mata pelajaran IPS dari siklus pertama ke siklus dilihat dari persentase ketuntasan siswa yakni sebesar 20%
PERSEBARAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA DI KABUPATEN TANAH DATAR
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyebaran komuditas tanaman pangan dan holtikultura serta apa komuditas unggulan yang ada di Kabupaten Tanah Datar.
Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif, yaitu mendeskripsikan data-data hasil produksi pertanian tanaman pangan pangan dan holtikultura yang ada disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Pemetaan dilakukan dengan program ArcGIS sehingga didapatkan peta persebaran serta komuditas unggulan untuk tanaman pangan dan holtikultura yang ada di daerah penelitian.
Kecamatan yang unggul tanaman pangan adalah Kecamatan Sungai Tarap dengan komoditi padi, jagung, ubi ayu dan ubi jalar. Kecamatan X Koto paling unggul untuk holtikultura dengan komoditi wortel dan Kecamatan Salimpaung dengan komoditi buncis
BAHAYA ABRASI PANTAI SURANTIH KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT
Abstrak
Penelitian bahaya abrasi Pantai Surantih dilakukan di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dengan tujuan mengetahui tipologi pantai daerah penelitian dan menganalisis bahaya abrasi pantai daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei dan metode pengharkatan pada setiap veriabel yang mempengaruhi bahaya abrasi pantai. Metode survei dilakukan untuk pengamatan langsung di lapangan serta melakukan pengukuran terhadap karakteristik karakteristik gelombang dan pengambilan sampel untuk dianalisis di laboratoium. Hasil analisis data lapangan dan data laboratorium ditabulasikan untuk menentukan tingkat bahaya abrasi. Hasil tabulasi data lapangan dan data laboratorium ini dimasukan ke dalam perangkat lunak komputer dalam bentuk software Arc GIS 10.23, hasil keluaran berupa peta bahaya abrasi daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki tipologi pantai yang seragam yaitu tipologi pantai berpasir (pantai bergisik). Tipologi pantai ini disebabkan oleh material penyusun pantainya berupa pasir kasar hingga pasir halus yang bersumber dari daratan dan sebagian kecil berasal dari lautan yaitu berupa rombakan karang. Sebagian besar material penyusun tipologi pantai berpasir berupa material yang merupakan hasil erosi pada bagian hulu (upper lands) yang dibawa oleh Batang Surantih ke pantai kemudian diendapan pada lingkungan pantai. Bahaya abrasi Pantai Surantih pada saat ini tergolong tinggi karena material penyusun pantainya berupa pasir yang berasal dari daratan ataupun hasil rombakan karang di laut. Pada saat penelitian dilakukan Pantai Surantih sedang mengalami akresi atau daerah pantainya sedang mengalami penambahan dan dalam kondisi equilibrium dynamic atau pantai dalam kondisi seimbang yaitu material yang terabrasi dan proses sedimentasi pada lingkungan pantai hampir sama, sehingga menyebabkan pantai tidak bertambah dan tidak berkurang (pantai dalam kondisi stabil)
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN (Study Objek Wisata TWA Bukit Serelo Kecamatan Merapi Selatan)
Abstrak
Dilatar belakangi kurang optimalnya pengelolaan pariwisata yang ada di Kabupaten Lahat khususnya Objek Wisata Taman Wisata Alam Bukit Serelo sehingga berdampak belum adanya sumbangsih PAD dari kegiatan Pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan alternatif-alternatif strategi dan menyusun arah kebijakan Pengembangan Objek Wisata Taman Wisata Alam Bukit Serelo Kabupaten Lahat. Jenis penelitian ini adalah Mixed Methods yang dilakukan pada Dinas Priwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Kecamatan Merapi Selatan, Masyarakat, dan wisatawan. Penentuan informan dilakukan secara Purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, FGD dan pengisian angket analisis hirarki proses. Pengolahan Data dilakukan dengan analisis SWOT dan AHP. Hasil penelitian dapat dirumuskan sebelas strategi dan kebijakan pengembangan yang harus dilakukan pemerintah, yang menjadi prioritas utama kebijakan pengembangan objek wisata TWA Bukit Serelo adalah peningkatan sumber daya manusia birokrasi di lingkungan dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lahat
PEMBELAJARAN MELALUI CARA MENCATAT DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS (GEOGRAFI) DI KELAS VIII.4 SMP N 1 PANTI
Abstrak
Kegiatan pembelajaran IPS (Geografi) yang berlangsung saat ini cendrung didominasi oleh guru, sehingga siswa tidak punya kesempatan untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa pasif dan mengakibatkan randahnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran bahwa cara mencatat dengan teknik peta pikiran (Mind Maping) dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS (Geografi) di Kelas VIII.4 SMP N 1 Panti. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data adalah lembar observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.4 tahun pembelajran 2015-2016 yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 9 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan dilakukan secara rasional dan objektif. Tindakan berhasil, persentasi aktivitas setiap indikator mencapai 75% dan meningkat rata-rata 20% dari siklus I ke II. Berdasarkan analisis data pada akhir siklus I dan siklus II diperoleh hasil rata-rata peningkatan aktivitas siswa sebagai berikut : a) bertanya 20%, b) menjawab 36%, c) menanggapi 20%, d) menyimpulkan 54%. Persentase peningkatan kreativitas belajar siswa secara rata-rata antara siklus I dan siklus II sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa cara mencatat dengan teknik peta pikiran (Mind Maping) dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS (Geografi) di Kelas VIII.4 SMP N 1 Panti
INVENTARISASI POHON UNTUK PENGELOLAAN POHON ASUH DI HUTAN ADAT RANTAU KERMAS DESA RANTAU KERMAS KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI
ABSTRACT This study aimed to determine the types, location and that management in Indigenous Forests Rantau Kermas. The method used in this study was a blend of quantitative and qualitative research methods. Quantitative research methods used are collecting data about the inventory of trees that can be used as a Tree Adoption and that location. Whereas qualitative research methods, explained and described the indigenous forest management and Tree Adoption in Indigenous Forest of Rantau Kermas. The determination of research informant was done by using Purposive Sampling. The data were collected through the documentation study, field surveys and interviews. The data analysis technique used was Overlay, Buffer, and Clip. The results of the study revealed that there were 743 trees could be used as Tree Adoptions and there were 124 as Tree Adoption. Based on researcher there were 372 eligible for Tree Adoptions candidate and 104 Tree Adoptions. Indigenous Forest Management and Tree Adoption in Indigenous Forest of Rantau Kermas still used the traditional system was included rules of Indigenous Forests Kara Jayo Tuo. The criteria taken in the management of Tree Adoptions are: a) the tree caregivers were the donors who concerned with environmental issues. b) the tree managers were the villagers of Rantau Kermas commanded by a Indigenous Forest Management Group. Indigenous forest management and Tree Adoption had ecological benefits, economic sides, and socials sides.ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis, lokasi, dan pengelolaannya di Hutan Adat Rantau Kermas. Metode penelitian yang digunakan adalah perpaduan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk inventarisasi calon pohon asuh dan lokasinya. Metode kualitatif, digunakan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan tentang pengelolaan hutan adat dan pohon asuh di Hutan Adat Rantau Kermas. Penentuan informan penelitian dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, survey lapangan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Overlay, Buffer, dan Clip. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada 743 batang calon pohon asuh dan 124 pohon asuh. Berdasarkan pertimbangan peneliti, jumlah calon pohon asuh yang memenuhi syarat berjumlah 372 pohon dan pohon asuh 104 pohon. Pengelolaan Hutan Adat dan Pohon Asuh masih menggunakan sistem adat yang terdapat di dalam peraturan pengelolaan Hutan Adat Kara Jayo Tuo. Kriteria pengelola pohon asuh adalah: a) donatur yang peduli dengan masalah lingkungan b) warga desa Rantau Kermas yang dikomando oleh Kelompok Pengelola Hutan Adat. Pengelolaan Hutan Adat dan pohon asuh mempunyai manfaat secara ekologis, ekonomis, dan sosial